14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XII JATUH CINTA


__ADS_3

Maria bercerita dengan penuh semangat, ia semakin tenggelam dalam kegembiraannya bercerita di depan anak-anak. Ia mulai lupa dengan keberadaan Rama. Sedangkan Rama terus menatapnya dengan tatapan terpesona bahkan ketika Maria menceritakan saat putri salju memakan buah apel beracun karena dikelabui sang ratu si ibu tiri yang menyamar menjadi nenek tua, Rama juga ikut merasakan ketegangan.


" Pantas Adel menyukainya " ucap Rama penuh kekaguman. Tak terasa Maria pun menyelesaikan ceritanya. Tepuk tangan pun bergemuruh untuk penampilan Maria yang memukau. Rama pun tak merasa ikut bertepuk tangan. Bu Atik dan guru-guru yang lain tersenyum melihat Rama yang ikut bertepuk tangan. Saat Rama tersadar kalau ia tengah di perhatikan oleh guru-guru, Rama pun tersipu malu.


Maria memberi hormat pada guru- guru tanda telah menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Maria kembali menatap Rama, pandangan keduanya kembali bertemu. Jantung Maria dan Rama kini sama-sama berdebar, " Ah...aku lupa Rama masih ada di situ " ucap Maria dalam hati yang tiba-tiba kembali gugup, sedangkan Rama juga tampak gugup , " Ah....kok aku gugup yach. Seperti terkena serangan jantung. kok gini yah rasa ketemu cewek kemudian gugup ..., gimana jika nanti aku salah tingkah ? " ucap Rama mulai gelabakan.


Maria berjalan ke arah guru-guru meskipun di sana ada Rama. Sebenarnya Maria tidak ingin melakukannya, namun rasanya tak sopan jika langsung pergi. Dengan sekuat tenaga Maria berusaha menahan perasaannya.


Rama menatap kedatangan Maria tanpa berkedip, ia merasa seperti berada di dunia lain yang hanya berpenghuni mereka berdua. Rama begitu fokus menatap cewek yang telah membuat jantungnya berdebar.


Saat jarak Rama dan Maria tinggal 50 cm dan saling berhadapan , tiba-tiba dari arah lain nampak anak-anak TK Kemala yang berlarian menabrak Maria hingga Maria kehilangan keseimbangan. Dan...........tanpa sengaja Maria jatuh tepat dalam pelukan Rama, Rama juga tak sengaja menangkap tubuh Maria dan dengan refleks Rama pun mendekap erat Maria.


Bruk.....! ....." Ah.....!" adegan tak sengaja itu membuat sengatan listrik yang begitu kuat antara Maria dan Rama bahkan berimbas ke guru-guru yang ada di situ yang sangat terkejut bukan kepalang.


Waktu seakan berhenti saat itu juga. Kepala Maria tepat menyentuh dada Rama karena Maria hanya mempunyai tinggi badan 145 cm sedangkan Rama mempunyai tinggi badan 160 cm. Saat berada di dada Rama, Maria mendengar detakan jantung yang begitu cepat. Aroma maskulin dari tubuh Rama tercium begitu harum. Begitu pula Rama yang merasa jantungnya berdetak semakin kencang mencium aroma tubuh Maria yang harum.


" Perasaan apa ini ? Ya....Tuhan " ucap Rama yang menikmati perasaannya yang berbunga-bunga di antara detakan jantung yang kencang. Maria yang tak berani menatap Rama, berusaha lepas dari pelukan itu. Rama merasa kecewa Maria melepaskan pelukannya, padahal ia masih ingin memeluk cewek itu.


" Maaf.....!" ucap Maria segera berlalu sambil menahan malu. Rama merasa sedih Maria berlalu tanpa menatapnya, padahal Rama begitu ingin melihat tatapan tajam milik Maria. Guru-guru yang menyaksikan adegan itu jadi ikut senyum-senyum. Untung anak-anak TK sudah masuk ke dalam kelas sehingga tak menyaksikan adegan yang tidak boleh di tonton oleh usia mereka.


" Maaf nak Rama. Anak-anak kalau masuk ke ruang kelas pada berlarian " ucap bu Atik berusaha mencairkan suasana. " Tidak apa-apa bu. Namanya juga anak-anak. Saya yang malu.....kejadian tadi....tak disengaja bu " ucap Rama malu-malu. " Semoga kejadian tadi tak membuat jera untuk datang kemari " ucap guru yang lain mulai menggoda Rama. Rama tersipu malu " Mana mungkin membuat saya jera " ucap Rama malu pada guru-guru . Guru-guru TK kembali pada senyum - senyum.


" Saya tak jera malah saya menginginkan kejadian itu lagi " ucap Rama jujur di dalam hati.


" Bu, terima kasih sudah membiarkan saya melihat kegiatan bercerita di TK ini. Pantas Adel sangat suka, ternyata begitu seru " ucap Rama memuji " Sama-sama nak Rama. Kalau nak Rama ingin kemari lagi, sekolah kami selalu terbuka buat nak Rama " ucap bu Atik ramah. " Saya permisi bu, saya titip Adel " ucap Rama sopan " Iya nak Rama " ucap bu Atik tersenyum . Rama kemudian berjalan menuju motornya yang di parkir di luar pintu gerbang sekolah, dan melajukan motor menuju kantornya yang sudah tak jauh lagi. Rama nampak bersenandung menyanyikan lagu romantis.


Ketika Rama sampai di ruang kerjanya, teman-temannya pada bingung melihat Rama yang datang sambil bersenandung lagu romantis. " Tumben terlambat Ram...." Sapa Sigit sambil menatap Rama. " Tadi mengantar Adel ke sekolah " ucap Rama " Mengantar Adel ke sekolah ? Ah...sekolahnya kan dekat sama kantor kita, kok kamu terlambat ? " ucap Sigit tak percaya " Aku melihat guru TK bercerita di depan murid-muridnya " ucap Rama lagi dengan santai " Melihat guru bercerita, kamu rela terlambat ....? Kena hukuman disiplin push up, tunjangan kinerja di potong demi melihat guru bercerita.......? Ah ....masa , Kaya bukan kamu saja " ucap Sigit masih tak percaya karena Rama termasuk polisi yang terkenal kedisiplinannya. " Sesekali terlambat tidak apa kan Git. Aku juga manusia kok, tidak bisa selalu sempurna. Lagian sesuai dengan balasan yang ku terima hari ini " ucap Rama tersenyum sambil membayangkan saat berpelukan dengan Maria. Hati Rama kembali berbunga-bunga. " Balasan apa Ram...? " tanya Budi yang mulai tertarik dengan pembicaraan itu. Agung mulai ikut mendekati Rama, sedangkan Rangga hanya senyum- senyum saja, ia bisa menangkap bahwa Rama seperti orang yang sedang jatuh cinta. " Aku sedang jatuh cinta. " ucap Rama jujur pada teman-temannya. Hal itu tentu saja membuat teman-teman Rama terkejut. " Apa ......sedang jatuh cinta ? " ucap Sigit, Budi dan Agung hampir bersamaan. Mereka mulai menatap Rama dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mereka semakin tak percaya Rama jatuh cinta karena selama ini Rama dikenal sebagai pengeran yang selalu menolak cinta. Dan kini Rama jatuh cinta hanya dalam waktu beberapa jam " Kemaren kau tidak seperti ini ? Apa Cinta pada pandangan pertama ?" ucap Sigit, Rama mengangguk. " Dari hati turun ke mata ?" ucap Sigit, Rama mengangguk lagi. " Mulanya aku jatuh cinta karena sikapnya yang lembut pada murid-murid TK " ucap Rama menjelaskan


" Tunggu....tunggu, ia guru TK di sekolah Adel ?" ucap Sigit penasaran, Rama kembali mengangguk sambil tersenyum. " Ia guru magang di sekolah TK Kemala, namanya Maria" ucap Rama menjelaskan. " Kau baru jatuh cinta pagi tadi, beberapa jam yang lalu ? " ucap Sigit tambah tak percaya, Rama kembali mengangguk dan tersenyum.


Sigit menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Pukul aku ,Gung ! " ucap Sigit pada Agung. Agung segera memukul bahu Sigit " Aw...sakit . Kok kamu mukulnya kencang sih Gung " protes Sigit. Semua akhirnya pada tertawa. " Kamu sih Git, ada-ada aja " ucap Agung di sela tawanya.


" Wah.... Ram, kamu jatuh cinta pada ibu guru TK. Kalau gitu cewek yang mengirim surat cinta buat aku saja " ucap Sigit menggoda. Deg.....Rama terdiam sesaat, ia baru teringat cewek mesterius yang selalu mengirim surat puisi cinta untuknya, yang selama ini menghiasi hari-harinya. Ia juga merasa ada sesuatu perasaan yang indah dengan cewek misterius tersebut. " Tidak bisa Git, cewek itu milik ku juga " ucap Rama akhirnya.


" Ah....curang. Kok diembat keduanya " ucap Sigit segera menyerang Rama dengan gelitikannya. Rama menghindar sambil tertawa. Suasana pun semarak dengan tawa para polisi itu.


Sigit menghentikan aksinya, " Ya ....kita kerja dulu " ucap Sigit akhirnya. Mereka pun sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Rama pun mulai sibuk membaca berkas berkas yang menumpuk untuk membuat laporan. Sesekali Rama masih terlihat tersenyum saat membayangkan berpelukan dengan Maria dan saat bertatapan dengan cewek itu.


Tak terasa sudah pukul 11.30 , sebentar lagi waktu istirahat siang. Rama mulai memikirkan cewek misterius yang selalu mengirimkan surat puisi cinta untuknya. " Mengapa hari ini tidak ada surat untukku ? Kok aku merasa ada sesuatu yang hilang ? " ucap Rama dalam hati, ia mulai tampak gelisah dan bingung dengan perasaannya. Antara Maria dan cewek misterius sama-sama penting. " Masa aku jatuh cinta dengan ke dua cewek itu ? " ucap Rama bingung. Bagaikan buah simalakama. Sebenarnya Rama ingin menceritakan perasaan hatinya yang jatuh cinta pada dua orang sekaligus tapi ia merasa sangat malu karena teman-temannya pasti menggodanya " Apa ini karena aku tak berpengalaman soal cinta yach...? Ah....aku bingung ....., Apa yang mesti aku lakukan ? Kepada siapa aku harus minta saran ? " Rama semakin bingung.


...........

__ADS_1


Ada secercah rindu yang menggebu


Diantara lamunan silih berganti


Ada segumpal sayang yang sesakkan dada


Di antara bisikan lagu asmara


Ada untaian kasih yang ikat kan mimpi-mimpi


Di antara angin yang mengusik ketenangan hati


Ada cinta yang membahana di dada


Di antara detak jantung


Yang menghadirkan segenap jiwa


Dan kau pun terlena karenanya


.................


Aduh......Rama kamu betul-betul terkena virus cinta dan butuh DOKTER CINTA.


...............


" Tatapanmu, senyummu


Tiada pernah aku lupakan


Bisikanmu, suaramu


Merdu merayu menggoda


Tiada siang , tiada malam


Raut wajahmu s'lalu terbayang


Beginilah oh rasanya


Pabila sedang kasmaran


Jatuh cinta berjuta rasa

__ADS_1


Ada rindu bila tak jumpa


Jatuh cinta berjuta rasa


Ingin s'lalu mesra berdua


Bersamamu aku bahagia


Kepadamu ku kan setia


Kemarilah, oh sayangku


Jangan kau jauh-jauh dariku


Bernyanyilah bersamaku


Dalam irama yang syahdu


Tatapanmu, senyummu


Tiada pernah aku lupakan


Bisikanmu, suaramu


Merdu merayu menggoda


Jatuh cinta berjuta rasa


Ada rindu bila tak jumpa


Jatuh cinta berjuta rasa


Ingin s'lalu mesra berdua


Bersamamu aku bahagia


Kepadamu ku kan setia


Ku ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang telah setia membaca cerita ini dan mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dalam pengetikan.


Ceritanya masih bersambung


Nantikan ceritanya yach.

__ADS_1


SALAM MANIS DARI AKU.


__ADS_2