3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 54


__ADS_3

Saat ini tiba saat nya semua tamu undangan satu-persatu maju ke panggung pelaminan untuk mengucapkan selamat dan juga ber foto pada para pengantin dan keluarga. Ribuan tamu undangan datang ke resepsi tersebut termasuk reporter TV yang meliput, para artis, pejabat dan konglomrat lainnya.


Para pengantin dan para orang tua pun sudah mulai merasa lelah. Gimana ngga capek coba, berdiri kurang lebih 6 jam lebih. Mereka pun menghargai para tamu undangan yang sudah bersedia datang ke acara tersebut. Para tamu pun pasti meluangkan waktu padat mereka untuk datang.


“ Kalian kemana saja sih, bantuin kek ini tamu banyak banget.” Indah melayangkan protes-an pada Hana. Hana,perwira,dan Atma sudah menyelesaikan pembicaraan mereka pada Lio dan sang istri. Lio dan Fina juga harus menemui Arvin. Keluarga Prawira sekarang berada di satu ruangan bersama para pengantin dan juga tetuanya.


“ Kita sudah tahu ini akan terjadi. Lagian kan kalian yang ngundang tamu banyak. Gainget umur banget kalian ini. Encok kan itu pinggang kalian.” Ejek Hana.


“ Kita nonton bioskop sebelah tadi.” Perwira berbohong untuk memanas-manasi kedua sahabatnya. Sengaja.


“ Ehe ngga, Daddy bercanda aja itu. Jadi tadi Mommy sma Daddy ketemu sama seseorang. Kayaknya sih teman lama. Eh aku ikutan ngobrol sebentar tadi.” Atma memilih menjelaskan yang Falid. Karena tatapan mata kedua sahabatnya sudah tidak bersahabat.


“ Teman lama yang mana Han?” Tanya Salwa mami Kanya.


“ Si Fina sama suaminya. Kalian pasti ingat sama Fina kan. Dia sahabat persatuan menjomblo sama Hana dulu waktu belum bertemu kalian. Geng persatuan jomblo abadi mereka bubar semenjak sudah punya suami dan anak hingga saat ini. Kebetulan dia sama anaknya disini.”Jelas Perwira.


“ OO iya aku ingat. Yang kalian sama-sama di jodohin waktu itu kan.” Sambung Atmaja.


“ Udah deh kalian jangan nge bongkar aib aku. Mana ada keluarganya Alno sana Aldo juga. Kan malu aku.” Cemberut karena menjdi bahan pembicaraan.


“ Gapapa lah. Kita kan udah jadi keluarga semua. Biasanya juga malu-maluin kamu. Pake acara malu segala.” Sarkas Pratama.


“ Eh bentar- bentar. Daripada kalian kalian ghibah , mending dengerin aku nyanyi deh di panggung.”


“ Kamu mau nyanyi apaan, kan udah ada para artis itu yang menghibur.” Hana mencoba mencegah Atma anaknya sebelum ada kejadian yang mereka semua pikirkan.


“ Lu ngomong aja suara cempreng. Gimana mau nyanyi lo.” Ayu menyipitkan mata. Curiga.


“ Di jamin menghibur. Udah tenang aja kalian.” Atma berjalan menuju panggung dengan sepatu hak tingginya. Sudah bisa kalian bayangkan cara berjalannya? Ya kayak gitu.


“ Khem khem. Atension plis.” Pertama Atma meminta perhatian pandangan para tamu menuju ke arahnya. Hitungan 3 menit itu semua terjadi termasuk Lio sekeluarga yang mulai memperhatikan panggung.


“ Perkenalkan saya Atmadya , sahabat dari kedua pengantin. Jadi sekarang saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur seseorang yang ditinggal nikah atau galau, mungkin juga salah satu mantan dari pengantin.” Kedua mulai ber basa – basi. Dengan tersenyum cerah dengan percaya diri yang sudah diatur, Atma tetap akan menyanyi.


Dia membisikkan lagu yang ingin di nyanyikannya pada pemain musik dibelakang. Berdiskusi sebentar dan akhirnya di jawab anggukan kepala dari mereka.


“ Musik!!”


Mulai dimainkan


[ instrumen dan nada musik lagu dangdut ] Atma mulai memegang maigk


....


Sakit rasanya, putus cinta


Sesaknya di dada


Membuat kita jadi gegana


Gelisah galau meranaa


Mendingan kita heppy aja

__ADS_1


Lupakan semuaaa


Marilah kita goyang bersamaa


Goyang dumang namanya’a’a’a’a’a’a


Ayo goyang dumang


Biar hati senang


Pikiran pun tenang, walau jadi hilang


Ayo goyang dumang biar hati senang


Semua masalah jadi hilang......


Ayo goyang dumang mang mang mang mang....


[ musik ]


“ Ayo semuanya di goyang ke depan. Yang mau nyawer juga boleh yok. Saweran minimal seratus ribu ya.” Atma mengencangkan suara nya di depan maig sembari tangan kiri di julurkan ke depan untuk mengundang orang- orang.


Dan benar saja, beberapa banyak dari mereka maju ke depan dan perlahan mulai ikut bergoyang dengan alunan musik kendang memabukkan. Ada yang bergoyang sendirian alias jomblowan jomblowati, ada yang berpasangan lawan jenis, ada juga yang bergoyang karena di tarik sang anak untuk maju ke depan. Ada pun satu keluarga yang membentuk sebuah lingkaran dan berputar-putar keliling bergandengan mengikuti alunan musik.


Di depan panggung, Atma masih terus bergoyang ala-ala diva terkenal. Senggol kanan senggol kiri dan hahh. Cetar membahana. Atma meliuk-liuk bergoyang seperti cacing kepanasan dan dikelilingi ibu-ibu dan bapak bapak yang menyiapkan saweran jutaan pastinya. Dan acara nikahan itu seperti clubing jika sudah seperti itu. Banyak pula orang yang duduk menggosipi Atma.


“ Emm dad kayaknya kita salah bawa orang deh ya.” Hana yang merasa malu berfikir mukanya mau ditaruh mana. Dan berakhir pada punggung sang suami.


“ Huh.”


“ Ini acara nikahan guwe kenapa jadi kayak clubing sih ya Allah.” Ayu sudah tersungut kesal melihat tingkah Atma. Untung saat ini dia sedang lelah. Coba kalau tenaganya full, pasti udah kedepan dia untuk berhentiin tingkah sahabat konyol nya yang satu ini.


“ Sayang itu gimana acaranya?” Bertumpah pada Alno.


“ Biarkan saja Yu, lagian si Atma menghibur tamu tuh pada happy semua. Kamu bisa ke depan juga sana biar happy ga ada beban.” Bujuk Alno agar sang istri tak marah lagi.


“ Ngga aku capek.” Masih tetap cemberut.


“ Yasudah jangan ngambek nanti cantiknya ilang.” Mencolek dagu Ayu.


“ Sayang kamu gamau protes kayak Ayu? “ Dengan polosnya Aldo berkata.


“ Gapenting.” Singkat padat mengesalkan.


“ OO yasudah kalau gitu. Kamu mau makan apa aku ambilin deh.” Aldo menawarkan pada istrinya yang sedaritadi bermuka datar. Untung cantik.


“ Bakso.”


“ Okke tunggu sebentar tuan putri ku yang cantik.”


“ Anaknya si Hana bar-bar juga ya ma.” Lio membicarakan Atma pada sang istri dan ada anaknya disamping. Arvin.


“ Iya juga sih . Itu goyangannya manteb banget lagi. Kayaknya ni orang sering clubing deh ya pa.” Masih mengamati gerakan Atma yang sudah tak jelas.

__ADS_1


“ Iya juga sih, nurun dari emaknya kalik.”


“ Tapi aku suka gaya dia pah. Aku yakin banget kalau orang seperti Atma itu akan melakukan sesuatu jika ada untung ataupun tujuannya.” Dengan masih mengamati objek, Fina berpendapat sembari memakan pudding yang dia ambil.


“ kenapa kamu bisa tau banget?”


“ Papa kayak gatau mama aja deh waktu dulu.”


“ Ayo kita pulang.” Tiba-tiba Arvin memotong pembicaraan dengan gaya datar.


“ Yasudah sayang, kamu gaada sif nyanyi lagi kan.”


“ Iya kamu pasti sudah capek, yuk.” Lio dan Fina berjalan menggandeng anaknya menuju basemant. Setelah mereka memasuki mobil, mereka langsung pulang ke rumah karena ini sudah hampir tengah malam.


Kembali pada Atma yang masih sibuk sendiri.


Sakit rasanya putus cinta


Sesak nya di dada


“ Ayo goyang lagi semuanyaaaa”


“ Yo saweran nya kurang ini. Yang nyanyi konglomrat nih. Jarang- jarang kan.” Atma masih saja mengoceh dengan melanjutkan nyanyiannya.


Marilah kita goyang bersama


“ Goyang apa namanya?”


“ GOYANG DUMANG NAMANYAAAA” teriak para


penikmat dangdut.


Ayo goyang dumang


Biar hati senang


Pikiran pun tenang


Walau jadi hilang


Ayo goyang dumang


Biar hati senang, semua masalah jadi hilang....


[ Musik diakhiri dengan suara hentakan tangan memainkan alat musik kendang dan seruling ]


.


.


#Jangan lupa komment kalau ada kekurangan.


_Trimakasiii_

__ADS_1


__ADS_2