
Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi seisi taman yang menyatu dengan alam. Banyak orang-orang yang berjoged ria hingga puas dan bagagia seperti Atma saat ini.
" Terimakasih semuanya, para hadirin sudah mau berpartisipasi untuk meramaikan saya menyanyi di atas panggung ini untuk memeriahkan resepsi pernikahan Alno Ayu dan juga Aldo Kanya. Ya mereka sahabat saya , jadi gapapa lah sekali-kali saya menyumbangkan suara emas saya ini. Hahaha." Dengan PD nya Atma tertawa cekikikan dia atas panggung. Karena banyak orang yang melihat dia dengan tatapan aneh dan juga ada beberapa bayi yang menangis, Atma pun menghentikan tawa jeleknya itu.
" Emm.. jadi yang ada di tangan kiri saya ini adalah uang hasil saweran dari parahadirin sekalian."
'' Sejumlah uang ini akan saya sumbangkan ke panti asuhan. Karena saya juga ga terlalu butuh uang ini. Sekali lagi trimakasih untuk yang sudah nyawer. Secara tidak langsung bapak dan ibu mendapatkan amalan sedekah. Dan semoga kalian semua di lancarkan rezekinya.Amin.'' Dibalik kegilaan Atma, ada maksud tersembunyinya.
'' Prok prok prok.'' Seluruh para tamu banyak yang bertepuk tangan. Mereka semua bangga dengan tingkah Atma. Yang tadinya mencibir Perwira group pun menjadi merasa bersalah. Walaupun ada pula yang berwatak sirik dan tersembunyi.
Atma pun perlahan berjalan turun dari panggung. Perlahan dia menyuauri jalan rerumputan tersebut dengan sepatu hak tinggi nya. Akhirnya Atma tiba di ruangan tempat para keluarganya berkumpul tadi. Ruangan itu memiliki kaca transparan yang terhubung langsung dengan taman.Tembok 4, kaca transparan 1 di bagian depan.
Di hari biasa, kaca tersebut di gunakan umum untuk melihat taman di siang hari.Melihat banyaknya kupu-kupu dan lebah beterbangan di sekitar kelopak bunga. Sinar matahari yang terik menjadi penghalang para pengunjung melihat taman siang dari jarak dekat. Akhirnya terciptalah ruangan transparan depan tersebut.
" Atma kamu kok bisa kepikiran seperti tadi sih." Tanya Perwira setelah Atma duduk di sampingnya.
" Panjang ceritanya. Udah kalian ga usah kepo."Pupus sudah rasa penasaran orang-orang di ruangan itu.
" Oiya ini udah semakin malam. Gimana kalau kita balik ke panggung, trus acara ini kita akhiri. Kasihan juga para orang tua yang udah capek." Usul Aldo.
" Okke papi setuju. Gimana yang lain?" Pertanyaan Atmaja dijawa anggukan kepala semua orang di ruangan tersebut.
Mereka semua pun kembali ke panggung tengah taman malam itu. Mereka melirik MC dengan memberi isyarat anggukan kepala.
" Perhatian semuanya. Alhamdulillah berkat kuasa Allah yang maha kuasa kita bisa melaksanakan acara pernikahan mewah ini dengan meriah, ceria, bahagia dan juga lancar hingga kini di penghujung acara. Saya mewakili para pengantin dan keluarga mengucapkan trimakasih atas waktu anda semua yang sudah datang ke acara sakral ini. Terimakasih banyak telah berpartisipasi juga. Saya doakan anda semua selamat hingga sampai di rumah. Sekian dari saya dan pengantin serta keluarga mengucapkan trimakasih. Acara ini resmi di akhiri.'' Ucap MC menyampaikan kalimat penutupan acara.
Para tamu undangan bertepuk tangan untuk mengakhiri berakhirnya acara tersebut.
Iringan sebuqh lagu pun mengiringi satu-persatu tamu undangan meninggalkan area pesta. Hingga di taman tersebut tersisa Keluarga Alno dan Aldo, Keluarga Pratama , Keluarga Perwira, Keliarga Atmaja dan beberapa petugas kebersihan yang mulai mengemasi dan membersihi bekas keramaian pesta tadi.
__ADS_1
Para keluarga besar pun pergi meninggalkan taman belakang. Ada yang langsung menuju kamar karena kelelahan, ada juga sesikit yang keluar sebentar untuk mencari suatu hal. Termasuk Atma.
'' Si basti kemana ya. Tadi di taman belakang aku ga liat dia juga deh perasaan.'' Atma clingak-clinguk kebingungan mencari sang sekertaris. Dia pun memutuskan menelephonnya.
Telephone tersambung dengan seberang.
'' Halo Bas, lo dimana sekarang?'' Tanya Atma.Jika diluar kantor, Atma lebih suka dengan panggilan pertemanan.
''.....''
'' Yaudah lo disitu aja. Ntar guwe kesana. Jangan kemana-mana!'' Perintah Atma.
''......''
'' Udah deh bawel banget. Gw kesana sekarang. By.'' Atma langsung mematikan sambungan telephone nya kala dia sudah tahu dimana keberadaan sang sekertaris nya saat ini.
'' Hei Basti.'' Atma menyapa Bastian sesampainya dia di depan kurai yang di duduki Bastian. Dan ternyata disitu ada seorang penganten baru.
Bastian langsung memberdirikan badan menghadap Atma dan membungkung tanda hormat. " Malam nona.''
'' Loh ada Alno juga disini. Lo ngapain?'' Tanya Atma yang langsung duduk di depan Bastian. Jadi posisi duduk mereka adalah, meja kotak kekinian berada di tengah, Atma dan Bastian duduk berhadapan. Sedangkan Alno duduk di samping kanan meja.
'' Eh lo kenapa ga nemenin Ayu sih. Mana kesini lagi.'' Atma berpikiran negativ dengan mencurigai Alno.
'' Lo jangan netting dulu. Si Ayu ada di kamar kita , dia bilang minggu ini dia datang bulan. Ya guwe gabisa apa-apa lah. '' Dengan helaan nafas pasrah Alno beekata menghadap Atma. Ya, Saat dikamar tadi memang Ayu minta maaf pada Alno karena minggu ini dia datang bulan. Ini juga yang membuat Alno sedikit kehilangan semangat saat resepsi. Tapi apa boleh buat , tuhan sudah menakdirkan.
'' Bwahahaha. Aduh duh.. penganten baru satu ini kasian banget. Niat hati pengen Malam pertama malah gagal. Yaudah lo sabar aja No, semakin lama menunggu semakin penasaran juga lo entar. hahahaha.'' Atma tertawa kencang hingga puas sampai-sampai nafasnya hampir tak beraturan kalau saja Bastian tidak mengambilkannya air mineral.
" Yaudah daripada di kamar nyiksa diri guwe. Dan guwe takut berpengaruh juga sama Ayu, mendingan guwe keluar kesini. Eh ketemu sama ni orang.'' Alno menunjuk Bastian dengan dagunya.
__ADS_1
'' Ya lo ada benernya juga. Tapi kasihan Ayu lo tinggalin. Gimana sih.''
'' Kasihan darimananya , guwe udah ditinggal molor duluan noh. Ya dia nyenyak banget tidurnya. Jadi guwe gamau ganggu dia." Jelas Alno.
'' Ya mungkin dia capek ngejadepin ribuan tamu tadi. ''
'' Eh iya Bas, ada yang mau guwe omongin sama lo.'' Atma mengalihkan pandangannya pada Bastian yang sedaritadi memperhatikan pembicaraan dua orang di depannya.
'' Silahkan nona.''
'' Ini duit semuanya lo hitung. Trus lo kasih ke panti asuhan yang belum banyak donaturnya alias mereka sangat membutuhkan. Kalau sudah kamu laporan ke saya.'' Atma memberikan banyak lembaran seratua ribu pada Bastian untuk di hitung.
" Siap nona.''
'' Guwe dari tadi nyariin lo di pesta taman belakang. Tapi lo ga keliatan kemana aja sih?'' Tanya Atma.
'' Awalnya tadi saya ingin kembali ke mobil untuk mengambil kado untuk nona Ayu dan nona Kanya. Trus setelah itu saya ingin kembali ke acara pesta. Tapi saya mendengar seseorang menyanyikan lagu dangdut. Suara dia ga enak nona. Jadi saya titipkan kadonya di resepsionis dan pergi kesini.'' Jelas Bastian. Atma tentu saja merasa kesal karena yang dibicarakan adalah dirinya. Alno pun menahan tawa. Takut dosa.
''Itu yang nyanyi guwe Marimar!'' Atma cemberut merasa kesal.
.
.
.
# Comment, share, like, and fote nya mentemen..
_ Makasiii_
__ADS_1