14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB VII SENJATA PUISI CINTA


__ADS_3

Maria menarik napas dalam-dalam. Jam telah menunjukan pukul 12 malam Maria kembali tak bisa tidur. Sejak kehadiran Rama , Maria sungguh merasa terusik, selain wajah Rama yang selalu membayang, Maria juga memikirkan bagaimana caranya membuat Rama jatuh cinta.


Maria sungguh bingung, segala cara telah ia coba tapi sampai sekarang belum berhasil.


" Ah..., apa yang harus aku lakukan? " Maria membolak balikan badannya, ia berusaha mencari inspirasi membuat Rama jatuh cinta atau paling tidak membuat ia dekat dengan Rama. Maria pun berpikir keras.


" Kalau aku tak bisa mendekati Rama berarti aku yang harus membuat Rama mendekatiku. Tapi bagaimana caranya ya ? Ah.....rasa penasaran.........! Betul itu dia. Aku harus membuat Rama penasaran sehingga ia datang mencariku dan mendekatiku. Lalu apa yang harus ku lakukan agar Rama merasa penasaran. Em.........ha terpaksa pake senjata terakhir yaitu puisi cinta..? yah......mungkin ini terlihat kono untuk zaman sekarang tapi rasanya tak ada cara lain lagi. Aku harus membuat surat yang berisi puisi cinta tanpa nama, ini akan membuat Rama penasaran dan akan mencariku. Besok ketika aku ke polres akan ku kirimkan surat itu. " Maria pun bangkit dan duduk di depan meja belajarnya, ia pun mencoba menulis puisi cinta yang pertama untuk Rama.


" Rama kutulis ini dengan tulus, semoga kau merasakan ketulusannya. " ucap Maria dalam hati. Dengan hati-hati Maria memilih kata yang tepat untuk puisi tersebut. Ia berharap puisi itu mampu membuat Rama penasaran. Setelah selesai, di pilihnya sebuah amplop warna pink untuk membedakan bahwa itu adalah surat yang istimewa dan terlihat mempunyai kesan romantis. Kebetulan amplop warna itu ada di meja belajarnya karena Maria suka mengoleksi hal-hal yang bersifat romantis. Surat itu kemudian ia simpan ke dalam tasnya.


Maria kembali merebahkan badannya, sejenak bayangan Rama kembali hadir mengganggu. Maria membiarkan bayangan tersebut mengganggunya, Malah ia tampak tersenyum.


" Rama...., ayo ikut aku ke dalam mimpi. " ucap Maria memejamkan mata sambil membayangkan wajah Rama


Ke esokan harinya di kantor polres , nampak Maria sedang menunggu giliran untuk membayar denda karena pelanggaran yang telah ia lakukan. Tiba giliran Maria, Maria pun membayar denda dan mengambil kembali STNK dan pajak kendaraannya.

__ADS_1


Maria menatap sekeliling mencari keberadaan Rama, dan Maria tak menemukannya.Hari ini, Maria tak pergi mengajar karena hal itu. Ia ingin menuntaskan membayar denda dan ingin segera menyerahkan surat itu kepada Rama.


" Bagus Rama tak ada di sini, jadi dia tak tahu kalau aku yang mengirimkan surat ini." ucap Maria. Maria kembali menatap sekeliling mencari orang yang tepat untuk mengantarkan surat tersebut. Dan .......ia pun melihat seorang polisi yang sedang duduk sendiri di luar ruangan sambil memencet hpnya. Dengan memberanikan diri Maria mendekati polisi tersebut.


" Assalamu'alaikum pa." ucap Maria.


" Wa'alaikum salam. Ada apa ya ?" ucap polisi itu menatap Maria. " Bapak kenal sama Rama Aditiya Putra." ucap Maria hati-hati. " O....Rama bagian penanganan tindakan kriminal itu. Ya, saya kenal. Memang kenapa ? " ucap polisi itu." Saya mau nitip ini pa ." Maria menyerahkan surat berwarna pink kepada polisi itu. " Tolong serahkan sama Rama pa, bilang ini dari pacarnya." ucap Maria. " O....kamu pacar Rama ya, kok enggak telepon saja ?" ucap polisi itu merasa heran. " Kebetulan hp saya sedang ketinggalan pa " ucap Maria mencari alasan, polisi itu menatap Maria " Apa benar ini pacar Rama ? tapi kelihatannya tulus. " ucap polisi itu dalam hati. " Nanti saya sampaikan." ucap polisi itu lagi. Maria menarik napas dalam-dalam." Untung ia tidak tanya namaku, sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari tempat ini." ucap Maria dalam hati. " Terima kasih , pak." ucap Maria , ia kemudian segera pergi dari tempat itu.


Di sebuah ruangan nampak Rama memeriksa berkas - berkas pengaduan tindak kriminal.


Tiba-tiba Agung masuk ke dalam ruangan.


" Ram, tadi aku ketemu Pa Yogi, beliau titip ini untukmu." ucap Agung kemudian menyerahkan amplop pink kepada Rama. Rama mengerutkan keningnya." Apa ini ? Dari siapa ? " ucap Rama membolak balik amplop itu, namun tentu saja tak ada alamat pengirim. " Katanya pacar kamu yang titip. " ucap Agung " Ha .....pacar ?" Rama dan Sigit terkejut mendengarnya. " Kau punya pacar Ram, masa tak bilang sama aku. " protes Sigit karena ia adalah sahabat yang paling dekat dengan Rama. Sejak kecil mereka selalu bersama , sampai mereka menimba ilmu di akademi kepolisian. " Tidak Git, kalau ada aku pasti bilang ke kamu." ucap Rama kemudian membuka amplop itu dan membaca isi surat tersebut.


" Hai.....Rama, jumpa lewat goresan pena.

__ADS_1


Serunai cinta telah berbunyi.


Tahukah kau sang pencuri hati.


Wajahmu hadirkan pesona.


Senyummu hiasi mega-mega.


Kelembutan nada-nada hati.


Dengan segenap asa dan jiwa.


Dengarkanlah desiran Angin yang membawa berita : Diriku akan hiasi angan dan mimpi-mimpimu. "


Rama tertegun setelah membaca surat yang berisi puisi cinta tersebut. " Siapa yang mengirim surat ini ?"

__ADS_1


__ADS_2