A Dan Z

A Dan Z
BAGIAN 04


__ADS_3

Seorang wanita paru baya menggeliat dalam tidurnya di tengah malam, ia merasa ada sesuatu yang menciumi lehernya.


"Lepaskan suamiku" Karena merasa terganggu, akhirnya wanita paru baya itu terbangun. Seketika ia berteriak ketika melihat seekor kelinci tepat berada di samping kepala nya.


Kelinci itu berputar di atas kasur, dan wanita paru baya itu teru berteriak sambil melompat-lompat di atas kasurnya untuk menghindari kelinci tersebut.


"Kelinci ini!"


"Ada apa, Feli?" Seorang pria paru baya masuk dan bertanya kepada istrinya. "Kenapa berteriak?"


"Kelinci ini, kenapa bisa ada disini!?" Kesal Felicity, "Aa...tolong suamiku, ada kelinci di dalam kamar ku, kau tidak lihat?"


"Dimana?"


Dua asisten rumah tangga pun juga ikut masuk ke kamar sang nyonya.


"Cepat cari dia! Pasti dia ada disini" Ucap Felicity, sang suami dan dua asisten rumah tangga tersebut pun langsung mencari keberadaan kelinci yang di maksud oleh Felicity


"Cari dia, mana dia? Mana kelinci itu" Felicity ketakutan mencari keberadaan kelinci tadi. "Tadi dia ada disini"


"Disini tidak ada kelinci" Ucap Carlos, suami Felicity. Arah pandang mata Carlos mengarah ke bawah ranjang, ia melihat seekor kelinci putih sedang duduk diam di bawah sana.

__ADS_1


"Aa! Itu dia"


"Kelinci ini?"


Seorang gadis kecil masuk ke kamar kakek-nenek nya dan memerhatikan tingkah neneknya yang begitu ketakutan dengan hewan kesayangan nya.


"Cepat tangkap kelinci itu" Pinta Felicity


"Lihat, kelinci ini masih kecil" Kata Carlos memegang lembut tubuh kelinci itu, "Kenapa kau taruh dia disini, bawa dia keluar!" Rengek Felicity, "Cepat aku takut"


"Feli, kau tenang saja" Ujar Carlos, "Cepat bawa dia pergi, aku tidak mau melihat nya lagi! Cepat bawa pergi" Imbuh Felicity


Salah satu pelayan tadi mengambil alih kelinci tersebut dan membawa nya keluar.


"Hari ini aku sangat terlambat" Gadis itu masuk ke dalam mobilnya, namun ter urungkan ketika melihat gadis kecil bernama Ruby sedang menggendong kelinci nya.


"Aduh, aku harus sembunyikan dia di mana" Dengan wajah cemberut, Ruby duduk di salah satu batu dan memangku sahabatnya (kelinci).


Karena penasaran dengan yang di lakukan Ruby, Adara mendekati nya. Dengan pelan ia mengetuk bahu putih Ruby, gadis kecil itu menoleh. Adara bingung melihat wajah kusut Ruby, dan bertanya menggunakan bahasa wajah. Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya.


"Apakah nenek mengusirnya keluar rumah?" Tanya Adara sembari duduk di samping Ruby, Ruby mengangguk. "Kelinci ini merasa sedih"

__ADS_1


"Siapa yang bilang dia sedih?" Adara menggendong kelinci kecil itu dengan hati-hati. "Ayo kelinci. Aku akan berbicara padanya"


"Ruby kau di mana?" Terdengar suara Felicity mencari keberadaan Ruby, Ruby kembali menggendong kelinci nya.


Adara mengerti raut sedih di wajah Ruby. "Ruby, aku rasa biar aku saja yang menyimpan kelinci ini ya?"


Ruby menggelengkan keras.


"Percayalah, aku akan menjaganya. Kau adalah ibunya, dan aku adalah ibu besarnya. Setuju?" Ujar Adara, Ruby mengangguk.


"Bagus sekali. Ibu besar akan menjaga kelinci kecil ini, okey? Kelinci kecil bilang dada pada ibumu ini" Lanjut Adara


"Dah!


Suara Felicity yang memanggil Ruby kembali terdengar, sedangkan Ruby meminta agar Adara segera pergi membawa kelinci nya.


"Cepat pergi atau nenek akan memukul ku" Ujar Ruby


"Dah" Adara masuk ke dalam mobil.


"Dah!" Balas Ruby sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Felicity menghampiri Ruby yang menatap mobil Adara yang mulai menghilang dari pandangan.


"Aaa...ini dia, kemari anakku" Felicity memeluk tubuh kecil Ruby. "Kenapa diam saja, ayo kita jalan-jalan. Akan ku kenalkan kau pada temanku."


__ADS_2