
" Buruan anterin guwe ke rumah guwe. Keburu malem entar kalian huh hah nya kagak bisa lama.'' Ucapnya dengan santai.
Setelah itu tak ada perdebatan dan obrolan lainnya lagi. Hanya kesunyian serta merdunya suara musik recorder. Mereka bertiga kelelahan karena memulai aktivitas nonstop dari pagi hingga petang. Ditambah masalah ini, jadi malam deh. Tapi mereka bahagia bisa membantu bela.
'' Thanks dah anterin guwe. Guwe saranin kalo mau MP, beli lilin aromatherapy dulu sama pelajari dari situs-situs biar mantep.'' Ucap Atma dengan seringaian mengejek. Dia beediri di dekat pintu Ayu dengan keadaan jendela terbuka. Jadi mereka masih bisa bertatapan.
Guwe udah hapal semuanya diluar otak kalik. Batin Alno kesal.
'' Lo download link-link gituan ya!?'' Selidik Ayu.
'' Kagak. Cuman kalau ngecek email perusahaan itu kan suka ada iklan gituan. Karena guwe baik dan pengertian, guwe buka deh noh iklannya. Biar perusahaan mereka nambah keuntungan. '' Tidak memiliki rasa bersalah memang.
'' Kalau iklannya lewat ya guwe tonton, kalau rnggak ya guwe ngga nonyon sama sekali.'' Lanjutnya.
''Njiir. Lo bener-bener ya. Mata lo besok pagi guwe bawa ke pak ustadz biar di wuduin. Biar suci lagi tuh mata.'' Kesal Ayu.
'' Kalo guwe kan cuman mata yang ga suci. Gapapa kalik sekali-kali. Tapi yang guwe heran, itu iklan kenapa dua bulan ini kagak muncul yak.''
'' Dasar Soanggggg.''Teriakan Ayu membuat Atma lari dengan berbagai ejekan yang dia lontarkan pada Ayu dan suaminya.Dia memasuki pintu besar rumahnya dengan kepuasan. Alhasil, korban kegesrekan Atma adalah sepasang suami istri yang ada di mobil itu.
'' Khem. Kita pulang sekarang?'' Tanya Alno pada istrinya. Ayu hanya membalas dengan anggukan kepala.
Sialan. Kenapa bisa secanggung gini!
Sesampainya di rumah mereka berdua, kecanggungan itu semakin menjadi. Bahkan jantung yang tadinya normal menjadi debaran seperti orang yang sudah berlarian jarak jauh yang cukup melelahkan.
Ayu berjalan di belakang Alno. Sedangkan Alno mendahului istrinya agar kecanggungan yang terjadi bisa berangsur menghilang.
__ADS_1
Di depan pintu, sudah berbaris rapi beberapa pelayan yang menundukkan kepalanya.Serta mengucapkan selamat datang kepada kedua majikannya secara hotmat. Rumah itu dilengkapi dengan beberapa pelayan dan pengawal untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Tapi tentu saja tidak sebanyak di runah utama keluarga Pratama.
'' Kamu mau mandi? aku siapin baju dulu ya buat kamu.'' Ucap Ayu setelah tiba di kamar besar milik Alno dan Ayu. Ayu berlarian kecil menuju walk in closed yang berada di sebelah kamar mandi.
'' Hah. Semoga rencana guwe berhasil deh. Tapi kayaknya saran si gesrek Atma boleh juga tuh. '' Alno bergumam sendiri sembari mengirimkan sepucuk pesan pada pengawal pribadinya.
'' Kamu mandi dulu ya sayang. Aku mau bersihin make up sebentar.'' Ucap Ayu sembari meletakkan sepasang baju tidur miliknya dan sang suami di atas kasur. Tak lupa juga handuk nya . Setelah itu dia melangkah ke arah meja rias untuk segera menuntaskan maksudnya tadi.
Alno langsung berjalan ke kamar mandi dengan membawa semua barang yang sudah disiapkan oleh istri tercintanya tadi.
Beberapa menit kemudian, Alno sudah selesai dengan ritual mandinya. Begitu pula Ayu yang sudah tak ber make up dan sepatunya pun sudah dia letakkan di tempat semula.
Sekarang giliran Ayu yang membersihkan seluruh badannya menggunakan guyuran air deras di atas kepalanya. Sangat menyejukkan. Dia akan membersihkan sebersih-bersihnya badannya, karena dia tahu kalau tempat yang dia datangi tadi adalah tempat yang sangat terlarang di negara maupun agama.
Sedangkan di luar kamar mandi, Alno yang duduk di pinggir kasur melirik sekilas pesan yang dikirim sang pengawal. Pesan itu bertuliskan,
'' Semua sudah siap tuan. Saya ada di depan kamar anda.''
Terlihat telah ada seorang pengawal yang dia perintahkan sedang berdiri tegap di depan pintu dengan sebelah tangannya menenteng paper bag besar berwaena biru.
'' Ini pesanan anda tuan.'' Ucapnya sopan dengan perlahan menyerahkan paper bag itu pada majikannya.
'' Kamu tepat waktu. Trimakasih.'' Tanpa menunggu jawaban sang pengawal,Alno langsung balik badan dan membanting pintu dengan keras karena dia sangat bahagia detik itu. Gebrakan pintu itu tentu membuat sang pengawal terkaget dan mengelus dadanya dengan sabar.
'' Huh orang kaya mah bebas. Sepertinya tuan senang sekali. Semoga saja rumah ini selalu aman dan tenang seperti ini.'' Dia melangkahkan kakinya menuuni anak tangga yang lumayan banyak.Kembali ke tempatnya, belakang rumah.
Di dalam kamar utama rumah Alno dan Ayu, Alno sedang menata dengan rapi dan berjajar benda-benda yang di pesannya tadi. Berjejer vertikal dari pintu kamar mandi ke arah ruang tidur, agar istrinya terkejut dengan kejutan yang dia berikan.
__ADS_1
Tak hanya disitu, Hampir seluruh lantai dan karpet dia letakkan benda mengharumkan itu. Bahkan diatas meja, di dekat televisi dan juga diatas kasur membentuk pola love.
Hingga isi dari paper bag habis dan kandas tanpa sisa.
Beberapa menit Alno menunggu, akhirnya ada tanda-tanda Ayu membuka pintu kamar mandi. Dan dugaan Alno sangat benar. Ayu keluar dari kamar mandi dengan tatapan bingung.
Gimana tak bingung kalau seluruh kamar ini ada lilin aromatherapy yang tersebar dimana-mana. Bahkan hanya ada jalan lurus untuknya menuju ke kamar tidur. Sisanya? lilin aronatherapy memenuhi lantai dan karpet di semua tempat.
Ayu yang cerdas tentu tahu siapa yang melakukan ini semua. Siapa lagi kalau bukan suaminya yang terpengatuh ucapan si gesrek Atma.
Perlahan Ayu berjalan menyusuri jalanan penuh lilin itu, hingga tiba di kasurnya dan melihat sang suami berdiri tegap dan tersenyum cerah secerah bulan malam ini. Alno berdiri di samping kasur yang sudah tertata lilin dan sedikit butiran bunga mawar merah.
Ayu menghampiri suaminya dengan senyuman yang tak kalah manis. '' Apa yang kau rencanakan sayang?'' Tanyanya.
'' Aku hanya menginginkan hak ku terlaksana dengan sempurna dan penuh kenangan. '' Jawab Alno.
'' Tapi aku baru saja selesai menstruasi sayang.''
'' Apakah masih sakit?kalau iya kita bisa tunda kegiatan ini di hari mendatang. Maafkan aku yang terkesan terlalu terburu untuk ini. '' Ucap Alno lirih dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
'' Hey sayang. Aku hanya bercanda soal itu. Saat aku sudah selesai datang bulan, rasa sakitnya akan langsung menghilang. Jadi kita bisa melakukannya malam ini hem.'' Jawab Ayu yang kedua tangannya mengusap lembut kedua pipi Alno.
'' Apa kau serius dengan ucapan mu sayang? aku akan merasa sangat bersalah jika kau membohongiku. Otomatis aku akan melukaimu nanti. '' Ucap Alno yang kedua telapak tangannya tengah bertengger sempurna di kedua pipi Ayu.
Jadi sekarang, kedua pasangan itu saling mengelus pipi satu sama lain. Suasanya menjadi hening tak ada suara kecuali detak jantung beruntun dari kedua orang tersebut.
.
__ADS_1
.
Maap lama up. Mau ujian soalnya , dan makasi banget yang sempetin like komen disini. Seyoou semuaa.