14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
LVII. TRAGEDI DI PERNIKAHAN


__ADS_3

Hari Bahagiapun tiba. Rumah Maria dipenuhi banyak tamu. Rama begitu tampan bak seorang pangeran duduk berhadapan dengan Pak Johan sang calon mertua. Diantara mereka berdua duduk Pak Penghulu dengan berwibawa memimpin acara sakral tersebut. Teman-teman Rama yang duduk dibelakang Rama nampak begitu tegang. " Kok tegang sekali Yach.." bisik Sigit . " Iyalah....ini kan yang akan menghalalkan hubungan antara pria dan wanita. Ini yang paling diharapkan setiap pasangan. Dimana sesuatu yang semula haram menjadi halal bahkan akan bernilai ibadah dengan pahala yang besar. " ucap Rangga menjelaskan. " oooo...gitu. " ucap Sigit manggut-manggut. " Kalau gitu....semangat bro ..." ucap Sigit lagi menepuk bahu Rama. Rama pun tersenyum ke arah teman-temannya. " Terima kasih Yach..." ucap Rama menjabat tangan teman-temannya.


Tiba-tiba tanpa sengaja Sigit mengeluarkan bunyi kentut. Sontak suasana tegang...menjadi geger.


" Ah...Sigit..." ucap Budi langsung tertawa sambil mendorong bahu Sigit. Teman-teman Rama dan Rama sendiri akhirnya juga ikut tertawa. " Ya ampun....Git masa kentut di saat begini. " ucap Agung masih tertawa. " Habis perutku sakit..saking tegangnya. " ucap Sigit membela diri. " Tapi setidaknya permisi dulu dong. " protes Agung lagi. Sigit tertawa kecil. " Tadi emang mau permisi dulu tapi eh...apa daya ku sudah meletus. " ucap Sigit lucu. Rama dan teman-temannya kembali tertawa. " Jadi...terpaksa deh kalian harus ikhlas menerimanya. " ucap Sigit ikut tertawa. Mereka kembali tertawa bersama dengan bahagia.


Tak beberapa lama kemudian acara akad nikah pun berlangsung dengan hikmad. Dengan lancar Rama mengucapkan ijab kabul, yang kemudian di iringi kata sah dari para saksi. Dengan begitu maka resmilah Maria Adelita putri menjadi Istri Rama Aditiya Putra. Ucapan Alhamdulillah pun bergema di ruangan. Teman-teman Rama segera menjabat tangan Rama dan memeluk Rama. " Selamat Ram..." ucap Sigit memeluk Rama sahabatnya. Dan temannya yang lain pun mengikuti memeluk Rama. " Terima kasih banyak Yach....terima kasih untuk dukungan kalian selama ini. " ucap Rama dengan penuh kebahagiaan.


Begitu pula ayah Rama dan ayah Maria saling berjabat tangan dan berpelukan. " Ku serahkan putriku kepada keluarga kalian. " ucap Pak Johan dengan rasa haru. " Jangan khawatir Maria akan kami anggap bagai anak sendiri. " ucap Pak Ali meyakinkan Pak Johan.


Sementara itu Maya dan Ratna juga berpelukan erat dengan penuh kebahagiaan. " Jeng...., anak kita." ucap Ratna penuh haru. " Yah....jeng, moga anak-anak kita jadi keluarga sakinah, mawadah warahmah." ucap Maya dengan binar kebahagian. " Amin. " ucap Ratna sambil meneteskan airmata bahagia.


" Mana pengantennya...? " bisik Sigit pada teman-temannya. " lha...mana aku tahu...bro." ucap Agung menyenggol Sigit. " Ih...Sigit. Rama yang nikah .....kok kamu yang cerewet. " goda Budi menepuk bahu Sigit. Sigit tertawa sambil pasang muka cengar-cengir.


" Settts...tuh ...pengantennya. " ucap Rangga kemudian. Mata mereka semua kemudian tertuju pada Maria sang mempelai wanita yang keluar dari kamar bersama teman-temannya.


" Amboy....cantiknya...." seru Sigit tanpa terasa. Tamu yang hadir pun berbisik- bisik memuji kecantikan Maria. Sungguh semua yang hadir dibuat begitu terpesona melihat kecantikan Maria yang begitu bersinar...indah. Selama ini Maria hanya berdandan ala kadarnya kini balutan make up membuatnya sangat cantik. Kebaya putih begitu anggun membalut tubuhnya yang ramping. Laksana seorang putri yang turun dari khayangan.


Rama terpaku melihat kecantikan sang pujaan hati. Seluruh tamu yang hadir seakan sirna, hanya Maria yang ia lihat yang kini berjalan menghampiri dirinya. Maria duduk perlahan di samping Rama. Rama terus menatap Maria ..., Pak penghulu pun berdehem membuyarkan Rama yang terpesona. " Ehem...ehem...nak Rama...nak Rama..." ucap beliau memanggil Rama. Rama masih terpaku..., teman-teman Rama segera menyenggol Rama agar tersadar dari semua itu. Rama pun kaget. Semua tamu yang hadir pun tertawa kecil. " Tenang Rama, sudah halal ...entar di kamar kamu bakal puas menatap Maria. " Goda...Rangga sambil tersenyum. Rama pun tertunduk malu, begitu pula Maria. Jantung keduanya berdetak kencang. Rasa bahagia memenuhi keduanya. Tak terlukiskan betapa bahagianya.

__ADS_1


" Sekarang....nak Rama..., silahkan memakaikan cincinnya. " ucap penghulu kemudian. Rama kemudian memakaikan cincin pernikahan di jari manis Maria.Moment itu segera diabadikan oleh fhotografer, teman-teman Rama dan Maria juga segera mengabadikan moment tersebut dengan kamera hp.


Setelah cincin terpasang, Maria kemudian mencium tangan Rama. Begitu bahagia hati Rama, ia hampir meneteskan air mata, rasa haru memenuhi hatinya, kini orang yang sangat ia cintai telah menjadi isterinya. Perlahan-lahan Rama mencium kening Maria dengan lembut.


Saat kejadian tersebut, tiba-tiba dari arah lain masuk ke dalam ruang acara segerombolan lelaki berwajah sangat dan seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah namun aura dingin terpancar di wajahnya. Letusan senjata pun berbunyi....Suasana pun di buat geger sekitika. Suasanapun ramai dengan suara teriakan ketakutan.


" Jangan ada yang bergerak..., jika tidak ingin ada yang terluka. " ancam salah seorang anak buah Fero dengan suara nyaring. Sontak Rama dan seluruh yang hadir berdiri seketika. Rama menatap Fero dengan tangan terkepal. Ia tentu saja mengenal Fero , Bos Mafia yang pernah ia buru, Penguasa wilayah Kalimantan, Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Sedangkan teman-teman Rama meskipun belum pernah bertemu dengan Fero namun mereka juga mengenali Fero , bos Mafia yang borongan no. 1 yang paling di cari saat ini. Terlebih Maria, ia terkejut bukan main melihat orang yang pernah mengintainya dan hampir memperkosa dirinya kini terlihat nyata di depan matanya. " Ram..." ucap Maria ketakutan, dengan sigap Rama melindungi Maria belakang punggungnya.


Suasana yang geger berubah hening seketika ketika letusan senjata kembali terdengar.


" Fero .." ucap Rama dengan suara bergetar. " Aku senang kau masih mengenalku. Rama Aditiya Putra. " ucap Fero dengan senyuman dingin. " Apa mau mu...? " ucap Rama agak keras. " Tentu saja ...aku ingin menghancurkan mu. " ucap Fero sinis. " ini antara kita berdua ..., tolong jangan libatkan mereka." ucap Rama sambil menahan rasa amarah. Sementara itu teman-teman Rama sedang tak berdaya. Mereka tak sedang dalam keadaan bertugas sehingga mereka tak bisa menggunakan senjata.


" sial...." gerutu Sigit tiba-tiba karena anak buah Fero mengepung mereka dengan senjata.


Mata Rama membulat, ia sungguh marah. " Apa maksudmu...?" ucap Rama keras. " Kau telah merebut Ana dariku, serahkan Maria sebagai gantinya. " ucap Fero sambil tersenyum sinis. " aku tak pernah merebut Ana..., Maria isteriku. " ucap Rama tegas. " Ceraikan dia..." ucap Fero dengan entengnya..." Kau gila..." ucap Rama dengan amarah yang memuncak. Baku hantam pun terjadi antara Rama dan Fero. Rama dan Fero yang sama-sama menguasai tehnik bela diri tingkat tinggi. Sama-sama menyandang sabuk hitam. Dua Senin bela diri karate dan tekwondo berpadu yang di kuasai Rama dan Fero tentu saja membuat baku hantam menjadi sangat sengit. Semua yang hadir kembali berteriak ketakutan. Terlebih kedua orang tua Rama dan Maria begitu tegang menyaksikan semua itu.


Teman-teman Rama memanfaatkan kesempatan itu untuk ikut balik melawan dengan mematahkan senjata anak buah Fero. Baku hantam semakin sengit. Sampai akhirnya salah seorang anak buah Fero berhasil menyandera Maria. " Ah...Ram..." jerit Maria ketika pistol di arahkan ke kepalanya.


Rama dan teman-temannya langsung dibuat tak berdaya. " Lepaskan Maria. Kau pengecut...." teriak Rama. Fero tertawa...karena anak buahnya berhasil mendapatkan Maria. " Em...baguslah Maria sudah di tanganku. Eit ...tunggu dulu...sekarang ceraikan dia. " ucap Fero.

__ADS_1


" Jangan mimpi kau...." tangan Rama terkepal dengan kuat. " Ha..ha...kalau begitu akan ku buat Maria menjadi janda. " ucap Fero mengarahkan pistolnya ke arah Rama. Namun ketika Fero menembakkannya , Maria berhasil lepas dari cengkraman dan berlari ke arah Rama. Tak ayal lagi peluru itu menembus punggung Maria.


Dor...! " Ah...! " Maria ambruk seketika, Rama menyambut tubuh isterinya yang kini mengenakan kebaya yang bersimbah darah.


" Maria....! " teriak Rama ...., kecemasan langsung menjalar dalam fikirannya. " Maria buka matamu...Maria. " Rama menepuk- nepuk pipi Maria.


Semua yang hadir ikut menjerit, Ratna dan Maya langsung jatuh pingsan melihat kejadian itu. Sedangkan Fero terpaku seketika, ia tak menyangka Maria bakal berkorban seperti Ana. Kejadian masa lalu seperti terulang di depan matanya.


Melihat Bos mereka terdiam, anak buah Fero segera menembakan gas airmata dan membawa bos mereka keluarl dari tempat itu.


Rama tak bisa mengejar ...karena Maria kritis di pangkuannya. Teman-teman Maria menghambur mendekati Maria, begitu juga pak Johan dan pak Ali. Jerit tangis pun terdengar membahana. " Ya Allah Maria...." ucap Anggi dengan deraian air mata. Semua menangis pilu.


" Kita kehilangan Fero...." ucap Sigit dan Budi bersamaan " Tak apa nanti kita selediki, sekarang Maria kritis. " ucap Rangga. " Biar aku hubungi ambulans..." ucap Agung. " Tak usah Gung, tak ada waktu. Pakai mobilku saja. " ucap Rangga mengambil keputusan. Rangga segera menghampiri Rama. " Ayo kita bawa Maria secepatnya ke rumah sakit....pakai mobil ku saja. " ucap Rangga menepuk bahu Rama. Rama mengangguk...sambil menghapus air matanya. Perlahan ia mengangkat tubuh Maria yang sudah menjadi isteri sah nya mesuk ke mobil Rangga yang terparkir di halaman rumah. Pak Ali dan Pak Johan ikut serta di di dalamnya.


Rama menatap Maria dengan air mata yang berjatuhan. " Sayang ...bertahanlah. Aku tak bisa hidup tanpamu. Sayang....." bisik Rama di telinga Maria berkali...kali. Karena tak tahan menanggung beban akhir nya Rama pun menelengkupkan wajahnya ke badan Maria yang berada di pangkuannya dan meratap pilu.


" Maria....Maria ku...." ucap Rama disela tangisnya. " Sabar Ram. Berdoalah....semoga Maria selamat. " bisik pak Ali menepuk-nepuk bahu putranya.


Mata Maria sudah terpejam...napasnya mengalun pelan...menandakan denyut nadi mulai melemah......

__ADS_1


BERSAMBUNG


Bagaimana kisah selanjutnya...? Jangan lewatkan ceritanya Yach.


__ADS_2