3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 38


__ADS_3

'' Pi, plis deh jangan mulai.'' Kanya menatap Atmaja dengan tatapan tajamnya.


'' Nggak papa Nya.. papi mau lihat se cinta apa Aldo sama kamu.'' Ucap Atmaja menahan senyumnya karena melihat wajah Kanya yang menahan malu + marah. '' Papi penasaran Aldo bakalan ilfil atau anggak kalau papi cerita ini.'' Batin Atmaja dalam hatinya.


'' No no no. Nggak bisa kayak gini, aku nggak bakalan biarin kalian bocorin aib ku ini.'' Protes Kanya.


'' Nggak papa lah Nya.. Lagian Aldo kan juga bakalan jadi suami kamu nanti. '' Goda Salwa.


'' Miii.. kan Aldo baru nyatain perasaannya. Belum melamar aku.'' Ucap Kanya berusaha menyembunyikan rasa malunya karena sedaritadi Aldo terus menatapnya.


Terjadilah keributan kecil dalam ruangan itu. Delapan orang banding satu orang. Pasti menang yang delapan orang lah ya. Dan Kanya pasti kalah.


'' Okke, sekarang karena Kanya sudah kalah ributnya, kita bongkar aib Kanya yang kita tahu.'' Ayu tersenyum penuh kemenangan ke wajah Kanya.


'' Ya iya lah aku kalah. Mainnya keroyokan.'' Gerutu Kanya. '' Lagian kamu kok enggak nolongin aku sih , malah diem aja.'' Kanya kesal karena sedaritadi Aldo hanya menyimak perdebatan nonfaedah itu dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


'' Maaf sayang. Aku juga udah kepp sama aib kamu soalnya.. hehe.'' Aldo nyengir kuda.


'' Udah tayang-tayang an nih yaaa.'' Goda Atma.


'' Sudah. Ayo kita mulai buka aib Kanya, mulai dari.. emm dari guwe aja.'' Semangat 45 Ayu berkobar ingin membuka aib seorang Kanya.


'' Semangat banget lo ya kalo udah hal-hal begini. Dasar lo.'' Wajah tertekuk Kanya makin membikin Aldo tambah cinta. Kata hati Aldo.


Dan dari situ mulai terbongkar beberapa aib Kanya.


'' Jadi gimana menurut lo Do? setelah lo dengerin beberapa aib Kanya pendapat lo gimana?'' Tanya Atma. Aldo pun tersenyum menatap Kanya yang membuat wanita yang ditatap Aldo bersemu merah matang. Jadi pengen di rebus.


'' Menurut guwe sih aib Kanya itu keistimewaan Kanya yang membuat aku makin cinta sama dia.'' Kalimat pendek penuh makna yang Aldo katakan berhasil membuat semua orang disana tersenyum haru.

__ADS_1


'' Kamu ngga merasa ilfil atau gimana gitu setelah beberapa tingkah Kanya yang kita sebutin tadi.'' Tanya Atmaja penuh selidiknya.


Aldo menanggapi dengan senyuman tulus dari bibirnya yang terus menerus memandang Kanya. '' Yang bikin aku jatuh cinta sama Kanya adalah semua tingkah unik darinya. Dan itu pasti jarang-jarang ada wanita seperti Kanya. Sebelum aku kalah start dari yang lain, aku maju lebih cepat untuk ingin memiliki wanita yang sekarang menjadi milikku walau belum seutuhnya.'' Jawab Aldo terus memandangi wajah Kanya dengan senyuman tulus dari bibirnya.


'' Tuh Nya.. beruntung banget lo dapet Aldo yang tulus sama lo. Dan guwe rasa Aldo bisa jadi pawang kalo lo baru ngamuk-ngamuk sama kita ntar.'' Candaan Atma dan sepertinya itu semua memang benar.


'' Setuju banget guwe sama lo.'' Timpal Ayu.


Makanan pun sudah siap seluruhnya di atas meja setelah para pelayan menyajikan makanan di atas meja. Mereka semua pun mulai mengambil makanan sendiri-sendiri bagi yang belum menjadi pasangan suami istri yaitu Kanya,Aldo,Ayu dan Atma. Dan pasangan orangtua produktif makan dengan santai dan dengan kemesraan di hati tua mereka masing-masing.


Setelah selesai makan dan sedikit berbincang, Aldo pamit pulang pada semua orang disana. '' Yasudah saya pamit pulang dulu ya semuanya. Saya harus kembali ke tempat kerja dan juga mamah saya sudah hubungi saya daritadi. Dan mungkin dia khawatir saya tidak pulang semalam.'' Ucap Aldo yang langsung berdiri dari duduknya. Disusul semua yang berdiri.


'' Buru-buru banget kamu Do. Memang kamu kerja dimana?'' Tanya Atmaja yang sudah di ambang pintu rumah mewahnya untuk mengantarkan Aldo pulang.


'' Iya om saya kerja jadi dokter penyakit dalam dan kebetulan rumah sakit mengabari saya kalau siang ini ada jadwal operasi om.'' Jelas Aldo.


'' Kok masih panggil om sih nak. Panggil papi dong kayak Kanya.'' Ucap Atmaja menepuk baru kanan Aldo dengan tangannya.


'' Yasudah om..eh Pi aku langsung pulang dulu ya, takut kedua orangtua ku tambah khawatir.'' Pamit Aldo mencium telapak tangan Atmaja.


'' Assalamualaikum pi.''


'' Wa'alaikumussalam nakk. Hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut-ngebut.'' Pesan Atmaja pada Aldo karena dirinya sudah menganggap Aldo seperti anaknya.


'' Siapp pi.'' Teriak Aldo yang sudah hampir memasuki mobilnya yang terparkir di garasi luas rumah Kanya.


Setelah Aldo meninggalkan rumah mewah milik keluarga Atmaja itu, semuanya memulai kegiatan nya yang tadi. Apalagi kalau tidak kembali ke alam mimpi bagi tiga gadis malas itu.


...***...

__ADS_1


sesampainya di rumahnya, Aldo yang tidak jauh mewah dari rumah Kanya karena Aldo pemilik dari rumah sakit besar di kota ini yang menjadi tempat kerjanya juga.


'' Assalamualaikum ma.'' Sapa Aldo mencium punggung tangan wanita yang sudah mulai menua tetapi tak lepas dari kecantikan yang dipunya wanita setengah baya itu.


'' Waalaikumussalam. Kamu itu darimana aja sih semalaman nggak pulang. Kamu tuh bikin jantung mama hampir copot tau nggak, kamu ngga tau gimana khawatirnya mama nungguin kamu semalaman hah? dasar anak nakal kamu ya. Habis darimana aja kamu semalamam,'' Omelan mama Aldo menarik telinga kiri Aldo dengan tangan kanan nya.


'' Ma aku semal-'' Aldo menghentikan bicaranya karena sudah disela kembali oleh omelan sang mama.


'' Kamu nggak usah pake ngeles kalo kamu di rumah sakit ya, mama tahu kamu nggak ada di rumah sakit semalam dan kata resepsionis kamu udah pulang sore hari. Trus semalaman kamu kemana aja anak nakall hah hah hah.'' Omelan yang menambah volume jeweran telinga Aldo menjadi semakin memanjang. Bisa lebar ntar telinga Aldo kalo di tarik terus.


'' Adu duh mahh dengerin dulu dong aku mau bicara juga, udah di sela aja nih mama.'' Aldo cemberut dengan kedua tangannya berusaha menarik tangan sang mama untuk melepaskan tangan mamanya dari telinganya yang mulai memerah.


'' Pa bantuin aku dong ini mamah kenapa tiba-tiba jewer telinga aku gini pah.'' Aldo mengadukan tindakan mamanya pada papanya karena sang mamah hanya bisa jinak kalau ada sang suami. Dan kebetulan time yang pas papa Aldo turun dari tangga dan sudah di ujung tangga bawah ingin menghampiti kedua orang tersayangnya.


'' Aduhhh papa bukannya jinakin mama kok jewer telinga aku yang satunya sih paaa. Sakit nih ntar ketampanan aku bisa berkurang.'' Aldo tambah meringis sakit karena tiba-tiba papa nya menjewer telinga sebelah kanan Aldo.


'' Biarin kamu jadi jelek biar nggak suka keluyuran malem-malem lagi.'' Cerca mama Aldo yang tangannya masih bertahan untuk menghukum anaknya.


'' Iya papa setuju sama mama. Dan papa juga khawatir semalaman kenapa kamu nggak pulang dan baru pulang menjelang siang gini.'' Bertambahlah omelan Aldo dari sang papa.


' Drrtt..drrtt..drrtt..' Baru Aldo ingin menjawab tetapi hanphone dari sakunya berdering.


...***...


Alno janjian pada Ayu sore ini untuk ketemuan, dan lebih tepatnya berkencan karena sudah lama semenjak sebelum Ayu berangkat kuliah di Amrik Alno menjadikan Ayu pacarnya bahkan dia rela menunggu Ayu selesai kuliah dengan setia dan kesabaran seluas lautan. Karena Alno lah sifat play gils Ayu berubah dan hati Ayu mungkin sekarang sudah mentok hanya untuk Alno seorang. Walau keduanya jarang bertemu karena sibuk masing-masing, tapi mereka tetap tidak ingin egois dan menyempatkan waktu ketemuan walau hanya sebentar.


Sore ini Alno telah menunggu Ayu di taman tengah kota yang indah dan nampak ramai pengunjungnya. Alno duduk di salah satu bangku taman yang berada agak pojok taman karena disana tak nampak ramai hanya ada beberapa orang lalu lalang tak seramai di tengah taman.


***

__ADS_1


Jangan lupa buah tangannya guaissss sepeda 😂😉


__ADS_2