
Disebuah perusahaan pencakar langit milik Pratama Group yang sekarang ini dikendalikan oleh Ayu Putri Pratama. Putri tunggal dari seorang Pratama Jaya. Gadis berparas cantik tersebut terlihat sedang menyelesaikan beberapa berkas-berkas penting perusahaan untuk di cek dan segera ditandatangani. Berdasarkan jadwal kerja Ayu yang sudah dijadwalkan oleh sang sekretaris pribadinya, siang ini dia harus melaksanakan meeting penting di sebuah restaurant. Sebelum melaksanakan meeting dirinya sudah mempersiapkan diri dengan di dampingi oleh seorang wakil direktur pusat.
Sesampainya di sebuah restaurant yang telah di janjikan, sang wakil direktur menuntun Ayu untuk berjalan menuju ruangan VVIP yang telah dipesan. Terlihat disana sudah terdapat rekan bisnis Ayu dan sang pendamping yang telah menunggunya.
“ Selamat siang.” Sapa Ayu pada seorang pria seumuran papanya yang sedang membolak-balikkan sebuah kertas yang dia duga itu adalah berkas yang akan dibahas bersama siang ini.
“ Siang nona Ayu, silahkan duduk.” Jawab laki-laki setengah baya tersebut dengan sopan. Diikuti pula Ayu dan sang wakil direktur yang mendudukkan diri disebekahnya.
“ Jadi langsung saja, tujuan kita disini adalah untuk membahas proyek pembangunan yang berada di kota Semarang.” Ucap direktur Pratama group lagsung pada point pentingnya.
“ Bagaimana kelanjutan pembangunan Mall di kota Semaran tersebut tuan?” Tanya Ayu.
“ Sebenarnya pembangunan di awal sesuai dengan yang kita rencanakan. Pemilik tanah sudah menyerahkan kepemilikan tanah seutuhnya pada perusahaan kita berdua. Setelah beberapa minggu semua pembangunan sudahyang sudah di rencanakan berjalan, tiba-tiba ada beberapa warga sekitar yang tidak setuju pembangunan di lanjutkan. Di duga para warga tersebut adalah para pedagang kaki lima yang dulunya mangkal di tanah pembangunan tersebut. Berhari-hari mereka terus saja berteriak untuk menghentikan pembangunan. Mereka mengatakan bahwa kita adalah penyebab mereka kehilangan pekerjaannya. Dan setelah saya telusuri, kebanyakan dari mereka yang bertempat tinggal dekat dengan proyek ini.” Jelas rekan bisnis Ayu itu dengan jelas tetapi belum semuanya dia jelaskan,karena kalimatnya terjeda oleh perkataan Ayu.
“Okke saya sudah mencerna penjelasan anda tadi.Saya sudah menemukan sebuah solusi untuk itu. Tapi sebelumnya saya mau tanya pada anda, apakah para pedagang itu tahu proyek apa yang sedang kita jalani ini?” Tanya Ayu pada rekan bisnisnya.
“ Mereka semua berkata tidak menerima penjelasan dari kami nona. Maka dari itu kami tidak menjelaskan apapun pada mereka semua.” Jawab pria setengah baya tersebut.
“ Trus kalian tidak berusaha menjelaskan apapun pada mereka begitu?” Tanya Ayu dan mendapatkan anggukan kepala dari rekan bisnisnya. Dan itu membuat Ayu mengangkat sebela bibir nya.
__ADS_1
“ Saya tahu anda lebih lama masuk ke dalam dunia bisnis ini daripada saya. Tapi kenapa anda tidak berfikir jauh untuk menjalankan sebuah proyek?” Sarkas Ayu yang masing menatap rekan bisnisnya sembari mengerutkan dahinya.
“ Dalam berapa waktu tercepat anda menyelesaikan sebuah proyek?” Tanya Ayu.
“ Selalu melenceng dari hari perkiraan selesainya nona.” Jawab sekertaris pria setengah baya tersebut.
“ Oke saya bisa memahami kinerja suatu perusahaan dari rating perusahaan tersebut. Dan yang saya lihat perusahaan anda termasuk dalam rating tinggi. Maka dari itu saya ingin menjalani kerjasama dengan anda. Tapi kenapa jika saya perhatikan sekarang ini anda sedang kurang fokus dan kurang tertarik untuk menjalankan proyek ini ?” Ujar Ayu.
Terlihat rekan bisnis Ayu tersebut memejamkan mata sebentar lalu menghembuskan nafasnya perlahan dan mulai berbicara. “ Maaf sebelumnya nona, sebenarnya saya kurang suka dengan proyek ini yang terletak di kota Semarang.” Jawab laki-laki tersebut. Jawaban itu membuat semua orang yang brada disana menatap bingung ke arahnya kecuali sang sekertaris pria tersebut yang mengetahui permasalahan yang dialami atasannya.
“ Kenapa seperti itu? Apa ada masalah dengan kota semarang?” Tanya wakil direktur Ayu duluan karena ibu bosnya sedaritadi diam menatap bingung ke arah rekan bisnisnya tersebut.
Sekertaris tersebut yang mengetahui apa yang harus dia katakan pun langsung melanjutkan kalimat atasannya. “ Jadi sebenarnya, kota Semarang menjadi saksi bisu pembunuhan putri atasan saya ini satu tahun yang lalu.” Jelasnya. Terlihat wajah dua orang didepannya nampak terkejut namun tetap diam saja. Sepertinya mereka berdua tertarik mendengarkan cerita dari rekan bisnisnya tersebut. Dan tak seperti biasanya pula Ayu mau membahas permasalahan diluar pembahasan kerja pada rekan bisnisnya. Entah kenapa kali ini dia tertarik untuk mendengarkannya. Melihat atasannya tetap diam dan ingin menyimak cerita, wakil direktur tersebut ikut terdiam tak menegur seperti biasa yang dia lakukan.
Sedangkan di perusahaan Perwira group, terlihat Atma yang sedang mengobrol dengan calon sekertaris barunya yang juga teman SMP nya.
“ Eh tapi sebenarnya guwe masih heran deh.” Ujar Atma menjeda kalimatnya.
“ Heran kenapa, karena sampai sekarang lo masih saja menjomblo? Bwahahaha.” Ejek Basti.
__ADS_1
“ Bukan masalah guwe, tapi soal elo. Eh tapi lo tahu darimana guwe masih jomblo?” Tanya Atma.
“ Guwe tahu karakter lo kalik. Ternyata sejak SMP prinsip lo tetap sama saja yha,ingin menjomblo.” Ucap Basti. Atma tak membalas ucapannya dengan perkataan tetapi dengan mengerucutkan bibirnya.
“ Lo heran soal guwe kenapa?”
“ Ya guwe heran aja. Gimana caranya lo bisa di rekomendasikan buat jadi sekertaris guwe. Secara guwe tahu kalau lo itu dulunya paling malas kalau soal pelajaran dan suka bolos. Lagian setahu guwe lo itu dulunya orang kaya kan yha, bokap lo perusahaannya juga berkembang pesat. Kenapa lo nggak kerja di peruahaan bokap lo aja yang lebih enak masuknya.” Jawab Atma.
“ Jangan-jangan itu matanya si HRD baru seliwer kalik yha lihat data diri lo. Atau mungkin lo palsuin data-data nya yha.” Mata Atma sudah memelototin orang yang sedang duduk di depannya.
“ Yeee enak aja lo kalau ngomong. Data diri guwe asli kalik. Nih lo chek aja coba laporan guwe.” Ucap Basti sembari memberikan laporan lamaran pekerjaan yang dibawanya. Atma langsung menerima dan membuka amplop berwarna cokelat yang berada di tangannya tersebut dan langsung mengeluarkan beberapa lembaran di dalamnya. Dengan teliti gadis itu membaca dan menliti barisan tulisan yang ada di kertas tersebut. Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat laporan kinerja temannya yang sangat baik dan laporan nilai yang lumayan tinggi pula. Atma dapat melihat bahwa tulisan yang berada di kertas tersebut tidak ada tipu-tipu alias asli.
“ Awas kemasukan lalat nanti tu mulut lo kalau nganga muluk.” Ucap Basti ketika melihat mulut teman SMP nya itu terbuka dengan tatapan yang tak pindah dari laporan berkas di tangannya. Atma yang tersadar dari lamunannya langsung mengerjapkan mata beberapa kali.
“ Hebat lo bisa dapat nilai segini. Gimana caranya?” Tanya Atma.
...****...
Hallo semua... aku tetep usahain up trio gesrek ini. Jangan pelit² likenya :)
__ADS_1
Karena kutahu ku takkan menang di lomba itu jadi yha aku tulis lanjutannya ini aja.