3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 37


__ADS_3

Pernyataan Aldo itu sontak membikin semua orang terkejut terutama Kanya.


'' Terima.. terima..terima..'' Teriakan dari Ayu dan Atma yang diikuti para orangtua kelewat produktif itu.


'' Jadi gimana?'' Tanya Aldo lagi yang masih berjongkok di depan Kanya dengan menyodorkan satu kotak berisikan cincin berlian cantik pada Kanya.


'' Lo serius suka sama guwe?'' Tanya Kanya menatap mata Aldo intens dan di jawab anggukan kepala oleh aldo yang artinya ' iya'.


'' Terima..terima..terima..'' Teriakan kembali orang yang ada di ruangan besar itu.


Kanya menatap sekilas pada kedua orang tuanya seolah ingin di beri jawaban. Atmaja dan Salwa pun menganggukkan kepalanya pertanda mereka menyetujui hubungan Kanya dan Aldo. Setelah mendapatkan anggukan kepala dari kedua orang tua nya, Kanya kembali menatap Aldo yang masih berjongkok di hadapannya.


'' Lama banget lo jawabnya. Buruan jawab deh, kita udah ga sabar nihhh. Dan kalo lo nolak guwe bakal gangguin lo seumur hiduplo dan hidup lo ngga akan tenang ya.'' Ancaman Ayu menatap mata Kanya dengan intens supaya dia menerima Aldo. Bukan mengancam lagi sih ini, lebih tepatnya memaksa.


'' Maksa banget lo Yu.'' Ucap Kanya yang tak kalah sewot.


'' Hishhh Kanya lo gimana sih, tinggal jawab aja lama amat. Kasihan tu si Aldo jongkok terus kayak gitu. Keburu kakinya bengkok ntar.'' Protes Atma.


'' Ya aku mau.'' Jawab Kanya.


'' Gitu dong dari tadi.'' Teriakan semua orang yang ada di ruangan itu.


Aldo langsung menyunggingkan senyuman lebar dari bibirnya, dia berdiri dan langsung memasangkan cincin cantik itu di jari manis Kanya. Setelah itu mereka berpelukan. Entah mengapa melihat Kanya yang tak emosi di lamar jadi aneh bagi Ayu dan Atma. Kok aneh?


'' Senjata keramat lo mana Nya. Tumben nggak di keluarin.'' Ejek Ayu.


'' Iya nih. Baru kali ini ada yang nyatain perasaan ke Kanya tapi masih mulus aja tuh mukak nya ngga ada bonyoknya.. hahaha.'' Tawa Atma menyambung perkataan Ayu.


'' Aku tambah yakin sama anak ini.'' Ucap Atmaja ayah Kanya dalam hati melihat pemandangan di depan matanya saat ini.


'' Maksud kalian gimana?'' Tanya Aldo yang terlihat penasaran.


'' Iya kita semua nggak tahu kalau Kanya banyak yang suka. Kita kira baru Aldo yang pertama nyatain perasaan ke Kanya.'' Ucap Atmaja mewakili para tetua disana dan para orangtua itu serentak menganggukkan kepala nya. Padahal aslinya Atmaja sudah mengetahui semua yang di maksud Ayu dan Atma, ini karena setiap waktu selalu ada pengamanan untuk Kanya begitu pula Ayu dan Atma yang ada pengamanan dari orangtua mereka.

__ADS_1


Kanya memelototi Ayu dan Atma untuk tidak membicarakan semuanya. Tapi dengan pelototan mata Kanya malah makin menjadi-jadi Ayu dan Atma ceritakan semuanya.


'' Jadi semuanya.. Kanya itu sudah beberapa kali di tembak sama cowok. Tapi yang para cowok itu dapatkan bukannya cinta Kanya malah bonyok di muka mereka .'' Cerita Ayu menahan tawanya.


'' Iya, mereka bisa bonyok kayak gitu karena dapet bogem mentah dari si Kanya dan langsung di tinggalin gitu aja. Kasihan banget nasib para cowok itu. Niat nyatain perasaan malah bogeman mentah yang mereka dapatkan.'' Ucap Atma menimpali perkataan Ayu. Mereka berdua pun tak kuasa menahan tawanya dan alhasil mereka tertawa dengan kencang memenuhi ruangan. Dan tawa mereka pun di susul para tetua disana yang tertawa setelah mendengarkan cerita keduanya.


'' Tapi selamat Do.. lo nggak dapet bogeman mentah dari Kanya. Beruntung banget lo, mana di terima lagi cintanya. '' Ucap Ayu setelah meredakan tawanya.


'' Atau jangan- jangan Kanya sudah suka duluan sama lo. Jadi dia langsung terima deh cinta lo. Gimana Nya ceritain dongg, kok lo tumben biarin wajah Aldo tetap mulus ngga ada bogeman mentah dari lo sihh.'' Goda Atma tersenyum puas bisa menggoda sahabatnya yang tomboy itu.


'' Udah deh kalian diem aja. Mau kalian guwe hantam ntar hah.'' Ancam Kanya menahan malunya karena tingkah kedua sahabatnya itu.


'' Iya Kanya.. ceritain dong, kok kamu bisa nggak mendaratkan bogem mentah di wajahnya Aldo. Padahal masih mulis lo itu wajahnya eank banget buat santapan.'' Goda Perwira pada Kanya.


'' Ommm.. jangan ikutan kayak anak om deh. Aku malu nih.'' Ucap Kanya sedikit menggigit bibir bawahnya dan meremas tangannya untuk menahan rasa malu di depan Aldo.


'' Eciee.. tuh tuh mukanya udah merah banget kayak ayam hainan.'' Ejek Atma menyenggol-senggol bahu Kanya dengan tangannya.


'' Wawww permirsahh. Baru kali ini seorang Kanya yang tomboy merasa malu di hadapan cowok. Prikitiwww.'' Godaan terus saja Kanya dapatkan dari dua sahabat tidak ada akhlak nya itu.


'' Iya Nya.. ceritain aja aku juga penasaran nih.'' Aldo menatap Kanya yang merasa malu dengan menarik senyuman di bibirnya. Dan memang bersama Aldo lah Kanya bisa malu. Sama yang lain mah lewat kayak air hujan.


'' Jadi aku tu sudah tahu mana cowok yang beneran tulus sama aku atau enggak. Dan aku sudah kenal lama sama kamu yang kekinatannya tukis sama aku.'' Kanya langsung menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa malu.


'' Wadaww wadaww wadaww. Udah panggil aku kamu aja nih... Ntar kalo udah tunangan, ayang ayang atau enggak bebep bebep. Trus kalo udah nikah apa ya.. emm( Ayu berpikir sebentar untuk melanjutkan kalimatnya.) Ah ya.. ntar kalo udah nikah panggilannya akang kendang sama neneng kendang atau ayah bunda. Uhhh sweet benget sihh kalian.'' Ejek Ayu mencubit kedua pipi Kanya dengan gemas dan ingin mencubit pipi Aldo tapi tak jadi karena sudah di halangi oleh tubuh Kanya.


'' Idih.. si cewek abal-abal posesiff amat sih. Awas Do lo jangan deketin cewek manapun. Kalo ketawan sama Kanya bisa habis tu cewek.'' Atma senyum mengejeknya. Kanya pun semakin memelototi Ayu dan Atma yang terus saja menggoda nya.


'' Awas kalian nanti.'' Ucap Kanya dalam hati yang sudah sangan malu bercampur kesal karena ulang sahabat tak ada akhlaknya itu.


'' Aku tidak akan tergoda dengan siapapun kecuali wanitaku yang sangat ku sayangi.'' Aldo tersenyum dan langsung merangkul pundak Kanya.


'' Iyadeh udah jadi wanitaku.'' Ayu tersenyum kecil.

__ADS_1


'' Tunggu deh. Bukannya kalian berdua kemarin waktu Aldo datang ke sini kalian nggak suka sama Aldo ya. Trus kenapa kalian jadi dukung penuh gitu.'' Itulah yang dipikirkan Kanya dan ingin dia tanyakan dari tadi. Tapi karena dua sahabat jahilnya yang terus saja menggoda dia pertanyaan itu jadi tertunda.


'' Iya itu kemarin.'' ucap Atma.


'' Dan sekarang kita sangat mendukung kalian berdua.'' Sambung Ayu.


'' Kenapa tiba-tiba banget mendukung kita?''


'' Mending duduk dulu ya kita sekarang. Sudah capek berdiri ini.'' Sela Pratama memotong Ayu yang ingin bicara, semua pandangan langsung menatap pada papa Ayu tersebut.


'' Kenapa semua melihatku seperti itu, ayo kita duduk dulu dan kalian bisa melanjutkan cerita dengan nyaman tanpa pegal-pegal.


'' Nah iya. Sudah ayo semua duduk.'' Atmaja mempersilahkan semuanya duduk di meja makan sambil menunggu makanan datang.


Sambil menunggu makanan yang di siapkan datang, mereka pun melanjutkan mengobrol dan bercerita.


'' Ternyata orangtua kita yang produktif ini tidak unlimeted ya.'' Celetuk Atma.


'' Iya, Ku kira tanpa batas sampe memaksa kita produktif tadi.'' Ucap Ayu sedikit menyindir.


'' Kami kan biar bagaimana pun tetap orangtua yang sudah melemah daya ototnya.'' Sela Salwa.


'' Lagi pula, walaupun daya tahan otot kami sudah mulai berkurang. Tapi kami masih lebih produktif daripada kalian yang malas.'' Ucap Atmaja membela kawan sejenisnya. Sejenisnya pun ikut mengangguk meng iyakan.


'' Oh ya Do.. kamu mau tahu nggak hal memalukan apa yang pernah Kanya lakukan? aib nya Kanya.'' Tanya Atmaja pada Aldo yang sedaritadi diam menyimak obrolah mereka.


'' Memang aib Kanya apa om.'' Antusias Aldo ingin mendengar aib wanita yang sekarang sudah terikat hubungan dengannya.


*******


Haii semua... pada nunggu nggak nih aib apa ya yang di bongkar 🤔


Buah tangannya jangan lupa ya biar aku kenyang dan semangat nulisnya. Buah tangannya dengan vote, like, comment, dan jempolnya juga 😌

__ADS_1


__ADS_2