3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 34


__ADS_3

Malam itu Kanya dan Aldo menaiki mobil Aldo menuju tempat para PSK bertugas. Lebih tepat nya sebenarnya berfoya foya sih. Mereka ke tempat itu untuk menjalankan misi mereka mencari Nabila anak pak Budi.


Perjalanan mereka menuju misi selalu di dominasi omelan Kanya. Omelan dia risih dengan baju nya, dia cuma ngelakuin ini demi kebahagiaan pak Budi, dia ngga akan ngelakuin ini lagi.. bla..bla..bla.. dan masih banyak lagi.


'' Lo tu ya. Bisa gak sih, sekali ini lo diem.. tutup tu mulutlo rapet rapet. Trus jangan dibuka sampe kita sudah sampe. Ngerti?'' Ucap Aldo yang sedaritadi pusing mendengarkan banyaknya omelan Kanya.


'' Ya ga bisa lah! lagian lo punya ide aneh banget. Gaada ide apa di otak dangkal lo itu. Trus ntar kalo guwe dilihatin sama om-'' Omelan Kanya berlanjut dan berhenti ketika Aldo menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


'' Ngapain lo tiba-tiba berhenti di sini? emang dah sampe?'' Tanya Kanya bingung.


Tiba-tiba Aldo mendekatkan wajahnya ke wajah Kanya. Membuat wajah Kanya bersemu merah kayak ayam hainan bakar. Eh? ayam hainan bakar kan agak kecoklatan. Kayak cabe merah rebus maksudnya. Bigimane sih ni si otor otaknya kemalingan apa yak?


'' Do-doo wajah lo kenapa di deketin ke guwe gini?'' Tanya Kanya gugup.


Cantik. Apalagi wajahnya merah malu gitu. Ucap Aldo dalam hatinya menatap lekat wajah Kanya.


'' Lo kalo masih cerewet guwe bungkem tu mulut lo pake mulut guwe ya!'' Ucap Aldo yang wajahnya hanya berjarak 2 centi dari wajah Kanya.


''Ii-- iya udah guwe diem ga bakal cerewet lagi. Janji.'' Ucap Kanya mengangkat 2 jarinya dan bicara masih dengan nada gugup.


'' Oke good. Kita lanjutin perjalanan. 5 menit lagi sampe kok.'' Ucap Aldo yang sudah kembali duduk pada posisi semula dan kembali memegang stir mobilnya.


5 menit kemudian,tepat sasaran waktu yang Aldo katakan,mereka sedah sampai di tempatnya. Tempat dimana para PSK bekerja. Tempat yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Tapi entahlah kenapa pihak polisi tak membongkar rumah agak besar yang menjadi tempat wanita malam bekerja ini. Tak ada yang tahu kecuali tuhan,polisi itu,dan yang pasti pemilik tempat haram ini.


'' Ih bener lo kata lo. Ternyata penjaga nya banyak banget. Baru pintu depan saja sudah segitu penjaga nya. Gimana di dalam ya?'' Ucap Atma yang masih di dalam mobil bersama Aldo.


'' Makanya jangan keras kepala!'' Ucap Aldo menoyor kening Kanya. Kanya hanya mengerucutkan bibirnya karena toyoran Aldo tadi. Dan karena dia malas debat dengan Aldo, maybe.


'' Yawdah ayo turun. Inget ya.. jal^ng itu harus genit sama yang sewa dia. Jadi lo harus pura-pura kayak mereka!'' Perintah Aldo yang sudah dia ulang-ulang selama perjalanan.


'' Iya - iya bawel. Demi pak Budi nih guwe kayak gini. Untung make up guwe udah guwe tebelin biar gaada yang ngeh kalo guwe Kanya Dimana Atmaja. Hufftt.''


Kanya dan Aldo menuruni mobil dan melangkah menuju tempatharam itu. Di pintu depan sudah pasti mereka di hadang oleh beberapa pria ber otot. Kanya pun menempel dan bergelayut di lengan Aldo seperti wanita malam pada umumnya. Sebenarnya risi sih. Tapi mo gimana lagi.


Dan yang benar saja. Para penjaga rumah haram itu membiarkan mereka berdua masuk ke rumah yang mereka jaga. Mereka mengira kalau Kanya dan Aldo adalah PSK dan majikan yang akan Kanya layani.

__ADS_1


'' Eh bener loh Do kita disuruh masuk.'' Ucap Kanya setelah berhasil melewati beberapa penjaga di depan.


'' Iya,tapi lo harus tetep waspada. Soalnya ini tempat banyak banget penjaga nya.'' Bisik Aldo kepada Kanya.


'' Trus kita kemana nih sekarang?'' Tanya Kanya bingung. Karena dia baru pertama kalinya masuk ke rumah haram seperti ini. Mana pakaian Kanya sangat minim pula.


'' Kita cek per lorong satu persatu. Kita ke lorong kanan dulu aja.'' Ucap Aldo menunjuk lprong kanan dengan matanya dan menarik tangan Kanya.


'' Ini lorong kamarnya banyak banget. Gimana kita nemuin Nabila nya. Kalau kita main nyelonong masuk masak mata guwe yang suci ini harus terkotori karena ngelihat adegan kayak gitu? Hiii.'' Ucap Kanya yabg terus berjalan mengekori Aldo dengan bergidik ngeri.


'' Ya lo pinter dikit kek. Ini per kamar kan ada jendela nya. Kita lihat aja dari jendela.'' Ucap Aldo dengan santi nya dan tanpa dosa pula. Padahal sebenarnya Aldo pun sudah tahu bagaimana cara menemukan Nabila tanpa harus mengintip satu-persatu kamar berderet ini.


'' Sama aja kita ngintip. Kalau mereka baru di itu kan gak lucu kalo kita ngintip. Gimana sih lo.'' Ucap Kanya bernada kesal.


Tiba - tiba ada seorang wanita berpakaian agak terbuka menghampiri Kanya dan Aldo.


'' Selamat malam pak. Saya akan mulai darimana ya?'' Tanya wanita itu dengan halus dan hormat.


Kanya pun kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan wanita itu kepada Aldo. Dia melirik wanita itu dari bawah hingga ke atas. Setelah melirik wanita itu, Kanya memindahkan mata nya melirik ke arah Aldo seolah meminta di beri jawaban atas kebingungan nya ini.


'' Oohhh.''


'' Kamu tunjukkan saja dimana letak kamar Nabila sekarang pada kita!'' Perintah Aldo pada wanita itu.


'' Gilakkk. Disini pada bahenol semua. Pantes aja para cowok betah cuci mata disini. Depan belakang komplet, bunder semua.'' Ucap Kanya sambil memandangi beberapa pria yang sedang di goda oleh para PSK disana.


'' Pikiran lo ya. Udah ayo kita temui Nabila.'' Ucap Aldo sembari menyeret Kanya dengan menarik tangannya.


Sesampainya di kamar Nabila Kanya mendengar suara-suara aneh dalam kamar itu. Dia awalnya ingin menerobos masuk. Tapi dia dihalangi oleh wanita bayaran Aldo itu tanpa Kanya tahu sebabnya. Padahal jiwa kepo dia memberontak ingin masuk ke dalam.


'' Kamu ngapain menghalangi saya? minggir deh.'' Ucap Kanya agak kesal karena wanita itu terus saja menghalanginya masuk ke kamar Nabila.


'' Maaf pak,bu, Nabila sedang service.'' Ucap Wanita itu yang masih dengan posisi menghalangi Kanya untuk masuk kedalam.


'' Service? maksudnya?'' Tanya Kanya bingung.

__ADS_1


'' Service para pria bu.'' Ucap wanita itu.


'' Ohh service para pria. Eh tunggu apa? service itu maksudnya?'' Tanya Kanya kaget dengar jawaban wanita bayaran Aldo itu.


'' Iya bu.''


'' Wihhhh hebat si Nabila. Suaranya aja sampe kedengeran di kuping guwe.'' Ucap Kanya asal. Dan karena memang benar suara yang ditimbulkan perempuan di balik pintu itu terdengar sampai ke telinga Kanya.


'' Hebat darimana? kayaknya mulut lo harus guwe saring deh. Jeplak aja lo kalo ngomong.'' Ucap Aldo menjewer telinga kanan Kanya.


'' Awww aduduh. Bisa ga sih gausah di jewer kuping guwe? bisa lebar ntar kayak kuping gajah.'' protes Kanya.


Setelah menunggu menunggu dan terus menunggu, Nabila tak kunjung keluar. Ketiga orang yang menunggu di depan pintu kamar Nabila hanya di hidangkan dengan suara-suara khas milik Nabila.


'' Eh kok lama banget sih si Nabila keluarnya? guwe dah bosen plus ngantuk nih.'' Ucap Kanya malas.


'' Tunggu bentar. Paling bentar lagi keluar. Nanggung kalo kita tinggal... udah jauh-jauh sampe sini juga.'' Ucap Aldo yang sedaritadi terus menatap ponsel nya untuk menghilangkan rasa bosan.


'' Ntar kalo nyokap bokap guwe nyariin gimana?'' Ucap Kanya masih dengan nada malas nya.


'' Emmm ya lo telephone mereka lah.'' Ucap Aldo yabg mata nya masih tak berpindah dari ponselnya.


'' O iya. Guwe sampe lupa ngabarin mereka. Bisa habis guwe ntar kalo pulang malam ga ngabarin.''


'' Banyak amat nih miss call dari nyokap guwe, bokap, sama sahabat guwe.'' Ucap Kanya yang terus langsung menghubungi Atmaja ayahnya.


.


.


.


********


Selamat membaca... jangan lupa buah tangannya juga yhhaaa 🤩

__ADS_1


__ADS_2