3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 45


__ADS_3

'' Trus gimana dong ini?'' Tanya Ayu.


'' Emm ntar guwe bilang dulu deh sama nyokap bokap guwe.'' Jawab Kanya.


'' Yasudah urus tuh urusan kalian yang ribet. Guwe mau lembur dulu. By.'' Ucap Atma dan langsung saja mematikan sambungan telephone nya.


...******...


'' Huh.. ini kerjaan bener-bener deh. Ada nggak sih ilmu sulap di dunia ini yang bisa mengerjakan pekerjaan dengan mudah.'' Uring-uringan karena frustasi pekerjaan menumpuk.


'' Guwe tanya dulu deh sama si HRD itu. Siapa tahu dia sudah dapat sekretaris baru nya. Mereka akan langsung berhadapan dengan seorang Atma.'' Ucapnya dan langsung memencet panggilan telephone ke nomer sang HRD.


'' Hallo?'' telephone sudah tersambung dan orang diseberang telephone menjawabnya. Orang yang tak jadi enak- enak bersama sang istri dan selalu Atma recokin. Tak lain tak bukan yaitu ketua HRD Perwira Group gedung pusat.


'' Hallo, kamu sudah dapat atau belum calon sekretaris barunya? awas saja kalau belum dapat.'' Itu pertanyaan atau ancaman sih.


'' Sudah nona. Ada empat orang yang di rekomendasikan dari kantor cabang lain. Ada juga yang direkomendasikan dari kampus-kampus besar disini nona.'' Jawab sang HRD. Berharap dia tidak diberi pekerjaan kenbali oleh atasannya itu.


'' Okke bagus.'' Singkat sekali jawaban anda nona Atma.


''Oh yha satu lagi.'' Baru saja sang HRD ingin undur diri dari telephone dia bersama sang bos, Atma memotong nya.


'' Kamu cek ulang data-data pendapatan di perusahaan ini sekarang juga. Bandingkan penghasilan bulan ini dengan bulan yang sebelumnya! Sekalian telusuri pengeluaran ada keganjalan atau tidak.'' Ibu bos memberi perintah bekerja kembali.


'' Ya tuhan. Kenapa hamba diberi bos seperti ini. Satu hari ini sudah hamba gagal mau enak-enak bersama istri hamba. Hamba ingin peluk istri hamba tapi tak jadi karena pekerjaan darinona Atma yang bertubi-tubi. Eh jadi anak hamba yang peluk istri hamba. Untung baru butuh duit.'' Batin sang HRD menangis.


Karena tak mendapat balasan dari seberang telephone, Atma mencoba memanggil dengan suara agak keras. '' Hallooo.'' Panggilnya. Dan itu sangat tepat menusuk telinga kanan sang HRD karrna dia belum menjauhkan telephone dari telinganya. Mendengar teriakan di telinganya, sontak sang HRD kaget dang langsung menjawab gelagapan.


'' Eh.. iyha nona ada apa?'' Tanyanya gelagapan.


'' Kamu dengerin perintah saya tadi tidak?'' Tanya Atma.


'' I..iyha dengar nona. Saya mendengarkan dengan baik.'' Jawab HRD.


'' Okke baiklah. Segera selesaikan pekerjaan kamu! saya tunggu hasil laporannya dimeja saya besok pagi. Jangan lupa juga kamu istirahat karena besok pagi kamu harus berangkat pagi-pagi sekali ke kantor untuk meng interviuw calon sekertaris baruku. Kamu arahin mereka apa saja nanti saya yang menilai sendiri.'' Ucap ibu bos.

__ADS_1


'' Istirahat darimana nona? ini saja sudah pukul dua belas malam. Ditambah saya harus mengerjakan laporan itu. Hanya berapa jam saya tidur.'' Batin sang HRD mulai frustasi juga dia.


'' Baik nona trimakasih. Saya undur diri dahulu untuk mengerjakan semua laporan yang nona minta pada saya.'' Ucap HRD tersebut. Tapi bukan dia yang me.atikan sambungan telephone nya melainkan si Atma yang mematikan duluan tanpa mengucapkan kata apapun setelahnya.


Sabar pak demi gaji nyenengin istri sama anak. hehe.


Sedangkan dikantor Perwira grub, sang bos yang sudah merasa sangat lelah dan mengantuk akhirnya tertidur juga di kursi kebesarannya. Pastinya meninggalkan semua dokumen yang menuntut untuk dikerjakan. Sementara para dokumen tersebar berantakan diatas meja kerja Atma yang luas tersebut.


.


.


Pagi hari pun menjelang. Sinar matahari memasuki sebuah kamar gadis cantik dengan posisi jabatan seorang CEO di perusahaan Atmaja Group. Yang tak lain dan tak bukan adalah Kanya.


'' Emmm sudah pagi ternyata.'' Ucapnya setelah berada di posisi duduk serta meregangkan otot-ototnya sekejap. Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka serta melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat dirinya pun langsung membuka handphone yang terdapat pesan bahwa dia telah melangsungkan panggilan vidio call pada dua sahabatnya Atma dan Ayu.


Sontak Kanya pun teringat bahwa pagi ini dia harus memberitahu kedua orangtua nya masalah Aldo yang ingin melamarnya dan juga dihari yang sama dengan salah satu sahabatnya Ayu. Kanya langsung mengambil handuknya dan segera mandi. Setelah selesai dia menggunakan setelan kantor karena ini belum hari libur. Setelah semua persiapan selesai, Kanya langsung turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya.


'' Morning semua.'' Sapa Kanya setelah menuruni anak tangga terakhir. Terlihat disana sudah ada Atmaja dan Salwa sang ibu yang telah duduk rapi untuk makan. Memang para orang tua itu sudah tak sesibuk dulu karena semua tanggungan perusahaan diserahkan pada anak mereka. Ya walaupun masih atas nama mereka. Buktinya terlihat sang papi Atmaja yang masih menggunakan pakaian tidurnya. Biasanya pagi-pagi jam segini Atmaja sudah pergi untuk ke kantor.


'' Iyha mi. Habis ini kan harus ke kantor.'' Jawab Kanya sembari mengambil beberapa lauk ke piringnya dan memulai makan. Semua orang yang berada dimeja itu pun juga mulai memakan makanan mereka dengan hening tanpa pembicaraan apapu. Itu suasana yang nyaman.


Setelah selesai makan, para pembantu pun sudah mulai mengambil piring-piring kotor dan membawanya ke dapur untuk dicuci hingga bersih. Karena Atmaja dan Salwa pikir tak ada kegiatan lagi di meja makan itu mereka langsung beranjak berdiri dari kursinya tadi dan berniat untuk pergi dari ruangan itu. Tapi niat mereka dihentikan oleh Kanya.


'' Mami papi tunggu, Kanya mau ngomong sebentar sama kalian. Ini penting.'' Ujarnya yang tentu saja langsung menghentikan langkah kedua orangtua nya itu untuk beranjak.


'' Okke kita obrolin diruang kerja saja.'' Jawab Atmaja dan langsung mendapatkan anggukan kepala oleh Kanya tanda setuju.


Ketiga orang itu pun langsung berjalan menuju ruangan kerja luas yang biasanya digunakan oleh Atmaja untuk lembur waktu dirinya masih memegang perusahaan. Karena memang dirinya tak diperbolehkan ibu negara untuk lembur dikantor dan lebih baik dirumah.


Sesampainya di dalam ruangan kerja privasi tersebut, mereka semua langsung mendudukkan diri mereka di sofa panjang dengan Salwa dan Atmaja duduk bersebelahan. Sedangkan Kanya duduk di depan kedua orangtuanya.


'' Apa yng ingin kamu obrolin sama kita nak? sepertinya ini soal penting yha.'' Atmaja memulai pembicaraan.


'' Iyha pi. Emm gimana yha ini mendadak sekali soalnya.'' Kanya gugup untuk menyampaikan semuanya pada kedua orangtuanya tersebut.

__ADS_1


Atmaja yang melihat kegugupan dari sang putri pun merasa heran dan sangat penasaran sekali ada apa sebenarnya. Karena setahu dia putrinya itu tak biasanya merasa gugup begitu. Karena putrinya selalu santai saat menyelesaikan suatu masalah. Lebih tepatnya bodoamat sih. Ada suatu hal yang bisa membikin seorang Kanya seperti ini. Itu batin papi Atmaja.


'' Ada apa sayang? coba ceritakan masalah kamu pada kami.'' Pinta mami Salwa dengan lembut.


Terlihat Kanya menghela nafasnya sebelum mulai berbicara.'' Jadi tadi malam itu Aldo bilang dia mau melamar aku besok mi pi.'' Ucap Kanya.


'' Loh bagus dong kalau gitu. Lebih cepat lebih baik. Daripada khilaf nantinya. Kalau sudah sah kan khilaf berkali-kali juga boleh.'' Celetuk Atmaja.


''Iyha kenapa kamu gugup seperti itu? masalahnya apa sayang.'' Salwa sepertinya sudah penasaran dengan cerita putrinya.


'' Oohh kamu gugup karena lamaran itu? tenang saja sayang. Nanti sesudah sah kamu akan bernafas lega dan pastinya sangat bahagia. '' Tebak Atmaja.


'' Bukan itu masalahnya pi. Jadi Aldo mau melamar aku disaat si Alno pacar Ayu juga mau melamar dia di hari yang sama. Yaitu hari besok pi mi.'' Jawab Kanya.


'' Loh kok bisa tepatan gitu sih. Kalian janjian atau gimana ini.'' Tanya Salwa.


'' Bukan janjian mi. Ini kebetulan saja mungkin. Tapi masak iyha aku harus lamarannya barengan sama si Ayu.'' Protes Kanya.


'' Emang duluan siapa yang buat rencana?'' Tanya Atmaja.


'' Duluan si Ayu sih.'' Jawab Kanya.


'' Kan tinggal kamu ganti hari saja sayang apa susahnya coba.'' Usul Atmaja.


'' Tidak mau. Papi kan tahu aku sama Aldo sama-sama punya waktu hanya sedikit. Besok itu aku punya waktu senggang dan itu harus ku manfaatin untuk lamaran ini.'' Jawab Kanya.


'' Kenapa tidak minggu depan saja. Pasti kan ada waktu senggang.'' Pancing Salwa.


'' Kan aku pengennya ceperi nikah mi. Kalau lamarannya cepat pasti nikahnya cepat juga. eh.'' Ceplos Kanya. Setelah menyadari dirinya yang asal ceplos itu dia langsung merutuki dan menyalahkan Atma dalam hatinya. Karena si Atma sudah menularkan virus keceplosan pada dirinya.


'' Ternyata anak papi yang kaku ini sudah bucin juga yha.'' Atmaja dan Salwa terkekeh karena penuturan sang putri barusan.


...*****...


Hallo semua.. maaf yha kemarin² aku kagak update karena PTS nya belum selesai hehe.

__ADS_1


Selamat membaca 😁


__ADS_2