3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 19


__ADS_3

'' Eh guwe ngapain juga bilang ni cewek cantik, orang bentukan aneh begitu dibilang cantik.. ihh.''Ucap Aldo dalam hati.


'' Oh iya pak.. perasaan kita dari tadi ngobrol, saya belum tahu nama bapak siapa? hehe.'' Canda Kanya untuk mengurangi rasa sedih bapak tua itu.


'' Emm... sama sekalian nama panjang putri bapak kalau boleh. Siapa tahu saya bertemu dengan dia.'' Ucap Kanya melanjutkan kalimatnya tadi.


'' Oh iya neng.. nama saya bapak Budi Suroso. Panggil saja saya pak Budi. Dan anak saya namanya Nabila Eka Suroso. Panggilannya Nabila neng.'' Ucap pak Budi kembali sedih.


DEG.


Aldo seperti mengenal nama itu di pikirannya. Nama ' Nabila' dia seperti mengetahui nama itu.


'' Nabila? aku kayak kenal dia.. ah mungkin beda orang sama namanya aja kalik ya''. Batin Aldo.


'' Nabila? hmm nama yang bagus pak.'' Ucap Kanya.


'' Iya neng. Itu nama pemberian almarhumah istri saya.'' Ucap pak Budi.


Kanya dan Aldo mengangguk tanda mengerti ucapan bapak itu.


'' Kalau saya boleh tahu.. foto wajah anak bapak kayak gimana ya pak?'' Tanya Kanya pada pak Budi.


Pak budi menganggukkan kepala nya tanda mengerti apa yang dimaksud Kanya. Dia pun berjalan memasuki sebuah ruangan dan mengambil bingkai gambar.


'' Ini foto wajah anak saya nak.'' Ucap pak Budi sambil menyerahkan bingkai foto itu pada Kanya dan Aldo.


DEG!!


DEG!!


Betapa terkejutnya Aldo saat melihat foto itu. Ternyata Nabila yang dimaksud pak Budi adalah nabila mantan pacar Aldo. Aldo pun memotret foto itu dengan handphone nya. Dan setelah melihat foto wajah Nabila dia tak lagi bicara apapun.


Di dekat mereka, bodyguard itu terus mengintai pergerakan Kanya. Tak terasa dia ikutan bersedih dan menangis mendengar cerita tentang keluarga pak Budi itu. Ternyata seorang bodyguard itu bisa menangis juga ya.. hahaha.


Waktu pun semakin larut malam. Mereka rasa pembicaraan mereka sudah cukup di rumah pak Budi. Aldo dan Kanya pun pamit pulang pada pak Budi.


Di perjalanan pulang ke rumah Kanya, Aldo terus saja diam. Kanya merasa aneh pada tingkah Aldo itu. Dia pun mulai berbicara.


'' Woyyy.. bengong aja lo. Mikirin apaan sih?'' Tanya Kanya membuyarkan lamunan Aldo.


'' Ngagetin guwe aja sih lo mak lampir.'' Kesal Aldo.


'' Enak aja lu ngatain guwe mak lampir.'' Ucap Kanya dengan wajah cemberutnya.


'' Lo ngapain sih bengong muluk dari tadi?'' Tanya Kanya penasaran.

__ADS_1


'' Guwe kan baru nyetir nih. Takutnya ntar nyerempet orang lagi. Trus lu cerewet lagi ke guwe.'' Sindir Aldo.


'' Gak usah nyindir juga kalik.'' Ucao Kanya.


Tanpa Aldo sadari, dirinya tersenyum melihat wajah Kanya seperti itu.


'' Em.. guwe minta foto nya Nabila tadi dong.'' Ucap Kanya membalikkan tubuhnya menatap Aldo.


'' Nabila? Nabila siapa?'' Tanya Aldo mengerjai Kanya.


'' Lo itu pikun ,apa sengaja lupa, atau amnesia hah? Nabila anaknya pak Budi tadi lah. Siapa lagi emang.'' Ucap Kanya menatap malas Aldo.


'' Guee inget.. guee cuman mau bikin lo emosi aja biar makin tua.. hehe.'' Canda Aldo tersenyum kemenangan.


'' Seneng ya lo bikin guwe kesel!'' Kesal Kanya.


'' Lagian guwe kan ga punya nomer handphone lo. Gimana caranya guwe ngirim foto anak nya pak Budi?'' Ucao Aldo.


'' Lah trus gimana dong?''. Tanya Kanya.


'' Lo punya handphone kan?'' Tanya aldo mengangkat dua alisnya.


'' Ya punya lah. Guwe kan kekinian.''Jawab Kanya ketus.


'' Yasudah sini nomer handphone lo!'' Ucap Aldo.


'' Gimana sih lo. Kan lo yang tadi minta kirimin foto anak pak Budi ke handphone lo.'' Kesal Aldo.


'' Iya juga sih.. yawdah ni nomer handphone guwe.'' Ucap Kanya sambil melihatkan layar handphone nya bertluskan nomer handphone dirinya.


Aldo yang baru menyetir mobil pun sedikit- sedikit menolehkan kepalanya untuk menghafal nomer Kanya dan menulis nomer itu di handphone nya.


'' Udah kan. Guwe misscall ya.'' Ucap Aldo.


Setelah di misscall ternyata sudah masuk ke handphone Kanya.


Aldo pun langsung mengirimkan foto anak pak Budi yang juga mantan nya itu ke nomer Kanya


TING!


Satu pesan baru saja masuk ke handphone Kanya. Dan ternyata itu adalah foto anak dari bapak Budi.


''Cantik juga ya si Nabila.'' Ucap Kanya.


'' Do..''

__ADS_1


''Hmm...''


'' Beberapa tahun lagi lo bantuin guwe nyari si Nabila ini ya.'' Ucap Kanya menatap Aldo.


'' Ngapain harus nunggu beberapa tahun? kenapa nggak besok atau satu minggu ini?'' Tanya Aldo.


'' Iya karena minggu ini guwe harus berangkat kuliah ke Jerman. Mungkin setelah itu kita langsung cari Nabila.'' Ucap Kanya.


'' Okke. Guwe tunggu kepulangan lo''


'' Setelah sampai di rumah, Kanya bergegas memasuki kamar dan langsung ke kamar mandi. setelah ganti baju tidur dia langsung tergeletak tidur di kasurnya deoan posisi berantakan dan juga ngorok.


Beberapa hari sudah ketiga Sejoli ini melewati pelajaran kelas ART itu. Akhirnya mereka betangkat ke negara dimana mereka akan kuliah disana. Ayu akan berangkat ke Amerika, Kanya akan berangkat ke Jerman, dan Atma akan berangkat ke Italy.


Sebelum berangkat ke Amerika, ternyata Ayu dan Alno menyandang status pacaran. Dan mau tidak mau sekarang mereka harus LDR an menunggu Ayu pulang ke Indonesia. Sebelum berangkat pun penampilan Kanya dan Atma dipaksa diubah oleh para orangtua mereka.


Kanya yang tadinya menjadi dukun, sekarang dia sudah menjadi wanita sepantaran nya. Dan Atma yang tadinya culun, sekarang sudah berubah menjadi feminim karena paksaan orang tua nya.


Para bodyguard mereka bertiga yang sebelumnya selalu mengintai mereka pun akan ikut majikannya masing masing ke luar negri.


'' Wah.. jalan jalan ini.'' Ucap salah satu bodyguard dengan berbisik pada temannya.


'' Iya gratis lagi.. hehehe. ''


Setelah menunggu beberapa menit, mereka pun pergi menggunakan pesawat pribadi mereka masing -masing sesuai tujuan mereka. Dan yang pasti juga dengan para bodyguard mereka masing -masing.


Ketiga sejoli itu pun berpamitan kepada kedua orang tua mereka masing - masing. Dan drama perpisahan seperti biasa adalah tidak luput daru kata ' Tangis Haru'. Walau pun begitu, para irang tua mereka pun akan menjenguk mereka ke liar negri saat ada waktu senggang.


.


.


.


Saat menempuh study di negara mereka masing- masing, mereka pun harus melakukan apa yang di ajarkan ibu Sri. Yaitu harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri. Ya sekalian belajar menjadi istri yang baik.. hehehe. Kedua orangtua mereka pun sesekalia menjenguk anaknya keluar negri dan bersapa kangen pada mereka. Saat menjalani study terpisah, ternyata ketiga sejoli itu bersedih tidak bisa bertemu sahabat masing- masing. Mereka hanya bisa bicara lewat vidio call ataupun zoom.


Gak nyangka juga sih.. mereka kalau bertemu dan berkumpul bawaannya ributtt terus seperti tikus dan kucing. Tapi jika terpisah seperti sekarang ini mereka malah kangen kangena. Haduh..


Saat study pun mereka berusaha berkonsentrasi dan fokus dalam pelajaran mereka. Mereka ingin membangun perusahaan kedua orang tua mereka me jadi lebih maju lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2