3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 36


__ADS_3

Keputusan tuan rumah tak bisa di ganggu gugat. Karena kepala batunya pun kumat jadi mereka semua tidur di kamar yang telah di siapkan pelayan. Kanya,Atma dan Ayu tidur satu kamar di kamar Kanya. Para orangtua Ayu dan Atma serta Aldo tidur di kamar tamu yang sudah dibersihkan terlebuh dahulu.


Pagi hari menjelang siang pun tiba. Matahari sudah tidak tahu malunya main muncul tiba-tiba melewati jendela dan menembus korden besar di kamar Kanya yang masih saja tertutup karena tiga gadis di dalam kamar itu belum ada satu pun yang terbangun setelah melaksanakan shalat shubuh pagi tadi. Karena hari ini weekend , waktunya mereka bertiga untuk bermalas-malasan. Itu menurut pandangan mereka sih untuk malas-malasan di weekend.


Seperti biasa, ketiga gadis itu dimana aja selalu bar-bar. Termasuk saat ini saat mereka tidur bersama satu kamar. Badan mereka bertiga sudah seperti daging yang ingin di giling. Badan mereka bertumpukan tanpa jarak, Kaki Kanya di atas kepala Atma, tangan kanan Atma sudah nangkring dengan sendirinya di atas perut Ayu, jari tangan Ayu entah sejak kapan juga sudah hampir masuk ke dalam mulut Atma, Kepala Ayu di tindih tangan Kanya.


'' Tok..tok.. tok..'' Suara pintu kamar Kanya di ketol seseorang diluar. Ya nggak bangun lah mereka kalau hanya suara ketukan pintu.


'' Non.. bangun nonnn.. Para orang tua dan den Aldo sudah menunggu non Atma, Kanya dan non Ayu di meja makan non.. tok tok tok.'' Suara prlayan wanita agak tua itu setengah berteriak sambil terus berusaha mengetuk pintu kamar Kanya yang ditiduri ketiga gadis itu.


Akhirnya si pelayan itu menyerah karena suaranya sudah hampir habis juga. '' Maaf tuan, nyonya.. para nona bekum bangun juga. Padahal saya sudah ketuk pintu kamarnya beberapa kali tuan.. nyonya.'' Ucap pelayan itu sedikit membungkukkan badannya melappr pada tuan rumah alias papi Kanya yaitu Atmaja. Walau semua orang yang ada di meja makan itu mendengarnya juga sih.


'' Mereka kalau sudah weekend ,sudah terpasang alarm otomatis saja untuk bermalas-malasan.'' Ucap Perwira sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


'' Nggak dimana saja mereka sudah seperti di setting sendiri oleh tubuh mereka untuk malas seperti itu.'' Ucap Pratama menimpali perkataan Perwira. Yang lain pun hanya menggelengkan kepala nya pelan dengan senyum kecil.


'' Yasufah kita teriakin bareng-bareng saja. Dimisalkan kita alarm hidup.'' Usul Hana.


'' Okke.''


'' Yasudah.''


'' 1...2....3... KALIANNNN BERTIGAAAA SEKARANG JUGA BANGUNNNNN!!'' Teriak ketiga pasang orang tua itu untuk membangunkan.


Ketiga kebo molor terlonjak kaget mendengar suara teriakan yang sangat keras menggema di seluruh kamar Kanya.


'' Apasihhhh kalian. Ini kan hari libur dan ngga perlu masuk kantor. Aku mau tidur aja seharian.'' Ucap Ayu malas mengerucutkan bibirnya.


'' Iya aku juga mau tidur dan ngga mau kemana-mana lagi.'' Sambung Kanya.

__ADS_1


'' Pokoknya aku nggamau bangun seharian ini. Titik gapake koma ,nanti ada pitik.'' Sambung Atma. Dan ketiga kebo wanita itu langsung kembali pada posisi tidur mereka.


'' Bangun ngga, kalian harus bangun sekarang juga.'' Akhirnya para orang tua itu terus berusaha membangunkan kebo molor yang keras kepala. Dan ending nya terjadilah lari-larian antara mereka. Nggak sadar saja mereka kalau disitu ada Aldo.


'' Jangan lari kalian. Ayo produktif dan jangan malas-malasan. ''


'' Awas ya kalian kalau tertangkap Mami jadiin udang penyet.''


'' Jangan lari kalian. Ayo sini kita mulai kegiatan pagi hingga sore dan yang pasti kalian harus produktif.''


'' Ngga ada kata malas-malasan ya.''


Teriakan para orangtua itu sambil terus mengejar Kanya, Ayu dan Atma yang masih saja berlarian tanpa arah yang terpenting terbebas dari orang tua mereka. Itulah yang dipikirkan mereka.


'' Daddy sama mommy udah tuaa.. nanti bisa encok lho kalau terus-terusan kejar aku.'' Atma berbicara sambil terus berlari menghindar dari daddy dan mommy nya.


'' Mama papa udah tua. Pak tua itu ngga boleh produksi pa. Dan mama harusnya siram tanaman aja jangan lari-larian kayak gini.'' Bicara Ayu sambil ngos-ngosan karena terus berlari menghindari para orangtua kelewat produktif itu.


'' Sini kamu Yu.. papa sama mama cuci otak kamu dan kami jereng kamu di jemuran belakang.'' Pratama pun ngos-ngosan karena terus mengejar Ayu.


'' Papi jangan jadi suami-suami takut istri. Papi ngga boleh lemah sama istri. Emang papi cowok apaan, lemah sama istri itu setengah cewek. Ucap Kanya yang masih saja berlarian tanpa arah.


'' Dasar anak durhaka. Sini kamu papi panggang di taman belakang.'' Atmaja pun tak kalah dengan yang lainnya yang masih saja kejar-kejaran seperti anak TK.


Aldo melihat pemandangan yang dia lihat sekarang hanya tersenyum geli sendiri menggelengkan kepalanya pelan.


'' Heh Aldo bantuin guwe sini. Bantuin guwe dari orangtua kelewat produktif inii.'' Teriak Kanya pada Aldo. Masih saja dia menghindari para orangtua kelewat produktif itu.


'' Ngga mau.. aku juga takut sama calon istri aku.'' Ucap Aldo setengah berteriak dalam posisi berdirinya di dekat tangga yang menyaksikan para orantua itu bermain kejar-kejaran seperti anak kecil. Bahkan detik inipun para kebo wanita belom tertangkap dan orangtua kelewat produktif masih berlarian untuk mengajarkan si kebo wanita cara produktif di waktu luang.

__ADS_1


'' Siapa calon istri lo nanti guwe yang hadepin. Yang penting lo bantuin guwe dulu ini si orangtua kelewat produktif udah mau panggang guwe.'' Teriak Kanya pada Aldo yang masih saja tersenyum kecil melihat kejar-kejaran orang-orang yang sebenarnya tak berfaedah itu.


'' Kamu.'' Jawaban singkat Aldo yang langsung membuat semua anak kecil abal-abal yang baru bermain kejar-kejaran itu menghentikan langkahnya secara mendadak. Bahkan jidad para kebo itu langsung di suguhkan tembok yang menghantam mereka karena mata mereka tertuju pada Aldo, tapi mereka terus berlarian. Padahal para orangtua produktif itu sudah langsung menghentikan langkah kaki mereka karena ucapan Aldo tadi.


'' APA?'' kebingungan para orangtua produktif itu mendengar ucqpan singkat Aldo yang mengandung penuh makna.


''Aduhh.'' Spontan teriakan mereka karena kepala mereka kebentur tembok. Dan untungnya terbenturnya tidah terlalu keras jadi ngga sampai gagar otak.


'' Lo ngomong apa barusan?'' tanya Kanya yang tangannya masih memegang dahinya karena tercium tembok yang merasa senang karena bisa mencium dahi majikannya yang cantik. Kapan lagi si tembok rumah bisa mencium majikannya yekann.


'' Aku bilang aku takut sama calon istri aku, kamu.'' Ucap Aldo dengan santainya.


'' Siapa juga yang mau jadi calon istri lo.'' Sekal Kanya.


'' Makanya ini aku mau melamar kamu. Berhubung ada semua orang yang kamu sayangi disini aku mau melamar kamu.'' Aldo mendekat ke arah tempat Kanya berdiri bengong karena ucapannya tadi. Tiba-tiba Aldo berjongkok di depan Kanya.


'' Kanya, aku tahu pertemuan kita baru sebentar. Aku tahu aku bukan apa-apa di bandingkan kamu. Entah kenapa sejak pertama kita bertemu aku sudah yakin kalau aku mau memilikimu seutuhnya. Aku mau menjagamu seumur hidup ku. Aku mau menjadi salah satu orang yang kamu sayangi. So will you marry me?'' Aldo mengucapkannya dengan tulus dari hatinya ,berjongkok dihadapan Kanya dan menyerahkan sebuah kotak kecil yang isinya cincin berlian yang sangat cantik dengan bergambarkan love berlian menambahkan kecantikan dari cincin itu.


.


.


.


*********


Gimana jawaban Kanya.. ?


penasaran? jangan lupa bawa buah tangannya ya.. kalo penasaran. + comment kalo mau lanjut 😉

__ADS_1


__ADS_2