
'' Iya itu karena aku juga baru menatap bintang malam dari sana seperti kamu. '' Jawab Ayu.
'' Aku akan melamar kamu dua hari lagi ini. Kamu bisa ? '' Tanya Alno mengusap lembut rambut Ayu.
'' A-apa ? dua hari lagi? apa nggak terlalu cepat No ? '' Terkejut Ayu dengan perkataan Alno.
'' Ini bahkan waktu yang lama sayang. Aku ingin segera memiliki kamu seutuhnya untuk menjadi tulang rusuk ku. Kalau ngga ada kamu badan ku tak bisa berdiri tegap seperti ini. Jadi bisa ya dua hari lagi.'' Tanyanya.
'' Haha gombal aja kamu tuh. Yawdah aku usahain pasti bisa dan aku juga bakalan bilang ke mama sama papa aku.'' Akhirnya Ayu setuju Alno ingin melamar dirinya dua hari yang akan datang. Jujur saja dalam hati kecil dirinya juga ingin segera memiliki Alno untuk menjadi tulang punggung nya.
'' Aku tidak akan pernah tinggalin kamu selamanya sayang. walaupun aku berada jauh dari kamu , kamu akan merasa aku selalu di sampingmu walaupun hanya bayangan belaka.'' Ucap Alno terkekeh.
'' Begitu pula dengan aku. Jadi kamu nggak bisa pedekate an sama cewek siapapun kapanpun dan dimanapun. Karena bayang - bayang ku selalu bersamamu.'' Jawab Ayu terkekeh pula.
Dua pasangan saling kangen itu menghabiskan waktu luang nya hari ini bersama - sama. Menikmati indahnya pemandangan bintang dan bulan yang menyinari mereka berdua. Seakan bulan dan bintang itu tahu pasangan ini sedang melepas rindu mereka bersama. Berpelukan di bawah terangnya bulan dan gemerlapnya bintang. Ahh... sangat romantis sekali.
...****...
'' Do aku dah sampek nih di tempat kerja kamu. Kamu dimana ? '' Tanya Kanya melalui sambungan vidio call setelah dia turun dari kendaraan yang ditumpanginya.
'' Kamu tanyaa saja sama suster disitu atau tanya resepsionis.'' Jawab Aldo di seberang.
'' Suster ? emang kamu kerja dimana ?'' bingung Kanya yang masih fokus dengan sambungan vidio call nya dengan Aldo.
'' Lah katanya kamu dah sampe, aku kerja di rumah sakit sayang.'' Jawab Aldo mengeryitkan alisnya.
__ADS_1
'' Rumah sakit?'' gumam Kanya sembari melihat sekelilingnya.
'' Ah iya ini di rumah sakit ya.'' Ucapnya menepuk kening dengan telapak tangannya.
'' Aku kurang fokus. Aku fokus mau bertemu kamu doang.'' Ceplos Kanya yang kemudian menutup mulut dengan telapaknya kuat - kuat sembari merutuki kebodohan mulutnya. Kenapa aku jadi ketularan Atma , ucapnya dalam hati menahan malu.
Aldo yang mendengar alasan Kanya, bibirnya tak bisa dia tahan untuk melengkung sempurna. Lengkungan sempurna pun berubah menampakkan gigi putihnya. Ya Aldo tertawa menertawakan kekoyolan wanita yang dia rasa memiliki sifat unik itu.
'' Ngapain tuh kamu pamer gigi kayak gitu, gak lucu tahu.'' Ketus Kanya memanyunkan bibirnya. Dan itu semakin membuat Aldo gemas.
'' Enggak sayang... yasudah aku tunggu ya. By sayang, I love you muacchh.'' Ucap Aldo setelah itu menyudahi panggilan vidio call nya dengan Kanya.
'' I love you to.'' Ucap Kanya menahan tawa setelah Aldo menutup panggilan vidio call mereka. Setelah itu Kanya mencoba mencari suster atau pekerja rumah sakit ini yang baru free alias tak ada kegiatan seperti menenangkan keluarga pasien dan sebagainya. Dia pun berjalan menuju salah satu suster yang sedang lewat di depannya, Kanya memanggil suster tersebut.
'' Aldo? dokter Aldo mbak.'' Tanya sang suster.
'' Ahh iya Aldo ,dokter kayaknya.'' Cengir Kanya. Suster tersebut nampak melirik penampilan Kanya dari bawah hingga ke atas.
'' Anda siapa ya? anda jangan membikin ulah disini. '' Ucap suster teesebut dengan nada tegas. Kanya mengerutkan kening nya.
'' Loh mbak.. saya hanya tanya dimana ruang kerja Aldo. Emang saya mau bikin ulah perihal apa?'' Suara Kanya mulai tak sedap di dengar.
'' Penanpilan mbaknya seperti preman. Tidak mungkin pasien kan? anda kelihatan sehat wal afiat gini. Pasti anda ingin bikin ulah disini atau mungkin anda ingin merampok rumah sakit ini. Astagaaaa... Security.'' Suster tersebut langsung berteriak keras memanggil security dan membuat semua tatapan orang melihat ke arah datang nya suara. Dan yang benar saja, dua security sudsh berada di dekat suster tersebut.
'' Ada apa sus.'' Tanya salah satu satpam, terlihat ngos-ngosan sehabis berlarian tadi.
__ADS_1
'' Wanita ini preman yang ingin bikin rusuh disini. Tolong usir dia dari sini sebelum membikin kekacauan disini pak.'' Ucap sang suster menunjuk Kanya yang sedari tadi mengerutkan dahi nya , tak tahu kenapa dia dituduh seenaknya seperti ini. Ya memang Kanya setelah dari kantor tadi pulang terlebih dahulu untuk bebersih badan supaya jika di dekat Aldo dirinya terlihat harum dan bersih. Dan sepeeti biasa dia suka memakai pakaian serba hitamnya. Memang ada yang salah? aku tetap cantik kok dengan pakaian seperti ini. Gumamnya dalah hati.
'' Tunggu - tunggu. Kamu apaan sih. Saya tanya baik-baik dimana ruang kerja Aldo. Kenapa nuduh sembarangan seperti itu. Tidak sopan.'' Ucap Kanya dengan suara yang tambah meningkat level nya. Kedua tangan Kanya pun sudah di tahan oleh kedua satpam rumah sakit tadi.
'' Lepasin saya! saya tanya baik-baik dan kalian pihak rumah sakit dengan tak ada sopan santun nya seperti ini , hah?'' Bentak Kanya mencoba melepas kedua tangannya dari genggaman kedua satpam rumah sakit yang masih berusaha menahan tangan Kanya dan menempelkan di punggung pemilik tangan.
Orang - orang disana semakin ramai menatap keributan yang timbul.
'' Kalian lepasin saya secara baik-baik atau saya pakai cara paksa!'' Bentak Kanya yang tidak bisa menahan emosinya. Tak ada jawaban dari kedua satpam dan suster tersebut malah memerintahkan kedua satpam menyeret Kanya keluar dari gedung rumah sakit itu.
'' Okke kalian yang paksa.'' Ucap Kanya melepas paksa kedua tangannya dari kedua satpan yang berusaha menariknya keluar gedung tinggi tersebut dengan mempelintirkan tangan kedua satpan tersebut.
'' Bugh.. bugh.. bughh.. Brakk.'' Kanya membogem mentah kedua satpam tersebut hingga terpental lemah di lantai menyisakan lebam dan luka di perut , pipi , bibir , dan kaki mereka. Kanya dilawan.
Seketika itu semua orang disitu bergerak mundur dari Kanya. Merasa takut. Gimana kalau mereka giliran selanjutnya yang terkena bogem mahal tangan Kanya. Otor saranin mending keluar dari situ deh yak.
Setelah puas memberi hadiah pada kedua satpam, Kanya perlahan berjalan ke arah sang suster. Suster yang merasa dirinya terancam tersebut, memundurkan langkah kakinya. Semakin mundur semakin mundur dan hingga akhirnya terpentok karena tubuhnya membentur dinding. Kanya pun semakin mendekat ke arah sang suster dengan tatapan tajam nya.
'' A...anda mau ngapain saya? jangan macam - macam anda. Kalau tidak bisa saja semua orang itu menelephone polisi untuk datang segera ke sini.'' Ucap suster tersebut gelagapan menahan rasa takut di dirinya.
'' Laporin saya ke polisi kalau kalian berani. Bisa saja kalian yang akan masuk ke dalam sel dingin itu karena salah memberi laporan. Dan saya yakin rumah sakit sebesar ini pasti banyak CCTV nya bukan?'' Teriak Kanya agar bicara nya dapat di dengar oleh orang - orang di sekitar yang melihat perdebatan tersebut. Beberapa orang yang ingin menghubungi polisi pun langsung mengurungkan niatnya.
'' Sebenarnya siapa anda?'' Tanya sang suster dengan tangan gemetaran. Membuat papan dan laporan kegiatan yang baru dia bikin terjatuh ke lantai.
'' Anda mau tahu siapa saya?'' Tanya Kanya. Tatapan kejam menjalar dengan jari - jari lentiknya memegang sehelai rambut sang suster.
__ADS_1