14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XVIII CINTA TIGA HATI


__ADS_3

Malam ini ada tiga hati yang kini di landa cinta yang berbeda.


Rama ia menghadapi cinta yang membingungkan, ketidakpastian, karena walau ia telah mencintai Maria tapi tak dapat ia sampaikan, bahkan Maria malah pergi begitu saja. Rama begitu gelisah dan tidak mengerti. Berbagai pertanyaan menghantuinya.


" Mengapa Maria menangis ? Mengapa Maria malah pergi menjauh ? Mengapa Maria menganggap aku menolak cintanya ? Mengapa Maria merasa ia tak pantas untukku ? Apa yang terjadi ? Tidak kah Maria mencintaiku ? Mengapa Maria , kamu tidak memberi kesempatan padaku untuk bicara ? Kamu tau aku mencintaimu ah.....ah. " Rama meng acak -acak rambutnya. Hatinya kesal karena tak mampu berbuat apa-apa . Rama sangat mengingin kan waktu cepat-cepat pagi agar ia dapat menemui Maria. Oh...Rama , kamu tidak tahu bahwa Maria sudah pergi bahkan tidak meninggalkan jejak untukmu. Maria juga bertekad melupakanmu. Oh...Rama entah bagaimana nasibmu? Rama semakin gelisah, ia membolak balik kan badannya dari telentang jadi tengkurap, putar samping kanan, putar samping kiri. Kaki di gerak-gerakan dan kemudian mengacak-acak rambut sendiri. Kamu tampak kusut Rama, Kamu bahkan absen membacakan cerita buat Adel dengan berpura-pura tidur padahal sama sekali tak tidur. Dan sudah jam 2 pagi. Ya ampun...cinta begitu menyiksa bagimu Rama. Yah...Cinta menyiksa, itulah cinta bagi mu Rama . Cinta membuatmu gelisah sampai tak bisa tidur.


Jam 2 malam, juga tak membuat Maria tertidur. Maria yang salah paham malah mengalami cinta yang menyakitkan. Patah hati merasa cintanya kandas. Menangis menumpahkan kesedihan. Maria menelungkupkan wajahnya ke bantal dengan isakan yang ia tahan agar keluarganya tidak tahu kalau ia sedang menangis. " Aku akan menjauhimu Rama. Aku harus melupakanmu. Teman - teman aku akan mengaku kalah di depan kalian. 14 hari untuk cintamu pak polisi sudah gagal. Aku kalah karena justru aku yang jatuh cinta sedangkan aku tak pantas untuk di cintai olehmu Rama. Mengapa aku menerima tantangan itu? Mengapa Rama yang ku pilih. Aku sesalkan semuanya. Aku menyesal Rama." Maria terus menangis, akhirnya bangkit dari pembaringan , lalu ia mengambil air wudhu dan membaca Al- qur'an untuk menenangkan hatinya. Cinta yang menyakitkan, itu lah cinta bagi Maria saat ini. Cinta yang membuat luka di hati, begitu perih rasanya


Lain hal nya dengan dokter Aldi , ia sedang jatuh cinta. Hatinya sedang berbunga-bunga. Cinta begitu indah. Terbayang pertemuannya pertama kali di mana Maria yang dua kali jatuh kepangkuannya, lalu terbayang saat Maria mengobati lukanya. Dokter Aldi nampak senyum- senyum, dan memeluk guling. Apa guling itu di bayangkan adalah Maria dok ? jawabnya bisa jadi. He...he...silahkan terjemahkan yach. Yang jelas saat ini dokter Aldi sedang bahagia, ia juga tak sabar menunggu hari esok. " Aku cinta padamu Maria. Aku ingin bertemu denganmu. Aku akan jadikan kau kekasihku. Kita akan menjalin cinta dan bahagia bersama. Maria....hadirlah dalam mimpiku. " dokter Aldi tersenyum, wajah Maria kini mengusiknya dan menari-nari di pelupuk matanya. Cinta yang indah, membuat hati berbunga-bunga. Itulah cinta bagi dokter Aldi. Ia kini sangat bahagia.


Begitulah cinta dan malam ini ada tiga hati yang di landa cinta yang berbeda namun sama-sama membuat pemilik tiga hati tersebut tak bisa tidur. Dan besok pagi bagaimana kabar dari pemilik ke tiga hati tersebut.


Hari ke 10 tinggal empat hari lagi dari 14 hari. Pagi itu, Rama mengantar Adel ke sekolah. Seperti biasa Adel di sambut guru-guru di pintu gerbang dan melakukan yel-yel sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Setelah Adel masuk ke lingkungan sekolah. Rama pun memberanikan diri bertanya kepada ibu Atik, meskipun rasa malu menghinggapi dirinya. Ia tahu jika ia bertanya tentang Maria akan membuat ibu Atik curiga kepadanya, mengapa ia mencari Maria ?Namun rasa cinta yang kuat membuat Rama menanggalkan rasa malunya.

__ADS_1


" Em....apa Maria sudah datang ? " tanya Rama kepada ibu Atik di saat guru-guru yang lain sudah pergi. " Nak Rama, Maria sudah pergi. Magangnya sudah selesai kemarin dan ia telah berpamitan." ucap ibu Atik. Ucapan tersebut tentu saja bagai petir di telinga Rama. Rama terkejut sekali dan tak menyangka itu akan terjadi. " Apa ? Ya... Tuhan apa yang harus kulakukan ? " Rama mengusap wajahnya. Bu Atik merasa kasihan melihat Rama. Meskipun Rama tak cerita namun bu Atik dapat menduga bahwa kini Rama sedang gelisah, wajahnya pucat tak bercahaya, matanya agak bengkak dan Rama tampak kusut, beda sekali dengan Rama yang kemaren nampak rapi dan ceria.


" Nak Rama, kemaren tidak ketemu Maria ? " tanya bu Atik. " Ketemu, tapi ia salah paham dan pergi tanpa mendengar penjelasan saya." ucap Rama terduduk di kursi panjang.


" Em ....jangan-jangan Maria ingin cepat- capat berpamitan karena masalahnya dengan Rama. " ucap ibu Atik dalam hati. " Nak Rama mencintai Maria ? " tebak ibu Atik . Rama mengangguk, ia membiarkan bu Atik tahu perasaannya karena hanya ibu Atik yang dapat membantunya untuk saat ini. " Saya jatuh cinta padanya. Kemaren saya mencarinya untuk menyatakan perasaan saya tapi ketika bertemu , Maria menangis dan menganggap saya menolak cintanya. Ia juga mengatakan bahwa ia tak pantas untuk saya. Saya tak mengerti mengapa ia berkata seperti itu, seperti ada sesuatu yang terjadi. Ia pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan saya." ucap Rama mengepal tangannya, menahan gejolak hati. " Mungkin ada sesuatu hal yang membuatnya berpikiran demikian. Kalau ibu tebak sikap Maria berubah cuma kemaren, ketika ia terlambat datang , ia langsung pamit padahal tinggal satu hari lagi. Dan ibu rasa dia sudah habis menangis. Apa ada hal yang dilakukan nak Rama kemaren ? " ucap ibu Atik memberikan analisanya. " Kemaren....." Rama mencoba mengingat kejadian kemaren. Dan bagi Rama tidak ada yang spesial kecuali saat ia menolong Melati. " Apa mungkin Maria ......?" ucap dalam hati, Rama pun menebak bahwa Maria melihat saat ia mengangkat tubuh Melati ke ruang UGD.


" Ini benar-benar salah paham. " ucap Rama tiba-tiba. " Ada apa nak Rama ? " ucap ibu Atik ingin tahu. " Kemaren saya menolong teman perempuan saya yang kakinya terkilir. Mungkinkah gara-gara itu. " ucap Rama berkali-kali mengusap wajahnya. " Bisa jadi Maria menyangka bahwa nak Rama punya hubungan istimewa dengan cewek itu, mungkin dia merasa cewek itu lebih baik di banding dirinya sehingga ia merasa tak pantas untuk nak Rama." ucap ibu Atik menebak, dan tebakan tersebut tentu saja benar.


Rama tertunduk, wajahnya sedih. Ibu Atik semakin merasa iba. " Nak Rama ini nomor Maria, mungkin nak Rama bisa menghubunginya. " ucap ibu Atik memperlihatkan nomor Maria dari hpnya, wajah Rama berubah agak cerah, dengan bersemangat di masukannya nomor telepon tersebut ke hp nya. Rama pun menghubungi nomor telepon itu. Namun nomor itu telah di non aktif kan. Beberapa kali Rama terus mencoba namun hasilnya nihil. Ibu Atik ikut sedih melihatnya.


Ibu Atik pun berjalan menuju ruang kantor dan segera mencari biodata Maria, namun tentu saja ia tak menemukannya, semua itu karena Maria telah lebih dulu mengambilnya.


" Jangan-jangan Maria yang mengambilnya. " ucap ibu Atik kembali curiga. Ibu Atik yang sangat ingin membantu Rama akhirnya mengambil fhoto Maria saat sedang bercerita walaupun fhoto tersebut untuk bahan laporan kegiatan sekolah. Hanya ini yang dapat ia lakukan untuk membantu Rama.

__ADS_1


Ibu Atik kemudian menemui Rama kembali. Rama masih mencoba menelpon Maria, namun hasilnya masih sama. Ibu Atik menghampiri Rama. " Nak Rama, ibu tak dapat menemukan biodata itu. Nanti ibu carikan lagi, atau ibu tanyakan pada guru-guru yang lain, mungkin ada yang tahu dimana Maria tinggal. Cuma ini yang dapat ibu lakukan. " ucap bu Atik menyerahkan Fhoto Maria. Rama memandangi fhoto Maria. " Apa yang harus ku lakukan untuk menemukanmu Maria ? Mengapa cinta ini rasanya berubah menjadi menyakitkan ? " ucap Rama dalam hati, matanya tampak berkaca-kaca namun butiran air mata itu tertahan di pelupuk mata. Jika kau menahan air mata itu, sangat lebih sakit dari pada kau tumpahkan.


" Nak Rama yang sabar, mungkin ini ujian cinta. Nak Rama harus yakin bahwa cinta yang tulus akan mendapat perhatian Tuhan. Tuhan mungkin punya rencana untuk nak Rama , kalau jodoh tak akan kemana. Semua akan mudah pada akhirnya. Jangan lupa berdoa nak Rama. " ucap ibu Atik mencoba menghibur Rama yang bersedih hati. Rama menarik napas dalam-dalam. " Terima kasih bu, telah membantu saya. Saya permisi dulu bu. " ucap Rama meninggalkan ibu Atik. Sungguh tak terlukiskan wajah Rama saat ini, Betapa sungguh muram tanpa cahaya.


Ibu Atik menatap kepergian Rama dengan iba.


" Semoga Tuhan memberikan pertolongannya pada mu nak Rama. " Ibu Atik berdoa dengan tulus untuk Rama.


Cinta , mengapa kau sangat kejam ? Setelah memberi kebahagian lalu menghempaskannya begitu saja.


Tapi cinta, mengapa kau tak bisa disalahkan ? Juga tak bisa dikendalikan ? Karena kau cinta adalah sebuah perasaan yang ada di hati bukan berada dalam pikiran. Yah....bukan salahmu cinta karena kau sudah berikan satu arti bagi mereka yang mencintai.


........

__ADS_1


Ceritanya kita sambung dulu yach. Nantikan episode selanjutnya. Mohon maaf jika ada yang salah penulisannya.


__ADS_2