
Motor Rama melaju melintasi jalan raya. Rama tersenyum bahagia....apalagi saat Maria menyandarkan kepalanya di belakang punggungnya. Hembusan angin menerpa lembut sepasang kekasih yang mengendarai motor. Suasana cerah yang sangat mendukung ...betul-betul membuat hari itu enak untuk dijadikan waktu jalan-jalan menikmati suasana.
Motor yang dikendarai Rama dan Maria melaju menuju kawasan perumahan yang terkenal di kota itu. Maria menatap Rama. " Ram ...kita ..." ucap Maria....dengan rasa penasaran....
" Yank...sabar Yach ...ini kejutan untukmu...." ucap Rama lembut. Maria menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya. " Kejutan apa...Ram ....yang kau persiapkan..., apa kita akan menemui seseorang yang istemewa di sini....?" ucap Maria di dalam hati. Ia mencoba menebak-nebak kejutan dari sang kekasih.
Saat tiba di tempat Satpam..., dua orang penjaga ditempat itu...nampak menyambut Rama dengan ramah dan hormat. Rama membuka kaca helmnya. " Den Rama..." ucap mereka, Rama tersenyum. " Selamat siang mang Azis , mang Parto..." ucap Rama sopan. " Apa kabar Den...Rama..?" tanya mang Aziz. " Baik mang...., amang berdua gimana...?." tanya Rama balik.
" Seperti yang Den lihat ...kami juga baik Den." ucap mang Parto. " Bersama siapa Den...." tanya mang Aziz ketika melihat cewek yang kini dibonceng Rama. Rama tak pernah datang berduaan ke tempat itu kecuali bersama Maya ibunya dan Adel adiknya dan teman-temannya. Ini pertama kali Rama membawa seseorang , cewek lagi tentu saja mereka jadi sangat penasaran.
Maria membuka kaca helmnya dan tersenyum ke arah mereka. Mang Aziz dan Parto dibuat terkesima ketika melihat Maria..cewek manis bermata indah. " Oh...iya mang, ini calon isteri saya mang. Insya Allah satu Minggu lagi kami menikah. Nanti akan ada undangan buat amang berdua." ucap Rama, spontan mereka berdua tersenyum. " Oo....Den Rama, sudah temukan pasangan....selamat Den." ucap mang Aziz dengan gembira. " Terima kasih banyak mang...." ucap Rama menyalami keduanya. " Terima kasih banyak..., perkenalkan nama saya Maria mang..." ucap Maria mencoba menyapa mereka.
" Wah ...serasi sekali Den..." puji mang Aziz jujur.
" Ah....amang bisa saja..." ucap Rama tersenyum, sedangkan Maria tersipu malu.
" Ih...Aden ...benarlah den....cocok...serasi cantik dan ganteng...." ucap mang Parto ikut memuji.
" Terima kasih mang ...untuk pujiannya. Kami permisi dulu mang..." ucap Rama berpamitan.
" Ya...silahkan den. " ucap mang Parto kemudian membuka gerbang utama kawasan perumahan.
" Mari mang..." ucap Rama lagi. Rama dan Maria tersenyum dan menganggukkan kepala sebelum melaju dengan motor mereka kembali.
Suasana pemandang dikawasan perumahan begitu indah....ternyata di kawasan itu ada mushalanya, juga ada minimarket bahkan lapangan olah raga dan taman bermain anak-anak. Maria berdecak kagum ..., ia belum pernah masuk ke kawasan itu, meskipun ia juga penduduk di kota itu.
Kita tiba di sebuah rumah bertingkat dua , Rama pun berhenti...." Kita sudah sampai...." ucap Rama mematikan mesin motornya. Ia mengajak Maria untuk turun. Rama memarkir motornya dan melepaskan helmnya dan Mariapun mengikutinya. " Kita....mau apa Ram ? " tanya Maria. " Ini rumah kita.." ucap Rama. Kata-kata Rama betul-betul membuat Maria sangat terkejut. Maria menatap Rama, seakan tak percaya Rama telah menyediakan rumah yang luar biasa untuknya. " Ini memang rumah kita. Rumah yang akan kita huni bersama." ucap Rama meyakinkan. Maria mengalihkan pandangannya denga terpesona, ia hampir tak bisa berkata apa-apa melihat bangunan rumah itu yang menurutnya begitu mewah dan indah. Bukan cuma mewah dan indah di depan garisi nampak sebuah mobil terparkir di sana. Dipandanginya bangunan itu, Maria betul-betul merasa berada didalam mimpi. Laksana putri cenderella yang kini diboyong sang pangeran ke istana.
" Ayo masuk..." ajak Rama sambil menggenggam tangan Maria. Sebelum memasuki rumah Maria sudah di buat tercengang dengan pemandangan di halaman depan. Di samping kanan ada taman yang indah dan di samping kiri ada kolam ikan.
Ramapun membuka pintu rumah.
" Bismillah........, Selamat datang...nyonya Rama. Maaf belum ada upacara penyambutan..." ucap Rama menggoda untuk mengusir ketegangan yang Maria rasakan. Maria tersenyum..." Sungguh sangat indah dan istemewa kejutanmu Rama ku. " ucap Maria dalam hati. Digenggamnya dengan erat tangan Rama.
Tatkala masuk ke dalam rumah ..lagi-lagi Maria di buat terpesona. " Ini ruang tamu...." ucap Rama
" Dan ini ruang keluarga....
Oya di sini ada juga ruang ibadah....tempat kita shalat berjamaah bersama...
sementara kecil dulu...nanti jika kita punya anak banyak entar di renovasi kembali.... em. ...di sini juga ada kamar untuk tamu sudah lengkap dengan toilet dan kamar mandinya..Jadi tamu yang menginap akan merasa nyaman." ucap Rama lagi.
__ADS_1
.
Maria begitu kagum di buatnya ...semua perabotan sudah lengkap dan tersusun dengan cantik ...dan bersih.
" Ini ruang makan....keluarga....
kembali Maria di buat kagum....dengan pemandangan itu.
" Ini ruang dapur kita...."
Kebahagiaan memenuhi hati Maria...
Suasana dapur yang sangat nyaman...dimana ia akan sibuk memasak makanan di sana
" Coba lihat ke belakang
Ini tempat kita bersantai.....di luar rumah...." ucap Rama menjelaskan. " Ram ...di samping rumah ada apa....? " ucap Maria penasaran...
Rama tersenyum ...., dengan setengah berlari Maria menghampiri tempat itu dan.....ternyata
rumah itu mempunyai kolam renang. " Ram...." desah Maria. " Kau bebas pake bikini di sini karena cuma aku yang melihatmu...." ucap Rama setengah berbisik. Terang saja hal itu membuat Maria sangat malu .." Ram...." sebuah cubitan kecil mendarat ditangan Rama. " Lha...kok aku kena cubit..." ucap Rama dengan nada protes.
" Ini tempat bersantai untuk keluarga besar kita jika mereka berkunjung.....kita bisa bikin pesta barbeque atau bakar jagung dan sate....pasti asyik..." ucap Rama antusias.
" Em ...pandai sekali kekasihku ini...." puji Maria. Rama tersenyum mendengarnya. " Ram..., kau Yach yang mendesain semua ini .." tanya Maria penasaran. " Ya...tapi aku tak sendiri...aku dibantu mbah...." ucap Rama senyum-senyum.
" Em.....Mbah... ?" ucap Maria tak percaya karena Mbah itu biasa panggilan untuk seorang dukun jika di tempat mereka.
" Mbah google....sayang...." ucap Rama tertawa kecil. " Ih.....Rama...." Maria pun akhirnya ikut tertawa karena ia berhasil di buat bingung oleh kekasihnya sendiri.
" Ayo ke dalam ...masih ada ruang atas...kamu harus melihatnya...." ucap Rama kembali menggenggam tangan Maria.
Sesampai di dalam rumah . Rama pun mengajak Maria menaiki tangga.
Sesampai di ruang atas , terdapat 4 buah kamar di ruang atas. Rama membuka kamar pertama.
" Ini kamar anak cowok kita...
Dan ini kamar anak kita yang cewek....
__ADS_1
Kalau ini kamar anak kita... yang masih bayi....
kamar ini dekat dengan kamar tidur kita...." ucap Rama. " Bagaimana kamu bisa membangun rumah semewah ini....? Pasti membutuhkan uang yang banyak....? Kamu pasti bekerja sangat keras...." ucap Maria penuh haru. " Aku menabung yank ....selama hampir 10 tahun lebih. Seluruh gaji dan bonus yang ku dapat ku serahkan untuk biaya pembangunan rumah ini . " ucap Rama menjelaskan. Maria menatap Rama. Tiba-tiba air matanya meleleh dengan sendirinya. Rama terkejut di buatnya..." Yank....kok malah nangis. " ucap Rama mengusap air mata Maria dengan lembut. " Kamu sudah mempersiapkan semua ini. Ini begitu indah Ram...., kamu begitu sempurna....cukup kamu saja aku sudah tak sanggup membalasnya. Kamu sudah merupakan kesempurnaan, jika di tambah semua ini rasanya..betapa aku...." belum sempat Maria meneruskan kalimatnya, Rama segera mengunci bibir Maria dengan telunjuknya. " Jika kamu bicara lagi maka aku akan mengunci bibirmu dengan ciuman. " ancam Rama. Maria pun mengurungkan kalimat yang akan ia katakan.
" Aku mencintaimu. Kamu satu-satunya. Apa perbedaan kamu dengan bidadari, kamu tahu...? Kalau bidadari itu adanya disurga tapi kalau kamu adalah bidadari di dalam hatiku bahkan di dalam surga nanti. Kamu yang terindah yang ada di dunia ini untuk ku. Aku yakin kamu adalah belahan jiwa ku. Tanpa kamu ...aku akan hampa. Kamu segala. Dan aku sangat mencintaimu. " ucap Rama tulus. Mata Maria kembali berkaca-kaca, dipeluknya erat Rama dan me nangis di dada sang kekasih...." Aku juga sangat mencintaimu Rama...." ucap Maria di sela isakannya. Rama kembali menghapus air mata Maria. " Jangan menangis...sebentar lagi kita akan bersatu di hadapan tuhan...kita akan bersama selamanya. Ayo...kita lihat kamar kita. Dimana nanti kita tidur bersama....ayo coba lihat.." Rama kembali membuka pintu kamar dan terlihatlah....
" Kamu suka ...? " ucap Rama, Maria tentu saja mengangguk, Ia bahkan sangat menyukainya.
" Ini kamar mandi kita ..
Sudah ada bak mandi ...buat kita mandi bersama..." ucap Rama, Maria langsung menatap tajam ke arah Rama ..." Lha...apa aku salah....kan tak apa kita sudah halal. Tenang aku enggak minta sekarang kok...." ucap Rama tertawa kecil, Maria akhirnya tersenyum. Rama dan Maria menutup kamar mandi.
Saat pandangan mereka sama-sama tertuju pada ranjang yang ada di kamar itu mendadak desiran halus datang membuat jantung keduanya berdetak dengan kencang. Bayangan saat ia pertama kali berada di dalam kamar yang sama bersama Maria dimana saat itu tanpa sengaja Maria menarik handuk yang di kenakan Rama sehingga membuat mereka jatuh di atas ranjang dengan posisi Rama menindih tubuh Maria kini hadir seketika. " Ranjang ....." ucap Rama lirih. " Kenapa dengan ranjang.....?" ucap Maria gugup. Memang sangat berbahaya kalau sedang berduaan bersama sang kekasih, terlalu banyak godaan yang tak terduga.
" Mau mengulang kejadian dulu, saat kau menarik handuk mandi yang ku kenakan...., saat itu tanpa sengaja kita berdua jatuh keatas ranjang......betapa indah kenangan itu. " ucap Rama kemudian duduk di atas ranjang. " Jika di ulang sekarang itu namanya bukan lagi tak sengaja tapi di sengaja...." ucap Maria. Rama tertawa kecil. Ia tahu kalau Maria sedang gugup dan berusaha menyembunyikannya. Entah mengapa Rama semakin penasaran ingin menggodanya.
" Ayo duduk di sini.....yank. " ucap Rama.
" Ogah...ah Ram...." ucap Maria. " Kenapa....? " tanya Rama penasaran. " Aku takut kamu menggigitku..." ucap Maria jujur. Rama kembali tertawa. " Ih....Rama jangan tertawa ah...." ucap Maria cemberut. " Aduh....tertawa saja aku dilarang..." ucap Rama menggelengkan kepala.
" Habis....itu membuat wajahmu jadi....ganteng banget...." ucap Maria pelan. Kali ini Rama tertawa lepas karena Maria begitu polos dan menggemaskan.
" Ya ampun yank....., kan aku milikmu...dan ini lagi bersamamu saja. " ucap Rama. " Itu lebih menakutkan Ram...kita berduaan...di atas ranjang.....ada setan....entar kita lepas kontrol .....belum halal Ram...." ucap Maria mencoba menjelaskan. Rama tersenyum dan dengan cepat malah menarik Maria hingga duduk di pangkuannya.
Oh ....OMG...., jantung Maria semakin berdetak kencang. " Ram ....lepaskan..." ucap Maria setengah merengek. " Aku hanya ingin menggigitmu sedikit saja...." bisik Rama....
" Jangan....aku bisa kena serangan jantung...." ucap Maria tak tau apa yang harus dikatakan.
" Aku juga sama...." ucap Rama perlahan...lahan meraih tangan Maria dan membawanya ke dadanya. " Hanya kamu yang bisa membuat jantungku begini. Namun aku sangat menyukainya....." bisik Rama lagi dengan nada yang sangat lembut. Aduh......🙉🙉🙉🙉🙉 kalau kaya gini hati siapa yang tak rontok.
" Kita belum halal....Ram. " kali ini Maria turut berbisik....., suara Maria yang begitu lembut membuat Rama semakin ingin mereguk manis madu. Rama tersenyum dan dengan lembut mengusap pipi Maria lalu berakhir di bibir tipis sang kekasih yang berwarna pink merona.
" Boloh aku mencium bibirmu...? " tanya Rama polos.., " Tidak boleh...." tolak Maria. Rama menarik napas panjang. " Kalau mencium pipimu...? " tanya Rama menurunkan targetnya. Maria menggeleng. " Saat lamaran kita masih boleh berciuman...kok sekarang tidak. " protes Rama. Maria mengerutkan keningnya. " Siapa bilang boleh....? kita berdua khilaf...tentu saja berdosa. " ucap Maria. Rama kembali menarik napas panjang. " Kalau gitu ku cium kamu di kening saja yach." ucap Rama tampak menyerah. Maria tersenyum dan mengangguk.
Perlahan-lahan Rama mendaratkan ciumannya di kening Maria. Namun hatinya masih belum puas. Ramapun mendekatkan bibirnya ke bibir Maria. Maria langsung begitu gugup. Untung saat itu , tiba-tiba handphone Rama berbunyi.
" Ram ...telepon..." ucap Maria. " Biarin saja. " ucap Rama kembali mendekat. " Kali aja penting. Jawablah telepon itu dahulu. " ucap Maria lagi. Rama akhirnya terpaksa melakukannya. Menerima panggilan telepon tersebut.
" Hello...assalamu'alaikum. " ucap Rama.
" Oo ..mama ...,apa mama sudah di depan pintu ??????." ucap Rama begitu terkejut....
" Mama Ram..? ." tanya Maria. " Iya mama di depan pintu rumah ini..." ucap Rama dengan nada agak kecewa. " Kalau gitu ayo kita ke bawah....membukakan pintu. " ucap Maria bangkit dari pangkuan Rama dan berjalan lebih dahulu. Ia merasa begitu lega.
Rama menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Rasa kecewa memenuhi hatinya. Dengan gontai Rama mengikuti Maria yang telah lebih dulu berjalan menuruni anak tangga.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lewatkan episode selanjutnya.
Terima kasih banyak telah setia.