14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXXII NAH..KALAU INI BOLEH KAYAKNYA . ENGGAK PERLU TUNGGU HALAL


__ADS_3

Azan subuh berkumandang, Maria menghampiri Rama yang tertidur di kursi panjang. Maria menatap wajah Rama yang tertidur pulas. Wajah yang sangat tampan, damai dan mempesona. Ketenangan jiwa menerpa hati Maria. Sungguh ia sangat berharap menyaksikan moment ini setiap pagi. Setiap pagi melihat wajah Rama yang tertidur pulas yang bagaikan sebuah keajaiban dunia. Maria tersenyum. " Pak polisi .... kamu tahu hari ini hari ke 14 dan aku tak percaya kini kamu adalah kekasihku. Aku janji akan menjaga cinta kita. Mencintaimu selamanya. Hanya kamu....Pak Polisi, hanya untuk cintamu." perlahan Maria menyentuh lembut rambut Rama dan membelainya. Tiba-tiba Rama menangkap tangan Maria. Maria terkejut dan berusaha beranjak pergi, namun Rama tak melepaskan pegangannya. Saat Maria menghampirinya sebenarnya Rama telah merasakannya, Ia sudah terbangun saat mendengar azan berkumandang. Namun ia tak ingin Maria mengetahuinya. Ia ingin tahu apa yang dilakukan Maria saat memhampirinya. Ketika Maria membelai rambutnya tentu saja Rama sangat bahagia mendapatkan perhatian cewek yang kini jadi kekasihnya.


" Morning kiss ....?" ucap Rama membuka matanya. Maria yang berdiri kembali duduk menghampiri Rama. " Tunggu halal Pak Polisi." ucap Maria tersenyum. Rama juga tersenyum mendengar jawaban itu. " Apa tak ada hal khusus menyapa kekasihmu ini di pagi ini ? " tanya Rama agak manja. " Ada...kok." Maria meletakan telunjuknya ke bibirnya kemudian telunjuknya tadi ia letakan lagi di bibir Rama.


" Morning kiss....buat pacarku tersayang..." bisik Maria. Dengan sigap Rama bangun dan mencium kepala Maria mendarat di kerudung cewek itu. Selama bersama Rama, Maria tak pernah melepaskan kerudungnya. " Lain kali ku kecup bibirmu. " bisik Rama. " Tadi malam Pak polisi kan sudah mencuri ciuman pertamaku." ucap Maria ketus. Rama tersenyum. " Itu cuma sekilas sayang." ucap Rama membela. " Biar sekilas tapi itu yang..... pertama...bisa enggak balikin ke aku." ucap Maria masih kesal. Rama tertawa lucu. " Mana bisalah sayang. Itu sudah jadi milik ku. Lagian itu juga yang pertama kok buat ku. " ucap Rama kembali tertawa. " Udah ah ...jangan tertawa. Kita shalat dulu. Ayo shalat bareng pak polisi ? " ucap Maria meninggalkan Rama dan mengambil air wudhu. Maria semula menghampiri Rama memang berniat untuk membangunkan dan mengajak Rama shalat subuh bersama. Namun ia terhenti karena terpana dengan wajah Rama yang tertidur pulas dan ia merasa tak tega membangunkan Rama. Rama pun mengikuti Maria mencuci muka dan mengambil air wudhu pula. Mereka berdua kemudian shalat berjama'ah bersama.


Matahari mulai menampakan diri. Burung-burung bernyanyi merdu. Suasana pagi yang cerah. Rama asyik bersih-bersih di halaman, ia juga membersihkan bekas anjing dengan tujuh kali mencucinya dan salah satunya dengan debu/ tanah. Sedangkan Maria memasak makanan. Maria sedang asyik membuat nasi goreng. Bau harum dari masakan Maria tercium oleh Rama.


" Em...harum sekali, pasti enak. " ucap Rama sambil mencari bau harum masakan tersebut. Dan sampailah Rama di ruang dapur. Ia pun tertegun melihat Maria yang sedang asyik memasak dan bau harum tadi memang berasal dari masakan Maria. Sejenak Rama terbanyang khayalannya beradegan mesra dengan Maria di ruang dapur. Rama membayangkan memeluk Maria dari belakang dan menciumi leher Maria dari belakang. " Kalau itu aku lakukan, em...besar kemungkinan aku dan Maria akan berakhir di tempat tidur. " ucap Rama dalam hati. Rama tersenyum dengan khayalannya. Ia kemudian membersihkan tangan dan kakinya. Setelah bersih, ia kemudian mendekati Maria. Maria yang kini hafal dengan bau maskulin dari tubuh Rama, langsung terkejut dan tanpa sadar tangan kirinya menyentuh bibir wajan yang masih panas. " Ah..." Maria meringis. Melihat itu Rama dengan refleks mematikan kompor dan meraih tangan Maria menghampiri kran yang ada di bak cuci piring. Rama kemudian menyalakan keran tersebut dan membasuh tangan Maria dengan air mengalir beberapa saat. Duh... mesranya Pak Polisi.

__ADS_1


Maria tersenyum bahagia mendapat perlakuan istimewa dari Rama. " Kamu harus hati-hati sayang." ucap Rama lembut. " Aku tak ingin terjadi apa-apa dengan kamu." ucap Rama lagi dengan perasaan khawatir. " Ram. Kapan kamu kembali ? " tanya Maria. Rama menatap Maria dengan kesal. " Baru jumpa satu hari sama kamu, sudah kamu suruh pulang." ucap Rama agak marah. " Ih..Ram, sensitif sekali sih. Aku cuma pengen ngatur jadwal supaya waktu kita enggak terbuang sia-sia. Lagian aku tidak mengusirmu, aku cuma nanya saja kapan kamu pulang. " ucap Maria lembut. Rama tersenyum. " Masih tersisa 4 hari lagi. Aku ingin bersamamu. Anggap saja kita latihan menjadi suami isteri." ucap Rama datar. " Karena hari ini minggu, bagaimana kalau kita jalan-jalan di daerah ini. " ucap Maria bersemangat.


" Kemana ? Apa di sini ada tempat istimewa yang dapat kita kunjungi ?" ucap Rama. " Ini kan masih daerah Loksado Ram. Di sini ada air terjun Haratai. Dan kita juga bisa lihat pemandangan kawasan pegunungan meratus. " ucap Maria dengan mata berbinar-binar.


" Memangnya kamu pernah ke sana ? " tanya Rama penasaran. Maria tersenyum malu.


" Belum pernah, cuma dengar cerita sepupuku. Makanya aku pengen ngajak kamu. PACARKU." ucap Maria manja. Rama tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. " Ternyata kamu itu kalau ada maunya baru kamu manja." ucap Rama gemes. " Ram...." ucap Maria sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Rama jadi tertawa lucu. " Oke...sayang, untukmu aku selalu ada." ucap Rama. Maria begitu senang mendengarnya. " Wow...terima kasih sayang. Wah..ternyata enak punya pacar. " ucap Maria bangga. " Kalau gitu apa dong hadiahnya ?Gimana kalau kasih kiss di pipi kalau di bibir enggak boleh. " ucap Rama melakukan penawaran. " Tidak boleh Pak Polisi. Tunggu halal dulu. " ucap Maria. " Kalau gitu kita pelukan saja. " ucap Rama lagi. " Itu juga tidak boleh." ucap Maria menggeleng. " Lho kemaren masih boleh. kita sudah pelukan. Kamu lagi yang peluk aku duluan." ucap Rama protes. " Itu sih.. itu sih... darurat, terbawa perasaan. Sebenarnya enggak boleh. " ucap Maria hati-hati. " Kalau gitu, ayo kita nikah sekarang. Biar kamu aku terkam sampai habis. " ucap Rama kesal. " Ram..., jangan gitu dong. Kita harus minta restu dulu." bujuk Maria. " Orang tuaku pasti setuju sama kamu. Mama sudah pernah melihat kamu, beliau sudah mau menjodohkan aku dengan kamu bahkan sebelum aku jatuh cinta padamu. Dan orang tua mu aku yakin mereka tak akan menolakku karena aku sungguh mencintaimu." ucap Rama. Maria mengerutkan keningnya, Maria tahu kalau keluarganya pasti setuju Rama jadi menantu karena bagi orang tua Maria yang terpenting adalah saling mencintai. " Ram..., aku enggak bisa, aku sudah janji di sini selama satu bulan. Tapi aku janji sepulang aku dari sini kita akan segera menikah. Kalau pun izin instansimu lama prosesnya kita tetap menikah secara siri nanti setelah izin nya keluar baru kita urus secara resmi surat nikahnya. Oke..." bujuk Maria lagi.


" Ram..senyum sayang. Senyumnya Ram...please..." rayu Maria. Rama pun tersenyum. " Gitu dong sayang. Eh..sampai lupa ini hadiah mu." ucap Maria menghidangkan nasi goreng yang ia masak di meja makan. Rama menatap nasi goreng yang tampak lezat di hadapannya dan Rama pun ingin memakannya, namun tiba-tiba Maria menghentikannya. " Tunggu, aku masih ingin kasih hadiah. " ucap Maria kemudian duduk di samping Rama. Maria lalu menyedok nasi goreng itu dan menyodorkan ke mulut Rama. " Nah..kalau ini boleh kayak nya. Enggak perlu tunggu halal. Aaaa..." ucap Maria menyuapi Rama. Rama pun menerima suapan itu dengan senang hati. Maria betul-betul pandai membuat Rama bahagia.

__ADS_1


Rama begitu lahap makannya karena masakan itu memang sangat enak. " Enak..? " tanya Maria. Rama mengangguk. " Kamu pandai memasak. " puji Rama. Maria tersenyum mendengar pujian itu.


BERSAMBUNG.


Bagaimanakah kisah selanjutnya ? Jangan lewatkan keromantisan Rama dan Maria saat melihat air terjun Haratai ? Dan apa yang terjadi saat mereka ada di sana ?



Air terjun Haratai , Loksado

__ADS_1


Terima kasih telah setia. Dukung aku selalu yach.


__ADS_2