14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXXV AKU TAKUT AKU YANG MENGGIGITMU


__ADS_3

Malam hari menjelang tidur. Maria tampak senyum-senyum sendiri di pembaringan. Tidak ada yang dapat melukiskan kebahagiaan saat ini. Masih terbayang di matanya saat ia dan Rama beradegan mesra, saat Rama menangkapnya saat akan terjatuh, saat ia dan Rama bermain air, saat bernyanyi bersama di atas rakit, saat Rama menyatakan lamaran untuknya. Semua itu begitu membuatnya di hujani kebahagian yang tidak terkira. Maria terus tersenyum-senyum sendiri sambil memeluk guling. Maria seakan -akan menganggap guling tersebut adalah Rama.


" Pak polisi hari ini kamu sungguh mengemaskan." ucap Maria kemudian mencium guling tersebut berkali-kali.😘😘😘


Maria pun tersipu malu. Di telungkupkan wajahnya ke bantal.🙉🙈🙈


Bagaimana dengan Rama ? Tak jauh beda dengan Maria, Rama juga senyum-senyum sendiri ketika berbaring di kursi panjang di ruang tamu. Ia begitu bahagia. Sebentar-sebentar ia sembunyikan wajahnya di balik selimut karena malu. " Aku menyesal tidak menciummu Maria." ucap Rama senyum-senyum saat teringat ketika membelai lembut bibir Maria dan pada saat Maria jatuh menindihnya saat bermain air. Saat itu tetesan air di wajah Maria menetes di wajah Rama. Rama merasakan jantungnya serperti gendang yang di tabuh bertalu-talu saat itu. Rama kembali senyum-senyum dan malu-malu.🙈🙈🙈. Ia kembali menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


Rama dan Maria mencoba memejamkan mata dan tertidur, namun menjelang tengah malam Maria agak gelisah. Perasaan Maria tidak enak dan ia bermimpi buruk. Dalam mimpi, Maria di kejar beberapa orang laki-laki berbadan besar dan bertopeng. Maria tampak lelah berlari dan terus berlari. Tiba-tiba di tengah jalan, ia pun tertangkap. " Ah......! " ucap Maria berteriak dan terbangun. Rama yang mendengar segera berlari ke kamar dan menghampiri Maria. Ia pun duduk di bibir ranjang. "Ada apa ? " tanya Rama khawatir. Napas Maria tersengal - tersengal. Wajahnya pucat. " Maria kenapa sayang ? " Rama membelai pipi Maria. Dan ia merasa pipi Maria begitu dingin. Sejenak Maria menatap Rama, lalu kemudian memeluk Rama dengan erat. Rama yang tahu Maria sedang ketakutan mencoba memberikan rasa aman. Di belainya rambut Maria yang tebal dan tergerai panjang bergelombang sebatas bahu. Sungguh Maria tampak sangat cantik tanpa kerudung. Kecantikan yang tertutupi oleh kerudung, kecantikan yang hanya dapat di lihat oleh orang tertentu saja. Dan saat ini Rama menyaksikannya, begitu ingin Rama menikmati memandang anugrah terindah itu namun saat ini bukanlah waktu yang tepat karena Maria betul-betul di landa ketakutan.


Rama membelai rambut Maria dengan lembut. Bau harum dari rambut kekasihnya mengusik hidungnya. Beberapa kali ia menelan slavinanya sendiri, Rama merasa junior nya mulai di serang tegangan listrik. Rama mengucapkan istighfar beberapa kali dalam hatinya, ia betul-betul berusaha menenangkan perasaannya. " Maria sayang tenanglah, aku ada di sisimu, aku bersamamu. " bisik Rama lembut. Ia membiarkan Maria memeluknya sejenak walaupun itu membuat juniornya tersiksa. Setelah agak tenang Maria melepaskan pelukannya. Ia tak ingin melampaui batas saat berduaan dengan Rama.


" Ada apa ? mimpi buruk ? " tebak Rama. Maria mengangguk. " Aku bermimpi beberapa orang bertopeng menangkapku. " ucap Maria menatap tegang kekasihnya. " Cuma mimpi sayang, jangan khawatir aku di sini. Aku akan menjagamu. " ucap Rama berusaha menenangkan kekasihnya. Maria mengangguk. Rama pun tersenyum manis.


Tiba-tiba Rama mendengar suara langkah kaki di samping rumah dekat jendela kamar. Walau suara itu pelan namun karena Rama seorang polisi. Ia sudah hapal dengan itu semua. Rama segera menghampiri jendela. Maria yang melihat Rama bergerak seperti ingin menangkap pencuri kembali tegang. " Ram..." ucap Maria dengan cemas dan khawatir. Rama membuka jendela. Tiba-tiba ada anjing yang kemudian menggonggong. " Kok tiba-tiba ada anjing ? aneh...? seperti ada yang tidak beres ? " ucap Rama dalam hati sambil melihat keluar jendela kamar. Sayang Rama tak menemukan apa-apa kecuali anjing yang menggonggong.


" Rama...." ucap Maria agak ketakutan. Rama segera menutup jendela dan menghampiri Maria. " Tidak apa-apa cuma anjing, sayang. Sekarang kamu bisa tidur. " ucap Rama lembut. " Rama..., aku juga takut anjing. Kamu tidur di sini saja yach." rengek Maria, Rama membulatkan matanya, terkejut mendengar perkataan Maria. " Tidur di sini ? " tanya Rama tak percaya. Sejenak Rama berfikir, ruangan kamar sempit mana mungkin ia membawa kursi panjang ke dalam kamar. Rama menarik napas panjang, mungkin pilihan yang tepat adalah tidur di lantai. " Aku ambil bantal dan selimut dulu yach. " ucap Rama lembut.

__ADS_1


" Ram.. , jangan lama-lama aku takut. " ucap Maria masih ketakutan karena anjing masih menggonggong. Rama mengangguk dan dengan cepat mengambil bantal dan selimut di ruang tamu lalu segera kembali ke kamar.


Sesampai di kamar Rama meletakan bantalnya di lantai. " Rama...kok tidur di lantai ? di sini ! " ucap Maria memberi isyarat agar Rama tidur di atas ranjang. Rama menelan slavinanya.


" Ah...Maria, seranjang denganmu bukan lagi anjing yang menggigitmu tapi aku takut aku yang menggigitmu. " ucap Rama dalam hati, ingin sekali ia berkata begitu pada Maria. Namun karena melihat Maria yang ketakutan Rama akhirnya menurutinya. Rama meletakan bantalnya di atas ranjang. Sedangkan Maria memberi batas dengan guling antara ia dengan Rama. " Em...apa kamu pikir guling bisa jadi jaminan aku tidak menggigitmu ?" ucap Rama dalam hati, ia ingin tersenyum tapi ia tahan. Bagi Rama tingkah Maria sangat lucu.


Tiba-tiba, suara anjing yang semula satu jadi tambah banyak mungkin sampai 10 ekor. Suasana di luar semakin gaduh. Maria cepat-cepat memegang tangan Rama.


" Rama...kok, tambah banyak anjingnya ?Sebelum kamu datang aku enggak pernah ketemu anjing, tapi sekarang kok di sini jadi banyak anjing ? " ucap Maria. Memang Maria tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Semula ia aman-aman saja sehingga ia berani tinggal sendiri, tapi kali ini ....mungkin ia tak akan berani lagi sendiri. Rama mengerutkan kening, ia juga merasa ada yang tak beres seperti ada yang sengaja melakukan itu semua.


" Kamu cerewet juga. " ucap Rama menghampiri Maria dan memencet hidung kekasihnya yang membuatnya gemes. " Aku melakukannya demi kamu. " ucap Maria cemberut. Rama tersenyum dan membelai rambut Maria. " Kamu cantik sekali, bolehkah aku menggigitmu ? " ucap Rama dalam hati sambil tersenyum. " Mengapa senyum-senyum, lucu ? " ucap Maria agak Marah. " Selain cerewet ternyata juga pemarah. Aku cuma mau nanya sekarang gimana ? " ucap Rama agak bingung dengan kemauan kekasihnya.


" Mari kita tidur. Kamu berbaring di situ aku di sini. " ucap Maria. Rama terpaksa menurutinya. Ia kemudian berbaring bersama Maria di atas ranjang, dengan guling sebagai batas di antara mereka. " Berikan tanganmu. " ucap Maria, Rama pun dengan pasrah menuruti permintaan itu. Maria menggenggam tangan Rama dan mencoba memejamkan mata. Lama - kelamaan suara anjing tak terdengar lagi. " Maria, anjingnya sudah pergi. Apa aku sebaiknya....." ucap Rama hati-hati. " Kamu di sini saja. Aku percaya sama kamu. Kamu tak akan ngapa-ngapain aku, sampai kita halal. " ucap Maria dengan penuh kepercayaan. Rama menarik napas dalam-dalam. Entah sudah berapa kali ia melakukan itu. " Sayang..., mengapa kamu tak paham, kalau ini sangat berat bagiku. Karena aku sangat menginginkanmu. Sangat ingin mencumbumu. Sangat ingin ah.... baiklah demi kepercayaanmu aku akan menahannya sekuat tenaga. " ucap Rama dalam hati dan mencoba memejamkan mata.


Maria tertidur dengan pulas. Rasa aman di samping Rama membuatnya sangat merasa nyaman. Lain halnya dengan Rama ia justru tak bisa tidur. Padahal Maria mengenakan pakaian tidur dengan celana panjang, hanya rambutnya saja yang tak pake kerudung sudah sanggup membuat pikiran Rama berfantasi kemana-kemana. Lalu bagaimana jika Maria mengenakan baju tidur yang seksi, sungguh Rama tak bisa membayangkannya.


Tiba-tiba Maria melepaskan genggamannya memeluk guling dan membawanya ke samping membelakangi Rama. Rama tersenyum melihatnya. " Bagaimana yach..seandainya aku menjadi guling. Kayak nya enak. " ucap Rama dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.😊😊😊

__ADS_1


Karena Maria sudah melepaskan genggamannya, Rama pun berniat untuk tidur di bawah. Namun belum lagi semua itu sempat Rama lakukan, Maria tiba-tiba berbalik meninggalkan guling dan memeluk Rama seketika. 😯😮🙉 " Ah...Maria." keluh Rama tak kuasa. Ia kini betul-betul terperangkap. Nah...Rama emang enak jadi guling ?Perlahan-lahan Rama mencoba melepaskan diri namun yang terjadi malah tambah parah. Maria merebahkan kepalanya di dada Rama dengan kaki kanan menindih Rama, bahkan junior Rama tertindih tepat di paha cewek yang di cintainya itu. " Ah.....Maria, katanya tunggu halal, kalau kaya gini gimana aku bisa tahan ? " Rama betul-betul merasa dunia kiamat, Junior nya mengamuk seketika tanpa bisa di bendung. 😭😭🙉🙉


" Apa sebaiknya ku bangunkan saja dia. " ucap Rama kali ini ia memutuskan membangunkan Maria. " Maria bangun .... Maria. " ucap Rama lembut, ia takut Maria kaget dan malah berteriak. Tapi sayang usaha Rama gagal, semakin Rama mencobanya semakin Rama tak bisa berbuat apa-apa. Kini Maria malah menongakan kepalanya sehingga bibirnya menyentuh leher Rama. Napas Maria menyapu lembut leher Rama. " Ah...Maria...! " rintih Rama dalam hati. Rama semakin tak berkutik, ia kalah telak. Rama hanya bisa meremas sepray dengan kuat sambil menahan junior yang mengamuk hingga mencapai puncak. Nah....tuh kan akhirnya menyerah pengen jadi guling ? 😁😁😁 Semalaman Rama betul-betul membaca istigfar berkali-kali. Rama betul-betul berjuang agar jangan sampai melakukan dosa lebih jauh. 😇😇😇 Rama betul-betul tak bisa tidur. Sedang Maria malah tertidur pulas dengan mimpi indah. Kasihan Rama.... , yang sabar ya...pak polisi


Menjelang azan subuh baru Maria berbalik arah dan memeluk guling kembali. Rama menarik napas dalam-dalam dan segera bangkit untuk mandi wajib karena ia betul-betul basah di buat Maria. Meski airnya sangat dingin Rama terpaksa mandi keramas. Air sumur bor di daerah pegunungan saat subuh tentu saja sangat dingin di tambah suasana subuh di daerah pegunungan dengan angin sepoi-sepoi masih begitu dingin menusuk tulang. Rama tampak menggigil di buatnya meskipun tubuhnya telah di latih untuk itu.


Setelah mandi, Rama bersiap-siap untuk shalat. Maria tiba-tiba terbangun. " Ah... sudah azan Ram ? " tanya Maria seperti tidak terjadi apa-apa. Rama mengangguk. " Sudah azan sayang" ucap Rama lembut. " Kenapa kamu tidak membangunkanku ?" tanga Maria. " Sudah ku coba membangunkanmu tapi kamu tidur pulas sekali. " ucap Rama memberikan alasan. " Tunggu aku, aku ingin berjamaah dengan kamu ? " Maria segera bangun. Rama hanya bisa menatap kepergian Maria. Sesampai di ruang dapur Maria segera mencuci mukanya, kumur-kumur lalu berwudhu. Setelah berwhudu Maria baru sadar kalau ia tak pake kerudung saat bersama Rama. " Astagfirullah. kok aku lupa pake kerudung. Ah..." ucap Maria penuh sesal. Namun semuanya sudah terlanjur, dan tidak bisa di ulang kembali.


Maria berjalan menuju kamar dan sesampai di sana ia segera memakai kerudung. Setelah siap, mereka pun shalat berjamaah bersama. Sesudah shalat, Maria pergi ke dapur menyiapkan makanan. Sedangkan Rama mulai merasa kurang enak badan karena mandi terlalu pagi dengan air dingin. Ia tak sempat memasak air panas untuk mandi sehingga membuatnya kedinginan dan agak terserang flu. Rama memilih berbaring dan mencoba untuk tidur.


Maria memasak makanan telur dadar plus oseng-oseng kacang buncis dan tempe. Setelah memasak ia pun mandi dan bersiap-siap ke sekolah untuk mengajar.


Maria merasa heran Rama tak muncul, ia kemudian ke kamar mencari Rama dan mendapati Rama sedang tidur. " Lho...kok tidur ? Kenapa rambut Rama basah ya kaya habis keramas ? pasti mandi pake air dingin. Ih...pak polisi kalau sakit gimana ? " Maria membelai rambut Rama. " Rama ...makan dulu." ucap Maria mencoba membangunkannya. " Em...nanti saja aku ngantuk ." ucap Rama merem melek. " Kalau gitu aku pergi dulu mengajar dulu , jangan lupa makan nanti kamu sakit. Makanan sudah ku sediakan di meja makan. " ucap Maria hendak beranjak pergi namun Rama langsung menahannya. " Morning kiss sayang. " ucap Rama manja. Maria meletakan jari telunjuknya ke bibirnya setelah itu di letakannya kembali ke bibir Rama. " Morning kiss untuk kekasihku. " ucap Maria lembut. Rama tersenyum. " Hati-hati di jalan sayang, dan cepat pulang karena aku merindukanmu. " ucap Rama lembut. Maria tersenyum dan membelai pipi Rama sebelum meninggalkan tempat itu.


BERSAMBUNG


Terima kasih untuk yang setia mengikuti cerita ini. Jangan lewatkan episode selanjutnya dan dukung aku yach.

__ADS_1


__ADS_2