
Ketiga sejoli itu pun seketika tumbang di teras cafe. Tingkah konyol ketiga anak itu sontak membuat para orang tua mereka tak bisa lagi menahan tawa mereka. Tawa mereka pun pecah. Mereka tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai ada yang kesedak saking semangat nya mereka semua tertawakan anak nya itu. Tiga sejoli yang melihat para orangtua mereka menertawakan mereka pun, mereka jaget dengan apa yang orangtua mereka lakukan. Gimana tak kaget coba.. mereka bahkan berfikir kebakaran itu akan seperti kebakaran di film-film yang berujung pada api meledak. Apa lagi di cafe yang mereka duduki ini banyak tabung gas untuk masak, pasti mereka berfikir akan neledak dalam wakti dekat dan ledakan yang kuat. Makanya mereka bertiga sampai melakukan hal konyol seperti tadi karena panik pulak faktor penyebabnya. Dan yang bikin ketiga sejoli ini bingung.. kenapa para orangtua mereka itu malah tertawa terbahak-bahak dalam kondisi seperti ini? bahkan setelah keluar dari cafe tadi mereka malah seperti merasakan kepuasan bukannya kesedihan.
''EMANG NYA ADA YANG LUCU?'' Tanya ketiga sejoli itu bersamaan. Dan sontak membuat para orangtua mereka berhenti sejenak. Karena tak dapat terbendung lagi, mereka kembali menertawakan anak-anak nya itu.
'' Ma..Pa.. Om..Tan.. Kalian kenapa sih? kok malah tertawa begitu?'' Tanya Ayu menatap para orangtua mereka itu dengan bingung.
'' Iya.. bukannya sedih cafe nya terbakar. Kok malah tertawakan kita bertiga?'' Ucap Kanya kesal.
'' Jangan bilang kalian jadi stress karena kebakaran tadi,makanya tertawa gak jelas seperti itu?. Aduhh jangan gila dongg ntar nular ke kita.'' Ucap Atma menunjukkan jarinya ke arah para orangtua mereka yang masih saja tertawa terbahak-bahak.
'' Kalian sadar sesuatu nggak?'' Tanya Atmaja.
'' Kenapa papi tanya kayak gitu?'' Tanya Kanya bingung.
'' Ya kita kan baru aja sadar uncle.'' Ucap Atma.
'' Iya.. sadar dari dunia ghoib ya?'' Tanya Perwira tersenyum mengejek.
'' Lagian kan ini juga masih pagi. Ngapain coba ke cafe segala?makan di rumah kan juga bisa, tinggal minta salah satu ART masakin kan bisa.'' Ucap Kanya kesal.
''Kalian tadi sempat lihat api nggak di dalam cafe tadi?'' Tanya Salwa menahan tawanya.
'' Mata ku sih nggak melek banget. Tapi aku tetap bisa lihat. Tadi kayaknya nggak ada api deh. Adanya asap''. Ucap Ayu sambil mengingat kejadian tadi.
'' Kalo aku mah nggak ingat. Tadi kan aku panik,mana hafus nggotong mommy sama daddy keluar cafe lagi. Aku fokus nya cuman keluar lah.'' Ucap Atma dengan bibir manyun nya.
'' Sama. Aku juga.'' Ucap Kanya.
'' Di cafe tadi itu tidak ada kebakaran apapun.. amit-amit deh yak.'' Ucap Pratama.
'' WHATT?'' Teriak ketiga sejoli itu dengan kaget. Bagaimana tak terkejut? mereka bahkan sudah sampai mengguyur badan mereka menggunakan air,sampai basah kuyup pula. Mereja juga di buat panik dan kewalahan karrna harus mengangkat kedua orangtua mereka masing-masing untuk keluar dari cafe tadi. Ya kali ini tak kebakaran sungguhan? bahkan mereka sudah panik sepanik-panik nya tadi. Mereka fikir jika mereka tak segera menyelamatkan diri mereka dan kedua orangtua mereka, sudah dipastikan semuanya hangus lebur menjadi abu.
'' Apaan nih maksudnya?'' Tanya Atma yang semakin dibuat bingung.
'' Iya ini itu bukan kebaran.. tapi ada beberapa chef di kitchen yang sedang memasak dan Ac nya pun sedang dimatikan. Jadi asapnya tersebar kemana-mana.'' Ucap Indah dengan santai nya.
'' Iya lagian kalian ini anak gadis tidur kebo banget sih.'' Ucap Atmaja menimpali.
__ADS_1
'' Apa kalian nggak bisa mencium wangi aroma masakan nya hah? hidung kalian tiba-tiba mampet?'' Tanya Salwa tersenyum kecil.
'' Ini gimana sih maksudnya?'' Tanya Kanya bingung.
'' Trus kalo ini bukan kebakaran, kalian tadi ngapain triak-triak seolah terjadi kebakaran?'' Tanya Ayu pada para orang tua itu dengan tatapan menyelidik.
'' Kita kan kaget kalau kalian teriak seperti itu. Ya sontak aja tadi kita ngelakuin semua tadi.'' Jawab Atma memanyunkan bibirnya.
'' Iya kita kan mau nge prank kalian.'' Ucap Perwira dengan santai nya.
'' Nge prank? ngapain juga kalian pada nge prank in kita?'' Tanya Atma.
'' Iya lagian ngapain pake acara nge prank segala coba?'' Tanya Kanya.
Tingkah para anak mereka yang sedang cemberut kesal itu semakin membuat gemas para orangtua mereka. Semakin mereka merengek seperti itu maka semakin para orangtua jahil itu beraksi. Padahal ketiga anak gadis itu sudah meluluskan kuliah mereka di luar negri. Masih saja sifatnya sama seperti dulu. Sifat kekanakan mereka masih saja menempeli tubuh mereka bertiga.
Karena para orangtua jahil itu merasa sudah cukup puas ngerjain anak mereka hari ini, mereka akhirnya sepakat untuk menceritakan kejadian sebenarnya. Untuk hari ini sih mereka ngerjain anak nya itu cukup sampai sini. Dan mungkin itu sudah membikin mereka semua tertawa. Tak tahu deh kalau besok jadi nya apa ?.
Hana pun menjelaskan pada ketiga sejoli itu.'' Jadi tuh.. ceritanya gini..''
FLASHBACK ON
Mereka pun mulai menyusun rencana mereka. Rencana pertama mereka akan menyetting para chef di cafe itu untuk memasak yang menyebabkan asap melebur dan mengenai semua ruangan cafe itu.
'' Maaf pak ada apa bapak memanggil kita semua?'' Tanya salah satu chef di sana.
'' Saya ada rencana untuk membangunkan anak anak yang tertidur mengorok di meja itu.'' Ucap pak Perwira sambil menunjuk ke arah 3 orang yang sedang tertidur meletakkan kepala nya di atas meja.
'' Mau ada rencana apa ya pak?'' Tanya salah satu chef itu.
'' Jadi saya akan membuat seolah olah cafe ini terbakar. Tugas kalian semua masak masakan hingga menyebabkan asap-asap tersebar di seluruh ruangan ini. Saya ga mau tau pokoknya harus ada asap yang muncul di cafe ini. Dan asap itu harus banyak. Saya akan menimbulkan sedikit percikan api yang mengarah ke alarm otomatis itu hingga nanti nya berbunyi seketika. Lakukan sepeeti apa yang saya suruh tadi ya. Lakukan dengan segera agas banyaj asap yang muncul.'' Ucap Perwira.
'' SIAP PAK.''
Para chef pun segera melakukan tugasnya di dapur. Sedangkan para orangtua jahil itu menyetting alarm supaya berbunyi dengan cara memercikkan api di alarm tersebut.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
'' Trus kamu kenapa pake acara nyiram diri pake air kayak gitu?'' Tanya Perwira.
'' Ya.. aku kan setengah sadar. Setahu aku kalo di film drama itu, kalau kebakaran pasti menyiram jas nya menggunakan air. Aku kan nggak pake jas, jadi karena aku panik ngga tahu mau ngelakuin apa jadi aku siram aja seluruh tubuh.'' Ucap Atma cemberut.
'' Iya.. lo nyiram nya diri lo aja. Gak usah ngajak guwe!'' Ucap Kanya protes ke Atma.
'' Maneketehek. Kan guwe panik tadi.'' Jawab Atma.
'' Kita menahan tertawa loh di dalam tadi melihat ulah kalian ini.'' Ucap Atmaja.
'' Kalian emang ga mencium bau masakan ? '' Tanya Hana.
'' Jangan-jangan hudung kalian mampet lagi.'' Ejek Indah.
'' Lagian aku nggak bau aroma masakan tuh.'' Ucap Kanya.
'' Iya.. aku juga. Aku malah cium aroma gosong.'' Ucap Kanya.
''Masak sih?'' Tanya Salwa bingung.
'' Coba aja kita cek ke dalam kitchen.'' Ucap Perwira mengusulkan.
'' Okke.''
'' Yasudah ayo.''
'' okks.''
Mereka semua pun langsung berjalan memasuki cafe. Dan ternyata asap itu pun masih ada dan malah tambah banyak. Karena penasaran, mereka semua akhirnya langsung berjalan menuju kitchen tempat para koki berperang dengan peralatan masaknya. Setelah mereka sampai di kitchen, betapa terkejutnya mereka melihat keadaan dapur yang sungguh seperti...
.
.
.
DEG.
__ADS_1
DEG.