
Setelah kedua pria tadi keluar dari kamar yang diketahui Bela pemiliknya, mereka ber lima langsung mendekati pintu dan Aldo mengetuk pintu kanar tersebut dengan nada sedang dan ketikan yang cepat.
Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang wanita cantik berambut sebahu. Menggunakan tangtop berwarna hitam dan rok yang sangat pendek berwarna senada dengan pakaiannya.
Wiihhh boddy nya manteb. Pantas saja banyak yang suka sama ni cewek. Batin Atma.
'' Ada apa yha. Kenapa kalian kesini?'' Tanya wanita itu dengan bingung.
'' Apa kamu yang namanya Nabila Eka Suroso?'' Tanya Kanya langsung.
'' Iya itu nama saya. Ada apa ya?''
'' Kami disini ingin membicarakan keadaan ayah anda sekarang, bapak Budi Suroso.''
'' Ada apa dengan ayah saya?'' Wajah Bela berubah menjadi khawatir.
'' Boleh kita masuk? ga enak ngobrol disini.'' Potong Ayu.
Bela nampak menimang sebentar dan dengan tatapan tak percaya pada kelima orang di depannya.
'' Kita ga mau berniat jahat kok. Udah tenang aja kalik.'' Ujar Atma.
Bela pun tersenyum dan mempersilahkan mereka semua memasuki kamarnya.
'' Ternyata ga cuman luarnya aja yang kelap kelip. Dalam kamar juga ternyata.'' Gumam Ayu.
Berapa banyak duit nih buat bayar PLN kalo lampu gantung sebanyak ini. Batin Atma.
Kamar Bela memang luasnya lumayan. Jika dipikir-pikir, kamar Bela salah satu kamar terlias yang ada di setiap lorong bangunan ini. Isi di dalam kamar itu pun seperti sebuah apartemen.
Ada kamar tidur yang lumayan besar, ruang tamu sepetak. Di dalam ruang tamu itu terdapat satu sofa panjang dan di depannya ada sebuah televisi serta mic dan pengeras suara. Seperrinya tempat ini dipakai untuk karaoke, dan dapur yang cukup kecil. Tak lupa juga disetiap sudut ruangan diterangi lampu kelap-kelip nan warna warni.
Bela mempersilahkan kelima tamu tak di undang itu untuk duduk di sofa panjang nya. Sedangkan Bela mengambil kursi bakso yang ada di dapur dan duduk di sebelah kelima orang asing itu.
Saat bela duduk, terpampang dengan jelas paha putih mulis miliknya. Hingga membuat Kanya dan Ayu sedikit gelisah.
'' Jangan lirik-lirik! atau ku congkel mata kamu.'' Ancam Kanya di telinga sang suami ,Aldo dengan berbisik pelan.
'' Iya sayang , mata aku sholeh kok.'' Ucap Aldo menenangkan sang istri agar dia tak menjadi santapannya. Aldo pun menundukkan kepalanya menatap lantai agar tak ada prasangka buruk antara dirinya dan juga Kanya.
__ADS_1
Sedangkan Ayu terus menatap tajam ke arah Alno. Pertanda bahwa saat ini Alno dalam bahaya!
Haduuhh... jangan ngambek dulu dong sayang. Malam pertama aja belom. Batin Alno.
Sedangkan Atma hanya acuh melihat kedua sahabatnya yang sedang menjaga para suaminya agar tak berkeliaran. Atma terus saja memandang Bela dari ujung kuku jari kaki, hingga puncak ujung rambut Bela.
Kalo gini caranya, guwe yakin Bela salah satu aset berharga dari pemilik usaha ini. Pasti akan sulit untuk mengeluarkanya.
'' Kheemm. Jadi ada apa kalian kesini?'' Tanya Bela tiba-tiba. Membuat kelima manusia asing itu menatap Bela bersamaan. Dibalas pula tatapan mata Bela pada kelima orang itu secara bergantian.
Tapi tiba giliran menatap Alno dan Aldo, kedua pria itu menundukkan kepalanya dalam.
'' Kenapa kamu kerja disini Bel?'' Tanya Atma yang sudah penasaran sejak tadi.
'' Karena aku butuh uang untuk membiayai hidupku.'' Jawab Bela.
'' Tapi kan pekerjaan bisa cari yang lain Bel, maksudku, kenapa harus di tempat seperti ini?'' Tanya Atma balik dengan tatapan iba ke Bela.
'' Karena aku suka melakukannya.'' Mulut bisa berkata bohong. Tapi tidak dengan hati dan mata.
'' Mata kamu mengatakan ' tidak ' Bela.'' Giliran Kanya andkat bicara.
'' Katakan sejujurnya. ''
'' Kamu bisa percaya pada kami.''
'' Tapi sebelumnya, kalian ini siapa?''
'' Beberapa bulan lalu, aku dan dia ( menunjuk ke arah Aldo yang masih setia menundukkan kepala.) sedang perjalanan pulang. Di tengan jalan kita ga sengaja menyerempet orang. Dan itu ayah kamu. Kita antar dia kerumahnya, dan di rumah itu sangat sepi dan sunyi. Ayah kamu sedih, sendirian dan kesepian Bela. Hanya kamu yang dia punya. Kembalilah pada ayah kamu. '' Cerita Kanya panjang lebar tentang pertemuan pertamanya dengan pak Budi Suroso.
'' Ya.. aku tahu itu.'' Bela kembali menunduk dan bersedih.
'' Ayo kita keluar bersama dari tempat ini dan temui ayah kamu.'' Ajak Ayu.
Walaupun Ayu, Atma dan Alno tidak kenal dengan Bela dan sang ayah, mereka akan membantu Kanya memebawa Bela kembali pada ayahnya. Mereka melakikan semua ini, semata mata karena rasa kemanusiaan.
'' Ngga mudah untukku keluar dari bangunan ini.'' Ucap Bela menarik nafasnya dengan pandangan mata mengelilingi seluruh sudut kamarnya.
'' Ya.. aku tahu. Karena aku sudah bertemu atasan kamu.'' Ujar Kanya .
__ADS_1
'' Apa yang dia katakan?'' Bela terkejut mendengar bahwa orang asing ini telah bertemu atasannya yang menurut dia sangat kejam.
'' Jiak ingin membawamu, dia meminta tebusan 3 milyar.'' Jawab Kanya santai.
'' Jangan lakukan itu!'' Pinta Bela sedikit berteriak.
'' Kenapa?''
'' Aku tahu sifat dia seperti apa. Dia sangat licik.''
'' Jujur pada kita semua. Kau ingin kembali pada kehidupan mu yang dulu, atau tetap disini.'' Ucap Aldo yang masih menundukkan kepalanya.
'' Dari dulu aku ingin keluar dan terbebas dari tempat ini. Tapi semua itu ga gampang. ''
'' Beberapa kali aku mencoba kabur dan menghilang dengan pindah kota. Tapi mereka masih saja menemukanku dan menyeretku kembali ke tempat ini. Dan pastinya, setelah aku ditemukan, dia akan menghukumku untuk memberi efek jera.'' Bela menangis sesegukan.
'' Lama kelamaan. Aku sudah tidak sanggup dan tidak tahan di hukum terus terusan. Akhirnya aku memilih menetap dan meratapi takdirku disini.'' Lanjut Bela semakin menangis.
Atma pun berdiri dan menuju kursi Bela memeluk Bela. Mencoba menenagkan wanita malang itu.
'' Memangnya, hukuman apa yang dia berikan ke kamu hingga kamu menyerah seperti ini. '' Tanya Ayu penasaran.
'' Setiap aku kembali, dia memberikanku pada lima orang preman untuk menyentuhku. Mereka semua sangat brutal. Aku ngga tahan lagi dengan semua ini.'' Bela memeluk balik Atma dan kembali menangis. Di pundak Atma.
'' Astaga. Dia kejam sekali. Apa semua wanita disini bernasib malang sepertimu?'' Tanya Alno yang masih setia dengan posisinya saat ini. Kepala tertunduk.
'' Tidak semua. Tapi kebanyakan iya. Karena mereka banyak yang memberontak seperti ku.''
'' Yang jadi pertanyaanku saat ini, kenapa kamu bisa sampai masuk kesini?'' Memang itu satu pertanyaan yang menjadi inti masalah ini.
.
.
.
Trimakasii sudah membacaaa.
Love you semuaaa.
__ADS_1
^^^Dan Efwayeiy , di negara ini masih banyak banget tempat kayak gitu yang liar. Kenapa ga di tutup ya?^^^