14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XIX MENCARI MARIA


__ADS_3

Rama, tertidur di atas meja kerjanya, tidak biasanya itu ia lakukan. Mungkin karena tadi malam Rama sama sekali tak tidur. Meskipun sedang tidur namun Rama nampak gelisah dalam tidurnya. Napasnya nampak terengah-engah. Sesekali terdengar gumaman suaranya yang pelan. Keringat nampak bercucuran di dahinya. Sigit yang ada di sampingnya dari tadi bingung antara membangunkannya dan tidak.


" Rama kenapa ya...bro ? " tanya Sigit pada teman-temannya. Agung, Budi, Rangga mendekat. " Kayaknya ada yang aneh, datang tadi pagi seperti tak bersemangat. Saat ku ajak makan siang ia menolak, dari pagi sampai sekarang jarang bicara, ia banyak diam, ia selalu menelepon tapi yang di telepon sepertinya tak aktif dan ia lakukan itu berkali-kali. Siapa yang di teleponnya ya ? " ucap Sigit heran. " Biasanya kau tanya dia kan ? " ucap Agung. " Sudah ku tanya, tapi ia bilang tidak apa-apa, jika saatnya tiba ia akan memberi tahu kita. " ucap Sigit. Rama memang tak ingin merepotkan teman-temannya untuk saat ini.


Sigit menatap Rama tak mengerti. Sedangkan Rama saat ini nampak bermimpi buruk. Di dalam mimpi ia nampak mengejar Maria di halaman mesjid raya. " Maria tunggu...! Maria....! " panggil Rama, namun Maria terus berlari tanpa menoleh. Tiba-tiba Maria jatuh tersungkur, Rama mendekatinya dan ingin menolong tapi Maria menolaknya. " Pergi kau..!" ucap Maria setengah berteriak.


Rama tersentak dari mimpinya. Rama mengusap wajahnya. " Astagfirullahal adzim. " ucap Rama berusaha menenangkan hatinya. Teman-teman Rama mendekat. " Ada apa bro ?" ucap Sigit ingin tahu. " Sepertinya aku butuh cuti. " ucap Rama beranjak pergi. Jawaban Rama terasa aneh di telinga teman-temannya.


" Mau kemana ?" ucap Sigit setengah berteriak. " Mau usul cuti ke bagian umum. " ucap Rama sebelum jauh pergi. Sigit dan teman-temannya saling berpandangan. Selama ini Rama tak pernah mengambil cuti tahunannya, teman-teman merasa heran bagi mereka itu sangat aneh dan tidak biasa. " Ada apa denganmu Rama ? " ucap Sigit sambil menarik napas panjang.


Rama memang berniat mengusul cuti selama satu minggu khusus untuk mencari Maria. Ia tak ingin mencampur aduk kan antara pekerjaan dan urusan pribadi. Lagi pula untuk saat ini ia merasa tak fokus bekerja karena pikirannya di penuhi Maria.


.........


Pulang dari kerja, Rama mengganti bajunya dan bergegas pergi mencari Maria. Maya begitu merasa bingung, tidak biasanya Rama begitu.


" Lho kok pergi lagi Ram ? " tanya Maya pada anaknya. " Iya ma, ada sesuatu yang harus Rama lakukan. " ucap Rama menghidupkan mesin motornya dan segera melaju meninggalkan rumah. Maya hanya bisa menatap kepergian Rama dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.


Rama menyusuri jalan sambil memperhatikan samping kanan dan kiri, berharap bisa menemukan Maria. Namun tentu saja tak ketemu.


Kasihan sekali kamu Rama, apa bisa kamu menemukan Maria dengan hanya bermodalkan sebuah fhoto ? Mencari Maria bagaikan mencari sebuah jarum yang terjatuh di tumpukan jerami.

__ADS_1


Bila melihat kerumunan cewek-cewek yang kira-kira seumuran Maria, Rama pun berhenti. Ia berharap di antara cewek-cewek tersebut ada yang kenal Maria. Rama pun mencoba bertanya apa mereka mengenal Maria sambil menunjukan fhoto Maria. Dan hasilnya nihil. Rama menerima berbagai macam macam jawaban. Dari yang biasa seperti :


" Maaf mas, tidak kenal. "


" Sepertinya saya kenal tapi dimana ya....?"


" Saya enggak kenal nih, mas lapor polisi aja biar cepat ketemu. Atau pasang iklan di pinggir jalan, beri keterangan WANTED. "


Rama menarik napas panjang, kalau lapor polisi akan tampak lucu karena alasannya cinta. Kalau pasang iklan mungkin itu jalan terakhir yang Rama lakukan.


Jawaban yang lebih unik lagi malah membuat Rama tidak bisa berkata apa-apa. Misalnya seperti :


" Dari pada mencari cewek ini, lebih baik mas dengan kami saja. "


" Aduh.....ganteng sekali. Kenalan dong."


" Nomor telepon mas berapa, nanti saya hubungi. Biar kita.....bisa......"


" Cewek ini biasa aja mas. Mending sama aku saja. "


" Oppa ...ih...gantengnya. Kita fhoto dulu dong. "

__ADS_1


Sungguh bukan jawaban dan Rama hanya bisa tersenyum saja. Memang aneh, Rama yang selalu di kejar banyak cewek justru ia yang kini mengejar satu cewek.


Rama terus berusaha mencari Maria setiap warung dan mesjid ia datangi. Begitu keras ia berusaha namun tatap saja hasilnya nihil.


Sementara itu Maria menemui Anggi, fatma, dan Lisa di cafe tempat mereka sering bertemu. Sambil minum coffee dan makanan kecil, Maria pun mulai bicara. " Teman-teman sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan. Aku ingin mengatakan bahwa tantangan yang kalian buat untukku, menaklukan Rama dalam waktu 14 hari ternyata aku tak mampu melakukannya. Aku kalah, belum sempat 14 hari aku menyatakan menyerah. Aku tak pantas untuk Rama. Rama sedang dekat dengan cewek lain yang lebih setara dengannya. Maafkan aku teman-teman. Maaf yang sedalam-dalamnya. Mungkin saat itu aku terlalu menyombongkan diri akhirnya aku merasakan akibatnya yang sangat buruk bagiku. Bukan Rama yang jatuh cinta padaku tapi.....justru aku....yang jatuh cinta ...padanya. " ucap Maria dengan suara bergetar menahan perasaannya. Maria berusaha berkata jujur di depan teman-temannya. Teman-temannya pun terkejut mendengar pengakuan itu. Lebih- lebih Anggi ia sangat merasa bersalah. " Maria, maafkan aku. " ucap Anggi. " Bukan.... salahmu Nggi , aku yang ....menerima .....tantangan itu dan aku pula..,. yang memilih .....orang yang menjadi target. Kalian sudah peringatkan....


aku tapi aku .....terlalu sombong .....karena merasa ......tertantang. Aku menyesal, maafkan aku ....,teman-teman. Aku.... jatuh cinta.....pada Rama. Aku ....mencintai nya...., sangat mencintainya tapi sekarang aku.....harus....melupakannya. " ucap Maria kini menangis, akhirnya air matanya tumpah. Sekilas bayangan Rama saat mengumandangkan azan menari di pulupuk matanya. Melihat Maria menangis , teman-temannya segera memeluk Maria. Mereka berempat akhirnya menangis bersama. " Kami tak menyangka ini akan terjadi. Lalu bagaimana kamu bisa melupakan Rama ? " tanya Lisa. " Aku akan menjauh darinya. Aku akan pergi ke desa terpencil untuk sementara waktu sampai cinta ini berkurang. Aku akan mengantikan sepupuku mengajar anak-anak SD . Dengan menyibukan diri dan menjauhi Rama adalah cara yang terbaik untuk melupakannya." ucap Maria sambil menghapus air matanya. Maria berusaha tersenyum di hadapan teman-temannya. " Kami akan selalu mendukungmu Maria. " ucap Fatma. Mereka berempat kembali berpelukan. " Sekarang ayo kita makan. " ajak Anggi. Mereka pun minum dan makan bersama. Maria merasa terhibur bersama teman-temannya.


Setelah selesai membayar mereka berempat pun meninggalkan tempat itu. Ketika Maria keluar halaman cafe , bersamaan itu Rama masuk ke halaman cafe. Sayang mereka sama-sama tak menyadarinya, padahal mereka sangat dekat sekali. Teman-teman Maria pun tak menyadari kalau mereka berpapasam dengan Rama di halaman cafe tersebut. Saat itu Rama, Maria dan teman-temannya menatap ke arah lain, sehingga pandangan mata tidak bertemu. Sungguh sayang.....padahal sudah di depan mata. Rama, Maria yang kau cari hampir saja kau temukan. Maaf...Rama rupanya belum jodoh untukmu bertemu Maria.


Maria dan teman-temannya meninggalkan tempat itu, Sedangkan Rama malah memasuki tempat itu.


Rama duduk dan memesan coffe, ia butuh energi agar tidak mengantuk dalam pencarian Maria. Setelah selesai minum coffe, Rama pun menuju kasir untuk membayar minumannya. Dengan iseng Rama pun bertanya kepada penjaga kasir cafe tersebut.


" Apa pernah melihat cewek ini ? " ucap Rama menunjukan fhoto Maria pada penjaga kasir cafe tersebut. Sejenak Kasir cafe melihat fhoto tersebut dan mengerutkan kening. " Sepertinya saya mengenalnya, kalau tidak salah ia dan teman-temannya sering kemari. Namanya Maria kan ? " ucap penjaga kasir cafe tersebut yang memang mengingat Maria karena Maria pernah menyumbang menyanyikan lagu di tempat itu. Wajah Rama langsung cerah. " Kapan ia kemari biasanya ? " ucap Rama tak sabar. " Em....baru saja." ucap penjaga kasir cafe tersebut sambil mencoba mengingatnya. Rama begitu terkejut mendengarnya. Dengan segera ia mengambil uang ratusan ribu untuk membayar minumannya tanpa bertanya berapa yang harus di bayar. Rama segera berlari. " Tunggu ! Kembaliannya ? " ucap penjaga kasir cafe dengan setengah teriak. " Buat kamu saja. " teriak Rama sambil berlari.


Di halaman cafe, Rama mencari Maria namun tentu saja Maria sudah tak ada. Rama bahkan berputar-putar melaju dengan motornya di sekitar jalan raya menuju cafe tapi tetap saja tak ketemu. Rama menarik napas panjang , lagi -lagi ia gagal menemukan Maria. " Maria dimana kau ? Aku mencarimu Maria. Aku mencintaimu Maria. Aku tak bisa hidup tanpamu. " ucap Rama dengan air mata yang masih ia tahan. Rama....sungguh sakit hatimu saat ini. Kasihan sekali kau Rama , harus merasakan cinta yang menyakitkan.


Bagaimana caranya Rama bisa bertemu Maria, sedangkan Maria justru akan pergi menuju desa terpencil ? Sanggupkah Rama bertahan dalam situasi sulit tersebut atau malah keputusasaan akan menghampiri Rama ? Apakah Maria betul-betul melupakan Rama ? Bagaimana dengan dokter Aldi ? Apakah cinta Maria beralih kepada dokter Aldi ?


Jangan lewatkan cerita ini. Bersambung dulu yach.

__ADS_1


__ADS_2