3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 73


__ADS_3

'' Ada apa bos?'' Tanya Bastian dengan sopan. Setelah dia dipersilahkan duduk berhadapan dengan Atma. Dengan adanya meja pembatas yang cukup besar.


Bruk!


'' Kerjakan ini.'' Ucap bos laknat itu sembari memberikan beberapa tumpuk berkas dihadapan Bastian.


'' Saya akan kerjakan besok di kantor bos, malam ini saya ingin memulihkan tenaga dulu.'' Ucap Bastian bernegosiasi.


Oh Bastian. Kau pasti sudah mengetahui sifat bos mu yang cerdik nan keras kepala ini. Tapi kita coba rayu dulu, siapa tahu mempan. Pikir Bastian.


'' Tidak! Kerjakan sekarang dan besok kamu datang ke kantor lebih lambat satu jam.'' Terbuktilah sekarang. Bosnya memang sangat keras kepala.


Hanya satu jam? oh astaga. Ini bahkan hampir pagi dan apa ini? berkas enam tumpukan harus selesai besok? Huffftt menyebalkan. Umpat Bastian dalam hatinya menahan kesal.


Apa bosnya itu tidak melihat bahwa kedua matanya sudah mirip seperti mata panda. Kantung mata yang hitam dan itu sangat menyiksa penampilan Bastian yang selama ini berkharisma. Menurutnya!


''Kau tak lihat ini jam berapa? aku pun yakin sesibuk - sibuknya orang bekerja, dia tak akan se rajin ini wahai nona mudaa.'' Sudah tak bisa menahan kesalnya, Bastian pun berbicara dengan non formal.


'' Aku suka gaya bicaramu sekarang.'' Ucap bos laknat itu yang tak mengalihkan pandangannya dari leptop di depannya. Bahkan anda belum menjawab pertanyaan sekertaris tampan anda ini nona muda.


'' Huh. Bisakan ini aku kerjakan di kantor besok? aku janji akan datang lebih pagi.''


'' Tidak bisa!''


'' Anda tidak melihat ini nona? bahkan jika petugas kebun binatang datang kesini, saya akan disamakan dengan panda. Dan mereka akan membawaku kesana!'' Jari telunjuk Bastian menunjuk kedua kantung matanya secara bergantian.


Atma menoleh sebentar dan, pandangannya kembali ke layar leptop. Hanya 1 menit.


'' Kau bahkan setial hari melihat wajah ku. Dan kau tak lihat se besar apa kantung mataku?!''

__ADS_1


'' Kau bisa memakai fondation untuk menutupinya. ''


'' Maka pakailah.''


''Hufft.'' Bastian kalah debat. Okke lakukan perintah bos laknat mu itu Bastian.


Jika bekerja berdua, Atma dan Bastian tak ada lagi kecanggungan. Walaupun bulan-bulan awal Bastian masuk dalam perusahaan itu dia sedikit canggung. Dan jika berbisnis? mereka akan menampakkan wajah datarnya.


Dunia bisnis itu kejam. Siapapun bisa mencelakai mereka. Maka jangan mudah percaya pada orang dan ikuti kata hati kita. Hati yang menentukan semua perasaan seseorang, Termasuk cinta.


dua jam berlalu,


Sedikit lagi Bastian dan Atma sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Bastian memang berkompeten dan cepat mengerjakan tugas dan semua membuahkan hasil yang sempurna.


'' Selesaii!!''


Mereka berdua sama-sama melemaskan tangannya dan menyandarkan punggung mereka di sandaran sofa. Saat Bastian datang, Atma memindahkan seluruh alat kerjanya di meja keramik dekat sofa agar bisa sekalian mengajak Bastian berdiskusi.


Atma melirik jam besar berbunyi ding dong di sudut ruangannya. Jarum itu menunjukkan bahwa saat ini pukul 05.00


'' Eh udah pagi. Mending kamu tidur dan nanti pukul sembilan kita ke kantor. '' Ucap Atma pada Bastian. Dia menunduk untuk mrmbereskan srmua berkas yang berantakan akibat kekesalannya tadi.


...


Atma merasakan ruangan ini hening dan tak ada siapapun. Padahal dari tadi ada Bastian di depannya. Perlahan dia mendongakkan krpalanya agar bisa menatap lurus. Dan terlihat laki-laki tampan namun ketampanannya berkurang akibat ulang si kantung mata. Walau begitu, ketampanan dan kegagahan mengalahkan segalanya.


Lelaki tampan itu sedang memejamkam mata dengan posisi badan yang bersandar pada sandaran sofa. Tangannya dia biarkan menggantung begitu saja. Dan kedua kakinya dia buka lebar supaya otot kakinya tidak keram. Kepalanya menengok ke kanan menyandarkan separuh wajahnya yang lelah. Dengan sedikit mulut terbuka.


Merasa ada kesempatan, Atma pun mengambil ponselnya yang tergeletak dan dengan langkah cepat dia membuka camera nya. Memotret wajah lucu Bastian saat ini dengan terkekeh pelan agar pemilik wajah ini tak bangun.

__ADS_1


Serelah puas dengan hasilnya, Atma mengangkat telephone rumah yang terhubung dengan kepala pelayan. Dia meminta dua buah selimut tebal karena udara malam ini cukup dingin dan segar.


Pelayan tersebut datang sesudah mengetuk pintu ruang kerja nona mudanya. Setelah mendapatkan izin untuk masuk, dia memasuki ruangan sang nona dan memberikan permintaan nona mudanya dengan hati-hati. Setelah dirasa dia tak di butuhkan lagi, pelayan wanita itu menundukkan kepalanya hormat pada Atma dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan penuh buku tebal ini.


Atma mengubah perlahan posisi tidur asisten pribadinya. Dia membuat posisi tidur Bastian menjadi terlentang dan memberikan satu selimut pada Bastian , memakaikannya sebatas leher. Setelah itu Atma merebahkan badannya di sofa depan Bastian dengan posisi yang sama, terlentang.


Bedanya, jika kepala Bastian berada di kanan sofa, kepala Atma berada di kiri sofa. Waktu istirahatnya tak banyak. Dia segera memejamkan mata dan langsung memasuki alam mimpinya karena badan dan fikirannya sudah terlalu lelah.


Singkatnya, posisi mereka sekarang ini tertidur berhadapan dengan pembatas meja kotak keramik yang mewah namun dengan badan bersilangan.



* ilustrasi yakk.


Dua insan itu tertidur dengan sangat lelap. Kerja keras mereka tadi malam tentu saja menguras banyak tenaga dan pikiran mereka pastinya. Walaupun memang waktu yang digunakan cukup singkat untuk menyelesaikan 12 berkas yang sangat penting.


Berkas yang mereka kerjakan awalnya di tumpuk di atas meja keramik itu. Siapa sangka jika tumpukan berkas tersebut sedikit tercecer karena ulah Atma?


Bastian mulai mengerjapkan matanya ketika sekelebat cahaya terang mentari masuk menerangi ruangan ini dan menghangatkan tubuhnya. Dengan mata yang masih terpejam dia berusaha mendudukkan badan denan mulut yang terus saja menguap. Matanya yang tertutup segera dia buka saat telapak tangannya berasa sedang menyentuh bulu-bulu kecil yang halus.


Dia menundukkan kepalanya ke bawah dan melihat bahwa saat ini ada selimut halus menempel di tubuhnya. Dia yakin seseorang memberikannya tadi malam. Seingat Bastian, setelah dia menyelesaikan semua pekerjaannya dia langsung tertidur karena matanya sangat menuntut untuk segera di pejamkan.


.


.


Huhuuuu maap bangett lama ga up. Sama seperti yang aku bilang di bab sebelumnya. Itulah alasannya. And thank you so much yang udah nyempetin baca bab receh kuu.


Seeeyyooouu

__ADS_1


__ADS_2