3 Gesrek Menuju Sukses

3 Gesrek Menuju Sukses
EPISODE 75


__ADS_3

#tokoh tokoh utama



Ayu Putri Pratama.



Kanyara Atmaja.



Atmadya Perwira.


" Permisi tuan besar. Saya may pamit untuk pulang ke rumah.'' Ucap Bastian sedikit segan.


'' Nanti kau berangkat kerja ? ''


'' Iya tuan. Bos Atma mengizinkan saya berangkat agak telat.'' Jaeab Bastian dengan sopan.


'' Ohh. Kalau gitu kamu disini dulu saja temani saya minum teh nya?''


'' Eh.''


'' Maaf tuan besar. Saya tidak ingin lancang sebagai bawahan. Saya tidak bisa.'' Jawabnya segan.


'' Kenapa begitu? yang menentukan kan saya. '' Perwira sedikit menunjukkan sisi galaknya.


Itu tak membuat pendurian Bastian berubah. Walaupun sedikit takut dengan perubahan sikap Perwira sekarang, Bastian tetap tak akan berani melanggar sopan santun nya sebagai seorang bawahan. Apalagi disini ada banyak sekali pelayan maupun pengawal yang berjaga.


Takutnya mereka menggunjing Bastian jika seperti itu.


'' Maaf tuan. Lebih baik saya pulang saja tuan. Saya di tunggu ibu saya. '' Mungkin membawa nama ibu nya akan mempan? pikir Bastian.


'' Kau bukan lagi anak SMP. Dan kau pikir aku bodoh? Handphone mu daritadi masih tergeletak di atas meja kerja itu. Dan kapan kau bisa tahu ibumu menunggu hem?''


Okke bastian tak bisa mengelak.

__ADS_1


Perasaan kemarin ku taruh di kantung saku belakang. Kenapa bisa dimeja itu. Batin Bastian sembari melirik handphone nya yang memang tergeletak manis diatas meja.


'' Kekuatan insting seorang anak dengan ibunya tuan.'' Mencoba lagi.


Bocah ini kalau dilihat, tipikal penurut dengan orang tua. Dan aku suka hal itu. Batin tuan besar Perwira.


'' Maulah ayo minym dan sarapan bersama kami! ada hal yang perlu saya bicarakan bersama kamu.'' Pinta Perwira dengan memasang wajah imutnya dan jangan lupakan bumbu tambahannya, Puppy eyes dengan bibir dibikin cemberut imut.


Kenapa tuan besar tiba-tiba memasang muka sepeti ini? aku kira tian besar segalak bos Atma. Eh tapi kalau tak ditempat ramai sikap bos Atma juga absurd seperti ini. Memang buah jatuh tak jauh dari tempatnya. Bastian menghela bingung.


'' Mau ya?'' Masih mempertahankan ekspesi nya.


'' Baiklah tuan besar. Tapi saya akan mandi dan mengganti pakaian di rumah sebentar ya tuan?'' Memberi tawaran. Berharap dikabulkan namun,


'' Mandilah disini dan gunakan pakaian ku. Kamar mandi disini ada banyak. Dan pakaian kerja ku? jangan tanyakan lagi seberapa banyak.'' Ucap Perwira dengan sombongnya.


'' Maaf tuan. Untuk itu, saya benar-benar tak bisa. Ini sudah terlalu berlebihan untuk saya. '' Tunduk bastian dengan sangat segan. Sangat baik sekaoi bos besarnya ini. Tapi Bastian tak se gampang itu untuk menerima semuanya. Dia tak mau berbuat diatas lebih.


'' Jangan kau anggap aku sebagai atasanmu! Kau duku kan teman lama Atma. Jadi apa salahnya aku melakukan ini. Lagian aku punya banyak sekali pakaian kerja dan sangat jarang ku pakai sekarang. Mungkin akan ku gunakan jika ada ajang penghargaan dan rapat-rapat dureksi petinggi. Selebih itu aku tak ada kerjaan. ''


'' Dan sayang sekali jika semua baju itu teronggok tak terpakai bukan? jadi pakai lah saja. Pasti akan cocok.'' Imbuhnya.


'' Haiss kau cerewet sekali. Aku tak menerima penolakan.'' Ucap Perwira yang langsung menarik kerah kemeja belakang milik Bastian. Bastian yang terkejut pun tak melakukan perlawanan dan hanya menurut saja. Tak lupa secepat kilat dia menyambar handphonenya yang ada di atas meja untuk dia bawa. Takut ada pesan penting yang masuk.


Padahal yang paling banyak berbicara itu anda wahai tuan besar.


'' Hei kenapa kau menyeret bastian seperti itu? Dia manusia bukan kucing.'' Sewot Hana istri Perwira.


'' Sayang, Bastian daridati menolak ajakanku untuk sarapan dan bersih-bersih disini. Daripada dia banyak perlawanan dan protes, ku angkut saja dia langsung.'' Jawab Perwira dengan tampang tanpa dosanya.


'' Kalau gitu aku me dukungmu sayang.'' Dan istrinya pun ikut mendukung kekonyolan sang suami.


Kenapa aku bisa terjebak disini ya Allah. Kekuarga ini tak ada yang benar tingkahnya. Tapi inilah yang menimbulkan keceriaan dia runah tangga. Batin Bastian. Tanpa dia sadari, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang manis. Sangat manis.


Tak berselang lama, Atma turun dari tangga atas dan memijakkan kakinya menuruni banyaknya anak tangga disana. Atma masih menggunakan pakaian tidurnya. Pertanda gadis itu belum mandi.


'' Apa Bastian membuat masalah Dad?'' Tanya Atma setelah sampai di hadapan orang-orang itu.

__ADS_1


'' Iya.''


'' Mati aku.'' Batin Bastian.


'' Hey. Buat masalah apa kau sepagi ini hah?'' Bentak Atma.


'' Sudah hampir siang nona muda pemalas.'' Sela Hana.


'' Ralat. Kenapa kau buat masalah di pagi yang hampir siang ini?'' Bentaknya


'' Saya tidak membuat masalah bos.'' Jawab Bastian dengan jujur!


'' Siapa yang buat masalah sih sebenarnya?''


'' Bastian. Karena dia tak mau memenuhi apa kata Daddy. Jadi ya Daddy seret aja deh bocahnya.'' Ucapan yang keluar dari mulut Perwira itu santai tanpa beban sedikitpun saat mengatakannya.


'' Memang Daddy suruh apa?''


'' Sarapan bersama kita, mandi disini, temani Daddy mengobrol , dan pakai pakaian kerja Daddy.''


'' Hanya itu?''


'' Iya. Tak berlebihan bukan?''


'' Hem. Yasudah. Daddy seret aja dia seperti itu sampai meja makan. '' Setelah mengucapkan kalimat iitu Atma langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


Mengharapkan apa aku ini. Bos Atma membebaskan ku keluar dari sini? huh. Hayalan.


Batin Bastian menghela napasnya pasrah.


Seperti perkataan anak tersayangnya, Perwira pun menggeret Bastian ala menggeret kuceng oren menuju ke meja makan.


.


.


.

__ADS_1


hscetwhjwieieusgsveuwiwgwyev ( gabut )


__ADS_2