3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 30


__ADS_3

''Awww!Aduh!Ish!Aww!Aww!Aduhh!...'' Suara kesakitan para pengkhianat Pratama group saat kaki mereka diinjak kanya menggunakan hils mahal nya.


'' Tau kesalahan kalian tidak?'' Tanya Kanya pada para pengkhianat itu setelah menginjak kaki mereka menggunakan hils. Menginjak nya secara berurutan dan sangat terlihat raut ketakitan mereka semua. Kalau aku jadi mereka pilih kabur deh.


Dengan keberanian bertanyanya.. ada salah satu dari pengkhianat itu membuka mulutnya dan mengatakan pada Kanya '' Kata ibu kita akan di beri hadiah.. kok kaki kita di injak bu ?'' Sangat berani sekali dia mengatakan semua itu.


Kanya menaikkan sudut bibirnya dan tersenyum sinis ke arah barisan karyawan yang dia janjikan akan diberi hadiah. '' Heh.. hadiah.. hadiah apa yha yang cocok untuk kalian?'' Ucap Kanya menaikkan satu alisnya.


'' Mengaku pada saya yang di saksikan mata teman-meman kalian ini bahwa kalian adalah PENGKHIANAT PERUSAHAAN dan penggelap dana perusahaan Atmaja group ini!'' Tanpa ba bi bu lagi Kanya langsung bicara ke intinya untuk mendesak barisan yang ada di depannya ini untuk mengakui kesalahannya. Sebenarnya Kanya sudah mengetahui semua seluk beluk permasalahan yang di timbulkan orang-orang ini.


Tak ada yang berani membuka mulut mereka setelah Kanya melontarkan pertanyaan yang menusuk jantung mereka. Jantung yang berlari maraton di dalah tubuh mereka semua.. keringat dingin yang bercucuran padahal seluruh lorong dingin karena ada AC. Dengan tangan dan kaki gemetaran mereka semua berusaha tetap berdiri tegap dihadapan orang yang akan menjadi pemimpin perusahaan ini.


'' Oh.. kalian main-main ternyata sama aku. Cih! berani sekali kalian ya.. Saya bertanya kenapa tak di jawab!'' Ucap Kanya dengan suara keras nya dan tatapan mata melotot ke arah barisan itu. Tapi hal itu malah makin membuat semua yang ada di barisan depan itu mekin menutup rapat mulut mereka. Mereka takut jika ada perkataan mereka yang salah dan langsung menyinggung Kanya atau perusahaan.


Atmaja yang melihat wajah emosi Kanya mulai berdiri dari tempat duduknya dan mengusap lembut punggung Kanya berharap anak semata wayang nya itu bisa luluh dan menurunkan sedikit emosi nya. Memang perlakuan Kanya ini titisan Atmaja waktu temaja dahulu. Ya dulu memang dia suka menyelesaikan masalah dengan emosional. Dan semenjak memiliki Salwa dan Kanya Atmaja mulai merubah sikapnya dan sekarang dia menjadi orang yang penyayang keluarga kecilnya.


Tak dia sangka ternyata Kanya menuruni sifat dari nya. Dia pikir Kanya akan menuruni sikap Salwa istrinya yang lembut dan penyayang karena Kanya lebih sering menghabiskan waktu dengan Salwa dirumah semenjak Atmaja mulai di sibukkan dengan pekerjaannya. Walaupun Kanya emosional dia adalah tipikel wanita yang menyanyangi orang yang di dekatnya dan akan selalu melindungi mereka semua.


'' Nya.. tenang tenang.. kamu jangan emosi begini. Tuh kamu liat tangan mereka sampai gemetaran begitu.. kakinya hampir jatuh juga. Kalau kamu memakai emosi kamu mereka akan takut dan akan terus menutup mulut mereka.'' Ucap Atmaja menenangkan Kanya yang mulai tersulut emosi.


'' Huh... oke aku akan sedikit tenang. Selagi emosi ku sedikit berkurang papi paksa mereka mengakui kesalahannya sebelum aku berubah menjadi banteng!'' Ucap Kanya pada Atmaja dan Atmaja mengangguk mulai mengambil alih mengintrogasi para karyawan pengkhianat itu.


'' Oke kamu duduk dulu minum air mineral di atas meja itu dan tenagkan diri kamu dulu ya. Papa sementara yang handle mereka. Tahan emosi kamu! ingat jangan sampai membuat kamu masuk menjara karena membunuh orang!'' Tegas Atmaja menasehati Kanya. Sudah di nasehati pun tatapan tajam Kanya tetap mengarah ke barisan depan itu membuat orang-orang yang berbaris di depan yang tadi nya happy ingin mendapatkan hadiah berakhir tragis dengan keterpurukan.

__ADS_1


Kanya sudah mulai menenagkan diri dan duduk di kursi yang di duduki papi nya tadi. Atmaja pun muali membicarakan hal ini pada para pengkhianat yang dimaksud Kanya.


'' Kalian sudah tahu kan jika anak saya emosi seperti apa? jadi saya minta baik-baik pada kalian semua untuk mengakui kesalahan kalian di depan dan di tatapan para karyawan lain beserta saya dan Kanya!'' Ucap Atmaja.


'' Bicaralah dan jangan takut pada saya ataupun Kanya. Justru kalau kalian tetap menutup mulut rapat akan membikin banteng terbangun. Mau kalian di terkan banteng yang sudah muncul amarahnya tadi?'' Ucap Atmaja yang membuat Kanya memajukan bibirnya cemberut.


Akhirnya dengan perlahan seluruh karyawan itu mulai menceritakan seluk beluk masalah mereka masing-masing. Atmaja mengerti atas penjelasan mereka semua. Tapi satu kepengan teguhnya. Sekali berkhianat tetap pengkhianat! dan itu pasti juga menurun ke anaknya. Kalo aku jadi Kanya aku buang mereka ke tempat pembuangan limbah.. hahaha.


''Tuh.. Kanya, jawaban mereka berbeda variasi.. dan papi bingung memutuskannya.'' Ucap Atmaja menatap Kanya yang sudah menurunkan emosi nya dan sedang terdiam di tempat dia duduk sekarang.


'' Ikuti aturan sesuai prosedur kantor kita pi.'' Ucap Kanya. Selama ini memang Kanya sudah belajar banyak tentang kantor papi nya dan sudah sedikit banyak menghafal luar dalamnya.


Atmaja yang mengerti arah pembicaraan dan yang di maksud putrinya pun langsung menganggukkan kepala nya pelan. '' Okke jadi sesuai prosedur kantor ini bagi yang berkhianat sekali berkhianat tetaplah pengkhianat! Jadi saya mohon kalian keluar dalam kantor ini sekarang juga dan minta pada bos kalian yang merasa di peeintahkan orang untuk bermain secara fer dan jangan bermain curang!'' Ucap Atmaja menatap satu persatu pengkhianat perusahaan itu.


'' Kami benar-benar minta maaf pada pak Atmaja dan bu Kanya.. kami mengetahui kesalahan kami. Dan hukuman ini sepantasnya kami dapatkan pak buk.'' Ucap salah satu dari mereka yang ada di barisan depan dan diantara mereka menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan temannya.


'' Permisi bu.. trimakasih atas pelajarannya selama ini. Sekali lagi kami minta maaf.'' Ucap Salah satu dari mereka dan diikuti mereka semua membungkukkan setengah badannya sebagai tanda hormat ke arah Atmaja dan Kanya.


'' Kalian tahu kan akibatnya berurusan dengan kantor ini? dan apa saja yang akan saya lakukan pada orang-orang yang beraninya main belakang? jika kalian ingin ikut mereka daya persilahkan sekarang juga! dan bagi yang masih ingin tetap bekerja diaini saya mohon bantuannya untuk bekerjasama secara ver dan terhorma. Kalian mengerti?'' Ucap Kanya dengan nada ketus sembari mengangkat kedua alisnya dan berdiri bangun dari kursi yang dia duduki.


Tak ada yang berani menjawab. Sunyi pun terjadi lagi. '' Brakk!'' Suara tongkat base ball yang Kanya bawa kembali mendarat ke lantai tak bersalah. '' Jawab kenapa selalu saja diam begini! Satu kali lagi kalian tak ada yang menjawab perintah ku atau apapun itu kalian akan saya SP 1 !'' Tegas Kanya.


'' BAIK BU..'' Suara jawaban para karyawan dengan kompak.

__ADS_1


'' Oke kembali ke ruangan kalian masing-masing dan bekerjalah dengan baik! lakukan sesuai tanggung jawab kalian dan jangan harap bisa bermain belakang denganku!'' Ucap Kanya. Dijawab anggukan setengah badan oleh para karyawan dan mereka mulai meninggalkan lorong untuk kembali ke ruangan mereka masing - masing.


Kanya dan Atmaja pun kembali ke ruangan utama kantor Atmaja group yaitu ruangan kerja Atmaja yang akan menjadi ruangan kerja Kanya. Sesampainya di ruangan itu Kanya mendudukkan badannya dengan kasar ke sofa yang ada di ruangan itu dan melempar hils ber hak tinggi yabg dia gunakan ke sembarang tempat.


'' Sakit bangettt pake ini hilsss.. kenapa sih itu model-model betah banget pake hils?'' Ucap Kanya pada dirinya sendiri, semacam mengomel pada diri sendiri.


'' Trus ngapain kamu pake itu hils kalo sakit dipake nya?'' Tanya Atmaja yang sudah duduk di samping Kanya yang melihat anaknya itu mengomeli dirinya sendiri.


'' Ya karena aku pengen nginjek kaki mereka makanya aku pake hils hak panjang itu.'' Jawab Kanya.


'' Ganas banget kamu Nya.'' Ucap Atmaja tersenyum tipis.


'' Yakan keturunan papi.. hahaha.'' Tawa mereka berdua pun pecah. Dan tak lama kemudian Atmaja menyerahkan pekerjaannya ke Kanya putri semata wayang nya itu.


********


Halo halo hai... gimana gimana nih pendapat kalian sudah sampe bab segini?


cuss di pencet tombol vote nya dan like and komen di plus in love nya juga ya 😂


Maksa lho aku!!


Mending aku yang maksa lho daripada di sleding sama si ganas Kanya.. hayooo

__ADS_1


__ADS_2