3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 77


__ADS_3

Seorang pemuda berdiri dengan gagahnya menggunakan setelan kaos bertengger jas bermerk yang tak akan melunturkan jiwa mudanya walaupun dia memakai setelan jas.


Dia memakai setelan formal santai berdalaman kaos polos berwarna putih dipadukan dengan Suit jacket buttons berwarna hitam netral , bawahan lemes celana berwarna senada dengan jasnya.


Benar - benar Tampan !


" Sekarang kau ikut aku ke kantor. "


Tanpa berkata apapun lagi si tuan besar langsung melesat pergi bersiap. Otomatis Bastian pun ikut mengintil dengan bos besar nya itu ya kan.


" Buset ni kantor ngalahin kantor pemerintahan nih." Batin Bastian.


Brukk


Sudahlah. Suara yang paling menyeramkan dibabding suara tembakan bagi orang kantor.


" Harusnya gak gw puji ni orang :)" Yap betull.


SUARA APALAGI KALAU BUKAN SEKUMOULAN BERKAS MENANTI ")).


Mampus kau Bastii.


" Haduu tulang gw yang malang "


" Jadi pen berak deh gw "


" Khem... Jadi Bastian, kepala divisi sudah memeriksa hasil kerjaan kamu kemarin dan greatt. Kamu pintar ! maka dari itu saya sebagai pemilik perusahaan ini melantik secara langsung dirimu ikut bersamaku wahai bocah " . Dengan seringai khas nya pak tua itu enak aja kalau ngomong.


" Yatuhannn. Kerjaan sih dapet ya iya. Cuman yang kek.. hishh udah lah kerjain aja. Daripada kuping gw yang kena mending tangan gw yang pegel. Toh juga gaji ngalit nih ntar. Merhehehehe ."


Okke gw harus ngeles


" Maaf tuan besar. Tetapi saya memang sudab di rekrut di perusahaan ini dengan jabatan menjadi sekertatis nona muda Atma. "

__ADS_1


Nah lo kan kicep lo pak tua


" Udahh masalah itu mah gampang. Ntar saya yang bilang kalau kami disini dulu deh ya. "


" Semangat anak muda. Penerus bangsa harus kuat!"


" Saya mau kembali ke ruangan. Tidur dulu "


Santai bener ni pak tua jalannye dah kayak bos besar.


ya emang iya kan. hehe


" BAJIGURRR MAKSUD ANDA EHSHEUS " Umpat


Bastian.


Serelah drama panjang antara yang tua dengan yang muda itu akhirnya yang muda mengalah dengan memegang prinsip " Seng waras ngalah"


" Telolet telolet " Handphone Bastian berdering menandakan ada orang telpon.


" Haduuu ini lagi satu keturunan yang tadi." Dia pun mengangkat sambyngan telephone nya.


" Halo nona selamat pagi. " Sapanya sesopan mungkin dengan seseorang di seberang sana.


" Palakkau itu pagi ya Bas. Gw izininnya cuman satu jamm tolol. Ini udah berapa jam kelewatannnnn. " Sudah ketebak kan siapa?


Ya itu lah Atma sang nona muda bos kedua bastian. Atma berteriak di sambungan telephone itu. Dan mungkin ya dengan tujuan meluapkan emosinya. Gw juga gatau.


" Hehehehe maaf nona. Tapi ini saya sudah di kantor srjak pagi tadi bersama bos besar. Dan saya tidak bisa menemui nona muda karena saya diberi tugas sangat banyak hari ini nona. "


" Gw gamau tau ya pokoknya lo harus kesini sekarang juga!"


" Sekitar tiga jam lagi saya ke ruangan anda nonamuda. Jika sekarang mohon maaf lahir dan batin beneran ga bisa ini. " Mungkin saking frustasinya dia keceplosan bicara non formal.

__ADS_1


TUT


Sambungan telephone terputus.


Entah harus senang atau dagdigdur hati bastian melihat hal itu. Ya seneng sih kalau udah ga di ganggu anaknye. Deg degan juga kalau ntar nih orang bikim ribut satu kantor cuyyy.


Belom lagi temen - trmennya yang aduhh udah gabisa jelasin lagi nih gw.


"BASTIANNN"


"BANGSATTT SINI LO BALIKK ."


" Haduuuhh tuh kan bener firasat gw. Ni orang bukan manusia emang. " Gumam Bastian.


Yang sabar ya dek.


Dengan pedenya mengeluarkan suara cempreng ala Atma dia berteriak sembari berjalan mode gagah dengan hils yang sengaja dia hentak- hentakkan keras di atas lantai menghampiri ruangan dimana Bastian berada.


Kenapa dia bisa tau Bastian disitu?


CCTV LAHHH.


TAK TAK TAK TAK


JEDUG JEDUK JEDUK JEDUK


TAK TAK TAK TAK


JEDUK JEDUK JEDUK JEDUK


Suara bersautan yang berasal dari heels nona muda dan juga jantung sekertarisnya yang sudah dipanstikan akan terkena masalah.


hsusgeldiwfwoebwisgalw siwkwgwi

__ADS_1


__ADS_2