
" Apapun yang menjadi milik mu, sekarang menjadi milikku. Begitu pula sebaliknya. '' Ucap Ayu menatap manik mata meneduhkan milik Alno dengan mendangakkan kepala.
'' start the game baby?'' Bisik Ayu dengan nada seeemenngoda mungkin di telinga Alno. Bahkan wanita itu dengan nakal menggigit daun telinga sang suami. Menjilat juga mungkin.
'' Humm... Tak akan ku lepaskan kau malam ini sayang.'' Tanpa ba-bi-bu lagi Alno pun menggendong tubuh semampai sitrinya ke kasut mereka secara perlahan. Setelah itu dia langsung membungkam bibir Ayu dengan bibirnya.
Pautan antara benda kenyal tersebut berlangsung cukup lama. Saling menyesap dan menelan ludah yang tersalurkan. Mereka bersua memejamkan mata mereka agar lebih bisa menikmati permainan malam pertama ini.
Pastinya tangan nakal Alno tak akan tinggal diam. Dia menelusup masuk ke dalam baju tidur Ayu dan mengusap-usap perut rata nan halus milik sang istri.
'' Aduh gelii sayang. Hahaha.'' Tiba-tiba Ayu menghentika ciuman mereka dan tertawa terbahak-bahak karrna dia pikir Alno menggelitikinya.
'' Kenapa berhenti sayang?'' Tanya Alno dengan suara sensasionalnya.
'' Kau menggelitikku.Hahaha.'' Masih tak bisa berhenti tertawa karena tangan Alno masih saja di perut Ayu.
'' Aku hanya membangkitkan semangat bertempurmu sayang, bukan menggelitikmu.''
'' Ahahaha iya tapi ini sangat geliii.'' Tangan Ayu pun sudah mulai menghalangi tangan Alno.
'' Kalau yang ini gimana?'' Tangan kanan Alno tanpa permisi sudah mer*mas pelan salah satu bukit gelombang milik Ayu.
Deg.
Dengan segera tawanya berubah menjadi raut wajah malu nan menggemaskan.
'' Shh.. sayang jangan terlalu kencang. Takut rusak. ''
'' Bolehkah aku memulainya?''
'' Segerakan sayang..'' Mungkin rangsangan yang diberi Alno tadi sudah berpengaruh pada Ayu.
'' Dengan senang hati.''
Dan adegan malam pertama yang tertunda itupun terlaksana dengan baik malam ini. Kenapa dengan baik? kararena mereka berdua sama-sama melakukan dengan semangat jiwa 45 nya. Tak ada satu bagian pun yang terlewatkan oleh mereka.
Dan mereka berdua baru mencapai nirwananya ketika pagi sudah datang. Karena mereka berdua sama-sama bermain, sama-sama pula mereka capeknya.
Alno bahagia melihat banyak cairan merah yang menempel pada seprei kasur nya. Artinya sang istri hanya memberikan padanya.
Cup.
'' Trimakasih sayang. Kau sudah menjadikanku yang pertama. Dan semoga yang terakhir juga.'' Ucap Aldo tersenyum lembut dan mengecup singkat Pelipis Ayu.
Ayu hanya membalas dengan senyuman manis. Tubuhnya benar-benar remuk hingga ke tulang-tulang.
__ADS_1
Tubuh mereka yang sama-sama polos pun mereka lindungi drngan memakaikan selimut hingga leher dan bagian yang paling mengahangatkan adalah, saling berpelukan.
____
Di sebuah mansion besar, tak jau berbeda dengan pasangan Alno dan Ayu. Kanya dan Aldo pun baru saja menyelesaikan permainan mereka. Karena jujur saja,
Saat berada di rumah haram tadi, Aldo sudah memiliki hasrat terpendam untuk menyerang isttinya. Lebih baik menyerang istri daripada selingkuh. Dan terjadilah apa yang dia mau.
Cup.
'' I love you sayang.'' Aldo mengecup singkat bibit merah basah milik istrinya. Satu hal yang Aldo sukai dari Kanya adalah,
Sesosok wanita tangguh mandiri dengan raut polos nan memabukkan.
Kedua pasangan itu sama - sama memejamkan mata. Kini dengan posisi Aldo memeluk tubuh istrinya yang tanpa sehelai apapun itu dari belakang.
Dia mengusap-usap perut menggoda nan datar milik Kanya. Berharap segera datang malaikat kecil di hidupnya.
'' I love you sayang.''
'' Me too.''
_____
Memang di kamar utama terdapat pasangan paruh baya yang nampak masih mesra dengan bergukung di dalam selimut.
Tapi berbeda dengan keadaan di dalam ruangan kerja Atma.
'' Nih berkas kapan selesainya sih. Heh berkas lo ga lihat nih mata guee dah kayak panda hah? cepatlah selesai kalian dan jangan menyusahkanku lagi!'' Saking kesalnya Atma bertibgkah seperti orang bodoh yang memaki benda mati seperti setumpukan berkas ini.
Tok..tok...tok..
Ada seseorang mengetuk pintu ruangan kerja Atma.
'' Masuk!''
'' Malam nona, ada sekertaeis pribadi anda di ruang tamu.'' Ucap wanita muda berpakaian ART itu dengan menunduk sopan.
'' Oke suruh dia kesini srakarang.'' Pintanya.
'' Baik nona. Saya permisi.'' Ujar pelayan tersebut lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Tapi sebelum itu dia pasti menundukkan kepala nya dengan hormat dahulu pada sang nona!
'' Selamat malam bos. Ada tang bisa saya bantu?''
Beberaoa menit yang lalu.
__ADS_1
Setelah Ayu dan Alno mengantarkan Atma kembali ke mansion Perwira, Atma sengaja mengecek email perusahaan dan berharap tidak ada email yang masuk sama sekalipun.
Begitu dia menatap layar hp nya, Harapan yang dia ucapkan tadi musnah dalam hitungan detik.
Nyatanya sudah banyak sekali email berjejer yang masuk dalam perusahaan. Entah sudah berapa banyak umpatan kasar keluar dari mulut mungil Atma.
'' Hah. Perusahaan sih punya. Semakin besar perusahaan yang ku miliki, akan semakin besar pula tanggungan yanh ku pegang. '' Atma menghela nadasnya dan
Atma langsung menuju kamarnya dan merebahkan seluruh badanya terlentang dengan terbalik. Alias muka Atma tertumpuk kasur.
'' Hah. Sangat melelahkan.''
Setelahnya dia mandi dan mengganti pakaian tidurnya menggunakan sepasang baju tidur polos berwarna hitam. Crlananya pendek diatas lutut dan atasannya menggunakan tali spagethi.
Saat sedang memeriksa email yang masuk, si pintar Atma pun kepikiran untuk menelephone orang kepercayaanya. Buat apalagi kalau bukan menyelesaikan masalah yang ada ini.
'' Halo?''
'' Halo bos. Mengapa menelephone malam begini? '' Tanya seseorang di seberang telephone setelah sambungannya tersambung.
'' Ke mansionku sekarang. Ada beberapa berkas penting yang harus kita selesaikan.''
'' Kenapa ttidak besok saat di kantor bos?'' Tanyanya frustasi.
'' Sepatlah dan jangan membantah!''
'' Baik.'' Dengan suara serak dan mata memerah karena menahan kantuk, bastian segera melangkah menuju mension utama Perwira. Srbelum pergi, dia menaruh sepucuk aurat di atas meja yang berada di samping kasur seseorang.
Dia pun melangkahkan kakinya keluar dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karrna jujur dia masih mengantuk. Bastian bisa membeli mobil tersebut atas kerja kerasnya di perusahaan ini selama berbulan-bulan. Termasuk perintah bos nya yang seenaknya seperti ini.
Bahkan saat di perjalanan, dia sempat diberhentikan dua petugas polisi yang menghadangnya. Dengan rasa kantuk tertahan dan juga wajah yang sengaja dia bikin memelas dia menjelaskan sejujurnya apa yang akan dia lakukan pada malam hari seperti ini.
Jalanan memang nampak sepi. Ya karena sudah malam! Jika orang normal, mereka pasti sudah nyaman berada di kasurnya.
Sesampainya di mansion, para pengawal pintu depan sudah pasti terkejud. Awalnya mereka tak mengizinkan Bastian untuk masuk. Setelah Bastian menelephone Atma dan dia memerintahkan para bawahannya untuk membukakan pintu untuk Bastian.
Sabar Bas, dia yang sudah membantumu walau dengan cara yang menyebalkan! Tapi apapun alasannya aku tetap berhutang budi pada keluarga ini. Batin Bastian menghela nafasnya.
.
.
Maaf banget aku jarang up dan cuman satu bab. Tak ada hari nganggur dalam hidupku walaupun di hari minggu. So thank you so much for those of you who have been waiting for the sequel.
Seyoooou
__ADS_1