
Setelah sekian lama dan sekian tahun lamanya, hari yang mereka tunggu pun tiba. Hari apakah itu? Hari itu adalah hari kelulusan mereka bertiga. Para orang tua mereka bertiga pun ikut merayakan hari kelulusan para pewaris tunggal nya itu. Bu Indah dan pak Pratama merayakan hari kelulusan Ayu di Harvard University Amerika. Bu Salwa dan pak Atmaja merayakan hari kelulusan Kanya di Freie Universität Berlin di Jerman. Sedangkan bu Hana dan pak Perwira merayakan hari kelulusan Atma di Universitá Di Bologna Italy. Betapa bahagianya para orangtua mereka melihat kelulusan para pewaris utama perusahaan mereka. Hari dimana mereka sudah sepantasnya menerima penghargaan atas jeri payah Atma,Kanya dan Ayu selama study di universitas mereka masing-masing. Dan yang lebih membanggakan lagi bagi para orangtua mereka yaitu, mereka para pewaris tunggal itu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu murid terbaik di universitas mereka.
Setelah beberapa hari para orangtua itu menginap di kediaman anak mereka setelah wisuda, hari ini pun mereka semua memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Mereka semua telah ada janji untuk berkumpul bersama di istana kediaman Perwira. Mereka fikir sudah sangat lama mereka tidak berkumpul bersama-sama seperti ini.
Di kediaman Perwira
'' Hallo jengg apa kabar? '' Ucap Indah berjalan ke arah Hana dan Salwa. Dan akhirnya mereka pun kangen- kangenan berpelukan bertiga agak lama.
Sedangkan para bapak-bapak bersalaman ala pria gentle tang maco. Bahasa gaul nya kekinian kayak anak muda.
Sedangkan Para anak mereka tanpa bergengsi lagi mereka bertiga langsung berpelukan heboh. Suara mereka bertiga menggema di seluruh ruangan itu. Mereka berlarian kecil memeluk sahabat nya. Sungguh mereka tak bisa bergengsi lagi. Karena sudah bertahun- tahun mereka tak berkumpul seperti ini.
'' Atma.. Kanya... '' Teriak Ayu histeris dan langsung berlarian memeluk Atma dan Kanya. Padahal dia pun pakai sepatu ber hak tinggi. Karrna larinya Ayu cukup kencang, sepatu hils nya yang sebelah sampai copot tertinggal di belakang.
'' BRUGG!''
Ayu menyusul memeluk Atma dan Kanya yang sudah berpelukan terlebih dahulu. Dia memeluk tanpa rem dan akhirnya menabrak cukup keran badan Atma dan Kanya. Hampir saja pondasi pelukan mereka terjatuh.
'' Pelan aja kalik yu peluk nya.'' Ucap Kanya tersenyum ria.
'' Iya yu.. heboh banget lo.'' Timpal Atma.
'' Guwe kangenn bangett sama kalian berdua... guwe kangen ocehannya Kanya. Guwe kanget lemot nya Atma.. kangen semua deh pokoknya.'' Ucap Ayu sambil mengeratkan pelukannya.
'' Iya kangen sih kangen. Cuman ini nafas guwe dah hampir hilang nih.'' Ucap Atma sambil melepaskan pelukan mereka dan mengatur nafasnya.
'' Huh..huh..huh..'' Ayu mengatur nafasnya.
'' Kalian ini ya, kalau baru kumpul lama ributt terus. Trus kalau berpisah malah nangis mewek masing-masing.'' Ucap Atmaja mengejek. Dan itu membuat para orang tua yang lain tertawa lepas.
Setelah acara peluk- pelukan selesai, mereka menuju meja makan yang panjang dan ada banyaj sekali makanan indonesia di sana. Ada makanan khas dari berbagai bangsa di Indonesia. Saat semua nya telah duduk, mereka langsung memulai berdoa makan. Tak usah menunggu perintah, ketiga sejoli itu langsung melahap dengan rakus semua makanan di depan mata mereka. Para orang tua mereka pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
'' Pelan- pelan dong kalian makannya.'' Ucap Pratama.
'' Iya.. nanti keselak lho.'' Ucap Hana.
'' Giuro che mi manca davvero il cibo Indonesiano.'' Ucap Atma sambil terus mengunyah makanannya.
('' Sumpah aku kangen banget sama masakan Indonesia'').
__ADS_1
'' Ähm.. all dieses essen ist wiklich lecker.'' Ucap Kanya sambil mengacungkan jempolnya.
(''Emm.. semua makanan ini enak banget'').
''Lo berdua pada ngomong apaan sih. Gak ngerti guwe bahasa kalian.'' Bingung Ayu.
'' Udah.. gak penting kita ngomong pake bahasa apa. Yang penting dan yang pasti, semua makanan ini enak banget. Delissioso.'' Ucap Atma.
'' Iya.. aku juga seneng banget bisa berkumpul bersama lagi seperti ini.'' Ucap Ayu.
Setelah acara kangen-kangenan yang cukup lama dan membutuhkan waktu yang lama pula, akhirnya jeluarga Atmaja dan Pratama pamit pulang ke rumah mereka masing-masing pada keluarga Perwira.
Setelah semua selesai, Pak perwira dan bu Hana kembali ke kamarnya. Begitu pula dengan Atma. Setelah meja makan kosong, para ART bergegas membereskan meja makan hingga bersih seperti semula. Gitu memang.. sultan mah bebas. Makan ada yang nyiapin, ada juga yang ngeberesin. 😂
Pagi harinya, mereka semua membuat janji berkumpul di cafe delux. Pagi pagi sekali semua nya sudahberkumpul di cafe delux. Sekitar jam 05.00 mereka sudah disana. Dengan keadaan para orang tua mereka yang semangat setelah lari pagi dan anak mereka yang tertidur di meja cafe. Mana pada ngorok kompakan lagi.
Setelah semuanya sadar dari mimpi mereka, perbincangan antar keluarga pun dimulai.
'' Jadi... anak-anak kalian mau gimana selanjutnya?'' Tanya bu Salwa.
''KHROOKK.''
''KORRHHKK.''
Suara mengorok mereka bertiga yang sangat tersengar di seluruh ruangan Cafe.
Para orangtua mereka pun hanya bisa menepuk jidadnya dengan telapak tangan mereka dan juga menggelengkan kepalanya.
'' Hadehh kalian ini ya.. anak gadis kok malas malasan.'' Ucap Atmaja.
'' Huahhhhh...''. Kanya menguap.
Tiba tiba entah bagaimana.. merek terfikirkan satu cara untuk membangunkan anak malas mereka ini. Karena di cafe itu ada bel pemadam. Bel pemadam adalah bel yang akan berbunyi jika terkena percikan api ataupun asap. Atmaja mencoba naik meraih bel pemadam itu. Dia menyalakan korek yang dia ambil di saku kanan celana nya. Dia pun mulai memercik- percikkan api ke arah bel penadam itu.
Tak butuh waktu lama, akhirnya bel pemadam kebakaran itu berbunti sangat nyaring di telinga mereka semua. Tapi entah kenapa ketiga kebo tidur itu belum kunjung bagun juga. Mereka para orang tua berteriak seolah-olah sedang terjadi kebakaran sungguhan.
'' Aaaaaa... kebakarannnn.''
'' Kebakarannnnn!''
__ADS_1
'' Kebakarannnnnn!''
'' Kebakarannnnn!''
Teriak para orangtua jahil itu sambil menggoyang- goyangkan tubuh anak-anak mereka. Karena kaget.. sontak mereka bertiga langsung terbangun dan mendengar suara orang tua mereka berteriak-teriak kebakan.
'' Ada ap ini.'' Tanya Ayu bingung.
'' Ada appaan sih mom..Dad?.. heboh bener.'' Tanya Atma pada mommu dan Daddy nya.
'' Kebakarannnn.''
'' Kebakarannn nakk.''
'' Cafe ini terbakarrrr.''
Teriak para orangtua jahil itu yang sedang akting di depan anaknya dengan memasang muka pura-pura panik mereka.
Ketiga sejoli itu pun sontak kaget dan segera bangun dari bangkunya. Karena panik, Atma bergegas menuju kamar mandi cafe dengan membawa ember yang penuh berisi air kran.
Atma langsung mengguyur badan dia ,Kanya dan juga Ayu menggunakan air di ember tadi. Kanya dan Ayu kaget mendapatkan siraman dari Atma yang membuat seluruh badan mereka basah kuyup.
''ATMA!!'' Teriak Kanya.
'' Atma lo apaan sih.. keadaan gini malah bercanda main siram - siram air ke kita.'' Tanya Ayu.
'' Lo ngapain nyiram kita pakek air Ma... kan badan guwe jadi bawah kucup begini nihh.'' Kesal Kanya.
'' Udah deh kalian jangan ribut dulu. Pertama tama kita harus selamatin orang tua kita dulu. Kita antar mereka keluar dari cafe ini. Dengan badan kita yang basah kuyup, kita bisa selamatkan mereka menerobos api ini tanpa merasakan panas di badan kita.'' Jelas Atma sedikit berteriak.
Sementara anak mereka berdebat, orangtua jahil itu terdiam pura pura kehabisan nafas dan tumbang di lantai. Mereka hanya menahan tawa nya melihat tingkah konyol ketiga pewaris mereka itu. Mereka sebenarnya sudah mau tertawa ter bahak-bahak karena tingkah konyol para anak mereka itu. Taoi mereka urungkan tawa mereka demi mengerjain anak anak mereka. Biar suksess ngerjainnya. Nanti terakhir, baru deh mereka akan tertawa terbahak bahak sampai ke ubun ubun kalau bisa.
Mereka pun mulai menuntuk kedua orangtua mereka masing-masing keluar cafe. Atma menuntun Perwira dan Hana. Kanya menuntun Atmaja dan Salwa. Sedangkan Ayu menuntun Pratama dan Indah.
Setelah mereka semua keluar dari cafe, tiba-tiba ketiga sejoli itu langsung tumbang terduduk di teras cafe. Dan itu membuat semua orangtua mereka tertawa terbahak-bahak.
.
.
__ADS_1
'' BRUKK!!''