3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 18


__ADS_3

'' Huahhhhhh... ngantuk banget ini aku. Harus nunggu berapa lama lagi ni?'' Ucap bodyguard Kanya dengan menguapkan mulut.


' Kring.. kring.. kring..' Suara telefon dari hp bodyguard itu berbunyi.


'' Haduh.. bos besar ku telefon ini.'' Khawatir sang bodyguard.


Akhirnya dia pun mengangkat telefonnya.


'' Hallo bos besar. Ada apa telefon saya.. tumben hehe.'' Canda bodyguard Kanya yang tampak tegang.


'' He ha he he.. he ha he he.. jangan bercanda kamu. Kamu dimana? anak saya kenapa belum pulang sekarang? ini sudah hampir tengah malam lhoh.'' Amuk Atmaja.


'' A..nu.. I-n-ni bos --'' Belum sempat bodyguard itu melanjutkan pembicaraannya sudah dipotong oleh Atmaja.


'' Apaan kamu? ina ini anu. Yang jelas kalau bicara!'' Tegas Atmaja.


'' Ini bos jadi non Kanya tadi tiba tiba nabrak seorang pria tampan bos, trus non Kanya minta pertanggung jawaban pria itu suruh dia ngantar pulang. Di tengah jalanan sepi tiba- tiba mobil mereka hampir menyerempet seorang pria tua--'' Ucap bodyguard itu dan lagi lagi dipotong oleh Atmaja.


'' Apa? kecelakaan? kecelakaan dimana? bagaimana kondisi anak saya?'' Tanya Atmaja dengan panik dan cemas. Istrinya pun ikut menghawatirkan kondisi Kanya setelah mendengar ucapan Atmaja tadi.


'' Tenang dulu bos besar.'' Ucap bodyguard menenagkan Atmaja.


Dia mulai kembali menjelaskan.


'' Setelah hampir menabrak pria tua, mereka berdua tidak kenapa napa tuan.. trus mereka menghampiri pria tua tadi dan menghantarkannya pulang. Sekarang mereka sedang berbincang di rumah pria itu tuan.'' Jelas bodyguard Kanya.


'' Huhh.. syukurlah.'' Atmaja bernafas lega karena pewaris tunggalnya itu tidak kenapa kenapa.


''Trus kamu mendengar percakapan mereka tidak?'' Tanya Atmaja pada sang bodyguard.

__ADS_1


'' Yang saya dengar hanya pria tua itu mengatakan bahwa non Kanya cocok jika bersuami dengan pria tampan itu tuan''. Ucap bodyguard sembari terus memantau Kanya.


'' Hm... coba kamu foto kan wajah pria tampan yang kamu maksud itu!'' Perintah Atmaja.


'' Baik bos besar.''


Setelah sang bodyguar memotretnya, dua langsung mengirimkan foti tersebut pada Atmaja.


'' Hmm.. jika aku lihat dia pria tampan dan bertanggung jawab''. Batin Atmaja.


'' Yasudah. Kamu awasin terus pergerakan Kanya. Dan pastikan dia pulang dengan selamat dan tanpa lecet sedikit pun. Kalau sampai dia lecet? kamu saya penggal!!'' Ancam Atmaja.


'' Dan selidiki pria tampan itu !!''


'' S..ssiiapp ..b-oos.'' Jawab sang bodyguard dengan gugup dan ketakutan.


.


.


.


'' Hehe.. pak kok malah kita yang hadi merepotkan bapak sampai dibikinkan teh .'' Ucap Aldo tak enak hati pada sang bapak.


'' Tidak apa- apa nak.. silahkan diminum. Saya hanya mempunyai ini saja. Kalian kan juga melihat rumah saya hanya segubug kecil begini.'' Ucap bapak tua itu.


'' Trimakasih ya pak.'' Ucap Kanya menatap sang bapak tua.


'' Sama-sama nak.''

__ADS_1


'' Oh ya pak saya mau tanya, kok rumah ini sepi sekali ya pak? dimana anak dan istri bapak?'' Tanya Kanya. Dan karena pertanyaan Kanya dia mendapat tatapan tajam dari Aldo.


'' Apaan sih melotot gitu. Jelek tauk.'' Bisik Kanya pada Aldo.


'' Kamu nggak lihat itu wajah bapak jadi sedih begitu?'' Jawab Aldo pada Kanya dengan berbisik.


Dan ya.. benar saja. Bapak tua itu berubah mukanya ketika pertanyaan itu keluar dari mulut Kanya. Dia menjadi sedih dan menundukkan kepala nya.


'' Maafin teman saya ini ya pak. Dia emang suka tanya yang gak jelas. Kalau tidak di jawab juga tidak apa-apa pak.'' Ucap Aldo mencoba menenangkan bapak tua itu.


'' Apaan sih lo. Guwe penasaran nih.. jiwa kepo guwe udah meronta ronta. Kok lo malah suruh bapak ini diem sih. Gimana sih lo.'' Kesal Kanya sambil berbisik di telinga Aldo.


'' Sttt.. udah kamu diam saja!'' Bisik Aldo dan membuat wajah Kanya muram.


'' Sebenarnya dulu kami sekeluarga hidup bahagia di gubuk kecil ini nak.'' Ucap bapak tua itu yang tiba- tiba menjawab pertanyaan Kanya.


'' Setelah anak saya berumur sebelas tahun, istri saya meninggal dunia akibat terkena serangan jantung. Saat itu hati saya bener bener hancur seperti sebuah kota yang di terjang badai besar. Saya bersedih sangat lama atas kepergian istri saya yang sangat saya cintai. Bertahun- tahun saya dan istri saya membangun rumah tangga ini dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hingga pada akhirnya semesta mengambil istri saya dari saya. Saya lama bersedih dan termenung sendirian di dalam tangisan saya. Tapi saya menyadari bahwa ada malaikat kecil titipan tuhan untuk saya jaga dan rawat dia. Dia adalah anak perempuan saya. Gadis kecil tak berdosa itu harus merasakan sakitnya ditinggal ibundanya. Sejak saat itu saya harus dan saya berjanji akan menjadi kuat untuk anak saya. Akhirnya kesedihan mendalam itu perlahan menghilang dari diri saya. Melihat gadis kecil saya itu mengingatkan saya pada almarhumah istri saya.Dia sangat mirip sekali dengan istri saya.'' Ucap bapak tua itu menjelaskan dan tanpa dia sadari dia telah meneteskan air mata kerinduannya pada sang istri.


Kanya pun mulai mendekati bapak tua itu dan mengusap punggung sang bapak.'' Yang sabar ya pak.'' Ucap Kanya menenagkan.


'' Trus kalau saya boleh tahu.. anak gadis bapak itu sekarang dimana pak?'' Tanya Aldo.


'' Gadis kecil itu sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik. Usia nya sekitar usia kamu nak.'' Ucap bapak tua itu sambil menunjuk ke Kanya.


'' Gadis kecil yang saya sayangi dan saya jaga itu kini telah menjadi seorang gadis remaja yang sangat mirip dengan almarhumah ibu nya sewaktu remaja dulu. Beberapa bulan lalu, teman teman sepantaran dia sedang mendaftar masuk kuliah. Dan pasti sekarang sudah persiapan memasuki universitasnya. Tapi apalah daya saya ini. Saya orang miskin dan tak mampu untuk membiayai kulian anak gadis saya itu. Dia pun bersedih karena tidak bisa kuliah seperti teman - temannya yang lain. Saya sudah berusaha sekuat tenaga mencari pekerjaan untuk biaya kuliah anak saya, tapi katena usia saya yang sudah termasuk tua, saya tidak mendapatkan pekerjaan lain selain menjadi seorang buruh. Dan gaji menjadi seorang buruh itu hanya cukup untuk kita makan dan keperluan rumah yang lainnya.'' Jelas bapak tua itu sambil terus menangis dan meneteskan air matanya. Dan Kanya juga terus mengusap punggung bapak itu agar dia tak bersedih lagi.


'' Anak saya memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota ini. Beberapa bulan yang lalu dia berpamitan kepada saya untuk mencari pekerjaan karena dia juga tak bisa kuliah. Dia anak yang cantik dan baik. Tapi dia bukan anak yang sangat pintar. Dia hanya gadis dengan ilmu standar. Jadi, waktu itu dia pernah mengikuti tes beasiswa di sekolahnya, tapi nilai dia belum mencukupi persyaratan. Akhirnya dia tidak bisa mendapatkan beasiswa itu.'' Ucap bapak tua itu.


'' Sudah berbulan bulan anak saya menghilang dari hadapan saya. Hingga saat ini pun dia velum juga kembali ke gubuk kecil kami ini. Saya sangatlah bersedih sekali. Saya merasa gagal menjadi orang tua. Saya merasa saya gagal menjaga dia. Saya merasa saya orang tua yang tidak berguna.'' Ucap bapak tua itu sambil menangis keras mengingat anak nya yang tak kunjung pulang.

__ADS_1


'' Pak.. bapak tidak boleh bicara seperti itu pak.. saya yakin bapak adalah bapak terhebat untuk anak bapak. Saya yakin bapak orang tua yang paling anak bapak sayangi. Bapak tidak boleh putus asa pak. Perjuangan bapak ini sangat mengharukan menurut saya. Bapak sangatlah menyayangi anak bapak. Pasti anak bapak bangga memiliki seorang bapak yang sangat menyayanginya. Dan bapak harus yakin juga kalau anak bapak pasti kembali ke sini untuk menemui orangtuanya yang paling dia cintai''. Ucap Kanya menatap bapak tua itu dengan tersenyum.


'' Bisa lembut juga nih cewek. Guwe pikir sikapnya penuh rasa arrogant. Tapi dia tambah cantik kalau lembut begini.'' Ucap Aldo dalam hati sambil tersenyum menatap Kanya.


__ADS_2