
Maria mencium bau masakan yang harum dari dapur. Maria menghampiri Rama yang sedang memasak menu makan malam, ia menatap dengan takjub ternyata Rama juga pandai memasak meskipun masakan sederhana. Telur sambal balado. " Kalau kamu menatap aku seperti itu, nanti gosong sambalnya." ucap Rama berusaha fokus terhadap masakannya.
" Ih....Rama. Suka sekali nyalahin orang. Tapi...Rama mengapa tiba-tiba baik hati memasak untukku." ucap Maria heran. Rama mematikan kompor, ia kemudian menatap Maria dengan gemes. " Jadi selama ini bagimu aku tidak baik hati ? " ucap Rama agak marah.
" Ih...pacarku ini sensitif sekali sih. " ucap Maria setengah membujuk. Tiba-tiba Rama mendaratkan ciumannya di pipi Maria. Maria tentu saja terkejut mendapat serangan tiba-tiba dari Rama tanpa bisa menolak. Mata Maria yang indah melotot ke arah Rama, namun Rama bertingkah cuek dengan menyibukan diri menyiapkan masakan dalam piring, lalu menata nya di meja makan. " Ram..." ucap Maria hendak mengajukan protes karena telah di cium tiba-tiba. " Terima saja, itu hukumanmu, karena menganggapku tidak baik hati. " ucap Rama cuek, Maria semakin kesal dibuatnya.
" Ayo....makan. " ajak Rama. Maria yang masih kesal diam saja dan menghadap ke arah lain.
" Ngambek yach. Sayang lho...em... enak. " ucap Rama menggoda kekasihnya. Maria masih tak bergeming. Rama tersenyum menghampiri Maria. " Mau minta cium lagi ? nanti aku kasih. " bisik Rama lembut. Maria merinding mendengar bisikan itu.
Tiba-tiba lampu padam, Maria yang kaget dan takut gelap malah memeluk Rama. " Tuh...kan, kamu yang peluk duluan, ntar aku juga yang di salahin. " ucap Rama menggoda. Di goda begitu Maria pun mencubit Rama. " Aw..., aduh...., ternyata aku punya pacar suka banget nyubit. " ucap Rama kemudian menarik napas dalam-dalam. " Rama...., lakukan sesuatu supaya jangan gelap begini. " rengek Maria.
" Em....padahal aku lebih suka begini. " bisik Rama lembut sambil mempererat pelukannya. Maria kembali mencubit Rama. Rama kembali meringis kesakitan. " Aw....Maria..., sayang jangan cubit terus, masa kamu tega sama pacar sendiri sih. " ucap Rama. " Cepat lakukan sesuatu ..." kini suara Maria hampir seperti ingin menangis. Rama akhirnya menyerah, ia kemudian meraba hpnya yang kebetulan di kantong celananya. Rama pun menyalakan sinter dari hp. Suasana yang gelap pun jadi agak terang. Dan ketika lampu sinter hp menyala, bertepatan itu Maria yang berada dalam pelukan Rama menongakan kepala, mata Maria dan Rama pun beradu. Maria masih menangis. " Sayang...jangan nangis. Udah ya...cuma gelap kan ada aku. " ucap Rama menghapus air mata Maria. Rama kembali menatap Maria dan tersenyum. " Moment yang sangat tepat buat nyium bibir kamu. " ucap Rama dalam hati kemudian perlahan-lahan mendekat kan bibirnya ke bibir Maria. Namun belum lagi bibirnya menyentuh bibir Maria, Maria sudah menahannya dengan meletakan jari telunjuknya ke bibir Rama. " Tidak boleh....pak polisi. " ucap Maria berusaha selembut mungkin agar Rama tidak tersinggung. " Awas..., saat kamu tidur pasti ku cium bibirmu itu. " ucap Rama dalam hati ketika gagal mencium kekasihnya. Maria melepaskan pelukannya dan kemudian duduk di meja makan dengan mata berbinar-binar menatap masakan Rama.
__ADS_1
Maria menyiapkan makanan Rama di dalam piring baru kemudian ia lakukan itu untuk dirinya. Perlahan-lahan Maria menyantap masakan itu. " Em....enak...enak sekali.... " puji Maria jujur dan tersenyum senang. Rama tersenyum. " Seadanya sayang, makan malamnya. Maaf tidak bisa mengajakmu ke tempat romantis. " ucap Rama agak sedih. Maria tersenyum. " Siapa bilang ini tidak romantis, kamu sudah memasaknya dengan penuh cinta khusus untukku. Setiap suapan aku akan merasakan cintamu di sana. Lagian ini enak sekali....senangnya punya kekasih yang pandai masak. Em....suasananya juga Romantis remang - remang walau penerangannya bukan lilin tapi hp. Tadi juga sudah di cium pipinya. " ucap Maria sambil menyantap makanan. " Kamu suka di cium di pipi ? " tanya Rama ingin tahu. " Suka..., tapi jangan dulu." ucap Maria. Rama tersenyum.
" Maria, kalau cium di bibir lebih enak lho. Rasanya....manis.., lembut sekali.... dan pengen nagih. Saat mencium jantung ini berdetak kencang. Em...tak terbayangkan rasanya. " ucap Rama membayangkan saat ia mencuri ciuman Maria, mengemut lembut bibir Maria. Dan ia betul-betul jadi kecanduan di buatnya.
" Emang...kamu pernah mencium orang ? Kamu bilang aku cinta pertamamu tapi kok kamu malah mencium orang. " ucap Maria agak marah, Rama yang tersadar langsung gelabakan menyembunyikan perasaannya.
" Itu ...katanya... , aku enggak pernah cium orang selain kamu....eh salah...selain cium pipi kamu. " ucap Rama gugup. " Lalu dari mana kamu tahu rasanya cium bibir ? " ucap Maria masih curiga. Rama menelan slavinanya, ia berusaha mencari alasan yang bisa di terima Maria. " Sayang ...maksudku itu dari orang lain yang cerita, jadi aku pengen nyoba ke kamu. Bolehkan ? " ucap Rama berusaha menutupinya . Karena jika Maria tahu kalau Rama mencuri ciuman pasti bakal terjadi perang besar. " Ih ...Rama tidak boleh. " ucap Maria malu. Ramapun merasa lega. Hampir saja ketahuan. Rama tersenyum, baru kali ini Rama merasa seperti menjadi pencuri yang di introgasi oleh polisi. Biasanya ia yang mengintrogasi, sekarang seperti terbalik. Maria menatap Rama dengan heran. " Kenapa senyum-senyum ? " ucap Maria heran,
Maria dan Rama melanjutkan makan malamnya dengan lahap. Sesekali pandangan mata mereka berdua beradu, lalu kemudian saling tersenyum. Setelah selesai makan mereka berdua bekerja sama membersihkan meja dan mencuci piring.Ketika telah selesai beres-beres, mereka berdua kemudian duduk di ruang tamu, dan tiba-tiba lampu pun menyala. Maria tersenyum senang, sedangkan Rama merasa kesal karena kesempatan romantis hilang. Yah.. tentu saja, Maria melepaskan genggamannya. Pelukan Maria pun tentu saja melayang, dan kesempatan menggigit pun hilang. 🙊🙉🙉🙉☺. Emang mau menggigit di mana Rama....?
Wajah Rama langsung cemberut di buatnya, Maria merasa aneh dengan perubahan wajah Rama. " Kok...wajahnya di tekuk kaya gitu ? " ucap Maria heran. " Kamu kalau lampu nyala langsung menjauhiku. " ucap Rama kesal. " Itu karena aku sudah tidak takut lagi. " ucap Maria sambil tersenyum. " Jadi kamu butuh aku saat takut saja ? " ucap Rama agak geram, di dekatinya Maria. Karena jarak mereka semakin dekat Maria pun terduduk di kursi panjang. Rama semakin mendekati Maria. Maria terdesak dan akhirnya terbaring telentang di kursi panjang. Rama mehimpit tubuh Maria. Maria jadi sangat gugup. " Rama, jangan menakut-nakuti ku dong. " rengek Maria mencoba mendorong tubuh Rama dengan kedua tangannya. Dengan cepat Rama menangkap tangan Maria dan membekuknya ke atas kepala. Maria semakin panik di buatnya, ia sama sekali tak bisa melawan. Rama semakin mendekati wajah Maria. Napasnya mulai menyapu hangat wajah Maria. " Rama...." begitu ingin Maria teriak namun entah mengapa tak bisa, seakan-akan kerongkongannya tersekat. Maria akhirnya memejamkan matanya. " Kalau kamu, melakukannya aku tidak akan memaafkan mu ! " ancam Maria sambil memejamkan matanya. Rama terhenti saat bibirnya hampir menyentuh bibir Maria, ia berusaha menahan hasratnya.
Tiba-tiba Rama melepaskan Maria. Maria membuka matanya. Ia merasa lega Rama tak melakukan hal yang tidak-tidak. " Besok aku akan kembali, rasanya aku tak bisa berpisah denganmu walau sesaat. Pulanglah bersamaku, kita akan segera menikah. " ucap Rama sedih. Maria menggenggam tangan Rama. " Beri aku waktu Ram, Aku pasti menikah denganmu. " ucap Maria lembut. " Aku tak mau satu bulan. " ucap Rama agak keras. " Beri aku waktu cari pengganti ku, paling tidak setelah jadwal sunatan massal untuk anak-anak didik ku yang di selenggarakan pemerintah kabupaten di desa ini. " ucap Maria hati-hati.
__ADS_1
" Berapa lama ?. " tanya Rama. " Sekitar 3 hari lagi acara itu. Bagaimana aku minta satu minggu ? " ucap Maria serius. Rama menatap kekasihnya. " Janji....? " tanya Rama memastikan. Maria menganggukan kepala nya untuk meyakinkan Rama. Rama pun tersenyum senang dan mendaratkan ciumannya di kening Maria. Saat mencium kening Maria, tiba-tiba Rama mendengar sesuatu yang mencurigakan di samping rumah.
Naluri polisi Rama pun bangkit. Dengan gerak cepat Rama pergi ke luar mengejar. " Maria.., tutup pintunya. " ucap Rama setengah berlari, Maria bukannya menutup pintu malah berlari mengejar Rama.
Maria berlari menyusul Rama. Namun Rama sudah menghilang. " Rama ..., kamu dimana ?aku takut..." Maria menatap sekeliling yang tampak gelap. Di desa tersebut , rumah penduduk berjarak jauh satu sama lain. Sehingga nampak sepi. Sudah pukul 10.00 malam. Ronda malam baru dilaksanakan antara jam 12 malam sampai jam 3 pagi.
Maria agak takut dengan suasana sepi tersebut , namun seandainya ia di rumah pun ia pasti ketakutan pula. Memang aneh, akhir-akhir ini Maria tidak berani lagi sendiri di rumah sejak kejadian Anjing yang menggonggong. Maria terus mencari Rama. " Rama..." ucap Maria sambil menatap sekeliling.
Tiba-tiba ada yang memeluk Maria dari belakang. " Rama..." ucap Maria lembut, karena ia menyangka Rama yang tengah memeluknya. Namun orang itu tak menyahut, pelukan itu pun terasa aneh. Biasanya jika Rama yang memeluk , ada kelembutan dirasakan oleh Maria. Tapi mengapa ia merasakan pelukan itu sedikit kasar. " Rama jangan bercanda ah..." ucap Maria sambil mencoba menoleh untuk melihat siapa yang memeluknya dari belakang. Dan ketika Maria melihatnya, bukan main terkejutnya ia. Karena yang memeluknya bukan Rama tetapi Fero. " Kamu..." ucap Maria gemetar. Fero tersenyum dingin. " Anna..." bisik Fero mendekatkan wajah nya hendak mencium bibir Maria. Maria mencoba menghindar sehingga ciuman Fero mendarat di kerudungnya. " Ah.......a...a........!!!!!! " teriak Maria sekencang-kencang.
BERSAMBUNG
Bagaimana kisah selanjutnya ? Ikuti ceritanya dan dukung aku. Terima kasih bagi mereka yang telah setia dengan cerita ini.
__ADS_1