3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 65


__ADS_3

Atma mulai melompat - lompat kecil menyesuaikan makhluk aslinya. Dia melompat semakin mendekati sasaran yang tengah menatap berlawanan pada datangnya Atma.


'' Khem.'' Atma berdehem agak keras sehingga mengagetkan kedua preman itu. Refleks dua orang bertubuh besar itu mengengok ke asal suara dan mereka langsung terpental kaget sembari memegang dadanya agar nafas mereka beraturan.


'' Ha..ha..hannttuu.'' Salah satu preman tersebut langsung berlari secepat mungkin agar terhindar dari si pocong buatan. Walaupun lari dengan kaki gemetaran, tapi tetap dia usahakan asalkan jangan dibawa ke dalam alam yang sama dengan si pocong. Pikir preman penjaga tersebut.


Sedangkan teman preman yang satu masih berdiri mematung tepat di depan Atma dengan kaki dan selutuh badan gemetar takut. Beberapa kali dia meneguk salifanya agar berani melawan hantu itu, tapi gagal.


Karena si preman tak kunjung pergi, Atma yang berperan menjadi pocong buatan itu dibikin kesal karrna sudah terlalu lama dia berdiri dengan tubuh di bungkis seperti itu.


Refleks Atma memelototkan matanya tajam dan... preman itu langsung jatuh ke tanah dengan tak sadarkan diri.


'' Mau pingsan aja lama banget. Gatau apa kaki guwe dah kesemutan.'' Gerutu Atma.


Atma pun berbalik badan dan memberi kode pada keempat temannya bahwa misi berhasil. Mereka semua pun keluar dari persembunyian dan langsung menghampiri Atma dengan lari kecil.


'' Cepetan bukain ini kainnya. Gerah tauk.''


Tanpa banyak bicara, Kanya dan Ayu membantu Atma melepas kain putih yang melekat di tubuhnya.


Setelah semua terlepas, kain pitih itu langsung diterbangkan dan dibuang di balik pohon-pohon yang berjejer. Takutnya sudah ada beberapa makhluk yang menyangkut di kain tersebut jika masih disimpan.


'' Yaudah ayo masuk. Keburu yang satu balik lagi.'' Ucap Aldo setelah berhasil mengambil kunci pintu samping di dalam saku preman yang jatuh pingsan tadi.


'' Ini muka guwe gimanee. Bisa-bisa yang di dalam treak treak ntar.''


'' Nih bersihin pake itu.'' Kanya menyerahkan botol kecil mineral yang dia bawa pada Atma.


Perlahan Atma pun mulai membersihkan muka cemong nya dan beralih pada kakinya yang kotor terkena banyaknya tanah disini. Setelah itu dia memakai hils nya kembali dan mereka berlima berjalan masuk dengan santai.


Kunci yang mereka ambil pun mereka lempar kembali ke luar agar seakan-akan kunci tersebut terlempar keluar dari kantong si preman.


'' Wih.. ternyata mirip kayak yang di senetron yha tempatnya.'' gumam Atma.


Bangunan ini di dominasi dengan walpaper klasik dan warna cat dinding yang berwarna cerah. Serta berbagai macam lampu kelap-kelip menggantung di atap serta tembok-tembok.


Terletak satu buah lampu disco besar di bagian tengan tembok atas. Lampu itu menjuru ke berbagai ruangan yang menjadikan bangunan tersebut meriah dengan dekorasi ramai dari konsep dan miniaturnya.

__ADS_1


Disana, mereka juga menemukan beberapa orang yang sedang mabuk-mabukan bebas. Beberapa pria tua yang ditemani para wanita malam. Kadang pria tua itu nakal grepe-geepe tubuh si wanita malam.


'' Gilaaak. Bebas banget disini bisa ngapain aja. '' Cemooh Ayu.


'' Jangan nakal kamu. Awas aja ya.'' Ayu melayangkan tatapan menuduh pada suaminya, Alno.


'' Eh.. aku ga pernah main ginian sayang.. kan cuman kamu yang ada di hati, pikiran dan raga aku.'' Si Alno menggombal agar Ayu percaya padanya.


'' Idih jangan percaya dia Yu. Muka-muka modelan dia mah udah biasa main kesini.'' Setan Atma memanas manasi pasangan pengantin tersebut.


'' Lama-lama gywe tenggelemin beneran ya lu.'' Kesal Alno.


Setelah drama singkat berdebadan yang di dominasi Atma itu, mereka mulai melangkah melewati lorong demi lorong bangunan tersebut. Tangan Aldo terus saja merangkul pinggang Kanya agar mereka mengira bahwa dirinya sebagai tamu disini.


Begitu pula Alno yang melakukan hal yang sama pada Ayu sang istri. Atma? ya jalan sendirian lah.


Dia tetap pede jalan sendian tanpa genggaman dan rangkulan. Walaupun sepanjang jalan dia terus saja mendapat godaan dari parq lelaki hidung belang di sana. Baik tua ataupun muda, sama saja.


Para pria itu terua saja menggoda Atma dengan mencolek dagu dan pipi Atma. Pandangan mata mereka mengarah pada dada Atma. Atma memang masih mengenakan pakaian kantir sedikit ketat, hingga yang di dalam sedikit menonjol.


'' Habis aku main sama dia trus giliran kamu yha.''


'' Sayang ayo ke kamar.''


Begitulah perkataan pria-pria hidung belang itu pada Atma. Ingin radanya Atma memberi hadiah bogem mentah pada mereka semua.


Tapi dia tahu situasi sekarang yang sedang menyamar. Dia berusaha sabar dan terus mengontrol emosinya dengan terus menarik napas dan dihembuskannya perlahan.


Padangan mata Atma selama berada di dalam masih terus dingin, datar dan tak terbaca.


Guwe yakin semua cewek-cewek yang ada di sini udah hilang keperawanannya. Mereka manabisa lolos dari para hidung belang nan reot ini. Kalau guwe sih, udah guwe bunuh laki-laki kayak gitu kalau mereka mau sentuh guwe. Enak saja. Batin Atma sinis.


Beberapa saat kemudian,mereka berlima berhenti di depan pintu kamar. Setelah melewati beberapa lorong dan tiba di lorong yang nampak sepi ini.


'' Ini kamarnya Bela.'' Ucap Kanya.


'' Lo ngga salah liat, seriusan ini kamarnya?'' Ayu nampak belum percaya.

__ADS_1


'' Tempatnya sepi banget. Dan perbandingan lorong lain sama lorong ini 1/4.


'' Disini cuman ada beberapa orang lewat dan lalu lalang saja. '' Ujar Atma.


'' Mungkin mereka udah pada tidur kalik.'' Ceplos Alno.


'' Yang namanya wanita malam, mereka akan bangun dan melayani tamunya malam hari. Bahkan dini hari.'' Sela Ayu.


'' Trus kita ngapain sekarang?'' Tanya Atma.


Kanya mendekatkan telinga kanan nya hingga menempel pada pintu. Dan berkata,


'' Bela baru ada tamu. Kita tunggu saja dulu sebentar.''


'' Tamu? maksudnya baru uh ah uh ah gitu?'' Cerocos Atma.


Ayu pun menyenggol lengan sahabat biadap nya itu


'' Lo belum nikahnya. Di rem itu mulut.''


'' Gapapa yang penting guwe udah 18+''


Sekian lama menunggu, mereka semua menunggu dengan perbincangan kecil dan memeriksa email serta pekerjaan kantor mereka masing masing. Nyicil.


'' Mereka pake gaya apaan sih. Lama bener.'' Gerutu Atma. Yang lain hanya terus fokus pada layar hanphone mereka untuk mengecek data.


Aldo dan Alno melepas jas mereka dan memakaikannya pada istri mereka,Kanya dan Ayu.


Udah tadi main pocong-pocongan, sekarang dicuekin lagi. Hiks. Batin Atma kesal.


Setelah menunggu kurang lebih satu jam lebih lima belas menit, dari kamar bela keliarlah dua orang laki-laki muda dan tampan. Kedua lelaki tampan itu sempat melihat lima orang yang berdiri menggenggam handphone mereka.


Keduanya pun hanya acuh dan langsung pergi dari lorong tersebut.


'' Tadi tuh dua orang yang keluar, brarti mereka main bertiga dong.'' Ceplos Atma.


'' Guwe jadi makin penasaran sama si Bela itu.'' Atma tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2