3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 60


__ADS_3

'' Berapa persen penurunan?'' Tanya Atma.


'' Sekitar 17% nona.'' Jawab direktur produksi yang mengalami penurunan saat ini.


Arma sedang melangsungkan rapat bersama direktur yang bertanggyng jawab atas penurunan produksi perusahaan nya. Saat ini ada Bastian sekertaris Atma , direktur utama, dan juga direktur pemasaran pusat serta para asisten nya.


Ruangan yang harusnya memiliki banyak oksigen dari pantulan AC itu seketika membuat semua orang di ruangan itu kehabisan oksigen. Seakan ruangan itu tertutup dan tak ada ruang pernapasan di dalam nya. Karena aura dingin yang di keluarkan oleh atasan mereka - Atma.


'' Perlu kalian tahu, penurunan keuntungan perusahaan 10% saja itu sudah besar. Dan ini ? lebih. Apa usaha kalian untuk memperbaiki kecerobohan yang kalian buat ini?'' Tanya Atma dengan datar dan sedikit berteriak agar pencerahannya memasuki telinga mereka satu persatu.


Tatapan Atma datar, tapi aura yang di keluarkan persis seperti bongkahan es besar di gudang penyimpanan negara.


'' Semoga semua selesai dengan selamat.''


'' Semoga aku tidak lembur lagi seperri kemari.Se


'' Semoga nona Atma hari ini moodnya baik.''


'' Semoga aku selamat dari ruangan ini.Se


'' Semoga tidak ada yang mengecewakan.''


Itulah isi hati dari orang-orang di ruangan ini. Jantung mereka seperti sedang berada pada ketinggian 100 kaki di atas langit jika berhadapan dengan atasannya - Atma.


Semua menundukkan kepalanya. Mereka tak berani bertatapan langsung dengan Atma. Kcuali Bastian yang sedari tadi diam mendengarkan dengan kepala dan badan tegak. Sesekali dia juga melitik bosnya yang sepanjang di kantor selalu menampakkan wajah datar dan dingin. Bastian tak takut , karena dia tahu sifat asli bisnya jiga di luar pekerjaan.


Semua diam tak menjawab. Orang-orang bawahan Atma itu hanya berani menunduk. Kedua tangan mereka bergetar mengeluarkan keringat dingin.


Mereka terus memanjatkan doa agar selamat dari ruangan maut ini.


'' Kenapa semua diam, tak ada yang ingin menjawab?''

__ADS_1


Semua masih mengumpulkan banyak keberanian untuk bisa berhadapan dengan Atma. Maka dari itu mereka diam untuk mengumpulkan keberanian.


Bastain pun merasa kasihan dengan nasib para direktur dan bawahannya ini. Dia tak tahu harus berbuat apa. Karena ini sudah menjadi konsekuensi karrna mereka lalai menjaga perusahaan. Menyebabkan adanya celah musuh untuk menyelinap masuk.


Andai orang-orang di kantor ini tahu jika sifat bosnya di kantor dengan di luar itu sangat berbeda. Jika di buat perbandingan..mungkin nilainya 10/100.


10 detik.. 15.. 25... 50.. 1 menit.. Atma terus menunggu seseorang mengutarakan pendapat. Dia terus mengetuk - ngetukkan jari nya ke meja hingga bersuara ' tak..tak..tak..'


Hingga 2 menit sudah dia menunggu,


Akhirnya ada seorang gadis muda yang menduduki posisi direktur berdiri dari kursinya dengan mengangkat tangan kanannya. walau begitu wajahnya masih menunduk.


'' Sa..saya i..ingin mengatarakan pe..pendapat no...no..nona.'' ujarnya dengan gugup.


'' Silahkan.''


'' Se..sebelumnya saya minta maaf nona , ta..tapi menurut saya, dalam suatu usaha pasti ada yang namanya kegagalan. Dan sa..saat ini kami sedang mengalami kegagalan yang menutut saya ini hal yang wajar dialami pengusaha. Dan..dan pasti anda sudah mengalaminya beberapa kali. Tentu kami akan memperbaikinya , tapi ini srmua butuh ptoses dan tidak instan. Itu pe..pendapat saya no..nona.'' Kata direktur wanita muda tersebut dengan menunduk. Selanjutnya dia langsung duduk kembali dan semakin menundukkan wajahnya dengan tangan metemas rok kerjanya.


Atma tersenyum tipis mendengar pendapat orang tadi. Menurutnya, ini masuk akal. Tapi dia belum puas dengan semua jawaban tadi.


'' Pendapat yang bagus. Saya memang baru memasuki bisnis. Tapi asal kalian tahu, saya sudah dari kecil di ajarkan ayah saya tentang seluk beluk bisnisn dan pengusaha.


Bisnis memang berat dan butuh rintangan. Jika kalian orang yang ambisius, kalian tak akan bisa memulai bisnis dengan benar. Dan nantinya akan memasukkan kaoian ke dalam masalah yang semakin memperberat kehidupan kalian. Kegagalan bisnis pun memang ada, pasti ada. Tapi jika suatu kegagalan itu kita perbaiki dengan banyaknya usaha, kegagalan akan pergi dengan sendirinya. Saya pun pernah mengalami dan mendalami kata ' kegagalan ' itu.


Maka berani membuat , berani pula bertanggung jawab. Selesaikan masalah ini. Kalian diskusikanlah kembali dengan Bastian.


Saya permisi.'' Atma pun beranjak dari duduknya dan keliar ruangan itu menuju ruangannya. Semua di ruangan itu pun ikit berdiri dan menunduk hormat pada atasannya.


Mereka sekarang sedikit bebas bernapas , tetapi masih susah karena apa yang atasannya ucapkan tadi.


'' Nona Atma tadi kenapa ya , apa aku salah bicara?'' Ucap direktur wanita itu. Dua merasa bersalah sekali jika memang benar apa yang dia ucapkan itu membuat Atma kesal.

__ADS_1


Semua menjawab dengan mengangkat kedua bahu mereka. Direktur wanita itu semakin murung di buatnya.


Hari ini pun di tutup dengan penjelasan Bastian mengenai taktik dan cara yang akan dia gunakan untuk menutupi kekurangan ini. Dia diskusikan semua ini dengan anggota rapat tadi. Serta yang bertanggung jawab atas semua masalah ini.


Suasana di ruangan ini penuh dengan keseriusan. Hari ini Atma berbaik hati dengan memberi kesempatan pada mereka semua untuk memperbaiki dan menutupi semua kesalahan mereka.


Setelah dirasa penjelasannya cukup, Bastian pun keluar ruangan, disusul semua orang dalam ruangan tadi untuk menuju tempat kerja mereka masing-masing. Bastian berjalan menuju ruangan Atma dengan membawa beberapa berkas yang tertata rapi pada tangan kanannya.


Bastian berjalan tegap, menambah ketampanan yang dirinta pancarkan. Itu pula yang membuat seluruh karyawan wanita di kantor pusat itu selalu melirik Bastian , ada yang curi-curi pandang, bahkan berusaha mendekati Bastian dengan rayuan mereka.


Walau begitu, Bastian tak memperdulikan tatapan mereka semua. Selama dia di kantor, dia hanya fokus pada pekerjaan dan kebutuhan bosnya.


Setelah berada di depan pintu Atma, Bastian mengetuk pintu dahulu, lalu segera masuk tanpa harus mendengar Atma bicara.


Dia langsung menutup pintu karena ini privasi.


'' Permisi bos, semua pendapat telah saya utarakan. Mereka akan berusaha.'' Ucap Bastian setelah berada tepat di depan Atma yang sedang menatap leptop dengan kepala menyandar di tangan kanannya.


'' Saya harap mereka bisa menangani sendiri masalah ini , tanpa saya yang harus turun tangan.'' Jawab Atma menghela nafasnya.


Jika di kantor, Atma akan tetap berkata formal pada siapapun termasuk Bastian.


.


.


# Like komment favorite and sangu juga yak ehe.


@Penulis Abstrak


@raihanaatmarianimadyan

__ADS_1


^^^_Trimakasii_^^^


__ADS_2