
'' Yasudah kalau begitu jalan tebgah nya sekarang adalah melakukan pertemuan kita sama keluarga Perwira dan Pratama.'' Harimau negara yang menjelma sebagai igu Kanya mulai menengahi.
'' Lah kenapa keluarganya si Atma ikutan? emang dia mau lamaran juga?'' Bingung Kanya.
'' Bukan gitu, Siapa tahu itu keluarga bisa berguna untuk memberi solusi.'' Jawab Atmaja.
'' Mereka sih sering memberi solusi...'' Kalimat Salwa ibu Kanya menggantung karena dipotong sang putri berbicara.
'' Tapi kebanyakan solusi unfaedah.'' Lanjut Kanya. Semua orang disitu pun tertawa dibuatnya.
******
Seperti yang sudah diberi tahu ibu bos kemarin, hari ini adalah hari dimana diadakannya pemilihan sekertaris ibu bos secara mendadak. Ibu bos Atma lebih tepatnya.
Hari ini di perusahaan diadakan pemilihan sekertaris dadakan. Karena dadakan, calonnya pun hanyalah empat otang yang dipilih dari kepintaran dan kreativitas tertentu dari perusahaan bawah. Kalau saja pemilihan tidak mendadak pasti calon sekertaris nya pun akan banyak.
'' Pagi nona, apakah hari ini anda sudah siap untuk pemilihan sekertaris baru untuk anda nona ? '' Tanya sang HRD.
'' Apa keempat calonnya sudah datang?'' Tanya Atma balik.
'' Semua sudah siap anda interview nona.'' Jawab ketua HRD yang semalaman di ganggu oleh Atma tersebut.
'' Okke tunggu saya setengah jam lagi. Saya harus bersih-bersih dahulu.'' Ujar Atma. Memang Atma baru bangun tidur beberapa menit yang lalu. Dia tidak tidur di kamar persegi yang telah dipwraiapkan untuknya. Melainkan ketiduran di kursi kebesarannya karena semalaman lembur tanpa henti. Dia baru terbangun setrlah beberapa kali HRD tersebyt membangunkannya. Karena tidurnya tak nyaman, maka Atma akan mudah dibangynkan tak seperti saat dia tidur di kasur.
'' Baik nona.''
'' Eh tapi muka kamu lecek banget seperti tas kresek. Saya kan sudah menyuruhmu untuk beristirahat tadi malam. Karena kamu akan lembur hingga sora nanti. '' Tanya Atma yang tak sadar diri.
'' Saya hanya tidur dua jam nona. Karena pekerjaan yang anda berikan semalam membuat saya begadang bersama pekerjaan daripada begadang bersama istri saya nona.'' Batin sang HRD.
__ADS_1
'' Memang muka saya dari dulu seperti ini nona.'' Jawab sang HRD yang pasrah saja dengan atasannya yang minim akhlak tersebut. Demi uang untuk keluarga aku bisa bertahan disini. Yatuhan kuatkanlah hamba untuk tetap bertahan diperusahaan ini. Batin HRD tersebut.
'' Kalau begitu saya permisi dahulu untuk mengerjakan pekerjaan saya nona.'' Pamit HRD tersebut. Dan setelah mendapatkan anggukan kepala dari Atma HRD tersebut langsung pergi meninggalkan ruangan Atma dan menuju ke tuangannya sendiri.
Setelah setengah jam, sesuai perintah Atma sang HRD akan membawa masuk satu persatu calon sekertaris Atma untuk di interview. Atma pun sudah terlihat siap walaupun sedikit lesuh. Dia duduk dikurainya sembari memberi pertanyaan pada calon - calon di depannya itu.
Calon sekertaris yang pertama mengundang perhatian Atma. Calon yang pertama tersebut ia suruh kembali kerumahnya dan hasil laporanya akan kembali Atma teliti dan pertimbangkan sembari menunggu calon sekertaris baru lainnya. Calon sekertaris kedua dan ketiga nampak tak menarik dimata Atma sehingga gadis itu menyuruh mereka berdua untuk kembali kerumahnya. Dan sekarang giliran calon sekertaris ke empat yang masuk keruangan Atma.
'' Selamat pagi tuan.. nona.'' Ucap sekretaris tersebut dengan sopan sedikit membungkukkan badannya.
'' Pagi.'' Jawab Atma. Gadis itu yang tadinya mengamati laptop di depannya menengok ke arah suara datang sembari melepas kacamata bacanya.
Sang sekertaris itu pun kaget dan langsung dapat menebak gadis cantik yang duduk didepannya tersebut.
'' Elo..'' Sekertaris tersebut menggantung kalimatnya. Atma dan sang HRD pun heran kenapa laki-laki di depan mereka tersebut memanggil Atma dengan tak sopan menurut perusahaan. Dan ditambah lagi menunjukkan jari telunjuknya tepat kearah Atma.
'' Tunggu-tunggu. Lo Atma kan?'' Tanya laki- laki tersebut. Pertanyaan laki-laki tersebut membuat ibu bos beranjak dari kursi kebesarannya. Dan dia sekarsng berdiri tepat pada laki-laki tersebut.
'' Hampir semua orang mengetahui nama saya. Secara saya pemimpin perusahaan besar.'' Jiwa sombong Ayu mulai menular pada Atma.
'' Walaupun semua orang tahu nama pendek lo, tapi tak semua orang tahu nama panjang lo.'' Ujar laki-laki tersebut. Atma menatapnya dengan tatapan tajam penuh selidik.
'' Guwe teman smp lo. Masak lo lupa sih? dulu guwe sering anterin lo sama dua sahabat lo itu jalan - jalan.'' Ujar laki-laki tersebut. Memang dia lumayan dekat dengan trio gesrek.
'' Maksudnya?'' Tanya Atma. Makin tajam saja tatapan dia. Sang HRD masih diam saja mengamati interaksi berbicara dua orang di hadapannya tanpa menyela sedikit pun. Kalau laki- laki tersebut bertindak seenaknya dia pasti akan maju terlebih dahulu
'' Dia memang seperti ini dari dulu. Tak ada yang berubah. Gadis pintar tetapi bodoh. Hahaha lucu juga yha.'' Batin laki-laki tersebut.
'' Guwe Bastiaan Reuel.Lo sama dua teman lo itu biasanya panggil guwe Basti Ma.'' Ujar laki-laki tersebut. Ya dia memang benar-benar Basti. Laki-laki tampan yang sewaktu SMP nakal nya minta dijewer kuping sama seluruh rakyat sekolahan.
__ADS_1
'' Basti? kayak pernah dengar yha.'' Batin Atma. Terlihat Atma sedang berpikir keras untuk mengingat nama orang yang mengaku temannya dahulu.Dia pun sudah berhasil megingatnya dan bibirnya seketika langung menimbulkan garis senyuman.
'' Ah iyha guwe ingat. Lo si Bastiti laki-laki yang suka bikin onar di sekolah, suka mendapat hukuman dari guru BK , suka ingin membuat seluruh siswa satu sekolahan ingin menjewer telinga lo.Hahaha.'' Ucap Atma tanpa jeda dengan tawa Atma pecah ketika mengingat kejadian semasa dia SMP dahulu.
'' Nama guwe sudah bagus malah lo kasih nama Bastiti. Nggak sekalian aja lo kasih nama Basiti.'' Ucap Basti dengan muka seakan-akan di buat seperti orang yang memerankan peran ngambek pada pacarnya di sinetron.
'' Ehemm.'' Sang HRD berdehem untuk mengalihkan atensi dua orang didepannya menjadi menghadap dia.
'' Eh masih ada kamu ya disini. Maaf saya lupa hehe.'' Ucap Atma nyengir tanpa dosa.
'' Trus daritadi saya disini anda anggap apa nona? butiran debu?'' Batin sang HRD. Ingin rasanya dia segera keluar dari ruangan tersebut agar otaknya bisa sedikit rilex.
'' Sudah bisa kita mulai meng interview dia nona ?'' Tanya sang HRD dengan tatapan mata menoleh pada Basti.
'' Kamu silahkan kembali dulu ke ruangan kamu. Nanti masalah interview dia itu bisa jadi urusan saya.'' Pinta Atma pada HRD tersebut.
'' Baik nona. Saya permisi undur diri dahulu.'' Sang HRD sedikit membungkukkan badannya tanda hormat pada Atma. Akhirnya keluar juga dari sini. Batinnya pun merasa senang. Setelah HRD teesebut undur diri, Atma mempersilahkan Basti untuk duduk di kursi di depan kursinya. Kursi yang terpaut dengan meja kerja Atma yang luas.
'' Tujuan anda kesini apa?'' Tanya Atma pada Basti yang sedang duduk menggenggam laporan inteeview nya.
'' Yaelah lu formal banget sih sama guwe. Dulu aja kelakuan lo gesrek gitu.'' Basti semasa SMP dulu memang lebih dekat dengan Atma daripada Kanya dan Ayu.
'' Gesrek-gesrek gini pemimpin perusahaan guwe.'' Atma yang tak terima mengeluarkan sedikit kebarbarannya. Ini baru sedikit sekali. Kalian belum tahu sifat ke bar-baran seorang Atmadya yang sesungguhnya. Hehehe.
******
Hallo semuanya.. jangan lupa yha buah tangan untuk ako.. hehe.
Penasaran ga siapa si Basti ini? apa dia jodohnya Atma yang hanya pasrah menjomblo ? pantengin terus pokoknya yhaa hehe.
__ADS_1