3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 61


__ADS_3

'' Kalau boleh saya tahu, krnapa tidak anda langsung yang turun tangan bos? dengan begitu masalah ini akan lebih cepat teratasi.'' Bastian memberanikan diri bertanya pada atasannya itu. Walaupun ada rasa tak enak.


'' Pertama, saya ingin jiwa tanggung jawab mereka terlatih . Kedua, tugas saya masih menumpuk. Dan ketiga, saya gamau berurusan dengan si muka datar itu. '' Jawab Atma dengan muka biasa.


Bahkan anda pun daritadi bermuka datar bos.


'' Baik bos , kalau begitu saya permisi kembali bekerja.'' Bartian pamit dengan sedikit membungkukkan badan. Tanda hormat.


'' Hmm.''


'' Huh.. Setiap hari saja pacaran guwe sama tugas.'' Atma yang kesal membanting tumpukan tugas di atas mejanya. Dia membantik tubuhnya ke belakang kursinya untuk bersandar. Sedikit menenagkan pikiran walau masih mengganjal.


...***...


Hari ini Ayu juga sudah memulai pekerjaanya. Ayu saat ini memasuki kantornya yang menjulang tinggi. Dia berjalan tenang di iringi suara ketuka sepatu hils nya yang mahal. Di belakang Ayu, sekertaris pribadinya mengikuti langkah kaki sang nona. Di tangannya sudah membawa barang-barang yang di butuhkan Ayu. Mulai dari tas pribadi, beberapa dokumen dan lain-lain.


'' Selamat pagi nona.''


Para karyawan pun berdiri menyambut Ayu dengan tersenyum dan membungkukkan sedikit badannya. Ayu pun membalas mereka dengan tersenyum tipis dari bibirnya. Di belakang Ayu, diikuti sekertarisnya yang menyamakan dengan langkah kaki Ayu. Bedanya , Ayu mrnampilkan senyuman tapi pria itu menampilkan wajah datarnya.


Yang bikin Ayu bingung , kenapa dia di kelilingi muka - muka orang datar seperti ini. Sedangkan orang lain di luar sana banyak yang mencari wajah orang datar. Karena mereka penasaran dengan perawakan dan seperti apa sifat orang datar itu.


Jika Ayu ? tanpa dia cari pun orang - orang datar sudah mengelilingi kehidupannya. Dia srmpat berpikir. Kenapa mereka mencari orang datar ?


Saking penasarannya Ayu , dia sempat melihat acara pencarian jodoh di hp nya. Di sana terlihat seorang wanita cantik sedang di wawancarai. Pembawa acara menanyakan pada wanita itu , seperti apa orang yang dia sukai ?


Wanita itu menjawab bahwa dia suka orang yang datar. Menurut wanita itu , orang - orang datar jika sufah jatuh cinta akan menjadi gila. Gila dalam artian sangat mencintai pasangannya dan tak akan melirik wanita manapun.

__ADS_1


Itu lah yang menyebabkan kebanyakan orang mencari orang datar. Apa bedanya coba ? bahkan orang humoris seperti suami dan adik iparnya - Aldo pun sama- sama gila dengan pasangan mereka. Pikir Ayu.


Kembali ke perusahaan Ayu ,


Dia tak sama dengan Kanya dan Atma yang di perusahaan menampilkan sisi dingin mereka. Ayu lebih nyaman tersenyum pada semua orang. Eh tunggu ,


Kan memang Kanya setiap hari datar. Dimana pun dia berada dia selalu membawa wajahnya yang datar.


Ayu telah sampai di ruangannya di ikuti sekertaris pribadi yang sedari tadi mengikuti di belakang nya tadi. Ayu berjalan dan duduk di kursi besarnya yang tertata rapi menunggu pemiliknya menduduki dia. Sekertaris itu meletakkan semua barang-barang Ayu di atas sofa yang terletak di deoan meja kerja Ayu. Karena letak meja Ayu berada di dekat kaca besar ruangan yang menampakkan langsung pemandangan kota yang padat.


Setelah meletakkan semua barang Ayu di sofa, dia pun mengambil handphone dan beberapa berkas penting yang dibutuhkan sang nona. Dia berjalan perlahan lalu meletakkan di atas meja Ayu. Ayu pun masih menunggu dengan duduk manis di kursinya.


" Jadi , dua berkas di sebelah paling kanan nona adalah tugas yang harus nona teliti dan tandatangani. Itu adalah hasil pekerjaan dari devisi perencanaan . Satu dokumen di tengah adalah jadwal nona metting hari ini. Dan yang sebelah paling kiri nona , tiga berkas itu adalah hasil pekerjaan saya untuk nona tandatangani." Jelas Gio sekertaris Ayu pada sang atasan.


Dia menjelaskan pada Ayu dengan muka yang sama , datar. Dan dengan kedua tangan di letakkan di belakang seperti sikap istirahat di tempat pada upacara bendera.


" Hmm.. okke akan aku selesaikan semuanya. Ada tugas yang lain ? " Tanya Ayu.


Atma pun mengintip , dan benar saja dokumen disitu masih banyak menumpuk. Tadinya dia harap hanya tugas yang ada di mejanya saat ini yang dia kerjakan. Tapi dia cukup mengerti posisi CEO nya yang tak bisa di pandang rendah. Mana ada hari kerja di kantor tanpa setumpuk dokuman.


" Huhh.. okke saya mengerti. Kamu sudah bisa kembali ke ruangan kamu. Eh sama minta tolong sama OB untuk membikinkan saya white coffe hangat dengan dengan creamer dan tanpa gula ya. " Pinta Atma dengan lembut dan di akhiri senyuman.


" Baik nona. Akan datang 10 menit lagi. Saya permisi." Ucap Gio sedikit membungkuk kan badannya.


Setelah keluar dari ruanga Ayu , Gio pun kembali ke ruangannya yang berada di sebelah kanan ruangan Ayu. Dia langsung menelephone OB dan meminta apa yang sang nona minta tadi.


" Tolong bikin kan nona Ayu white coffe hangat dengan creamer dan tanpa gula sekarang. Harus tiba di ruangan nona muda 10 menit lagi. Tut ! " Sambungan langsung di putus oleh Gio.

__ADS_1


" Hah , dia pikir kantor ini hanya dua lantai saja apa ?! ini kantor lebih dari sepuluh lantai. Apalagi lift nya sering penuh. Ah tau lah , mending bikin saja kopi untuk nona muda. Nona muda kan baik , pasti mengerti mengapa aku telat semenit dua menit. " Omel OB tersebut sembari terus konsentrasi membuat kopi untuk nona mudanya.


Dia pun berjalan menuju lift dan betul saja yang dia katakan tadi. Penuh ! Giliran kedua baru bisa dia masuk.


Kenapa nona bisa punya sekertaris sedingin dia ! Masih kesal membatin.


Di dalam ruangan Ayu , dia sudah mulai mengerjakan berkas - berkas yang telah disiapkan sekertarisnya. Di tengah tengah dia mengetik , pintu ruangannya ada yang mengetuk. Sejenak dia hentikan aktivitasnya dan langsung meminta si pengetuk pintu untuk masuk.


" Maaf mengganggu waktu anda nona muda , ini minuman pesanan anda tadi. Dan maafkan saya karena telat 2 menit dari waktu pemesanan anda. Karena lift nya cukup penuh karena para pegawai pun mengambil pesanannya. " Ucap OB tersebut dengan menunduk. Dia beediri di drpan meja Ayu dan mendekap nampan yang ia bawa.


" Iya gapapa saya mengerti. Hanya dua menit saja." Jawab Atma tenang.


" Terimakasih nona."


" Dan saya juga berterima kasih atas kopinya. "


OB itu pun keluar dari ruangan Atma untuk kembali ke tempatnya.


" Pasti ulah di Gio nih yang memberi waktu pada OB itu." Ucap Ayu pada dirinya sendiri sembari memandangi white kopi hangat nya.


" Huh. Dia seperti Kanya! "


.


.


# Klik like nya kakak ² tercintyaaaa

__ADS_1


Vite and favoritee juga yha.. ehe.


^^^- Makasiiii - ^^^


__ADS_2