
“Kamu ngapain masuk ruangan ini?” Tanya Perwira.
“ Adadeh. Kalian juga akan tahu nanti.” Jawab anak sok misterius.
“ Oh iya kemarin daddy perhatiin grafit pendapatan perusahaan perbulannya semakin naik saja. Katanya para pekerja lapangan juga semakin sibuk. Kamu yan kerjasin semua itu?” Perwira terlihat menunggu jawaban Atma dengan pandangan curiga dia menatap.
“ Yaa iyalah. Aku kan anak rajin.” Atma berkata dengan sombong.
“ Mommy ga percaya kalau kamu sendiri yang kerjain.”Tatapan curiga diberikan pada Atma.
Menghela nafas “ Aku punya sekertaris baru Dad. Aku kerja ya otomatis dibantuin sama dia. Gatau kenapa , semenjak dia masuk kantor pendapatan perusahaan bertambah dan meminimalisir kemungkinan rugi setiap pabriknya.” Jelas Atma muka serius. Lio dan Fina menjadi pendengar setia sesekalisaling pandang.
“ Berarti sekertaris kamu itu orang pintar dan cerdas. Dia bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk memajukan sebuah perusahaan. Siapa dia , dan kamu juga kenal dimana sama dia ? “ Perwira mulai kepo seperti sang istri.
“ Namanya Bastiaan Reuel. Katanya sih dia direktur perusahaan cabang. Tapi ternyata dia itu teman SMP aku dulu. Mommy masih inggat kan? “ Atma menatap Hana dengan kedua matanya naik keatas.
“ Siapa itu. Perasaan kamu ga pernah deket sama cowok deh.”
“ Mommy tahu Basti?”
“ Oohh.. si Bastiti yang seringMommy tarik telinga kanannya kan, itu sih ingat.” Atma kira Mommy nya kena faktor ‘U’. Tapi masih lumayan ingat lah ya.
“ Tapi seingat Mommy, dia itu dulu selalu ranking pertama dari urutan belakang. Dan dia juga bandel banget, sering bolos sekolah. Apalagi ceweknya banyak.
“ Awalnya aku juga kaget. Entah perubahan dari mana anak itu menjadi lebih baik. Tapi yang pasti aku bersyukur banget bisa ketemu lagi sama dia. Bahkan saat dia sudah berubah seperti sekarang ini.” Atma tersenyum lembut saat menucapkannya.
__ADS_1
“ Kamu ga tanya kenapa dia bisa berubah? Siapa tahu kamu bisa terinspirasi berubah juga.” Celetuk Perwira.
“ Apa yang harus berubah dari aku coba. Aku udah cantik, pintar, rajin, ngga sombong dan baik hati.” Dia bilang ga sombong, trus kalimat barusan itu apa kalau bukan sombong?
“ Kamu itu harus merubah akhlak dan prinsip kamu. Daddy tahu dan mengerti kalau kamu maunya ga punya pasangan. Tapi kamu ga boleh egois dn mementingkan diri sendiri. Ya walaupun itu perasaan dan hak diri kamu. Kamu harus pikirin Mommy dan Daddy yangbjua kepengin menimang cucu kecil yang lucu- lucu.” Perwira dan Hana mencoba dan mengusahakan berekspreksi sesedih mungkin.
“ Itu masalah akhir Dad, jadi gampang nanti.” Terus saja jawaban yang sama Perwira dan Hana sudah berulang kali mengatakan ini. Berulang kali pula Atma tak menghiraukannya.
Gegara sibuk sendiri menceramahi sang putri, Perwira dan Hana seakan lupa dengan keberadaan Lio dan Fina yang menyaksikan dan mendengarkan semua ucapan yang keluar dari mulut satu keluarga itu.
“ Eh tunggu bentar. Maaf banget tante motong pembicaraan. Memang kenapa Atma ingin jomblo dan gamau menikah? “ Tiba-tiba Fina berbicara yang mengundang semua tatapan mata ke arahnya.
“ Ya karena menurut aku itu ga terlalu penting untuk sekarang. Masih banyak hal yan aku pikirkan tante. Dan salah satunya karena faktor masa lalu aku dulu. “ Jawab Atma.
“ Kamu punya masa lalu, kenapa ga cerita sih? “
“ Jadi dulu aku punya teman cowok. Dia ganteng dan humoris banget orangnya. Sayangnya dia suka mempermainkan hati banyak wanita dengan percuma dan gitu aja. Aku memang dekat sama dia, tapi mungkin ga sedekat layaknya pertermasnan. Lambat laun aku mulai ada rasa sama dia. Dia selalu ceria dan menghibur aku waktu aku sedih dan duduk di atap sekolah. Waktu itu aku mulai sayang banget sama dia. Tapi sikap dia membuatku sadar kalau ga ada laki-laki yang tulus mencintai kecuali dua dan sebagian hal. Dari situ aku mulai berpikir kalau cinta itu ga penting.” Dengan raut wajah sedih Atma bercerita.
“ Ya Allah Atma... kamu kok ga pernah cerita. Masalah seperti itu harusnya orangtua tahu.” Mommynya cemberut.
“ Kamu sudah ga anggap kita orang tua? Mulai sekarang harus cerita soal beban kamu ke kita ya. Supaya otak kamu ga error lagi.” Satu keluarga kecil yang bahagia itu berpeluka untuk saling memnberi kekuatan.
“ Kalian lucu banget sih.” Celetuk Lio.
“ E-eh maaf masih ada kalian ya. Jadi malu aku.” Perwira tersenyum kikuk.
__ADS_1
“ Santai saja. Dalam sebuah rumah tangga ada masa dimana kita harus mengerti adanya seorang anak. Adanya seorang anak akan menambah beban. Tapi satu beban kecil itu bisa menjadi seribu kebahagiaan jika suatu rumah tangga dijalankan dengan baik dan benar.” Lio tersenyum. Dia pun ikut bahagia.
“ Dan yang perlu kalian tahu, manusia yang berprinsip seperti Atma bukan hanya satu. Mungkin ada beberapa orang diluar sana. Salah satunya seperti anak aku.” Pernyataan Fina membuat kaget Perwira dan Hana.
“ Serius anak kamu memilih jomblo seperti anak ga ada akhlak satu ini?”
“ Iya. Dia pun sama seperti Atma. Dia memiliki satu dan beberapa alasan untuk melakukan semua itu. Awalnya aku dan suamiku memakluminya. Tapi lama-kelamaan, kita berfikir bahwa cara seperi ini itu salah.” Jelas Fina.
“ Nama anak tante siapa? Kalau aku boleh tahu cowok apa cewek?” Tanya Atma.
“ Anak tante laki-laki, namanya Arvin Edzard.” Jawab Fina.
“ Lah, si artis datar yang nyanyi di pangung tadi kan? “ Tanya Atma untuk memastikan. Dijawab Anggukan kepala oleh Fina.
“ Aku penasaran deh sama artis satu itu. Kenapa dia bisa nyanyi dengan muka datar tanpa ekspresi tapi nyanyiannya itu sampai ke hati.”
Kenapa waktu nyanyi gaada satu pun ekspresi yang keluar itu dari mukanya. Biasanya kan artis nyanyi yang mendalami itu alisnya suka berkerut, naik turun, mata suk sipit, bahkan ada yang bibirnya monyong- monyong biar dapet ekspresinya.
Tapi dia gaada sekalipun kayak gitu. Nyanyi, yasudah datar aja gitu. Kenapa dia bisa disukai banyak orang tanpa dia mau berbicara pada para fans nya. Yang bikin aku semakin bingun, fansnya itu tiap hari semakin bertambah bukanya berkurang.” Atma nge-dumel penasaran dengan bibir bawah maju dua centi.
“ Mungkin karena semua kekurangan Arvin tertutupi dengan sebuah ketampanan diatas rata-rata.” Jawaban singkat Lio.
.
.
__ADS_1
# Selamat membaca, sehat selalu jangan lupa kasi lope² yup.
_ Trimakasii_