
Ceklek.. Suara pintu terbuka.
Dan muncul lah laki-laki tampan yang sedang mengenakan jubah kamar mandi. Ya itu Aldo.
'' Lah. Kenapa kalian kesini?'' Tanya Aldo dengan polosnya.
'' Lo sama Kanya udah pada ditungguin noh sama para tetua di resto bawah.''
'' Lama banget bukanya. Kalian ngapain sih.'' Sewot Atma.
'' Mereka kan pengantin baru sayang.'' Bisik Alno di telinga istrinya- Ayu.
'' Kita juga! tapi ga selama mereka.'' Balas Ayu membisik suaminya.
Coba kalo kamu ga datang bulan. Pasti akan lebih lama dari mereka. Batin Alno kesal. Tapi harus sabar karna dia sayang istri.
'' Si Kanya mana?'' Tanya Atma.
'' Di dalam baru kesakitan.'' Jawab Aldo.
'' Kesakitan? sakit apa emang.'' Kepo Atma.
'' Mungkin dia kecapean kalik ya semalam. Tamunya kan ga berhenti muluk dari krmaren.'' Khawatir Ayu.
'' Yaudah kita masuk dulu.''Tanpa perserujuan pemilik kamar, dua wanita bar-bar itu langsung nyelonong ingin menemui temannya di dalam sana.
Melewati keriga pria yang bengong dengan kelakuan para wanita itu.
Memang semua wanita sama seperti itu?
Ketiga pria tampan itu pun akhirnya mengikut masuk ke dalam kamar.
Saat masuk, nampak ketiga wanita itu berada di atas tempat tidur yang berantakan.
Kamar ini pun juga di desain dengan penuh bunga-bunga indah. Membuat seliruh ruangan kamar itu dipenuhi wangi semerbak bunga.
'' Tunggu deh. Kayaknya guwe tahu nih Kanya sakit apa.'' Atma terus memandang satu titik dengan tersenyum miring.
'' Gausah sok tau lo. Kan yang dokter suaminya.'' Ayu nething.
'' Kalo kayak gini mah guwe jagonya.'' Sombong Atma.
'' Bener ternyata kalo Kanya itu kecapean. Tapi bukan karna acara pernikahannya..'' Atma menjeda kalimatnya. Sengaja! biar pada penasaran.
'' Kalian pasri kecapean MALAM PERTAMA yaa!!'' Atma heboh dengan ucapannya.
'' Uhuk..uhuk..'' Seketika Aldo keselek angin.
'' Sembarangan aja lo kalo ngomong.'' Aldo mencoba mencari pembelaan.
Sementara Kanya hanya diam saja. Dia diam karena menyembynyikan rasa malunya. Tapi terlihat jelas bawha wajahnya memerah.
__ADS_1
'' Eh lo tahu darimana ni dua orang udah malam pertama?'' Tanya Alno sang kakak pada Atma.
'' Kalian lihat nih. Ini namanya bercak darah. Artinya ''itu'' nya Kanya udah pecah.'' Jawab Atma menunjukkan bekas merah yang mulai memudar pada seprei putih yang nampak sedikit tersembunyi.
Kalah telak!
Bos Atma memang selalu fullgar. Batin sekertarisnya. Bastian. Walaupun nampak diam, Bastian sedari tasi menjadi cctv berjalan untuk mengawasi keadaan orang-ornaterdekat bosnya itu. Siapa tahu butuh.
Pengantin baru ini sudah tak bisa ngeles apapun lagi. Karena si curut telah menemukan barang buktinya.
'' Kalian udah pada mandi belom?'' Tanya Atma pada Aldo dan Kanya sang sahabat.
'' Udah barusan. Ni mau ganti baju dulu.'' Ujar Aldo mewakili sang istri.
Jubah mandi yang Aldo dan Kanya gunakan bukan jubah yang cukup terbuka. Jubah itu berbahan tebal,berlengan panjang serta memiliki tinggi di bawah lutut.
Jadi mereka sudah seperti mengenakan pakaian dan tak malu pada orang orang yang tiba-tiba di kamar mereka ini.
'' Trus kenapa kalian ga bukain pintu tadi waktu kita pencet bell? Bini guwe kan jadi capek ngeluarin emosinya.'' Aldo sewot.
'' Guwe tadi baru mandi. Trus Kanya kan susah buat jalan.''
'' Udah deh. Nih kasian si Kanya tambah malu entar.'' Ayu menyudahi perbincangan kecil ini.
'' Yaudah yuk kita bantuin Kanya ganti pakaian.'' Ayu meng-kode Atma dengan kedua mata dan alisnya.
Ketiga wanita itu pun menuntun Kanya dengan hati-hati untuk menuju ruang ganti pakaian. Kanya hanya nurut dan pasrah saja karena memang dirinya susah buat berjalan.
'' Bercanda.'' Karena tak ingin menjadi serangan massal, Atma mengeluarkan gigi mengesalkannya.
'' Awas ya lo entar!'' Aldo sudah kesal dengan tingkah anak curut yang satu ini.
Untung Aldo cukup sabar,
Setelah semuanya siap untuk turun, Mereka pun bersama-sama menuju ke restourant hotel yang berada di bawah.
Terlihat disana telah ada para tetua yang sedang mengobrol santai dengan candaan tawa sesekali. Para anak muda dan jomblowan jomblowati itu pun menghampiri para tetua.
'' Kalian lama banget. Dari mana aja?'' Tanya Pratama.
'' Biasa lah om.. pengantin baru.'' Ucap Atma menaik turun kan kedua alisnya. Tak lupa senyum boneka annabell dia sematkan di wajahnya.
'' Haha.. yaudah kalian sarapan dulu gih. '' Pinta Atmaja. Para mudawan itu pun mengangguk.
Semuanya pun telah kumpul. Para tetua memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Karena mereka tahu kalau waktu para anak nya adalah orang-orang yang sibuk. Mereka pun jarang bertemu.
Jadi, jika ada waktu berkumpul seperti ini mereka harus memanfaatkan nya sebaik mungkin.
Acara sarapan tersebut menjadi ramai. Mereka semua sering menggoda para pengantin baru dengan candaan mereka , saat sarapan berlanjut.
Mereka belum tahu bahwa yang melakukan Malam Pertama hanya Aldo dan Kanya. Sedangkan Ayu dan Alno harus sabar menanti datang bulan- nya Ayu berhenti hingga tuntas.
__ADS_1
Percuma juga di gosipin gini. Kejadian aja belum. Alno membatin.
Ini si Atma harus guwe jahit mulutnya! Batin Aldo kesal.
'' Sabar ya sayang. Sebentar lagi.'' Ayu menampakkan senyum manis nya pada sang suami. Dia mengelus tangan Alno agar suaminya itu bisa hadapi ini.
Alno pun membalas genggaman tangan Ayu dengan meletakkan tangannya yang lain di atas Ayu dan tersenyum.
Pertanda dia tak ingin memaksakan kehendaknya.
'' Masih sakit ga sayang? '' Bisik Aldo bertanya dengan Kanya- khawatir.
'' Udah baikan.'' Kanya menampakkan senyum nya sekilas.
Aldo dari tadi selqlu merasa beesalah pada istrinya. Karena ulang nya , Kanya menjadi menanggung sakit. Dan pasti Aldo mengetahui tingkatan sakitnya.
Karena dia seorang dokter bedah yang sudah sering melihat organ-organ manusia lain mugkin.
'' Kamu nanti ke kantor?'' Tanyanya pada sang istri.
'' Iya.'' Jaeab Kanya singkat dan jelas.
'' Apa gabisa libur sehari aja gitu?kasihan kamu nya pasti masih sakit.'' Aldo memberi saran.
'' Aku masih banyak banget dokumen numpuk.'' Jawab Kanya.
'' Lagian aku dah baikan.'' Lanjutnya.
'' iya walaupun udah baikan , aku tahu itu masih sakit walau sedikit. ''
'' Aku ga papa.'' Kanya tersenyum tulus. Aldo pun membalas senyum Kanya dan mengangguk.
_
Sarapan bersama pagi ini berjalan lancar dan semua pasti bahagia.
Karena perut mereka semua kenyang.
Atma dan Bastian sang sekertaris telah dahulu berangkat kantor. Karena Atma akan mengadakan rapat pagi dengan para bawahannya.
Begitu pula dengan Kanya Aldo dan Ayu Alno yang mempunyai kerjaan menumpuk. Mereka sebelumnya telah menyuruh supir untuk membawa barang- barang mereka ke dalam mobil. Dan mereka berangkat bersama pasangannya masing-masing.
Alno mengantar Ayu ke kantornya dahulu setelah itu dia yang akan ke perusahaannya. Hal serupa pun dilakukan dengan Aldo.
Dan semua pun telah check out kamar dan kembali ke kediaman masing - masing.
'' Berapa persen penurunan?'' Tanya Atma.
.
.
__ADS_1
# Like komment favorite and sangu juga yak ehe.