
Dokter Alfi mengikuti Maria. Sesampai di ruang dapur, Maria membantu dokter Alfi membersihkan pakaian dokter Alfi yang kotor. Dokter Alfi begitu terpana melihat Maria yang begitu perhatian. " Hatinya sungguh cantik...., andai Aldi tidak jatuh cinta dengannya. Tentu aku akan mendekatimu Maria." ucap dokter Alfi tersenyum.
Merasa di perhatikan dokter Alfi , Maria menongakan kepalanya dan menatap dokter Alfi. Dokter Alfi terpana seketika tak kala mata mereka bertemu pandang dalam jarak yang sangat dekat. Jantung dokter Alfi berdetak kencang seketika saat menatap mata Maria.
" Gila....rasanya aku seperti terkena serangan jantung. Oh...Aldi rasanya aku tak sanggup penuhi janjiku padamu, untuk tidak jatuh cinta pada Maria. Aku sungguh hampir tak bisa menahannya. " ucap dokter Alfi dalam hati. Bukan main gugupnya dokter Alfi, ia betul-betul tak siap mendapat serangan mendadak dari Maria. " Kenapa dok..? " tanya Maria heran.
" Oh....tak apa, aku cuma...." ucap dokter Alfi salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya. Dengan gugup dokter Alfi berusaha menyembunyikan perasaannya dari Maria. Sayangnya semua semakin runyam saat tanpa sengaja dokter Alfi yang salah tingkah malah terpeleset dan hampir menimpa Maria hingga Maria tersudut ke bibir lemari dapur. Dengan sekuat tenaga dokter Alfi menahan tubuhnya agar tak menindih Maria yang tersudut karena jika ia tak menahannya maka ia pasti menindih tubuh Maria bahkan lebih buruk, mungkin ia akan mencium Maria tanpa sengaja. Dalam adegan yang sangat mesra tersebut beberapa kali dokter Alfi menelan slavinanya sendiri. Kedua tangannya yang mengurung Maria dan menahan tubuhnya tampak begitu gemetar .
" Oh...tidak...., ini betul-betul membuatku gila. " jerit dokter Alfi dalam hati. Sejenak dokter Alfi membayangkan ia dan Maria berciuman dan bercumbu.
" Pak dokter, bisa melepaskan saya. Saya takut ada yang salah paham jika kita seperti ini.
" ucap Maria membuyarkan khayalan dokter Alfi, bayangan yang di khayalkan dokter Alfi lenyap seketika. Dokter Alfi memaksakan senyumannya di depan Maria. " Maaf kan saya. Saya betul-betul tak sengaja. " ucap dokter Alfi dengan terpaksa pula melepaskan kungkungannya. Maria tersenyum ke arah dokter Alfi. Ia tak merasakan apa pun saat kejadian itu terjadi. Ia menganggap kejadian itu tidak di sengaja. Lain halnya dokter Alfi , masih berusaha menenangkan hatinya. Beberapa kali dokter Alfi menarik napas dalam-dalam.
" Sudah selesai, nanti besok pak dokter bisa mencuci bajunya. Ayo kita kembali ke ruang makan. " ajak Maria pada dokter Alfi. Dokter Alfi mengangguk dan tersenyum.
Namun ketika Maria dan dokter Alfi keluar dari ruang dapur. Di depan ruang dapur nampak dokter Erika menghadang mereka berdua. Tanpa basa-basi kembali dokter Erika menampar Maria. Dokter Alfi tak sempat menghentikannya. " Erika....apa-apaan kamu ? " ucap dokter Alfi dengan marah, ia kemudian melindungi Maria di belakang punggungnya. Maria meringis kesakitan, tamparan Erika kali ini sangat keras. " Minggir, dia harus tahu Aldi milik ku. " ucap Erika penuh ambisi. " Erika...! jangan mimpi. Kau tahu sendiri, sejak awal Aldi tak mencintaimu. Apa lagi setelah kejadian yang menimpa Aldo, ia tak akan mencintaimu." ucap dokter Alfi, dokter Erika tersenyum sinis.
__ADS_1
" Kematian Aldo sama sekali bukan salahku tapi salah ia sendiri yang terlalu mencintai ku. " ucap dokter Erika tak mau kalah. " Kau mempermainkan cinta Aldo demi membuat Aldi cemburu. Aku dan Aldi membenci mu." ucap dokter Alfi sambil menahan emosi.
Dokter Erika tertawa kecil. " Aldi yang selalu menebar cinta, apa tidak terbalik Aldi yang mempermainkan cinta." ucap Erika. Erika menatap Maria yang bersembunyi di belakang dokter Alfi. " Dengar Maria ! Jika kau mendekati Aldi, maka aku tak akan segan-segan melenyapkanmu ! " ancam dokter Erika.
Tiba-tiba dokter Aldi muncul. Dokter Aldi yang sempat mendengar perkataan
dokter Erika sangat marah, ia kemudian menghampiri dokter Erika. " Beraninya kau mengancamnya ! " ucap dokter Aldi keras.
" Jika kau mengganggunya, kau akan berhadapan dengan ku. Aku tidak akan main-main ! " ucap dokter Aldi balik mengancam.
" Cukup...! hentikan semuanya. Dokter Aldi, bisa kah kau menghargai dokter Erika ? ia telah memberikan cintanya padamu. Dan kau dokter Erika, jika sikapmu seperti ini kau tampak semakin menyedihkan di depan orang yang kau cintai. Cara mu salah, jika ingin mendapatkan cintanya. Dengar dokter Erika ! Aku tak akan merebut dokter Aldi darimu. Tolong jangan masukan aku dalam masalah kalian, apa salah ku ? Dokter Erika jika kau mencintai dokter Aldi, mengapa tidak bicara denganku baik-baik ? " ucap Maria berjalan meninggalkan tempat itu.
" Aku tak bisa melakukan semua itu, Maria. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu." bisik dokter Aldi lembut. Tubuh Maria langsung bergetar mendengar semua itu. Itu adalah hal yang paling ia takutkan karena ia harus menyakiti perasaan dokter Aldi. Detakan jantung dokter Aldi yang cepat terdengar oleh Maria. Maria tahu kalau dokter Aldi sangat gugup namun tetap berusaha mengungkapkan perasaannya. Dokter Aldi betul-betul berusaha keras mengatakan perasaannya pada Maria, walau itu sangat sulit.
Dari kejauhan dokter Alfi melihat dokter Aldi memeluk Maria, tiba-tiba hatinya begitu sakit.
" Ya ampun mengapa rasanya kok sakit sekali " keluh dokter Alfi. Dokter Alfi menarik napas dalam-dalam, ia berusaha menghalau perasaannya.
__ADS_1
Maria berusaha melepaskan pelukan dokter Aldi. " Maafkan aku pak dokter...., aku tak bisa...." ucap Maria dengan mata berkaca-kaca, dokter Aldi terkejut mendengarnya. Apa lagi saat melihat mata Maria yang berkaca-kaca.
" Maria..., apa ini karena Erika... ? '' ucap dokter Alfi penasaran. Maria menggeleng....
" Bukan....bukan ...pak dokter. Itu karena di hatiku .....telah ada seseorang ....yang aku.....
cintai...." ucap Maria jujur, meski itu sangat berat baginya. " Kau bohong...." ucap dokter Aldi tak percaya. Maria tak menjawab, butiran bening berjatuhan dengan sendirinya dari bola matanya yang indah. Maria selalu ingin memberikan kebahagiaan kepada siapa pun. Hati Maria sangat lembut, saat ia menyakiti seseorang maka sesungguhnya hatinya pun tersakiti. Begitu pula saat ini, ia turut merasa sakit hati karena menyakiti perasaan dokter Aldi.
Dokter Alfi yang berada ditempat itu mendengar perkataan Maria yang mengaku bahwa ada seseorang yang ia cintai juga turut merasa terpukul dan sakit hati karena ia juga jatuh cinta pada Maria. Hanya saja dokter Alfi tidak terlalu terpukul seperti dokter Aldi, ia masih bisa menanggulangi perasaannya.
Sedangkan Erika yang baru saja berada di tempat itu tersenyum mengejek, ia merasa senang cinta dokter Aldi bertepuk sebelah tangan. Dokter Erika segera berlalu dari tempat itu dengan senyum penuh kemenangan. " Kau akan tetap jadi milik ku Aldi. " ucap dokter Erika dalam hati.
Sementara dokter Aldi yang masih merasa tak percaya mendengar semua itu hampir kehilangan kontrol akan dirinya. Di guncang-guncangkan tubuh Maria, tetap berharap apa yang di katakan Maria adalah bohong, hanya sekedar ingin menjauh darinya karena ancaman dokter Erika. " Katakanlah itu bohong, kata kan itu hanya alasan untuk menghindari dan menjauh dariku. Aku sungguh mencintaimu, sangat mencintaimu. " ucap dokter Aldi dengan mata yang kini berkaca-kaca. Maria tak sanggup menatap dokter Aldi yang kini sangat terluka, ia pun tertunduk dengan deraian air mata. Sayup-sayup terdengar isakan tangisan Maria yang terdengar sangat memilukan. Seandainya ia tak mencintai Rama tentu ia akan menerima dokter Aldi dan belajar mencintai dokter Aldi dengan sepenuh hati dan dengan segala ketulusan yang ia punyai. Maria tahu dokter Aldi pantas untuk dicintai.
Sayang...Rama adalah yang pertama datang dan yang terakhir pula bagi Maria. Hanya Rama di hatinya. Cinta Maria hanya untuk Rama seorang.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya ? ikuti ceritanya dan terima kasih banyak buat pembaca yang telah setia.