
'' Eh anak baru,bersihin gudang kantor di belakang sana sama si Bagas'' Ucap salah satu OG yang menghampiri Kanya dengan nada memerintah.
'' Hmmm.. guwe minum dulu.''
'' Minumnya ntar aja. Lo OG baru aja udah ngelunjak ya sama guwe hah?'' Bentak pria berseragam OB itu dengan mengambil paksa gelas yang di pegang Kanya.
'' Kok lo nyolot sih! guwe kan bilang bentar ntar guwe kerjain. Guwe cuman minum doang.'' Ucap Kanya.
'' Makanya lo itu harus patuh sama guwe. Karena guwe atasan lo!'' Sombong OB itu.
'' Atasan? seragam lo aja sama kayak seragam guwe.'' Ucap Kanya dengan nada penekanan.
'' Guwe itu pemimpin OG dan OB di kantor ini. Jadi guwe bisa pecat lo!'' Ucap pria itu.
'' Kan yang tugasnya in orang HRD. Kenapa jadi lo?'' Tanya Kanya.
'' Ya guwe nanti tinggal bilang ke HRD kalo kerja lo ga becus. Trus nanti lo langsung dipecat deh.'' Sombong pria itu dengan senyum sinis.
'' Dan yang pasti sih.. lo gak akan bisa pecat guwe atau tendang guwe dari sini. Karena lo yang akan guwe tendang. Bisanya cuman cari muka sama nyuruh-nyuruh doang lu nggak kerja. Guwe laporin bos besar tau rasa lo.'' Ancam Kanya.
Pria itu langsung menggenggam keras tangan Kanya dan memberi satu tamparan keras di pipi mulus Kanya sebelah kanan.
''PLAK!''
''Apaan sih lo mukul-mukul guwe seenak jidad lo. Lo pikir guwe takut sama lo hah?'' Ucap Kanya mengusap pipinya yang merah dengan tangan? nya.
'' Itu belum seberapa ya. Kalo lo masih berani lawan guwe atau laporin guwe ke bos besar, lo guwe kasih yabg lebuh sakit daripada ini!'' Ancam pria itu.
'' Hah. Lo pikir guwe takut? bukan karna guwe cewek lo kira guwe lemah ya.'' Ucap Kanya penuh penekanan.
'' Hahaha.... guwe ngelakuin hal yang sama ke semua OG dan OB disini. Karena guwe atasan nya. Dan guwe bebas melakukan apapun yang guwe mau.'' Ucap pria itu dengan sombongnya dan tertawa mengejek ke Kanya.
Para OB dan OG yang melihat kejadian di pantry itu, hanya bisa pasrah tanpa membela Kanya. Karena mereka juga takut pada OB atasannya yang sangat kasar dan licik.
Karena waktu itu sedang jam kerja, hanya beberapa OB dan OG saja yang mendengarkan perdebatan Kanya dan OB songong. Para staf dan karyawan lain nya sedang melaksanakan tugas dimeja dan di ruangan nya masing-masing.
Terbelit beberapa pertanyaan para OB dan OG saat menyaksikan kejadian Kanya berani menentang atasan songong mereka itu.
'' Siapa gadis itu?''
'' Kenapa dia terlihat berani sekali sama OB songong itu?''
__ADS_1
'' Dia sungguh hebat.''
'' Gak nyangka guwe. Ada orang baru yang bisa melawan si songong.''
beberapa pujian dan pertanyaan paravkaryawan yang menyaksikan perdebadan bos songong mereka itu dengan Kanya.
Tiba-tiba ada seorang pria yang menarik tangan Kanya menuju ke gudang belakang.
'' Permisi pak.'' Ucap pria itu menundukkan sedikit badannya kedepan saat bertatapan dengan si OB songong.
'' Hmm.'' Jawab OB songong itu.
Kanya yang terkejut tangan nya ditarik seseorang pun langsung mencoba memberontak tapi tak berhasil. Kanya dibawa orang itu menuju gudang belakang tempat dia diberi tugas pada si OB songong tadi. Sesampainya digudang, Kanya menatap tajam orang yang menariknya.
'' Paan sih lo main narik tangan guwe aja. Guwe belom selesai ngomong sama tu orang.'' Kesal Kanya pada OB yang menariknya ke gudang belakang kantor.
'' Kamu lebih baik jangan menantang dia deh. Dia itu orangnya licik. Dan ya dia ditakuti semua OB dan OG disini.'' Ucap pria itu.
'' Oh ya.. kenalin nama aku bagas. Siapa nama kamu?'' Tanya Bagas.
'' Aku Kanya.'' Jawab Kanya.
'' Kenapa kalian takut sama si orang songong itu?'' Tanya Kanya.
'' Maksudnya tukang fitnah apaan ya?'' Tanya Kanya bingung.
'' Jadi HRD lebih percaya sama dia daripada sama kita-kita ini. Disini kan paling kita rata-rata lulusan rendah. Dan dia lulusan tinggi. Dengar-dengar cerita sih awalnya dia di usulin HRD menjadi staf kantor. Tapi dia nolak malah mau nya jadi OB. Makanya dia diangkat jadi kepala OB karena prestasi dia kebih tinggi dari kita semua dan dia menyerahkan dirinya jadi OB.'' Ucap Bagas.
'' Karena dia yang paling dipercaya HRD, semua perkataan yang keluar dari mulutnya HRD menyi.pulkan itu semua benar. Walaupun ada beberapa fitnahan yang keluar dari mulutnya, tetapi HRD tetap mempercayai nya. Pernah waktu itu ada orang yang berani juga sama dia sama kayak kamu tadi. Dia cuman bertahan disini 5 hari kerja saja karena dengar-dengar dia di laporkan ke HRD karena tak becus bekerja. Dan semua OB dan OG disini yakin itu fitnahan nya dia.'' Jelas Bagas.
''Trus kenapa kalian diam saja ditindas kayak gitu? kenapa tidak kalian laporkan balik itu si songong?'' Tanya Kanya.
'' Pernah kita ada rencana laporin dia ke HRD lewat bicara bersama. Tapi HRD itu tak mempercayai kita karena dia bilang kita tak ada bukti. Trus kita semua pernah kepikiran buat merekam dia sedang marah-marah ke salah satu teman kita. Tapi semua itu gagal karena dia sudah melihat semua rekamannya dan memecahkan hp ku yang buat merekam. Trus dia mengancam kita pada saat itu kalau dia melihat lagi ada yg merekam nya, dia akan memecahkan handphone kita satu persatu. Kita orang kecil. satu Handphone buat kita itu mahal Nya.'' Jelas Kanya.
'' Keterlaluan banget orang itu. Benar-benar licik. Trus semua staf dan bos besar tak tahu masalah ini kecuali OB dan OG?''
'' Iya.''
'' Bener bener ya itu orang. Kita harus ada cara buat jebak dia.'' Ucap Kanya.
'' Yasudah ayo kita beresin dulu gudang nya. Keburu si singa ngamuk.'' Ucap Bagas.
__ADS_1
'' Okke deh.''
Setelah mereka selesai membereskan seisi gudang, mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di pantry sambil meminum es teh segarr.
'' Gimana caranya kita kerjain si songong itu Nya?'' Tanya Bagas.
'' Mungkin hari ini... Hari esok atau nanti... hahaha.'' Canda Kanya sambil menyanyikan lirik lagu.
'' Serius Nya.. malah bercanda.'' Ucap Bagas tertawa kecil.
'' Nanti kita tangkep vew yang tepat.'' Ucap Kanya.
'' Vew? emang kita baru mau pemotratan?'' Canda Bagas.
'' Yawdah kita atur nanti.''
'' Eh lu liat itu si singa angkat telefon diam-diam.'' Ucap Bagas menunjuk ke arah.
'' Yaudah ayo kita ikutin.'' Ucap Kanya menarik tangan Bagas ke arah si singa angkat telefon.
Anehnya, Si singa itu mengangkat telefon di gudang belakang tempat Bagas dan Ayu bersihkan tadi. Mereka mengikuti jejak si singa dan Kanya mengambil ponsel nya dari saku celana yang Kanya gunakan.
Setelah mendapatkan rekaman itu, Kanya dan Bagas terkejut dengan salahsatu terbuka nya rahasia besar si singa itu. Dan pastinya dia akan di tendang dari perusahaan besar Atmaja group.
Kanya pun langsung berjalan menuju ruangan besar pemimpin perusahaan Atmaja group yang itu ayah nya Kanya sendiri.
Setelah meminta izin pada sekertaris sang papi, Kanya pun dipersilahkan masuk. Karena Kanya sedang menyamar Kanya beralasan mengantarkan grean tea ke ruangan besar petinggi besar perusahaan Atmaja group.
'' Silahkan masuk mbak.. diketuk dulu ya pintunya.'' Ucap sekertaris Atmaja.
'' Iya mbak.''
'' Trimakasih.'' Ucap Kanya menampakkan senyumnya.
'' Sama-sama.'' Jawab sekertaris.
'' Tok..tok..tok..''
.
.
__ADS_1
.