3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 52


__ADS_3

Seperti yang dikatakan para tetua, pengantin baru belum bisa melakukan malam pertama.


Di dalam salah satu kamar suite room yang telah dihiasi dengan perpaduan bunga berwarna putih dan merah itu sedang ada Ayu dan Alno yang tiba-tiba kemasukan putri malu.


“ Emm.. No, aku boleh minta tolong ga?” Ayu menundukkan wajahnya.


“ Boleh dong sayang. Mau minta tolong apa?” Alno yan awalnya bermain handphone di atas ranjang pun turun menghampiriAyu yang berdiri menunduk di dekat ruang ganti pakaian.


“ T-tolong bantuin bukain kancing kebayak belakang dong.” Semakin memperdalam menunduk.


“ Emang para periasnya ga bantuin kamu tadi?” Memang Alno sedikit gugup.


“ Tadinya selesai lepasin riasan kepalaku, Aku ke toilet sebentar buat bersihin ingus karna habis nangis tadi. Pas aku keluah para periasnya sudah hilang.”


“ O itu. Yasudah gapapa aku bantuin. Sudah halal juga kan.” Alno menjawab enteng berjalan mendekat kearah Ayu dan mulai membuka kancing belakang baju Ayu satu persatu.


Semakin terbuka, semakin terlihat punggung mulus nan putih milik Ayu. “ Tahan No, nanti malam semua akan terlaksana.” Batin Alno merem melek menahan hasratnya.


“ Aku mau bicara soal satu lagi sayang.” Ada keraguan pada Ayu untuk mengatakannya.


“ Saling terbuka lebih lebih bagus sayang.”


“ Janji dulu kamu ga akan marah.” Mencoba membuat perjanjian.


“ Iya aku janji.”


...****...


Tepat jam delapan malam acara resepsi diselenggarakan. Taman luas hotel menjadi tempat pilihan yang sangat cocok untuk malam ini.


Sepasang pengantin itu terlihat sangat cantik dan juga tampan. Dengan balutan gaun dan jaz cokelat peanut serta kemeja putih mendominasi ketampanan kakak beradik satu ini. Para istri mereka mengenakan gaun warna senada dengan model gaun chapel. Rambut panjang mereka dibiarkan terurai dengan hiasan bunga di samping kepala. Para pasangan pengantin nampak tersenyum bahagia kecuali Kanya si datar. Walau begitu wajah Kanya pun nampak menamparkan kebahagiaan. Walaupun wajah Alno sedikit tertekuk.


Taman malam yang gelap menjadi terang karena adanya pohon legendaris yang dihiasi lampu kuning kecilyang indah. Pelaminan sederhana tetapi mewah menghiasi deretan tenah pesta, denan dihiasi re rumputan hijau sedar. Tak lupa juga ada berbagai hidangan makanan serta panggung hiburan trepat diseberang pelaminan. Berbagai suara kicauan burung malam tak luput malam ini. Beautifull and fresh.



[ Abaikan bawahnya. Liat pemandanggannya aja ya, ehe.]


Saat ini para pengantin dan tamu undangan sedang berkumpul. Berbagai macam alunan musik dimainkan, banyak lagu pun dinyanyikan. Pratama dan Atmaja memang mengundang sebagian penyanyi tanah air terkenal sebagai penghibur malam ini.


Saat ini salah satu penyanyi naik ke atas pangung untuk menyanyikan sebuah lagu. Arvin Edzard namanya.


Betapa bahagianya hatiku


Saat kududuk berdua denganmu


Berjalan bersamamu


Menarilah denganku


Namun bila hari ini


Adalah yang terakhir


Namun ku tetap bahagia


Selalu kusyukuri


Begitulah adanya


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap

__ADS_1


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian ke sana kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkan ku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Namun bila kau ingin sendiri


Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku


Agar ku tak berharap


Dan buat kau bersedih


Bila nanti saatnya telah tiba


Kuingin kau menjadi istriku


Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan


Berlarian ke sana kemari dan tertawa


Namun bila saat berpisah telah tiba


Izinkan ku menjaga dirimu


Berdua menikmati pelukan di ujung waktu


Sudilah kau menjadi temanku


Sudilah kau menjadi istriku. [ Akad – Payung teduh ]


...***...


Suara gemuruh tepuk tangan terdengar ke seluruh taman. Walaupun wajah sang penyanyi terlihat datar, ketampanan yang dia punya dapat menutupi kedatarannya.


Arvin Edzard, penyanyi solo asal Indo yang memiliki suara merdu nan indah. Hanya saja dia terkenal dengan wajah datarnya. Entah kenapa para penggemarnya tak mempermasalahkan hal itu. Mungkin karena Arvin mempunyai kharisma dan ketampanan diatas rata rata. Mungkin faktor keturunan.


Kembali ke pesta,


“ Lio! Apa kabar kamu, sudah lama sekali aku dan istriku tidak melihat kamu dan istrimu.” Saat sedang mengambil makanan, Perwira tak sengaja bertemu teman lamanya.


“ Wira. Kabar aku baik Alhamdulillah. Kamu semakin gemuk aja nih.” Kedua paruh baya itu bersalaman ala teman dan tertawa lebar.


“ Gimana ga gemuk. Istriku selalu saja memasak makanan enak. Itupun harus aku habiskan, kalau tidak resikonya sangat berat.” Keluh Perwira pasrah.


“ Hhh nasib kita sama.” Lio yang awalnya tertawa berubah melas.


“ Kamu bawa istri kamu?” Tanya Perwira yang dijawab anggukan Lio.


“ Yasudah kita temui mereka di ruangan private lobi saja.”


“ Okke.”


“ Yaampun Fina..kamu apa kabar?” Hana mommy Atma heboh bertemu teman lama se frekuensinya.

__ADS_1


“ Kabar baik aku aku Han. Kamu kenapa makin cantik.” Puji Fina menyatukan pipinya dan berjabat tangan dengan Hana.


“ Bisa aja kamu.” Tersipu malu. Padahal dalam hati seneng banget. [ biasalah emak emak. Wkwk ]


Para paruh baya berjumlah empat orang itu duduk dengan sajian teh manis hangat. Pastinya obrolan tak luput dari mereka.


“ Kamu disini jadi tamu undangan rekan bisnis Li? “ Tanya Perwira.


“ Engga sih sebenarnya. Kita cuman nganterin anak kita.”


“ Anak kalian rekan bisnis orang tua pengantin?”


“ Anak kita itu Arvin Edzrard.” Ucapan Fina membuat Hana dan Perwira bengong seketika.


“ Anak kalian seleb?” Hana mulai kepo.


" Kalian gaada kepikiran nempatin anak kalian bisnis gitu?" Eh suaminya ikutan.


“ Yah.. mau bagaimana lagi. Itu pilihan dia. "


“ Oh iya aku baru sadar dia punya nama belakang Edzard.” Perwira menepuk jidad.


“ Tapi aku banyak dengar dari berita, dia itu setiap bertemu orang datar banget mukanya.” Hana menautkan kedua alisnya. Penasaran.


“ Berita yang kalian dengar itu semua benar.” Tegas Fina menghela napas sedih. Lio sang suami segera mengelus pundak istrinya.


“Eh maaf maaf Fin kalau aku salah bicara.” Hana merasa bersalah karena sahabatnya tiba- tiba sedih.


“ Ini bukan salah kamu Han, aku sedih dengan keadaan anakku Arvin saat ini.” Fina berusaha tegar dan menceritakan semuanya pada Hana. Ya, dia percaya pada Hana untuk saat ini, itu tak perlu diragukan lagi.


“ Astaghfirullah, aku turut sedih ya Fin. Suatu saat nanti semuanya akan berubah.” Hana yang merasa turut sedih pun memeluk Fina yang sedang menangis. Wira pun turut memeluk Lio.


Saat keadaan sedang sedih, tiba-tiba ada seseoran yang main nyelonong masuk.


“ Atma! Ketuk dulu kalau mau masuk!” Ya, Atma la yang ingin memasuki ruangan itu.


Bukannya merasa bersalah, Atma menutup mulutnya yang mangap dengan kedua tangannya.


“Astagfirullah mommy sama daddy kok tega banget sama aku,” Drama menangis.


Sontak keempat orang tua itu menggeryitkan jidad saling menatap. Bingung.


“ Kamu ngomong apa sih?” Perwira melangkah bertanya.


“ Aku ga nyangka kalau kalian suka sama jenis. Trus aku ntar gimana dongg.” Makin ngawur bicara.


Sontak Atma mendapat jeweran dari Perwira dan Hana komplite kuping kanan kiri.


“ Kok jadi aku dijewer sih.” Udah salah, protes pulak.


“ Ngaco aja kamu ngomong.” Alhasil kena marah Hana.


Setelah puas menghakimi Atma di depan Lio dan Fina, Hana pun lanjut bercengkerama ria. Hana menghukun Atma untuk memijatkan pundaknya. Lumayanlah hilang peal sedikit.


“ Tante lihat kan, mommy sama daddy aku ga ada akhlak.” Atma yang duduk di atas sofa itu masih saja menggerutu dengan wajah cemberut bibir maju 3 centi.


“ Hhh yang sabar saja Atma, mommy kamu ini mungkin kecapean. Makanya minta pijit kamu.” Fina tersenyum dengan tingkah lucu Atma.


“ Eh tapi anak kamu cantik banget loh Han.”


“ Ehe makasih tante.” Atma malu. Tumben.


“ Siapa dulu pabriknya.” Ada yang gamau kalah.


# Kasih like and faforite semua..

__ADS_1


- Makasiii -


__ADS_2