
" Tiba-tiba wanita itu menuntunku ke jalan yang sepi dan sunyi. Dan tiba di bangunan ini.''
'' Setelah itu aku dipaksa tanda tangan kontrak serta tak dibolehkan keluar kemanapun itu. Hingga aku terus menerus didatangi banyak pria asing yang menyentuh tubuhku. Dan sampai sekarang aku sudah menjadi wanita kotor, ****** laknat yang banyak banget dosa sama tuhan. Yang paling aku sesihin adalah aku seorang perusak rumah tangga orang.'' Bela tak bisa membendung air matanya yang semakin deras.
Hingga dia menangis sesegukan. Mata dan hidungnya pun memerah.
'' Brarti lo bisa masuk ke sini karena paksaan?'' Tanya Kanya.
'' Iya.''
'' Keterlaluan mucikari ini.''
'' Berani banget dia melanggar hukum pemerintah, apalagi hukum agama.'' Ujar Ayu.
'' Siapa nama wanita gila itu?'' Tanya Atma. Atma memang sudah diberi tahu kalau mucikarinya seorang wanita. Tapi dia tak memiliki identitasnya.
'' Aku gabisa sebutin. Kalian tahu? pembicaraan kita sekarang sudah sampai di telinga 'DIA'. '' Lirih Bela menunduk.
'' Seriosly? Kok bisa. Kita udah nyamar tadi.'' Ucap Atma membisik.
'' Kan aku sudah bilang kakau dia wanita licik.''
'' Okke kita ganti topik pembicaraan seolah olah kita tamu yang mau sewa kamu.'' Otak encer Atma berjalan.
'' Okke.''
'' Khemm trus kapan kamu bisa jadi partner 'itu' di iklan produk kami?'' Ucap Ayu dengan suara sengaja diperbesar.
'' Segera bu. Nanti anda siapkan saja kontraknya dan kami akan selalu siap.'' Timbal Bela mendalami perannya.
'' Okke nanti semua lingrie yang kamu pakai akan disiapkan oleh assisten kami ( menunjuk Kanya ). Semua model itu limited. Jadi kamu harus mengiklankan yang terbaik untuk itu.'' Ucap Atma.
'' Saya sendiri atau ada pasangannya nona?'' Tanya Bela yang semakin mendalami peran.
'' Ada nanti. Perusahaan saya akan menjadikan kamu seorang BINTANG dan model terkenal di dunia.'' Ucap Atma bangga. Menekankan dan menambah volume pada pengucapan 'Bintang '.
__ADS_1
'' Terimakasih nona. Senang bekerjasama d3ngan anda.''
'' Kita pamit pulang dulu ya. Kapan -kapan kita kesini lagi. Jaga selalu kesehatanmu.'' Pesan Kanya dengan berbisik pelan.
'' Terimakasih karena mau membantuku. Aku akan sangat berhutang budi pada kalian.'' Ucap Bela srndu dengan berbisik.
'' Sama-sama''
Kelima orang itu pun keluar dari kamar Bela dengan hati-hati dan penyamaran dilakukan. Jangan sampai mereka membuat keributan di bangunan ini. Hingga tiba di pintu tempat mereka masuk tadi, Mereka ingin keluar tapi ada dua penjaga yang berbeda dari yang saat mereka masuk tadi.
'' Anda semua mau kemana nona dan tuan?'' Tanya salah satu penjaga pintu samping tersebut.
'' Hotel.'' Jawab Aldo.
'' Anda nona?'' Tanyanya menunjuk Atma.
'' Pelangganku menunggu di club dan harus segera ditemui. Minggir kalian. Jangan halangi kita atau bos akan marah.'' Ucap Atma yang sudah emosi dengan penjagaan yang mengharuskan dia berpakaian kembaran pocong!
'' Ohbaiklah kalau begitu. Silahkan tuan,nona. Selamat bersenang-senang.''
Dari tadi kek.
'' Lo pulang naik apa?'' Tanya Alno pada Atma.
'' Ya nebeng kalian lah kayak tadi.''
Dan mereka bertiga beranjak memasuki mobil Alno. Mobil tersebut melaju menunggalkan gedung di tengah hutan itu.
'' Bisa gak kalau lo cari angkutan umum. Atau pesen online gitu?''
'' Lo liat sekitar deh. Mana ada tempat kayak gini ada ojol. Ojol ngga ada, yang nongol mbak kunti ntar. Ah ogah guwe. Nebeng sama lo berdua aja deh. ''
'' Yawdah deh guwe anter sampai tempat rame habis itu lu turun ya cari ojol.''
'' Yaelah pelit amat lo berdua timbang nganterin cewek cantik ini doang juga. Gabakal jadi miskin kalik kalau cuman habis bensin mah.''
__ADS_1
'' Iya sayang. Kamu kok buru-buru banget, ada kerjaan yha?'' Tanya Ayu.
Iya ada Banget. Buka gawang yang jadi utama. Batin Alno.
'' Iya sayang. Kerjaan aku numpuk banget minggu ini.'' Cari saja alasan apapun agar cepat tiba dirumah dan buka gawang. Batin Aldo.
'' Yawdah kalo gitu cepetin ini laju mobilnya biar cepat sampai. Rumah guwe kan juga ga jauh dari sini.'' Ucap Atma dengan santainya. Dia menuandarkan punggungnya di jog kursi tengah dan kaki menyilang.
" Eh monyong. Dari sini itu lebih deket rumah guwe. Singkatnya, kalau guwe anter lu duku ntar puter balik jauh guwe.''
'' Kerjaan apa sih emang. Kasih aja ke asisten lu.''
'' Suami guwe bukan lu yang suka numpukin kerjaan asistennya ya.'' Sungut Ayu.
'' Pasti si Bastian kena stres tu ditumpukin dokumen muluk.'' Tambah Alno.
'' Guwe juga ngerjain kalik. Inilah yang dinamakan kerja sama antara atasan dan bawahan.'' Alasan saja kau Atma. Bastian harus begadang setiap hati untuk menherjakan tugas-tugasnya.
'' Ohh kayaknya guwe tahu lo mau ngapain.'' Ucap Atma menelisik pada Alno.
'' Lo mau buka gawang ya pasti.''
Seketika mata Alno membulat sempura. Gimana si kunyuk ini bisa tahu? batinnya
'' Enggak. Apaan sih lo ngaco aja kalau ngomong.''Elak Alno.
'' Guwe kasih tahu ya. Kalau mau uh ah itu malam hari tuh jam 12 nanti. Lebih nikmat,hikmat, dan syahdu pasti. Ahahahaha.'' Saran Atma.
'' Ngaco lo kalau ngomong.'' Wajah Ayu mulai merona.
'' Lagian tu otak isinya itu muluk. Perlu di rukyah nih lo.''
'' Guwe kan cuman kasih tau pelajaran Biologi. ''
'' Yaudah deh. Karrna guwe pengertian sama kalian berdua, guwe putusin buat nginap semalam di rumah kalian.''
__ADS_1
'' JANGAN!'' Teriak Aldo dan Ayu bersama. Bikin Atma terkejut.
'' Cyeelah. Kompakan bener.''