3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 64


__ADS_3

Setelah mendekat kearah pintu kiri secara perlahan, mereka pun mentusun rencana menjadi makhluk lain untuk menakuti kedua penjaga pintu kiri tersebut.


'' Lo tahu darimana mereka takut begituan?'' Tanya Atma yang kurang yakun menatap kepada kedua pria bertubuh besar dengan tatto tulisan di beberapa kulis mereka. Atma tak melihat ada wajah ketakutan disana.


'' Guwe sempet denger mereka ngobrol sama temennya waktu kesini kemarin.'' Jawab Aldo masih dengan berbisik.


Mereka berlima masih bersembunyi di balik sebuah tembok kecil yang mungkin sebuah toilet. Suasana disana memang sepi dan nampak seram jika dilihat- lihat. Dengan dempet-dempetan karena sesak, mereka terus mengintip pergerakan dua orang penjaga pintu kiri tersebut. Saat tatapan mata kedua orang penjaga mengarak pada mereka, mereka pun langsung sigap menunduk bersamaan.


Sampai kepala Ayu dan Alno sang suami bertubrukan. Mereka berdesis tipis agar tak ketahuan. Beberapa saat mereka saling menatap dalam , hingga ada suatu suara menyebalkan yang terdengar syirik.


'' Kita baru jadi mata-mata. Bukan lomba tatapan mat mesra!'' Ketus Atma.


'' Bilang aja lo sirik.'' Balas Ayu.


Mereka pun terdiam saat Kanya membari isyarat jari telunjuknya diletakkan di depan bibirnya . Pertanda agar mereka semua untuk ' diam ' dan berbisik '' Ada yang mendekat.''


Ucapan singkat itu mampu dimengerti semuanya dan mulai untuk jaga-jaga.


Tiba-tiba Atma bersuara yangmembuat orang empat memelototkan mata ke Atma.


'' Meongg..meonggg.'' Ucap Atma meniru suara kucing yang cempreng.


Orang yang tadinya ingin mendekat ke arah keberadaan orang lima itu pun langsung berbalik dan menepuk bahu temannya sambil berkata , '' Suara kucing itu. Paling juga tu kucing nyasar.''


Atma dan yang lain pun merasa lega sekarang.


'' Si Atmosfer pinter juga yha.'' Ceplos Alno.


'' Siapa itu Atmosfer ? '' Tanya sang istri.


'' Tuh temen kamu si Atma.'' Jawabnya dengan santai.


'' Heh! kemaren kunyuk, sekarang atmosfer! mau lo apasih, ngajak berantem ni bocah yha.'' Atma terpancing emosi. Tapi mssih dengan nada berbisik walaupun ucapannya mengancam.


'' Kapi yang pertama kayaknya kurang sopan menurut guwe. Jadi yaudah deh pake panggilan '' Atmosfer '' aja biar bagus. ''


'' Terserah.'' Atma mulai ngambek.


'' Siapa yang mau pura-pura jadi makhluk nya?'' Tanya Aldo tiba-tiba.


'' Atma!'' Jawab Ayu dan sang suami bersamaan.

__ADS_1


Atma yang diteriaki seperti itu memelototkan matanya pada sepasang suami istri yang selalu menjadikan dirinya tumbal dari suatu masalah. Contohnya seperti saat ini.


'' Apaan sih. Jangan guwe muluk deh , kalian kek sekali-sekali.'' Kesal Atma dengan wajah tertakuk.


'' Ya lu kan gaada pasangan, jadi gaada yang meng-hawatitkan elu ntar kalo di pegang-pegang sama dua preman itu.'' Jawab Alno menunjuk kedua preman yang masih berjaga di depan pintu samping bangunan tersebut.


'' Pake logika dong kalo mikir! ya kalik orang yang di datangin hantu mau di grepe-grepe.'' Sungut Atma emosi.


'' Ya siapa tahu mereka punya rasa penasaran. Trus megang apa gitu.'' Ayu masih menggunakan alasan kurang logis.


Perdebatan kecil itu masih terus berlanjut hingga setengah jam kemudian. Dan akhirnya Atma lah yang menjadi 'memedi' tiruan. Tunbal , seperti biasa.


'' Tapi gimana caranya guwe jadi setan. Guwe ga bawa kain putih dan masih pake setelan bleazer. Gimana tuh.'' Atma tiba-tiba tersenyum karena mendapatkan sebuah alasan yang sangat masuk akal.


'' Guwe bawa nih.'' Aldo mengeluarkan selembar kain kafan putih dari balik jaket hitam yang dia gunakan saat ini.


'' Sialan!'' Umpat Atma dalam hatinya.


'' Yawdah pakein cepetan.'' Sewot atma sembari merapatkan kedua tangannya agar kain puth itu sempurna melekat di tubuhnya dengan bentuk pocong.


Kanya dan Ayu menempelkan kain tersebut pada tubuh Atma dan mulai melilitnya hingga menutupi selutuh tubuh Atma.


'' Heh muka guwe gakeliatan.'' Protes Atma.


Mereka mulai menyobek panjang ujung kain sehingga berjumlah beberapa dan digunakan sebagai pengikat di kaki , perut dan atas kepala agar menyempurnakan sebuah bentuk hantu legendaris Indonesia itu.


Setelah selesai mengeratkan dengan mengikat beberaoa kain, mereka membuka kain pada muka Atma. Sehingga muka menyebalkan Atma pun muncul dengan wajah tak bersahabat.


'' Udah kan gini doang.''


'' Eh tunggu. Masak pocong pake sepatu hils? Copot dulu itu sepatu lo.'' Pinta Kanya memperhatikan penampilan Atma agar sempurna.


'' Trus guwe harus pake apaaa.'' Atma pasrah.


''Gausah pake apa-apa. Kan biasanya pocong juga gitu.'' Usul Alno.


'' Lo ngga liat apa, ini tu permukaanya tanah semua! kalo guwe nyeker, kaki guwe bisa kotor. Apalagi ntar kalo ada cacing muncul tiba-tiba gimana coba.'' Masih melayangkan protes.


'' Ini mendingan tanah. Daripada aspal berbatu, kaki lo ga cuman kotor, tapi juga lecet.'' Sela Aldo.


'' Sayang kamu bawa alat make up ga?'' Tanya Alno pada istrinya, Ayu.

__ADS_1


'' Bawa. emang buat apa sayang?''


'' Biar muka suami lo ga kusut kalik tuh. Biar gak dikira jemuran orang nempel di muka dia. '' Atma masih saja menngerutu kesal dengan semua ini.


'' Ini.'' Ayu menyerahkan sekotak kecil peralatan make up dari tasnya dan menyerahkan pada Alno.


Alno mulai membuka peralatan make up sang istri, dia melihat berbagai nama alat make up lengkap tertata rapi disana. Sebentar dia memilih milih.


Pandangan mata Alno tertuju pada peralatan bernama eyeshadow kebagian warna gelap. Dia meletakkan telapak tangannya di bagian eyeshadow berwarna hitam dan abu-abu.


Alno berjalan mendekat ke Atma , dan Hap! telapak tangan berlumuran eyeshadow hitam abu abu itu meletak sempurna di muka putih Atma. Alno memoles banyak lagi dengan paduan warna gelap hitam, abu abu dan cokelat.


Hampir saja Atma berteriak kencang kalau saja mulutnya tidak dibekap oleh Kanya. Atma pun mengerut kesal dengan mata tajamnya.


'' Apaan sih kalian. Ini muka guwe diapain coba, Kalau guwe jerawatan ini salah kalian semua ya, dan tanggungin biaya perswatan guwe di beauty clinik!'' Atma berbicara dengan nada kesal, tapi tetap berbisik agar tidak ketahuan.


Aldo suami Kanya pun maju dan mengambil sesuatu dalam kantong kanan celanq panjangnya. Dia mendapatkan sebuah tisu putih disana dan menyobeknya. Setelah itu Aldo menggulung kecil tisu tersebut dan membentuk menjadi dua buah lingkaran kecil.


Setelah terbentuk sempurna, kedua tisu tersebut dipasangkan Aldo ke ujung lubang hidung Atma dan memberi ruang sedikit untuk bernafas.


'' Guwe gabisa bernafas wooyy.''


'' Udah tahan aja sebentar , anggap lo pakai masker.''


Awas ya kalian semua. Aku akan membalas semua ini nanti, hiks kalian selalu membawa tumbal hidup kemana mana. Batin Atma emosi.


'' Cekkrekk.''


Tiba - tiba Alno si iseng memotret wajah Atma dari jarak 3 meter menggunakan handphone nya.


Menambah sekumpulan emosi di kepala Atma.


'' Yawdah sama lo muncul, inget ya, iku kaki lo jangan sampe kelihatan. Harus tertutup kain pokoknya! '' Pinta Ayu.


'' Iya iya. Hitung cepetan.''


Orang empat itu mulai menghitung mundur dengan nada berbisik agar Atma datang tepat pada waktu dan suasananya.


'' tiga...dua..saaatu. Cepetan'' Bisik mereka semua pada Atma.


.

__ADS_1


.


jrengg jrenggg


__ADS_2