
Dokter Aldi terpaku seketika ketika mendengar isakan Maria yang memilukan. Air mata kini jatuh dari pelupuk mata dokter Aldi satu persatu laksana hujan yang turun rintik-rintik karena awan hitam di matanya tak sanggup membendung lagi uap air yang telah menggumpal. Rintik-rintik itu pun tak lama kemudian berubah menjadi hujan yang lebat. Dokter Aldi kini menangis tanpa terisak. Hatinya begitu terluka.
Luka yang tak terasa, mengalir darah yang tak berwarna, bagai jeritan tanpa suara. Seakan-akan langit akan runtuh ke bumi. Sakit saat tahu di hatimu bukan aku yang kau cintai. Cintaku layu sebelum berkembang. Bertepuk sebelah tangan. Tak mungkin aku melupakan cinta ini seketika. Kau sudah bersemayam di hatiku yang paling dalam. Sungguh kau sangat berarti. Sungguh aku sangat berharap bersamamu selamanya. Tapi kini semua hancur. Mungkinkah ini akhir dari cinta ku ?
Dokter Aldi tumbang seketika seperti orang yang kalah dalam peperangan. Tangan dokter Aldi perlahan-lahan terlepas dari bahu Maria. Dengan gontai dokter Aldi berjalan meninggalkan Maria. Dokter Alfi mengejar dokter Aldi. " Aldi...." ucap dokter Alfi menghampiri dokter Aldi. Sebagai seorang sahabat ia berusaha membantu mengurangi beban perasaan dokter Aldi walaupun sebenarnya dokter Alfi juga mengalami hal yang sama patah hati seperti dokter Aldi.
" Biarkan aku sendiri Fi..." ucap dokter Aldi berjalan tanpa gairah. Untuk saat ini ia butuh ketenangan. Dokter Alfi terdiam dan akhirnya membiarkan dokter Aldi pergi dari tampat itu.
Maria hanya bisa terduduk dan menangis menatap kepergian dokter Aldi. " Maafkan aku pak dokter. Maafkan aku...., kalau aku bohong padamu itu lebih menyakitkan lagi. Karena pada akhirnya kita semua akan terluka. Maafkan aku pak dokter. Aku betul-betul tak berdaya. " ucap Maria dalam hati sambil menghapus air matanya. Maria mencoba bangkit dan beranjak hendak meninggalkan tempat itu.
Namun sebelum ia hendak pergi meninggalkan tempat itu. Dokter Alfi menahan Maria.
" Bisakah kita bicara, aku ingin menceritakan padamu apa yang terjadi antara dokter Aldi dan dokter Erika. " ucap dokter Alfi pada Maria. Ia berniat menceritakan kejadian yang menyakitkan 4 tahun yang lalu di mana terjadi cinta segi tiga antara Aldo, Aldi dan Erika. Yang berakhir dengan menewaskan Aldo dalam kecelakaan maut. Kejadian di mana ia dan Aldi begitu terpukul karena kehilangan sahabat terbaik mereka. Dokter Alfi berharap setelah mendengar cerita itu, Maria akan berubah fikiran untuk menerima cinta dokter Aldi, meski pun ia juga mencintai Maria. Ia akan mengalah asalkan dokter Aldi bisa bahagia bersama Maria.
Maria menatap dokter Alfi dan mengangguk. Dokter Alfi kemudian duduk di bangku panjang yang kebetulan ada di tempat itu di ikuti oleh Maria. Maria menatap kearah dokter Alfi seakan berkata ia telah siap mendengarkan cerita dokter Alfi.
Dokter Alfi pun mulai bercerita.
" Kami adalah tiga sahabat yang bersahabat sangat dekat sejak kelas 1 SLTA. Aku, Aldi, dan Aldo sudah separti saudara saking akrabnya. Teman-teman yang lain memanggil kami dengan sebutan 3Al......." ucap dokter Alfi mulai bercerita.....
Aldo Prasetyo
__ADS_1
Aldi Hermawan
Alfi Purnama
Tiga cowok yang bersahabat dan mempunyai banyak kelebihan. Ketiganya bewajah tampan, jenius dan kaya raya namun di antara 3 cowok tersebut dokter Aldi yang paling menonjol selain karena yang paling tampan, dokter Aldi juga pandai dalam bidang olah raga basket, bola volly, sepak bola, bulu tangkis, renang dan berkuda. Namun Aldi juga di kenal dengan julukan Romeo, karena ia banyak di sukai cewek-cewek sehingga banyak punya pacar. Tak terhitung cewek yang jadi pacar Aldi, meski pun begitu Aldi tak pernah serius dengan mereka karena bagi Aldi pacaran hanya untuk senang-senang saja. Aldi tak pernah betul-betul jatuh cinta.
Ketika sama-sama menjadi mahasiswa kedokteran hadirlah Erika diantara Aldi, Aldo dan Alfi. Erika cewek yang cantik dan sangat kaya namun sayang manja dan selalu ingin menguasai semua karena sejak kecil Erika sangat di manja, segala keinginannya selalu di penuhi dan terkabul dengan mudah.
Erika jatuh cinta dengan Aldi, sedangkan Aldo jatuh cinta dengan Erika. Terjadilah cinta segitiga. Aldi tak pernah melirik Erika sedikitpun ia asyik bercinta dengan yang lain. Berbagai cara Erika lakukan untuk mendapatkan Aldi, karena ia tak mau keinginannya gagal. Namun Aldi tetap tak meliriknya.
Akhirnya Erika menggunakan cara licik dengan mendekati Aldo supaya dokter Aldi cemburu. Erika dan Aldo pun berpacaran. Di depan Aldi, Erika terus memanas-manasi Aldi agar Aldi cemburu dengan kemesraan mereka. Namun Aldi biasa saja malah mendukung kebersamaan Erika dan Aldo.
Karena kesal Erika ingin membatalkan pertunangan dan akhirnya menyatakan cintanya pada Aldi..
" Aldi aku mencintaimu..." ucap Erika mengaku. " Jangan bercanda. Jika kau mencintaiku mengapa kau pacaran dengan Aldo ? " ucap Aldi menatap tajam. " Aku hanya ingin membuatmu cemburu. Bagiku Aldo hanya alat untuk mendapatkanmu." ucap Erika dengan enteng. Aldi menatap dengan geram.
" Kau....brengsek...." ucap Aldi dengan marahnya. " Aldi semua yang ku lakukan adalah untukmu. " ucap Erika memeluk Aldi. Aldi berusaha melepaskan pelukan itu. " Aku sangat mencintaimu, aku hanya ingin kan dirimu. " ucap Erika memeluk Aldi bahkan menghujaninya dengan ciuman. Aldi berusaha menghindari ciuman itu, ia juga berusaha lepas dari pelukan Erika. Namun belum lagi semuanya berhasil, tiba-tiba Aldo dan Alfi datang di saat adegan yang tidak mengenakan tersebut.
Aldo dan Alfi begitu terkejut bukan main. Terlebih Aldo nampak sangat terpukul. Tubuhnya gemetar. " Aldi...." ucap Alfi lirih. Aldi begitu pucat melihat kedatangan Aldo dan Alfi. " Ini salah..paham, Aku..." ucap Aldi gugup dan melepaskan pelukan Erika. Aldo tersenyum pahit. Sebetulnya ia sempat mendengar semuanya karena lebih dulu tiba dari pada Alfi. Ia begitu ingin mengetahui perasaan Erika yang sebenarnya. Karena meskipun Erika bersamanya tapi Erika nampak begitu kesal bila melihat Aldi bermesraan dengan pacarnya.
Aldo begitu sedih ternyata ia hanya alat bagi Erika untuk membuat Aldi cemburu. " Aku tahu Di.." ucap Aldo sendu. Ia memang tahu bahwa Aldi tak mencintai Erika, Aldi tak mengkhianati persahabatan mereka. Tapi mengetahui bahwa Erika hanya memperalatnya adalah sangat menyakitkan baginya.
__ADS_1
" Kau...sudah tahu Do, aku ingin kita putus. Aku tak mencintaimu. " ucap Erika dengan mudahnya. Aldi dan Alfi begitu geram. Begitu ingin Aldi menampar Erika yang betul-betul tak berperasaan. Sayang ia tak dapat melakukan itu semua karena Erika seorang cewek.
" Ya..., kita putus. " ucap Aldo sebelum berbalik arah pergi meninggalkan tempat itu. Alfi dan Aldi mencoba mengejar. " Aldo...." ucap Alfi menjajari langkah Aldo. " Tolong biarkan aku sendiri..." ucap Aldo lemah. Aldi dan Aldo saling berpandangan. Mereka tak bisa menolak keinginan Aldo. Aldo tampak butuh waktu untuk memenangkan diri. Mereka pun membiarkan Aldo sendiri.
Namun ternyata masalah semakin buruk. selang beberapa lama kemudian terdengar berita sangat buruk lewat handphone Aldo mengalami kecelakaan dan tewas di tempat kejadian.
Aldi dan Alfi begitu terpukul dengan kejadian itu. Terlebih-lebih Aldi ia sampai jatuh pingsan karena tak sanggup mendengar kabar buruk itu. Saat di kuburan Aldi tak sanggup menahan rasa bersalahnya. Ia menangis dengan meratap. Entah mengapa ia berfikir secara tidak langsung ia ikut andil menjadi penyebab kematian Aldo. Alfi mencoba menghibur Aldi.
Sedangkan Erika tetap merasa tak bersalah atas kejadian itu dan tetap ngotot ingin mendapatkan Aldi dengan jalan apa pun.
Semenjak kejadian itu, Aldi kehilangan hasrat untuk bercinta. Ia tak pernah lagi bercinta bahkan tak seorang pun wanita yang bisa menggetarkan hatinya. Hampir 4 tahun sampai ia bertemu Maria saat Magang di luar daerah sebagai dokter yang sedang melaksanakan masa pengabdian.
Baru kali ini ia jatuh cinta. Maria adalah cinta pertama baginya.
........
" Kau mengubah hidupnya jadi lebih berwarna. Ku mohon Maria terimalah dokter Aldi, ia betul-betul mencintaimu dan membutuhkanmu. " ucap dokter Alfi penuh harap. Maria menarik napas dalam-dalam. " Maafkan aku...., aku telah bersama orang lain, aku mencintai orang lain dan status ku adalah kekasihnya. Aku menjunjung tinggi kesetiaan dan aku tak bisa mengubah rasa cintaku pada kekasihku. Ku harap kau mengerti. Seandainya aku masih sendiri, sekalipun aku tak mencintai dokter Aldi aku akan menerimanya dan belajar mencintainya namun aku telah bersama orang lain dan tak ingin berbohong karena kita semua akan semakin terluka. Dibohongi itu lebih sakit rasanya. Tapi aku akan membuat dokter Aldi bangkit kembali dengan caraku sendiri. Aku mohon bantuan pak dokter..." ucap Maria optimis. Dokter Alfi menatap Maria dan melihat binar indah di mata cewek itu. Ia tahu perkataan Maria benar dan tak mungkin merubahnya. Namun ia heran Maria beroptimis membangkitkan semangat dokter Aldi yang sedang patah hati. Apa itu mungkin ? Bagaimana caranya ?
Tapi sungguh aneh mengapa dokter Alfi seakan menatap sebuah keajaiban di mata Maria. Sebuah keyakinan bahwa dokter Aldi akan bangkit kembali. Dokter Alfi pun mengangguk, Maria tersenyum ke arah dokter Alfi. Dalam hati ia bertekad akan mengembalikan dokter Aldi seperti dulu.
Maria...., ia betul-betul sesuatu........
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya ? Ikuti ceritanya. Terima kasih banyak sudah setia membaca.