
'' Gila!"
'' Emang orang kayak gitu popilitas matre nya kebangetan ya. Heran guwe.'' Keluh Ayu.
" Yaudah kita ikut lo sama Aldo aja ke tempat itu.'' Tiba-tiba otak gesrek Atma muncul. Dia dengan tenangnya tersenyum di dalam seluruh tatapan tajam menghadapnya.
" E kunyuk! lo mau ngapain kesono. Kurang kerjaan banget dah lu.'' Alno memperotes di garda pertama.
'' Kalo lo kurang kerjaan, ntar guwe lapor deh ke om Perwira biar kerjaan lo ditambahin.'' Tambahan protes dari bininya Alno.
'' Yeee kerjaan udah kayak orang demo, masih mau di tambahin. Remuk nih ntar kepala guwe.'' Balas Atma.
'' Lagian lo mau ngapain kesana. Bahaya anak kecil pulang aje sono.'' Sinis Aldo ke Atma.
'' Heh kembaran sarden! guwe bukan anak kecil ya. Galiat guwe dah mimpin perusahaan segede gaban gini!'' Atma sewot balik ke Aldo.
'' Semprong lu ngatain guwe sarden.''
'' Bodoamat.''
'' Palingan juga tugas ni bocah si Bastian yang ngerjain.'' Insting Ayu dengan tatapan meledek ke arah Atma.
''Dia sekertaris guwe. Dan yha.. anak SMP aja ada yang namanya kerja kelompok. Nah sama guwe sama Bastian sekarang juga bagi tugas kalik.''
'' Debatnya mau dilanjut sampai jam berapa?'' Kanya melirik ke arah jam tangan nya sekilas. Dia bicara dengan nada menyeramkann.
Dan semua bungkam diam tak ada suara yang keliar dari mulut mereka. Hanya ada tatap - tatapan mata dan mulut mereka yang saling meledek , Seperti anak SD.
Tempat parkir yang tadi ramai karena perdebatan pun menjadi sepi dan sunyi kembali. Hanya ada suara binatang malam serta burung yang hinggap di pepohonan besar. Atau mungkin ada makhluk lain juga disana ?
'' Jadi gimana ?'' Ayu memulai pembicaraan.
'' Guwe sih tetep mau ikut Kanya sama Aldo!'' Atma si tukang ngeyel pun kekeuh untuk ikut.
Ayu melirik ke arah sang suami. Dan tatapan Alno mengatakan ' Aku terserah kamu.' itulah kira-kira.
'' Yaudah lo berdua tunjukin jalannya yha. Nanti kita ikutin dari belakang.'' Ujar Ayu. Berarti dia setuju untuk ikut bersama ke penamoungan wanita menyedihkan disana.
__ADS_1
Mobil Aldo dan Kanya berada di depan untuk menunjukkan arah jalan. Sedangkan mobil Alno yang berisi dia , Ayu dan Atma oun mengikuti dari belakang.
Atma memang meminta nebeng di mobil sang sahabat. Dia sudah merasa pegal dan malas menyetir mobil sendirian. Maklum nasib jomblowati.
'' Guwe penasaran sama yang namanya Bela itu. Se okke apa sih dia sampe tu emak mucikari minta tebusan 3 Milyar.'' Tanya Atma yang duduk di kursi tengah pada Ayu yang berada di depannya. Dia sedikit memajukan badannya agar sejajar dengan kursi Alno dan Ayu. Walaupun hanya kepalanya saja. Ayu duduk Tepat di samping Alno menemani sang suami menyetir mobil.
'' Ya lo liat aja sendiri orangnya.'' Jawab Ayu malas.
'' Eh iya. Lo ingat ga yang waktu itu Kanya pulang pake baju minim banget , yang pakaian nya bling bling mirip penyanyi dangdut gerobak itu. Jangan-jangan gegara ini ya '' Tebak Ayu sedikit menolehkan kepalanya ke Atma.
'' Iya juga. Kita kan pake pakaian kantor. Emang boleh masuk ?'' Atma berpikir sejenak. Dia lalu mengambil hanphone di dalam tasnya dan langsung memencet nomer Kanya.
'' Hm '' Jawab orang seberang ketika telephone tersambung.
'' Kita emang boleh masuk pakai pakaian kantor kesana Nya?'' Tanya Atma.
'' Boleh.''
'' Kan lo dulu pake baju blink blik. Sekarang engga lagi?'' Makin penasaran.
'' Ngga usah. Kita tinggal mengecoh penjaga disana saja. Setelah itu di dalam kita bebas masuk karena kebanyakan dari mereka mabuk. Jadi kurang sadar dengan kehadiran kita disana. '' Jelas Kanya panjang! Daripada nih kunyuk satu tanya lagi.
'' Gimana?'' Tanya Ayu.
'' Kita ntar ngecoh penjaga yang ada disana aja katanya. Trus kebanyakan orang di dalam pada mabuk jadi kita bebas masuk deh.''
''oo yawdah lah.''
'' Lagian itu baju kerja kalian bertiga udah cukup kebuka menurut guwe.'' Potong Alno.
'' Ini baju kita lebih ketutup dari orang kantoran normal kalik. '' Bantah Atma.
Mereka bertiga memang tak suka memakai rok jika di kesehariannya. Hanya sesekali jija ada pertemuan penting atau acara khusus baru mereka memakai rok kerja yang menurut mereka mini itu.
Mereka beeriga lebih sering menggunakan kaos dan bleazer agar terlihat formal namun santai. Dan untuk bawahannya mereka memilih menggunakan celana hitam panjang berbagai model sesuai kebutuhan kesehariannya.
'' Bawahnya sih ketutup. Itu atasnya masih kebuka.'' Sindir Aldo.
__ADS_1
'' Namanya juga bleazer ya kebuka. kalo ketutup itu namanya freezer.'' Sinis Atma.
Di tengah perjalanan, mereka ber - 5 berhenti dan turun sejenaj di mushalla pinggir jqlqn untuk menunaikan shalat maghrib. Setelah setengah jam selesai, mereka langsung melakukan kembali perjalanan menuju tujuan utama.
Tempat tujuan ini lumayan jauh dari kota besar. Masih berada di kota tapi tersenbunyi.
Mobil di depan pun sudah berhenti di depan sebuah rumah besar , tak sebesar rumah Ayu dan kawan-kawan tentunya.
Rumah tersebut seperri berada di tengan hutan karena tak ada bangunan lain selain rumah tersebut. Suasana di luar pun cukup hening dan dingin karena ini memasuki jam malam.
'' Berasa petualangan horror dah guwe disini.'' Atma merinding memegang kedua lengannya dengan kedua telapak tangan.
'' Beneran ini tempatnya?'' Tanya Alno.
'' Iya beneran disini.'' Jawab Aldo yakin.
'' Kayak nya ini orang gadapet izin deh. Jadi dia sembunyi-sembunyi di hutan gini.'' Ujar Ayu.
'' Heh peang. Mana ada pemerintah ngizinin temoat penjualan diri buka bukaan. Suka ngaco ni orang.'' Sarkas Atma.
'' Di kota ada beberapa. Dan polisinya juga ga negur tuh.'' Bela Ayu.
'' Artinya polisi itu disogok sama mereka.'' Jawab Kanya.
'' Mungkin dengan salah satu muridnya kalik.''
'' Yaudah ayo masuk. Lewat pintu kiri ya. Disana penjaganya pada penakut , jadi kita lebih gampang buat masuk.'' Jelas Aldo.
'' Okke.'' Jawab mereka kompak berbisik dengan menunjukkan tanda okke seperti mencicipi masakan lezatoss.
.
.
Like and komment yha semua..
Selamat membaca dan ,
__ADS_1
^^^Trimakasiii^^^