3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 24


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, Mirna dan Ayu kembali mengerjakan tugas nya. Ada beberapa pesanan minuman dan tugas-tugas lain yang mereka harus kerjakan. Saat Mirna dan Ayu sedang berada di pantry,dan mereka barusan menyelesaikan beberapa tugas mereka,nereka pun lanjut dengan perbincangan mereka.


'' Mbak.. tadi kayaknya mbak kenal banget sama penjaga warungnya? siapa nya mbak?'' Tanya Ayu.


'' Ohh.. itu aku suka langganan di tempat bapak tadi, aku kalau iatirahat kantor sering makan di tempat dia trus juga kalau belum gajian aku suka utang di tempat dia.. hehe.'' Jawab Mirna nyengir kuda.


'' Oh... gitu. Tapi itu makanan disana enak dan murah banget ya mbak. Aku makan gado-gado di restaurant aja harganya puluhan ribu. Bahkan ada yang sampai ratusan ribu.'' Ceplos Ayu.


''Iya mungkin harga makanan di restaurant lebih mahal karena biaya sewa nya dan pelayanannya sih yang aku tahu. Kalau di angkringan depan tadi murah mungkin karena si bapak tadi nggak bayar tempat sewa. Karena bapak tadi di izinkan secara resmi dan secara gratis untuk berniyaga di situ sama bos Pratama. Karena kan angkringan tadi tepat di depan kantor tuh, ada warung-warung lainnya juga kan? nah semua warung disitu sudah berdasarkan izin bos dan gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun. Makanya mereka memberi harga murah karena nggak bayar lapak sewa.'' Jelas Mirna pada Ayu.


'' Eh tapi ngomong-ngomong kamu pernah makan di rentaurant? kamu anak workay?'' Tanya Mirna penuh selidik.


'' Aduh keceplosan guwe.'' Batin Ayu sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.


'' Iya mbak.. sekali hehe. Lumayan traktiran teman.'' Bohong Ayu sambil nyengir.


''Trus.. jadi pak Pratama itu orang nya baik ya mbak?'' Tanya Ayu lagi.


'' Iya.. pak Pratama itu orang nya baik dan royal banget sama semua orang. Termasuk pada orang berpangkat rendah kayak kita.''


Mirna mendapatkan telefon kantor dari ruangan atas yang tak lain ruangan bos besar. Dia disuruh membikinkan kopi hangat tanpa gula dan segera di antar ke ruangan pak Pratama.


'' Em... yu. kamu aja ya yang membikinkan bigg bos kita kopi hangat tanpa gula. Trus kamu anterin ke ruangan nya. Aku di pangging salah satu staf ke meja nya.'' Ucap Mirna.


'' Emm.. tapi mbak ___''


Belum sempat Ayu melanjutkan pembicaraan nya, Mirna sudah pergi duluan dan berkata sambil berjalan menjauhi Ayu. '' Tenang aja. pendekatan kamu ke bos biar dapat tips. Bos baik kok.'' Ucap Mirna mengacungkan jempolnya.


'' I-iya mbak.''


Setelah membikinkan kopi hangat tanpa gula pesananan bos besar yang tak lain adalah ayah kandung nya itu, Ayu berjalan menusuri ruangan para staf. Dan terlihat ada beberapa staf yang menatapnya dengan tatapan aneh dan sesekali Ayu melihat beberapa staf menggosipi dia. Setelah hampir sampai di depan ruangan sang ayah, ayu bertemu dengan sekertaris ayahnya.

__ADS_1


'' Em.. mbak OG baru ya?'' Tanya sekertaris.


'' Iya mbak.'' Ucap Ayu menyunggingkan senyumnya.


'' Saya heran deh kok pak bos pekerjain kamu. Ya walau cuman bekerja rendahan, tapi penampilan kamu itu norak banget. Saya tahu pak bos baik. Tapi kok gak pilih-pilih!'' Ucap sekertaris itu dengan nada mengejek ke Ayu.


Ay berusaha sekuat mungkin tak marah pada sekertaris itu. '' Sabar Yu.. sabar.. kalo guwe jadi atasan dia udah guwe bejek-bejek itu mukanya dia. Sabar.. huh.. demi penyamaran dan demi perusahaan.'' Batin Ayu menahan emosinya.


'' Yaudah sana masuk. Malah bengong lagi. Bos besar udah nungguin itu pasti.'' Bentak sekertaris.


'' Iya mbak.'' Ucap Ayu menampakkan senyum palsunya ke sekertaris itu.


Sesampainya di dalam ruangan papa nya, terlihan Pratama sedang sibuk mengerjakan beberapa file di leptopnya.


'' Permisi pak ini kopi hangatnya dan tanpa gula.'' Ucap Ayu.


'' Iya tarus di situ saja ya.'' Ucap Pratama menunjuk ujung mejanya dengan mata yang tatap menunjuk ke arah leptop. Karena terlalu sibuk,dia sampai tak sadar kalau yang mengantarkannya minuman adalah anaknya.


'' Paaaa.. papa.'' Ucap Ayu sedikit berteriak.


'' Aku nganterin kopi dong buat papa.'' Ucap Ayu.


'' Segitu sibuknya ya pekerjaan papa sampai file nya berantakan semua gini?'' Tanya Ayu yang membuat Pratama menghentikan sejenak pekerjaannya dan menatap putri tunggalnya itu.


'' Ya.. seperti yabg kamu lihat. Ini lah gambaran pekerjaan kamu nantinya.'' Ucap Pratama tersenyum.


'' Kenapa harus aku?kenapa nggak oranglain aja yang lebih handal dan lebih berpengalaman gitu?'' Tanya Ayu.


'' Karena kamu anak papa. Karena cuman kamu yang papa percayai mengurus perusahaan yang papa rintis dari nol sampai sebesar ini. Karena kamu anak tunggal papa. Dan pastinya hanya kamu peearis tunggal Pratama group ini.'' Ucap Pratama.


'' Semakin cepat juga berjalan nya waktu. Papa akan semakin tua. Dan diusia papa yang tua ini papa ingin istirahat bersantai dengan mama, sama kamu, sama sahabat papa yang lain.'' Ucap Pratama.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan sang papa, hati Ayu sedikit tersentuh dibuatnya. '' Em.. yawdah. Nanti aku akan urus perusahaan ini dengan tangan aku dan dengan keringat aku sendiri.'' Ucap Ayu sambil tersenyum ke arah Pratama.


'' Trimakasih nak.''


'' Oh ya.. gimana penyelidikan kamu hari ini?'' Tanya Pratama.


'' Em.. aku belum menyelidiki sih kalau hari ini. Tapi besok pagi saja aku mulai menyelidiki.'' Ucap Ayu.


'' Aku sudah bertemu OG yang baik sama aku. Namanya mbak Mirna pah.'' Ucap Ayu.


'' Hm... semoga dia menjadi semakin betah menyelidiki perusahaan ini.'' Batin Pratama sambil terua melihati Ayu.


'' Tapi ada satu orang sih yang aku nggak suka di kantor ini pah. Ya baru satu orang belum tahu nanti berapa. Hehe.'' Ucap Ayu.


'' Siapa?'' Tanya Pratama.


'' Tuh si sekertaris songong nya papa itu. Lagian papa dapat darimana sih sekertaris belagu kayak gitu. Bentukannya aja udah kayak perempuan malam. Trus dia suka ngatain orang seenak jidad dia pula.'' Ucap Ayu dengan wajah kesal mengingat kejadian dirinya di rendahkan tadi.


Belum sempat Pratama mulai berbicara, Ayu sudah menatapnya dengan tatapan tajam. '' Jangan-jangan papa sering di goda sama tu cewek ya? sampai tu cewek bisa kerja disini?'' Tanya Ayu menunjukkan jarinya ke arah Pratama dengan tatapan tajam.


'' Y-ya enggan lah. Papa mana mungkin suka sama dia. mama kamu udah paling cantik deh. Trus dia bisa masuk sini ya karena memang dia pintar serta cerdas. Papa sih nggak tahu kalau dia sifat nya suka merendahkan orang gitu.''Jelas Pratama.


'' Hmm.. okke aku percaya.''


'' Yaudah sono pergi.'' Ucap Pratama dengan nada mengusir Ayu.


'' Papa ngusir aku?'' Ucap Ayu kesal.


'' Enggak.. papa kan ada banyak kerjaan, dan kamu juga harus balik ke pantry. Ntar ada yang curiga loh kalo kamu simpanan papa.'' Ucap Pratama dengan senyum meledek.


'' Ya emang aku simpanan papa. Simpanan untuk meneruskan perusahaan ini nantinya. Hahaha.'' Tawa Ayu bicara bercanda.

__ADS_1


DI KANTOR ATMAJA GROUP


Kanya berangkat dengan ojek pesananya menuju perusahaan besar Atmaja group. Kanya bertanya pada resepsionis agar menunjukkan nya ruangan HRD kantor itu. Setelah bertemu HRD, Kanya dipersilahkan bekerja siang itu dan detik itu juga karena permintaan Atmaja.


__ADS_2