
" Mungkin lo bisa deketin dia lewat itu." Tiba - tiba Alno menatap Atma dan mengusulkan pendapatnya.
" Lewat apa ? " Tanya Atma dengan kedua alis nya terangkat.
" Ya lo usaha buat cari adiknya Arvin , siapa tahu dengan hal paling berharga buat dia, dia bisa balas budi dan bantuin perusahaan lo.'' Usul Alno.
'' Menurut saya itu ide bagus nona. Saya setuju.'' Bastian menunjukkan dua jempol tangannya pada Alno dengan tersenyum.
Dibalas senyuman pula oleh Alno.
'' Idenya sih bagus. Cuman menurut guwe, ga gampang buat cari adiknya Arvin. Bayangin aja deh, dia sudah terkenal dimana-mana. Banyak orang yang tahu siapa Arvin Edzard. Tapi belum ada satu pun yang bisa menemukan adiknya. Pasti susah. '' Atma bingung sendiri dengan pendapat yang diutarakan Alno.
'' Inget pepatah nona, Jangan menyerah sebelum berjuang.'' Nasehat Bastian.
'' Bener banget.'' Disetujui anggukan kepala oleh Alno.
'' Yaudah guwe pikirin dulu deh.'' Setelah menimang beberapa kali, mungkin Atma akan setuju. Mungkin.
'' Eh Alno, ini dah hampir tengah malam loh. Lo ngga balik ke kamar ? nanti Ayu nyariin lo gimana.'' Ucap Atma.
'' Eh iya juga ya. Yaudah guwe balik dulu ke kamar. Lo berdua hati-hati, jangan macem-macem kalian.'' Nasehat Alno seraya menepuk pundak Bastian dan Atma bersamaan.
'' Guwe bukan bocah lagi. Udah sono lu balik. '' Usir Atma memberi tanda dengan telapak tangan digoyangkan.
'' Lagian saya dan nona Atma tak ada hubungan apapun kecuali antara sekertaris dan atasan pal, Jadi pak Alno tak perlu khawatir.'' Ucap Bastian.
'' Yaudah deh. Kalo ni anak curut kenapa- napa kan bini guwe juga susah. Otomatis guwe kebawa bawa.'' Ejek Alno.
'' Whatt? Anak curut? kurang asem lu ya. Awas lo!!'' Atma menodongkat sepatu hils tingginya kepada Alno. Hingga Alno lari dengan mengejek.
'' Malem- malem bikin emosi aja tuh orang. Huhh.'' Atma cemberut dan membanting sepatu hils yang dia angkat tadi kebawah, memakai nya kembali.
'' Sudah malam nona , sebaiknya nona istirahat. Karena besok sudah mulai pekerjaan kembali.'' Kata Bastian.
'' Iya ni juga mau ke kamar. Tapi masih ada yang mau guwe omongin sama kamu.'' Tunjuk Atma pada Bastian.
'' Ada yang bisa saya bantu nona?''
Atma mengeluarkan selembar kertas dari tas kecilnya dan menaruhnya di atas meja. Kertas tersebut di dorongnya menggunakan jari hingga berada tepat didepan Bastian.
'' Ambil itu! itu dari daddy saya.'' Perintah Atma.
__ADS_1
Bastian mengambil lembaran kertas tersebut. Begitu dilihat isi tulisan yang terdapat pada kertas, Bastian langsung menunjukkan muka kagetnya.
Dapat dilihat dari kedua bola mata Bastian yang membulat dan mulut sedikit terbuka.
'' Biasa aja kalik lihatnya. Tutup tuh mulut, nyamuk masuk entar.'' Atma terkekeh dengan ekspresi Bansian saat ini.
'' Nona ini apa? kenapa nominal cek ini besar, kan belum waktunya ambil gaji nona.'' Dengan polosnya Bastian berkata dengan masih melihat tulisan dalam cek tersebut.
'' Anggap aja ini bonus untuk kerja keras kamu sampai saat ini. Sumpah aku ga nyangka banget kamu bisa sepeeti sekarang. Kerja keras kamu harus mendapat apresiasi besar juga kan.'' Atma tersenyum menatap Bastian.
'' Tapi ini melebihi gaji bulanan saya nona. Saya tak enak menerimanya.'' Bastian merasa lesuh tak enak hati.
'' Pendapatan perusahaan berkat kamu juga meninggi. Jadi kamu pantas mendapatkan ini semua. Kamu juga sudah membantu sebagian pekerjaan saya , Kamu bekerjasama dengan baik dengan saya sehingga perusahaan kita semakin jaya. Kamu pantas menerimanya. Kata Atma.
'' Alhamdulillah, terimakasih nona. Saya sangat berterimakasih pada anda dan pak Perwira.'' Bastian tersenyum dan menundukkan kepala sedikit pada Atma. Tanda hormat.
'' Sama-sama. Jadikan itu apresiasi kamu untuk semakin semangat bekerja ya. Aku yakin kamu bisa. '' Atma tersenyum sembari mengulurkan tangan kanan nya ke depan untuk berjabat tangan dengan Bastian.
Bastian pun menerima jabat tangan formal dengan Atma.
'' Yasudah kalau gitu, Aku balik ke kamar dulu ya. Kamu jangan kemalaman juga. Istirahat isi tenaga buat besok.'' Perintah Atma.
'' Silahkan nona. Selamat istirahat.'' Hormat Bastian pada Atma.
Bastian pun beberapa kali mengucapkan rasa syukurnya pada Allah.
***
Sedangkan di dalam salah satu kamar suite room yang telah di dekor, ada sepasang pengantin yang sedang terlelap tidur saling memeluk di dalam selimut.
Flashback on
Setelah memasuki kamar, Aldo dan Kanya memilih bersih-bersih dahulu hingga tak ada obrolan sama sekali. Hanya ada suara-suara beberes dan mandi. Setelah itu? Senyap.
Kanya yang lebih dahulu selesai beberes, kini sudah menempati kasur. Dia langsung membuka handphone nya dan langsung membuka sebuah pesan dari maminya.
Hingga tiba-tiba Aldo selesai mandi dan langsung duduk di sebelah Kanya. Aldo hanya menggunakan celana pendeknya, sedangkan kaosnya disampirkan di pundak kanannya. Sehingga saat ini dia bertelanjang dada.
Kanya tentu saja kaget dengan kehadiran Aldo yang berada di sampingnya dan tak mengenakan kaos. Reflek dia langsung menutupi kedua matanya dengan kedua tangannya.
'' Kenapa ga pake baju, kan ada di pundak kamu itu bajunya.'' Tanya Kanya pada sang suami.
__ADS_1
'' Aku kan hemat tenaga. Ntar juga dilepas.'' Jawab Aldo dengan santai. Dan sekarang dia malah merangkul Kanya dari belakang. Otomatis kulit Aldo yang tak mengenakan kaos tertempel pada tubuh Kanya.
'' Ish kamu kenapa malah nempel. Emang mau renang? kaosnya dilepas.'' Tanya Kanya dengan polosnya dengan nada jutek.
'' Ni bini gue ngerti yang dinamakan Malam Pengantin gak ya , jangan-jangan dia gatau lagi. Duh susah nih kalo gini.'' Keluh Aldo dalam hati.
'' Yaudeh deh ni aku pakai bajunya.'' Akhirnya Aldo mengalah untuk dapat mengetahui sesuatu.
Kanya pun telah membuka penutup mata yang terbuat dari tangan nya sendiri dan bersandar pada Aldo sang suami.
'' Aku bingung deh sama kamu. Kenapa kalau di depan orang muka kamu sama gaya bicara kamu tu jutek banget. Tapi kenapa kalau sama aku jadi manja gini?'' Aldo gemas dengan Kanya. Saking gemasnya, dia mencubit pelan hidung Kanya.
'' Gatau kenapa, aku suka aja kalau ngobrol sama kamu. Kayak ada daya tarik tersendiri.'' Jawab Kanya masih dengan muka datar.
'' Ya.. tapi muka kamu masih datar walauoun bicara banyak sama aku.'' Aldo menghela nafas memaklumi perilaku Kanya. Istri tercintanya.
'' Oh iya itu kamu lihat apa, serius amat.'' Tanya Aldo.
'' Ini semua dokumen foto dan vidio acara tadi. Kenapa aku bisa senyum lebar gitu ya.'' Bingung Kanya.
'' Karena sepanjang acara kamu merasa bahagia.'' Jawab Aldo sembari mengelus halus rambut Kanya.
'' ooh.''
'' Dan aku berharap kamu ga bahagia waktu acara pernikahan saja. Aku ingin kamu bahagia selamanya denganku hingga Allah yang panggil.'' Ucapan Aldo dijawab anggukan dan senyuman dari Kanya.
'' Kamu tahu ngga apa yang dilakuin pasangan baru ketika malam pengantin peetama?'' Aldo mencoba memancing Kanya.
'' Tahu. Malam pertama pengantin itu adalah hubungan in..'' Kanya tak melanjutkan ucapannya ketika tersadar apa yang dia lakukan.
'' Dan aku ingin melakukannya sekarang.'' Aldo langsung merebut handphone Kanya dari tangan Kanya, dia langsung mengikuti aksi aksi pengantin baru yang dilihatnya di internet.
Sebelumnya dia menutupi tubuhnya dan Kanya karena takut ada yang ngintip.
SKIIIPPPP. dah itu bayangannya ya. aku takut kenak KPAI WKWK.
.
.
# Like komment favorite and sangu juga yak ehe.
__ADS_1
# Oh iya aku mau tanya. Tulisanku ini di tempat kapian udah sampe episode berapa? ruang tulisku agak error soalnya. Takut ada episode yang kelewatan atau kekurangan. Komment ya .
_ Makasiii_