
"Duduk, akan ku jelaskan" Felicity meminta Zavier duduk di sebelah nya. Wanita paru baya itu memperlihatkan beberapa foto gadis pilihannya kepada putra sulungnya itu. "Kau lihat ini, aku sudah memilih 8 wanita, aku sudah memutuskan untuk pernikahan ini. Aku akan mengurus segalanya untukmu"
Dengan malas Zavier menjawab. "Kirimkan aja semua detektif, Ibu. Tapi semua orang punya kelemahan"
"Kenapa kau bicara seperti ini, Honey"
"Sudahlah, jangan ganggu aku"
"Lihat, sekarang kau sudah menjadi tuan pemurung! Lupakan masa lalu, tidak mungkin kau akan hidup sendiri seumur hidupmu. Jadi menikahlah. Kau akan punya teman hidup, istrimu akan tinggal di kamar ini, dia akan membawakan teh untukmu setiap pagi dan kau akan memberikannya minuman dingin di sore hari" Jelas Felicity
"Tidak ada minuman dingin"
"Ini demi kebaikan mu dan juga Ruby" Lanjut Felicity
"Ibu untuk terakhir kalinya, cari ibu untuk Ruby bukan istri untukku. Semua yang ku lakukan hanya untuk Ruby, itu saja, aku tidak ingin membicarakan hal ini. Aku masih ada pekerjaan, tolong pergilah" Felicity menghela nafasnya, kemudian keluar dari kamar Zavier.
Zavier terdiam, kenangan-kenangan buruk di masa lalu berputar begitu jelas di kepalanya.
"Ana, ayo cepatlah. Kita harus menjemput Cakra" Ucap Chandra, "Iya, aku tinggal memberikan kopi kepada ibu dan ayah" Balas Afsana
__ADS_1
"Halo" Sapa Adara sambil menggendong kelinci milik Ruby
"Hei, ternyata kau ada di luar. Aku pikir kau ada di dalam bersama Anchie" Ujar Chandra, "Aku keluar untuk mengantar Ruby tadi" Kata Adara, "Maaf ya, aku sangat sibuk"
"Ya. Kau harus minta maaf, aku sangat merindukanmu" Chandra tersenyum sambil mengedipkan salah satu matanya.
"Kakak ipar, jangan mulai lagi" Sahut Adara tersenyum
Chandra tertawa.
"Ngomong-ngomong di mana kakak?" Tanya Adara, matanya menelisik seluruh ruangan, "Dia ada di dalam, untuk mengucapkan salam pada orang tuanya" Jawab Chandra
"Hei Dara, tunggu dulu" Chandra menahan Adara. "Aku ingin bicara padamu. Begini aku ingin minta maaf dengan perkataan ibuku kemarin"
"Kakak ipar lupakan saja, untuk apa Kakak masih memikirkan nya" Balas Adara
"E..tunggu dulu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Siapa itu Zavier—
"Dia orang yang menyebalkan. Dia bukan manusia. Ada kesalahan pahaman yang besar tentang Zavier, dan menurut putrinya dia itu adalah ayah yang sangat menyebalkan."
__ADS_1
Malam hari, Zavier sampai di rumah. Ia meletakkan tas kerja dan juga kunci mobilnya di atas meja. Namun, tiba-tiba ia teringat dengan perkataan Ruby yang ingin memperkenalkan temannya yang bernama Molly.
"Siapa yang dia maksud itu" Zavier melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. "Aku akan menemui nya seandainya aku punya waktu, sebaiknya aku bicara padanya"
Zavier berjalan ke kamar Ruby, sampai di sana ia melihat Ruby sudah terlelap. Dirinya masuk ke dalam, lalu membereskan peralatan belajar Ruby yang masih berserakan di atas kasur.
Ketika Zavier ingin keluar, pria itu mendengar rintihan Ruby.
"Ruby" Zavier menegakkan tubuh Ruby, namun ia kembali terdiam ketika melihat tahi lalat milik Ruby.
"Ada apa?" Tanya Zavier, "Aku tidak bisa tidur, gigiku sakit" Jawab Ruby sembari memegang pipinya
Tidak tega melihat Ruby kesakitan, Zavier menggendong Ruby keluar. Ia datang ke kamar orang tuanya tetapi Carlos dan Felicity sudah tidur.
"Aku harus kemana, aku baru disini" Gumam Zavier
"Ayah sakit"
"Aku tau, Sayang. Kita coba cari dokter di luar ya" Tambah Zavier.
__ADS_1