A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 10


__ADS_3

"Dokter Adara, tolong periksa dia" Pinta Zavier, "Setelah aku pulang dia sudah menangis, aku tidak tau kalau giginya sangat sakit, tolong lakukan sesuatu"


"Ayo ikut denganku" Adara menggendong tubuh Ruby dan membawanya ke ruang periksa begitupun juga dengan Zavier yang mengikuti.


"Buka mulutmu" Adara tersenyum. "Seperti nya kau terlalu banyak makan coklat ya, aku akan memberi kan nya obat untuk menahan rasa sakit lalu aku akan—


Kalimat Adara terhenti saat menengok ke belakang dan sudah tidak melihat Zavier di sana.


^^^"Iya aku menelfon mu untuk itu, pekerjaan nya tidak bisa selesai hari ini"^^^


"Kau pulang dari kantor jam setengah 4, tentu saja"


^^^"Itu yang ku katakan, aku pikir aku akan pulang dan menyelesaikan semuanya, tapi tidak ada orang lain yang menjaga Ruby. Apa yang bisa ku lakukan. Ibuku tidur, aku rasa proyeknya tidak bisa selesai"^^^


"Tidak papa"


^^^"Tidak, Lesham. Ini tidak bagus, kau tau aku sangat serius dalam pekerjaan ku. Apa lagi setelah aku menjadi CEO, aku tidak bisa mencegahnya. Aku punya masalah di saat terakhir, bisa kau bayangkan aku tidak bekerja dan duduk di klinik dokter gigi"^^^


Perkataan Zavier barusan tidak sengaja Adara mendengar nya.


"Aku tidak percaya ini, dia masih peduli tentang pekerjaan dan proyeknya. Ini pasti proyek puluhan milyar. Tapi apa gunanya kalau tidak punya waktu untuk anaknya sendiri. Dasar menyebalkan" Ucap Adara kesal, dan kembali masuk ke ruangan.


^^^"Tapi apa yang bisa ku lakukan, Ruby sakit dan aku tidak bisa melihatnya menderita. Dengan penuh kesulitan aku menemukan dokter gigi dan aku harap dia tidak menderita lagi."^^^


Sementara Adara yang sempat mengira Zavier orang yang baik, ternyata nol besar setelah mendengar ucapan pria itu tadi.


Ceklek


Zavier kembali ke ruangan di mana Ruby sedang di periksa oleh Adara.

__ADS_1


"Sekarang sudah tidak sakit lagi kan?" Tanya Adara


"Tidak"


"Nah Ruby sekarang kau harus tersenyum seperti sebelumnya" Ujar Adara, dan Ruby pun tersenyum tipis


Zavier kaget ketika Adara ternyata mengenal Ruby. "Kau mengenal putriku?"


"Walaupun aku tidak mengenalnya, aku pasti akan tetap datang. Tapi ya, aku sudah mengenal Ruby" Jawab Adara


Gadis kecil itu meminta Adara untuk menunduk dan


Cup


Satu kecupan singkat dari Ruby mendarat di pipi Adara. Dan Adara pun membalas dengan mencium kening Ruby.


"Terimakasih, sekarang mari kita sembuhkan gigimu" Adara kembali melakukan kegiatannya. "Berapa kali Ruby menggosok giginya?"


"1 2 4 5 6" Gadis itu menghitung menggunakan jari mungilnya.


"Hm..banyak sekali, bagus" Kata Adara, "Dan berapa banyak coklat yang Ruby makan?"


Lagi-lagi tidak ada jawaban. "Permisi"


"Aku rasa Ruby tidak makan coklat" Jawab Zavier melirik sekilas Adara dan kembali fokus ke ponselnya.


Adara menggeleng pelan.


"1 2 3 4 5 6 7 8 9 10!"

__ADS_1


"Banyak sekali" Sahut Adara seraya membuat lengkungan indah di bibirnya.


Setelah pengobatan, Zavier menggendong Ruby keluar dari klinik diikuti Adara di belakang. Namun, ada masalah, Ruby tidak ingin duduk sendiri di kursi.


"Nak, bagaimana Ayah bisa menyetir kalau kamu tidak mau duduk?" Tanya Zavier


Ruby menangis.


"Ruby jangan nakal" Lanjut Zavier


Adara menyimpan kunci mobilnya di dalam tas, kemudian mengulurkan tangannya agar Ruby beralih padanya.


"Tidak, aku bisa" Tolak Zavier, "Iya aku tau, tapi dia masih merasa sedikit sakit, pengobatan nya cukup lama, itu sebabnya dia seperti ini. Jangan khawatir, kita pergi ke tempat yang sama" Terang Adara


Akhirnya Zavier menyerahkan Ruby ke gendongan Adara.


"Bagaimana dengan mobilmu?" Tanya Zavier, "Aku bisa mengambilnya nanti, tenang saja" Jawab Adara


Pria itu mengangguk, dan membukakan pintu mobil untuk Adara agar bisa masuk.


Saat di jalan, Zavier melajukan mobilnya dengan cukup kencang, beberapa saat kemudian pengendara motor melintas dan membuat Zavier memijak rem mobilnya secara mendadak.


"Maaf, kau tidak papa" Tanya Zavier, "Iya, tapi tolong bawa mobilnya pelan-pelan saja" Pinta Adara mencoba menenangkan Ruby yang terbangun dari tidurnya.


"Astaga, Molly!" Ibu Adara mengambil alih Molly dari tangan Felicity. "Kau ini ingin menyakiti nya!?"


"Iya itu benar, aku bisa saja menyakiti hewan peliharaan mu" Jawab Felicity enteng, "Kau akan melenyapkan nya?" Tanya Ibu Adara


"Iya"

__ADS_1


"Awas ya, jangan sampai. Dasar wanita kasar!" Ketus Ibu Adara


"Kau yang kasar!"


__ADS_2