
'' Hai No.'' Sapa Ayu yang baru saja sampai taman dan langsung duduk di sebelah Alno.
'' Oh hai Yu. Gimana kamu sehat?'' Tanya Alno.
'' Sehat-sehat aja aku. Kamu udah lama nunggu aku ya, sorry banget tadi si Atma minta di antar pulang habis dari rumah ku soalnya.'' Ayu meletakkan tas kecilnya disamping dia duduk dan badannya di geser menghadap Alno.
'' Emm enggak kok aku juga baru aja sampai.'' Bohong Alno padahal sudah dari satu jam yang lalu dia menunggu Ayu.
'' Kamu sweet banget sama aku. Aku jadi tambah cinta sama kamu. Padahal daritadi aku sudah amati kamu dari kejauhan sambil makan cilok. Dan kalau di hitung-hitung itu sudah sekitar satu jam yang lalu. Dan kamu masih setia nunggu aku disini. Dan siapa juga yang kerumah aku, orang Atma sibuk karena pekerjaannya, ini kan hari Senin.'' Batin Ayu dalam hati yang tanpa dia sadari sedari tadi dirinya menatap Alno dengan bengong dan garis bibir yang melengkung.
'' Yu.'' Panggil Alno mengibas tangannya ke wajah Ayu.
'' Sayang!'' Ucap Alno sedikit berteriak karena lamunan Ayu yang tak sadar. Giliran dipanggil sayang sadar dia nya.
'' Eh iya No ada apa.'' Ayu gelagapan karena dia sedikit sadar kalau dirinya terus menatap wajah Alno.
'' Kamu kenapa sih kok bengong gitu? ada yang kamu pikirin ya?'' Alno sedikit curiga dengan Ayu.
'' Ah, enggak kok. Aku cuman ada sedikit masalah aja sama pekerjaan. Nanti bisa aku tanyain sama papah.'' Kilah Ayu.
'' Kamu mikirin pekerjaan atau mikirin aku hayoo. Daritadi kamu terus senyum natap wajah aku gitu. Kenapa sih ? kamu kangen?'' Jiwa kepedean Alno muncul.
'' Eh apaan sih kamu pede banget jadi orang.'' Sangkal Ayu. '' Emm... tapi aku juga kangen sih sama kamu.'' Ayu yang keluar centil nya langsung menggelendot menempel di lengan kekar Alno. Padahal baru kemarin mereka bertemu. Dan memang mereka menyempatkan waktu beberapa hari untuk ketemuan sekedar kangen-kangenan setelah kesibukan mereka. Biasa anak muda jaman sekarang kalau pacaran.
__ADS_1
'' Ngomong-ngomong kenapa kamu ajak aku ketemuan nya disini,kenapa nggak di mall aja sekalian nonton atau gimana gitu,'' Tanya Ayu menghadap wajah Alno.
'' Aku sudah cukup pusing setiap hari lihat isi gedung sama dokumen-dokumen terus. Aku lebih suka tempat terbuka seperti ini agar bisa menikmati pemandangan alam yang di anugrahkan tuhan untuk kita lihat.'' Ucapnya menatap langit-langit gelap yang di hiasi bintang-bintang untuk menambah keterangan si langit gelap.
'' Iya bener juga.''
'' Kita keliling taman yuk sekalian jalan-jalan. Gimana?'' Ajak Alno lembut.
'' Boleh-boleh sekalian olahraga. Udah lama juga aku nggak olahraga.'' Ujar Ayu.
Mereka berdua pun berjalan santai menyusuri setiap seluk beluk taman kota yang ramai pengunjungnya. Meskipun ini bukan hari libur taman kota itu selalu ramai di setiap harinya. Taman tengah kota ini menampilkan pemandangan gedung- gedung yang nampak terang walau malam dan juga ada beragam bunga bersejejer yang indah dan cocok untuk para lelaki menyatakan perasaannya pada wanitanya. Inilah tempat Alno menyatakan perasaan cintanya pada Ayu. Ditaman ini hubungan keduanya dimulai sejak lulus SMA sampai dengan sekarang mereka sudah disibukkan pekerjaan masing-masing. Alno tetap menunggu Ayu saat Ayu kuliah di Amrik, dengan setianya Alno menunggu kepulangan Ayu ke tanah air bertahun tahun lamanya. Tapi hal itu tak menyurutkan Alno untuk tetap mencintai Ayu kekasihnya yang waktu itu mereka dipisahkan antar negara. Rasa cinta Alno pada Ayu sudah besar dan tak bisa terpisahkan lagi. Walau saat Ayu kuliah di Amrik, dia selalu mengirimi kabarnya disana pada Alno. Dan walaupun Ayu sedang tak ada di samping Alno, dia tipe pria yang sangat setia pada pasangannya. Dan itu yang membuat si Play gils jatuh cinta padanya.
'' Yu kamu inget ngga ini taman apa?'' Tanya Alno.
'' Iya dulu kan aku buru-buru pengen nemuin kamu segera, jadi kelupaan beli bunga. Aku tuh kalo mau ketemu kamu atau baru sama kamu suka lupa semua hal. Karna yang ada di pikiran dan hati aku hanya kamu sseorang Ayu Putri Pratama.'' Gombal Alno tersenyum ke arah Ayu.
'' Hemm gombal nya keluar lagi ya. Kan di kantor kamu banyak cewek cantik-cantik juga dan bahkan lebih cantik dari aku, kamu suka gombalin cewek-cewek cantik juga hah?'' Selidik Ayu.
'' Sayangg, gombalan aku itu keluar kalau ada kamu aja. And only for you.'' Ucap Alno yang sudah duduk kembali di bangku taman yang mereka tempati setelah puas berjalan malam santi berkeliling taman, disusul Ayu yang duduk disamping Alno dengan kepalanya bersandar di bahu kekasihnya itu.
'' Tapi kan kamu punya mantan pacar sayang. Emang mantan pacar kamu ngga pernah kamu gombalin kayak aku gini?'' Tanya Ayu menahan tawanya.
'' Pernah. Tapi kan sekarang masa depan aku cuman kamu sayang. Buktinya aku rela nungguin kamu bertahun-tahun kuliah di Amrik dengan setia dan kamu balik ke tanah air kita masih bersama.'' Ucap Alno menatap bintang yang bertaburan di langit malam yang memancarkan keterangan dalam kegelapan.
__ADS_1
'' Siapa yang tahu kalau kamu macam-macam sama cewek lain disini. Aku kan ngga lihat kamu karena aku jauh di Amrik waktu itu.'' Sangkal Ayu.
'' Jangan kamu pikir aku ngga tahu perbuatan kamu ke aku selama kamu di Amrik ya Yang.'' Ucap Alno menatap Ayu.
'' Maksud kamu?'' Tanya Ayu menatap balik mata Alno yang tenang menurutnya.
'' Aku sudah tahu Yang. Kalau kamu itu ngirim salah satu bodyguard kamu buat awasin aku selama kamu di Amrik kemarin. Aku selalu lho diawasi dia terus menerus kemanapun aku pergi, ke toilet pun aku diikuti sama dia.'' Ucapnya dibarengi dengan tawa kecil. Ya Alno memang selama ini di awasi oleh salah satu bodyguard Ayu selama Ayu study di Amrik. Bukan karena menjaga keselamaan Alno tetapi Ayu ingin menjaga hati Alno hanya untuknya saja. Kalau masalah menjaga keselamatan Alno dia pasti sudah punya bodyguard sendiri. Dan bodyguard Alno lah yang memberitahu keberadaan bodyguard Ayu yang mengintainya.
'' Aduh kenapa Alno tahu sih. Dasar bodyguard ga becus banget kerjanya, di suruh awasi jangan sampe ketawan malah ketawan kan sekarang sama Alno. Haduhh aku, malu nih muka mo ditaruh dimana.'' Batin Ayu dalam hatinya dengan muka memerah menahan malu dan memalingkan wajahnya berlawanan dengan wajah Alno yang terus menatapnya dengan tersenyum.
'' Hey kenapa ,kok kamu gamau natap aku gitu? kamu malu sama aku karena aku tahu segalanya hemm, tuh muka kamu udah hampir merah tuh.'' Ujar Alno memegang dagu Ayu dan mengarahkan tepat pada wajahnya sehingga tatapan mata mereka saling bertemu.
'' Maafin aku ya sayang.. kesannya aku jadi kayak ngga percayaan banget sama kamu. Tapi memang bodyguard aku bilang kamu ngga pernah macem-macem sama siapapun dan bahkan kalau ada wanita gatel yang nemplokin kamu kamu selalu ketus dan menghindar. Dan setiap malam selama aku di Amrik kata bodyguard aku kamu selalu duduk di bangku taman ini dan selalu menghadap bintang-bintang diatas.'' Ucap Ayu kembali menatap bintang-bintang kecil yang berkerlipan dilangit.
'' Selama kamu di Amrik aku kesepian dan hanya ditemani papah di rumah.'' Ucap Alno. Karena mama Alno meninggal karena kecelakaan mobil waktu dirinya SMP dahulu. '' Makanya aku selalu ke taman ini setiap malam. Entah kenapa rasanya menatap bintang di taman ini seperti ada kehadiran kamu disini .'' Lanjutnya dan kembali menatap bintang kecil yang bertaburan di langit sempari mengelus rambut Ayu dengan halus.
*******
Hai hai hai....
Happy reading 💝
Dan jangan lupa buah tangannya guaisss 😉
__ADS_1