
Bela di tuntun hingga menuju di depan kamar lantai 17. Dia berdiri di salah satu kamar yang berada di lantai tersebut.
Dengan tataoan bingung, Bela mencoba menanyakan sesuatu pada pria yang mengaku manager hotel itu tadi.
'' Maaf pak, pekerjaan apa yang harus saya lakukan?''
'' Masuklah ke dalam. Bereskan kamar ini.'' Tunjuk pria tersebut pada pintu kamar yang berada tepat di depan Bela.
'' Siap pak. Saya pastikan kamar ini menjadi menjadi bersih dan kinclong.'' Ucao Bela dengan semangat.
Maafkan saya nona cantik. Semoga anda berkehidupan baik setelah ini. Batin manager tersebut sebelum meninggalkan Bela sendiri.
Bela pun membuka pintu kamar tersebut dengan sebuah kartu yang tadi diberikan sang meneger hotel sebelum dia pergi.
Setelah pintu terbuka, Bela menaruh kartu tersebut di tempat kartu yang tertempel di dinding belakang pintu. Ketika kartu memasuki tempatnya, ruangan tersebut menjadi terang karena lampu yang menyala secara bersamaan.
Memang srbelumnya, Bela sempat bertanya kepada wanita yang merekomendasikannya untuk bekerja di hotel. Bela bertanya tentang cara bekerjanya. Seperti mungkin membereskan kamar,membuka pintu, dan masih banyak hal lagi.
Kali ini Bela melihatnya secara langsung.Dia menatap srkeliling ruangan dengan tatapan kagum. Dinginnya ruangan membuat Bela sedikit menggigil.Karena Brla menggynakan pakaian khas orang melamar pekerjaan . Kemeja putih dan rok selutut berwarna hitam.
'' Huft dingin sekali. Tapi aku ga boleh ngeluh! Kerjakan semua yang berantakan hingga bersih.'' Dia menyemangati dirinya sendiri.
Tampilan awal ketika pintu kamar terbuka itu menampilkan sebuah ruang tamu minimalis dengan desain yang mewah dan elegan. Ditambah dua buah sofa mewah yang letaknya berhadapan, di tengah antara kedua sofa tersebut terletak meja kaca kecil. Walaupun ruangannya kecil, tapi dengan desain yang mewah itu pasti membuat semua orang yang melihat ruangan tersebut menjadi kagum dan ingin seteruanya berada disana.
__ADS_1
Bela menapakkan kakinya untuk maju ke depan untuk melihat ruangan lainnya. Hanya ada dua rusngan di kamar tersebut. Kamar tamu serta kamar tidur yang luas. Dia membuka pintu kamar tidur tersebut dan melangkah masuk.
Bela tercengang karena kamar tidur tersebut sangat indah dipandang mata.
Kamar ini terlihat sangat rapi. Bahkan sangat indah juga. Bagian mana yang harus aku bersihkan? Batin Bela yang clingak - clinguk merasa bingung dengan kondisi satu kamar tersebut.
Dari pertama dia masuk tadi, ruang tamu serta ruang tidur disini terkesan rapi tak kusut sedikitpun. Bahkan kasur di kamar tidur itu di taburi banyak kelopak mawar merah yang membuat seluruh ruangan itu semerbak wangi mawar. Tak hanya disitu, Di sekeliling kasur juga terdapat lilin-lilin aroma therapi yang terjejer rapi dengan warna warni yang indah disana.
Wangi semerbak mawar ditambah dengan lilin aroma teraphi yang indah. Sungguh memabukkan dan memanjakan indra penciuman Bela saat ini. Bela merasakan jika ruang tidur ini sengaja di dekor dengan dekorasi romantis.
Apa yang mau menempati kamar ini adalah pengantin baru ya? Atau suami yang mau kasih kejutan sama istrinya , mungkin.
Jika tidak karena kelopak mawar yang berserakan ini, kamar ini sudah sangat rapi. Apa aku harus membereskan kelopak mawar ini?
Mungkin yang memesan kamar tidak jadi dan akan digantikan tamu biasa.
'' Apa yang kau lakukan?''
Terdengar suara pria dari arah pintu kamar yang mengagetkan Bela. Karena terkejut, Bela sempat merasakan sesak saat menghirup oksigen. Dia mengelus pelan dadanya agar hidungnya bisa kembali normal saat menghirup oksigen saat ini.
Setelah pernapasannya kembali normal, tatapan Bela yang awalnya menunduk ia alihkan pada sumber suara. Bela melihat seorang pria tampan berwajah lokal , menggunakan celana panjang hitam, serta kemeja berwarna mignight blue yang empat kancing atasnya terbuka. Sehingga menampilkan otot dada yang kekar milik pria tersebut.
'' Maaf, anda siapa? kenapa bisa masuk kesini?'' Tanya Bela menatap pria tersebut.
__ADS_1
'' Oooh jadi tuan yang akan menempati kamar ini, maaf tuan saya belum selesai membereskannya. '' Tunduk Bela dengan perasaan bersalah. Karena ini pertama kali dia mendapat pekerjaan, tapi sudah membuat kesalahan. Pikir Bela.
'' Justru saat ini kamu sudah menghancurkan dekorasinya.'' Ucap pria itu sedikit emosi.
'' Dekorasi?''
'' Berarti kamar ini memang di dekor seperti ini. Trus kenapa meneger tadi menyuruhku membersihkan kamar ini? '' Gumam Bela pelan.
'' Maafkan saya tuan, tadi manager hotel ini yang meminta saya untuk membereskan kamar ini. Saya kira pemilik kamarnya akan diganti orang baru dengan dekorasi berbeda. Sekali lagi maafkan saya tuan.'' Jelas Bela tertunduk dengan perasaan bersakah.
Kelopak indah mawar merah yang tadinya berserakan di atas kasur, kini berganti tempat dan berserakan di atas lantai. Walaupun di atas kasur masih menyisakan beberapa kelopak, tapi tak seindah saat pertama kali Bela memasuki kamar tersebut.
Hmm. Pria tua itu. Apa wanita ini yang dia kirimkan untukku saat ini? Pria tersebut menatap menelisik pada seluruh tubuh Bela sari atas hingga ke bawah.
'' Tapi tuan tenang saja. Keadaan ini akan kembali lagi seperti semula. seluruh kelopak mawar ini juga akan saya kerjakan dan dekorasi ulang tuan.'' Ucap Bela menawarkan kompensasi dengan senyuman termanisnya. Walaupun hatinga sangat guguo saat ini.
Pria tampan itu perlahan berjalan mendekat ke arah Bela. Sedangkan Bela, jantungnya semakin berdetak kencang dengan seiringan pria itu mendekati dubuhnya. Sekarang tubuh pria itu sudah tepat berada di depan Bela. Pandangan mata pria itu terua terkunci menatap mata Bela walaupun yang di tatap memandang ke arah bawah.
'' Kau adalah wanita yang aku pesan.''
.
.
__ADS_1
Maaf ya up nya sedikit. Akhir ini numpuk tugas banget. typo nya juga menyebar banget ya. hehe.
makasii buat semuanya yang sudah mampir di novel recehan ini. Love you allll.