3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 43


__ADS_3

Aldo dan Kanya mengendarai motor dengan Aldo sebagai supir dan Kanya menjadi penumpang di belakang. Mereka berdua membelah jalanan malam yang ramai dengan beberapa jenis kendaraan berbeda. Ah indahnya malam itu.


'' Kamu payah ih bawa motornya lambat banget kayak siput.'' Ucap Kanya agak berteriak karena jalanan yang mereka lewati sangat ramai hingga dia berbicara sedikit berteriak agar Aldo mendengarnya.


'' Nanti kamu masuk angin kalau aku bawa nya kencang. Pelan-pelan saja yha, yang penting sampai tujuan dengan selamat.'' Jawab Aldo masih dengan sedikit berteriak. Tatapan matanya tak teralihkan dari jalanan depan.


'' Ah kamu mah ngga asik. Ayo kencengin! atau mau aku yang bawa!'' Ancam Kanya.


'' Iyha okey okey ini aku kensengin. Tapi kamu harus pegangan yang erat sama aku yha!'' Perintahnya.


'' Okke.'' Sebelum Aldo menambah kecepatan motor, Kanya langsung memeluk erat Aldo dari belakang.


'' Kalau aku tahu bakal deket begini sudah daritadi aku naikin kecepatanya.'' Batin Aldo.


Aldo mulai memutar gas mencapai kecepatan diatas rata-rata. Motor mereka berdua pun melaju dengan kecepatan penuh tanpa memperdulikan tatapan banyak orang yang kesal dengan pengendara motor kebut-kebutan di jalanan tengah kota seperti ini. Kalau ketahuan polisi kena tilang lah sudah mereka.


'' Wooohhhooowwww.'' Kanya berteriak dan tertawa lepas di kursi penumpang sembari melentangkan kedua tangannya menikmati setiap hembusan angin berlawanan yang menerta tubuh mereka berdua.


'' Sayang pegangan aku dong nanti kamu jatuh.'' Aldo merasakan tak ada tangan Kanya di perutnya. Dia langsung berteriak memperingati Kanya.


'' Kamu harus merasakan angin malam ini Do. Ini enak baaannget.'' Ucapnya sedikit berteriak. Masih merasakan hembusan angin malam yang sangat menyejukkan.


'' Sayang duduk jangan seperti itu.'' Aldo tambah cemas karena Kanya merangkak untuk berdiri ketika kecepatan motornya mulai melambat.


'' Aku pegang bahu kamu yha. Jalannya pelanin aja biar aku bisa seimbang.'' Kanya memegang kedua pundak Aldo dan segera merasakan hembusan angin yang tampak lebih nyata.


'' Aku takut kamu jatuh. Kalau kamu kenapa-napa aku pasti cemas sayang.'' Aldo masih saja merasa khawatir. Aslinya mah si Kanya sudah sering melakukan hal seperti itu. Mungkin cinta dia ke Kanya yang terlalu besar menyebabkan ke khawatiran besar pula.


'' Tenang saja aku pasti bisa kok.'' Kanya mencoba menenangkan Aldo yang terus saja khawatir. Tapi tak mengurungkan niatnya untuk terus menikmati hembusan angin malam yang tak boleh terlewatkan ini.


'' Tapi tetap saja ak..'' Ucapan Aldo terpotong ketika tiba-tiba Kanya menundukkan kepalanya dan mengecup singkat pipi kanan Aldo.


cup.


'' Jangan khawatir lagi yha? aku bahagia kok.'' Kanya mencoba menampilkan senyuman termanisnya dengan tulus.

__ADS_1


Dan terbukti Aldo sudah tak lagi khawatir. Dia ikut menikmati setiap hembusan angin malam yang Allah berikan. Sungguh betapa kuasanya Allah SWT yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini.


'' Do makan disitu yha.'' Kanya menunjuk lesehan warung bertuliskan ' Bakso hangat bang Togar'. Tempat yang ramai dan sepertinya baksonya enak sehingga tempat tersebut disinggahi banyak orang. Aldo menganggukkan kepala sebagai tanda meng iya kan keinginan kekasihnya.


'' Kamu yakin makan disini sayang?'' Tanya Aldo ketika mereka sudah turun dari motor, melepas helm yang mereka kenakan serta sedikit merapikan penampilan mereka sehabis terkena angin.


'' Iyha. Kayaknya bakso nya enak. Buktinya tempatnya ramai.'' Jawab Kanya.


Aldo tersenyum dan langsung menggandeng tangan Kanya untuk masuk ke dalam tenda dagang tersebut untuk memesan makanan. '' Yasudah ayo.''


'' Walaupun kamu anak orang kaya tapi kamu tak memandang rendah seseorang.'' Batin Aldo tersenyum.


Setelah memesan dua porsi bakso dan teh manis hangat, mereka mencari tempat duduk lesehan. Mereka duduk menyandar tembok diatas trotoar yang ber alaskan tikar dengan meja kotak yang tersedia botol kecap, saus tomat serta sambel botol.


'' Pesanan dua bakso dan dua teh manis hangat nya mbak mas.'' Bapak penjual mengantar pesanan Aldo dan Kanya setelah menunggu beberapa menit.


'' Makasih ya pak.'' Jawab Aldo dan Kanya bersamaan.


'' Mbak sama mas nya pasangan kekasih yha. '' Tanya ibu-ibu di sebelah yang sedang makan bersama suami serta anaknya.


'' Eh iyha bu.'' Jawab Kanya gugup.


'' Eh iyha hu trimakasih.'' Ucap Aldo.


'' Ibu ini seperti peramal saja.'' Ucap Kanya. Setelahnya dia menyedot teh manis hangat nya.


'' Memang.'' Jawab ibu itu.


'' Uhuk.'' Kanya tersedak. Segera Aldo mengambil beberapa tisu diatas meja dan memberikan ke Kanya.


'' Saya yang seperti ini saja dianggap peramal dan dukun. Tapi ibu penampilannya seperti biasa malahan yang seorang peramal hehe.'' Kanya tersenyum canggung.


'' Karena hanya kekasih, keluarga dan sahabat nona yang memandang nona dari hati.'' Jawab ibu itu dan dibalas senyuman oleh Kanya.


Setelah selesai dengan kegiatan mengisi perut , mereka memutuskan langsung pulang. Pulang ke rumah Kanya dengan motor Kanya yang dibawa Aldo. Sedangkan Aldo akan mrnaiki taksi pulang nya nanti. Masalah mobil pasto satpam sudah mengurus tuntas. Sebenarnya Kanya menolak rencana Aldo tadi. Kanya tak mau merepotkan Aldo. Tapi dia tak bisa melawan kembali ketika Aldo memaksa.

__ADS_1


'' Makasih ya Do udah dianterin pulang.'' Ucap Kanya ketika mereka sudah berada di garasi rumah depan Atmaja.


'' Iyha sama-sama.'' Jawab Aldo setelah melepas helm nya.


'' Hati-hati di jalan ya Do.'' Kanya menampilkan senyum manisnya.


'' Iyha. Mimpi indah sayang.'' Ucap Aldo setelah itu ia perlahan berjalan keluar dari garasi rumah besar Atmaja.


'' By.'' Teriak Kanya yang mulai tak menangkap Aldo oleh pandangannya.


Setelah itu dia masuk lalu langsung menuju ke dalam kamarnya. Membersihkan dirinya dan langsung meng istirahatkan tubuhnya. Dia langsung terlelap terbawa mimpi indah seperti kata Aldo tadi.


...******...


Berbeda dengan kedua sahabatnya yang sehabis pacaran dengan indah setelah itu istirahat dengan nyenyak. Itu tak dirasakan oleh gadis yang berniat menjomblo lama itu.


Kini sudah hampir jam sepuluh malam tetapi gadis itu masih berkutat dengan banyak pekerjaan menumpuk diatas mejanya. Itu karena beberapa hari ini dia bekerja tanpa sekertaris. Karena sekertarisnya sedang melaksanakan pernikahan. Sebenarnya dia kesal. Kenapa semua orang nikah kecuali dirinya. Boro-boro nikah. Punya gebetan saja enggak. Sungguh malang nasib si JONES Atma.


'' Huahh aku ngantuk sekali.'' Atma menguap merasa pegal seluruh badan serta ngantuk yang melanda dirinya. Dia merasa pegal karena harus terus berkutat dengan pekerjaan.


Memang dirinya memiliki banyak karyawan yang sewaktu-waktu bisa dia suruh mengerjakan. Tapi tak merubah kenyataan bahwa dirinya sekarang adalah seorang pemimpin yang pasti dibutuhkan oleh banyak bawahannya. Buakn hanya pemimpin satu perusahaan. Dia pemimpin banyak perusahaan. Walaupun cabang-cabang lain sudah ada yang meng handle dengan menempatkan direktur.


Satu hal yang membuat gadis itu tetap setia pada meja kerja nya. Dirinya sudah diberi tanggung jawab besar berupa perusahaan pada kedua orang tuanya. Masih ada di hati Atma untuk tetap membuat kedua orangtuanya itu bangga dan senang atas hasil kerja dia.


Atma melirik jam yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya.


'' Ah sudah jam 10 lebih ternyata.'' Gumamnya.


'' Tidak bisa nih begini terus menerus. Bisa jadi perawan tua kalau kayak gini caranya. Dan bisa-bisa pinggangku menjadi rentan sebelum waktunya.'' Ucap Atma menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dan segera mencari posisi ternyaman.


'' Pokoknya besok aku harus segera mencari sekertaris baru.'' Ucapnya setelah itu mengambil handphone diatas meja dan memencet nomer bertuliskan ' Kepala HRD'.


.


.

__ADS_1


. Hallo semuanya.. like like yang banyak dongg biar aku semangat 🤧🤧.


Semoga aku bisa lanjutin sampe tamat yha. Like nya aku butuh buat ganjal perut nih 🤧


__ADS_2